United Kingdom (UK) hadapilah Deutschland (DE) di EU, jangan Brexit!


hqdefault

UK memang “membenci” DE, begitu sebaliknya. Ada semacam permusuhan atau persaingan sengit abadi antara DE dan UK dari dulu. Perang Dunia 2 kali antara UK vs DE menghasilkan “lost-lost position” terbesar dalam sejarah bagi keduanya. DE mengalami Sejarah di titik NOL karena semuanya hancur lebur akibat perang, sementara UK mengalami keruntuhan dinasti Pax Britania-nya yang sempat jaya berabad.

Sekarang keduanya ada di EU. Persaingan dan kerja sama keduanya sebenarnya bisa seimbang bahkan membawa kebaikan jika UK serius di EU dan fokus dalam persaingan dan kerja sama dengan DE. Kenapa demikian?

1. Secara Tradisi UK dan DE adalah bangsa besar dengan 2 mahzab yang saling berbeda tapi saling melengkapi. Di UK ada Adam Smith Bapak Kapitalisme, di DE ada Karl Marx Bapak Sosialisme. Di UK menganut aliran sosialogi “positivism”, di DE menganut sosiologi “critism”. Suka atau tidak suka baik Ekonomi maupun Sosiologi, dunia ini banyak di pengaruhi oleh para pemikir dari kedua negara ini.

Jika keduanya bisa bekerja sama di EU maka EU bisa menjadi contoh bagi bangsa lain di dunia bagaimana membangun persaingan dengan kerja sama yang dapat memberikan manfaat.

2. Untuk UK di EU itu tidak sendirian. UK memiliki banyak pendukung tradisional yaitu Benelux dan Skandinavia termasuk juga Irlandia. Adalah menarik meskipun secara sosiologis Benelux dan Scandinavia itu dekat dengan Jerman hanya secara prinsip Ekonomi, para industiawannya punya kedekatan dengan cara pikir UK. Begitu juga dengan Irlandia meskipun secara sejarah hubungan keduanya tidak dekat tetap secara mahzab Ekonomi mereka seperti saudara kandung.

Para Industriawan Benelux dan Scandinavia maupun Irlandia amat sangat membutuhkan UK untuk mitranya agar EU tidak semakin ketarik ke sosialis kiri akibat banyak masuknya anggota baru EU dari Eropa Timur. Kepergian UK dari EU akan membuat Eropa menjadi semakin sosialis kiri.

3. UK adalah kekuatan Ekonomi No: 2 di Eropa setelah Jerman. Kehilangan UK berarti juga kehilangan besar bagi Eropa. Hanya UK pun amat membutuhkan EU. Jika UK sampai meninggalkan EU berarti dia akan menjadi sendirian. Sebuah negara Pulau terpencil sendiri akan membuat UK benar-benar bisa tersingkirkan baik dalam perdagangan dunia, investasi maupun hubungan luar negeri.

Jadi meninggalkan EU adalah “lost-lost position” baik bagi EU apalagi bagi UK.

Oleh karena itu, yang terbaik adalah UK harus semakin integrasi ke EU dan menjadi kekuatan penyeimbang atas dominasi DE di EU. Hanya UK satu-satunya bangsa di Eropa yang mampu mengimbangi dominasi DE. Cara yang terbaik untuk melakukan itu adalah dengan MEREVITALISASI kekuatan industri UK yang sempat keropos sejak Era Margaret Thatcher.

Bangun kembali kekuatan industri UK yang melemah dengan memperkuat riset-riset dasar yang innovatif. Lupakan industri “tambal sulam”, itu bisa dilakukan dengan kolaborasi saling menguntungkan dengan negara-negara Asia model Jepang, China, Korea, India dan ASEAN. Untuk industri “tambal sulam” seperti elektronika, tekstil, dan seperti itu kolaborasi dengan negara ASEAN bisa “win-win solution”.

Hanya untuk industri-industri riset dasar innovatif maka negara-negara Asia itu lemah. Sejarah mencatat UK dan DE punya tradisi kuat disini. Revolusi Industri pun dicetuskan dari UK. Para pemikir-pemikit besar muncul dari UK maupun DE.

Jadi, jika UK fokus kembali merevitalisasi innovasi2 di riset-riset dasar, akan lebih baik lagi jika berkerja sama dengan DE, maka EU akan punya peluang menjadi pemimpin dunia. Tentu saja UK tetap perlu mempertahankan supermasinya di industri Financial dan Perbankan disaat dia memperkuat inovasi industrinya.

Dari sini tampaknya jika UK tetap di EU sesungguhnya akan “win-win solution” dimana DE tidak akan menjadi pemain satu2nya yang dominan di EU saat bersamaan EU menjadi semakin dinamis-harmonis dalam keseimbangan tarik menarik Kapitalis UK (baca: Mahzab Keynes) di satu kutub dengan Sosialis DE (baca: soziale Marktwirtschaft) di kutub lawannya.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s