Saat Forum Pengajian dipenuhi oleh Kesalahan Faktual


Saat Forum Pengajian dipenuhi oleh kesalahan Faktual – berkaca dari salah Fakta yang dilakukan oleh Dr. Hamid Fahmy Zakarsyi dan Dr. Zakir Naik dalam ceramahnya

Video Pengajian Pak Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi (HFZ) saat mengkritisi Islam Nusantara ini justru dipenuhi kesalahan faktual yang semestinya tidak boleh dilakukan oleh orang sekaliber dia, di forum pengajian.

Disini menjadi sulit, sebuah pengajian yang seharusnya menjadi proses belajar mencerahkan pada umatnya, —jika isi dari pengajian ini berisi kesalahan2 faktual yang secara fakta telanjang salah, malah justru membuat umat tersesat memahami realitas. Lalu dari fakta yang salah itu sang Ustadz malah membuat kesimpulan berdasarkan persepsinya untuk mendeskriditkan orang lain atau kelompok lain. Ini bisa memicu kesalahpahaman umat Islam bahkan memprovokasi umat Islam untuk membenci kelompok lain. Padahal kenyataannya Pak HFZ ini yang salah memaparkan fakta.

Apa jadinya jika forum pengajian salah fakta sehingga umatnya juga akan keliru? Sekali lagi banyak terjadi salah fakta, (catatan: bukan beda persepsi, tapi jelas salah fakta). Kesalahan fakta Pak HFZ di video di atas ini mirip dengan ustadz Dr. Zakir Naik yang sering kasih salah fakta dalam forum2 ceramah pengajiannya. Lihat Video Dr. Zakir Naik yang mengalami salah fakta lebih dari 25 kesalahan hanya dalam 5 menit bicara. Ini link tentang Dr. Zakir Naik: https://www.youtube.com/watch?v=hS2hLxz6C5M

Sekarang kembali kita bahas Video Pak Ustadz HFZ.
KELEMAHAN TERBESAR dari pidato ini datanya tidak valid alias banyak yang keliru fatal secara faktual yang membuat orang jadi tersesat memahami masalah. Jika kekeliruan ini dia sengaja maka saya amat miris dengan integritasnya. Beberapa contoh Salah Fatalnya secara faktual saya paparkan sebagian saja (silahkan lihat Videonya):

1) Pak HFZ bilang di menit 23:40 tidak mungkin orang Muslim India bisa jadi Menteri atau Pegawai Negeri. Itu mustahil.

Commentku: Aduh ini bapak HFZ saat bicara benar2 tampaknya ndak memahmi masalah. Di India itu jangankan PNS lah wong Presiden saja beragama Islam itu berkali2 kok! Ingat Presiden itu beberapa diantaranya beragama Islam! Di India itu 4 kali Presidennya beragama Islam. Ini nama-nama Presiden Muslim di India: Zakir Husein, Mohammad Hidayatullah, Fakhruddin Ali Ahmed dan Abdul Kalam. Selain itu Wakil Presiden India yang sekarang juga dijabat seorang Muslim yaitu Mohammad Hamid Ansari.

Untuk menteri juga banyak Chief Minister dari India itu Muslim. Ini salah satu linknya berisi daftar India Muslim Chief Minister: https://www.quora.com/How-many-Muslim-chief-ministers-has-India-had-excluding-Kashmir

Jadi ngawur betul Pak HFZ jika bilang di India orang Islam ditindas ndak bisa menjadi PNS atau menteri. Lha wong jadi Presiden aja bisa kok! Justru di negara yang mayoritas Islam seperti Indonesia jadi Gubernur DKI yang sudah jelas-jelas berbuat banyak bagi masyarakatnya malah dituduh macam-macam sampai tuduhan haram segala.

MASALAHnya: saat HFZ mengatakan tidak ada menteri dan PNS muslim di India, dia sedang menjelek2an orang India yang mayoritas Hindu dengan fakta yang salah! Ini membangun persepsi yang salah seakan-akan Islam ditindas di negara yang non muslim.

2) Salah Fatal lainnya: 13:45: HFZ bilang bahwa B. Arab adalah satu2nya Bahasa kuno di dunia yang masih survive hingga sekarang karena B. Arab adalah bahasa relijius (menit 14:37).

Commentku: Ini menunjukkan kembali yang bersangkutan salah fakta. Lihat wikipedia, disini B. Arab itu bagian dari Bahasa Afroasiatic. Nah, Bahasa Afroasiatic yang tetap ada hingga saat ini tidak cuma B. Arab. Ada 6 cabang Utama dari Afroasiatic ini yaitu: Berber, Chadic, Cushitic, Egyptian, Omotic and Semitic. Penuturnya sebagai B. Ibu sekitar 350 juta lebih saat ini untuk kesemua cabang itu.

Nah B. Arab itu cuma bagian dari Cabang Semitic yang kebetulan memang penuturnya terbanyak sekitar 200 sd 230 juta saat ini sebagai penutur bahasa Ibu. Bandingkan dengan total penutur Afroasiatic yang 350 juta lebih dimana sekitar 200 sd 230 jutanya B. Arab. Artinya ada sekitar penutur sebanyak 150 jutaan yang bahasa Ibunya adalah bahasa tertua di dunia selain B. Arab. Nah, fakta ini menjelaskan bahwa B. Arab bukan satu-satunya Bahasa Tertua. Ini lengkap tentang B. Afroasiatic: https://en.wikipedia.org/wiki/Afroasiatic_languages

Jadi ini adalah kesalahan faktual yang secara fakta jelas HFZ salah mengatakan bahwa B. Arab adalah satunya2 bahasa kuno yang masih survive di dunia ini. Masih ada bahasa tua lainnya selain B. Arab yang masih survive. Bahkan kalau B. Arab itu adalah standardnya Classical Quran maka itu baru dikenal di Abad ke 7 baru 1.500 tahun yang lalu. Jadi, klaim bahwa B. Arab adalah satu-satunya sebagai bahasa yang survive di dunia ini karena alasan relijius adalah klaim berbau jargon bombastis dari pada realitas.

MASALAHnya: Tujuannya apa sih buat klaim2 tidak benar bahwa bahasa Bahasa Arab sebagai satu-satunya bahasa tertua di dunia dengan gunakan alasan relijius sebagai dasarnya B. Arab bisa bertahan. Apakah HFZ mau menggiring para pendengaranya bahwa Bahasa Arab itu karena terbukti bahasa relijius (dari Tuhan) sehingga itu menjadi tetap eksis di dunia. Oleh karena itu B. Arab bisa eksis sampai saat ini karena dijaga oleh Tuhan, itukah yang ingin disampaikan Pak HFZ? Lah gunanya untuk apa?

Padahalkan realitasnya ada yang juga bahasa tua juga eksis dan itu bukan bahasa relijius. Bahasa China juga diperkirakan setua bahasa Afroasitis, begitu juga bahasa Sankrit yang merupakan akar dari B. Jawa juga merupakan bahasa tua yang tetap eksis hingga saat ini. Jadi legitimasi B. Arab sebagai bahasa tua karena alasan bahasa relijius adalah klaim absurd dari Pak HFZ.

B. Arab itu jika disengaja berbohong dengan mengklaim B. Relijius maka ini masalah karena ini melegitimiasi seakan B. Arab itu Bahasa dari Tuhan! Ini pesan yang salah karena sesungguhnya Bahasa itu ARAB pada kenyataan TIDAK dari Tuhan, itu adalah hasil budaya belaka. Nah, mengklaim sesuatu yang cuma budaya manusia sebagai itu relijius dari Tuhan adalah klaim yang secara esensi salah! Ini bisa membuat kebodohan seperti kasus Agnes Monica yang memakai pakaian tulisan Arab, lalu orang2 marah karena merasa telah melecehkan Islam.

Cara pikir yang tidak bisa membedakan antara B. Arab dan ajaran Islam ini akibat dari orang2 seperti Ustadz HFZ ini menanamkan nilai keliru yang mengatakan B. Arab itu Bahasa Relijius dari Allah. Lha wong B. Arab itu ada jauh sebelum Islam ada kok, dari mana pula muncul klaim B. Arab itu B. Relijius dari Tuhan

3) Salah fatal lainnya: Menit 7:17 HFZ bilang di negara barat jika ada orang berzinah di depan anda maka anda harus toleran.

Commentku: ini salah fakta secara total dan menggiring pembaca tertipu. Di negara barat jika anda berzinah (making love) sembarang di tempat umum apalagi bisa dilihat anak di bawah umur, anda bisa masuk penjara! Anda boleh berzina tapi di wilayah private anda, bukan di ruang publik. Jika memang anda berzinah di kamar apartement anda atau hotel maka ndak akan ada yang gerebek tapi jika anda zinah di tempat umum dan dilihat publik maka anda urusan dengan polisi. Ruang publik di negara barat itu bebas digunakan untuk publik untuk urusan publik, sedangkan zinah itu urusan privat maka lakukan di ruang privat.

KECUALI jika Pak HFZ ada di dalam kamar seseorang pasangan perempuan-lelaki, dan itu memang kamarnya. Memang benar Pak HFZ harus toleran jika dia berzinah di depan bapak HFZ karena itu ruang privat kamarnya sendiri. Lah klo seperti ini yah salah pak HFZ dong, kenapa kok mau-maunya lihat orang berzinah di kamarnya? Jadi bukan peraturan kebebasan zinahnya yang salah tapi bapak aja yang berada pada tempat yang salah. Gitu lho pak HFZ memahami persoalnya🙂

MASALAHnya: fakta salah ini dipaparkan cuma untuk jelek-jelek budaya lainnya seakan2 budaya lain itu begitu buruk dan tanpa moral. Padahalkan tidak, mereka punya aturan moral dan hukum yang amat rapih. Hanya karena aturan standard moral mereka beda dengan kita, ndak perlu membuat ”misleading” kepada pendengar agar melecehkan budaya masyarakat lain seperti Barat.

Sebagai Pentutup saran saya:
Kedepan proses forum pengajian di masyarakat Islam itu harus lebih dikembangkan budaya dialektika, dialog dan diskusi. Ini untuk membuat para penceramah lebih bertanggung jawab saat mereka memaparkan isi ceramahnya. Jangan sampai forum pengajian justru menjadi forum yang membuat umatnya salah menerima informasi karena sang nara sumber amat mudah memaparkan fakta2 yang tidak benar. Akibatnya, karena kesalahan informasi ini umat Islam mudah terprovokasi dan merasa paling benar sendiri. Jelas bukan seperti ini tujuan dakwah bukan?

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

3 thoughts on “Saat Forum Pengajian dipenuhi oleh Kesalahan Faktual

  1. Kelihatan kalo HFZ itu dangkal ilmunya.
    Apa dia gak pernah belajar tentang topik yang dibicarakannya?

    XXXXX

    Harusnya fakta-fakta seperti itu dia tahu. Memang disayangkan jika dia tidak tahu lalu memprovokasi umatnya, tapi lebih disayangkan jika memang dia mensengaja memberikan fakta2 tidak betul.
    Hanya ke depan memang metodologi dakwah harus dirubah menjadi forum dialog sehingga para nara sumbernya menjadi lebih bertanggung jawab.

    Salam Hangat

    Ferizal Ramli

  2. pembahasan tentang kesalahan ini lebay.. seolah olah tidak ada hal yang lebih esesnsi(konten dakwah) dari keseluruhan ceramah yang bisa anda kritik. informasi yang disampaikan hanya bersifat pengetahuan umum, kalau dibilang tidak ada, masyarakat bisa memahami kalau kenyataan nya disana umat islam yang menjabat di pemerintahan itu sangat minoritas dibanding seluruh persentase nya. klw dibilang juga hanya bahasa arab. masyarakat bisa memahami kalau kenyataan nya bahasa arab sebagai bahasa tertua yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. termasuk kalau dibilang zina di negara barat itu harus toleran.. zina dalam islam kan tidak semata hanya zina kemaluan, ada zina mata, zina tangan, dll.. kenyataan nya jumlah orang yang ciuman, pelukan dan berbagai tindakan yang mengarah ke zina bahkan nyaris zina kemaluan sangat lebih banyak daripada di negara negara yang menerapkan hukum islam seperti di timur tengah, dan coba bandingkan berapa persentase jumlah kasus yang dibawa ke ranah hukum dengan yang tidak.. ayolah, hidup bukan hanya untuk membenci bung.. sayang sekali, terdidik seperti anda kerja nya menebar kebencian dengan alasan yang dipaksakan..

    XXXXXX

    Ndak biasa dielaktika ini orang, dikritisi Fakta malah dibilang lebay. Kelemahan orang Islam ini bahkan diberi tahu ada fakta yang salah saja, bukannya menerima tangan terbuka maka mencari pembenar dan menyalah2kan orang yang memberi tahu. Aneh memang sebuah masyarakat yang miskin dialektika itu🙂

    Ini saya tanggapi:
    1. Yang diutarakan itu esensi berbohong seperti bilang ditempat lain Islam ditindas di India, nyatanya fakta yang ditampilkan TIDAK ditindas! Sudah menfitnah India dengan fakta yang salah, lalu membangun sentimen permusuhan bahwa Islam tertindas. Ini TIDAK betul sifat berpikir seperti ini.

    2. B. Arab itu jika disengaja berbohong dengan mengklaim B. Relijius maka ini masalah karena ini melegitimiasi seakan B. Arab itu Bahasa dari Tuhan! Ini pesan yang salah karena sesungguhnya Bahasa itu ARAB pada kenyataan TIDAK dari Tuhan, itu adalah hasil budaya belaka. Nah, mengklaim sesuatu yang cuma budaya manusia sebagai itu relijius dari Tuhan adalah klaim yang secara esensi salah! Ini bisa membuat kebodohan seperti kasus Agnes Monica yang memakai pakaian tulisan Arab, lalu orang2 marah karena merasa telah melecehkan Islam.

    Cara pikir yang tidak bisa membedakan antara B. Arab dan ajaran Islam ini akibat dari orang2 seperti Ustadz HFZ ini menanamkan nilai keliru yang mengatakan B. Arab itu Bahasa Relijius dari Allah. Lha wong B. Arab itu ada jauh sebelum Islam ada kok, dari mana pula muncul klaim B. Arab itu B. Relijius dari Tuhan🙂

    3. Zinah mata, zinah tangan ini mengkhayal apalagi. Logika zinah mata ini absurd. Ini ngarang saja logika zinah mata. Ndak usah bicara absurd, anda di internet tiap hari memangnya anda tidak lihat semua hal dari internet? Anda mau block itu semua content di internet atas alasan zinah mata? Jika anda mengkritisi cara pakaian orang barat sebagai zinah mata, maka berhenti anda surfing di internet. Hampir semua gambar di internet jika wanita maka auratnya tidak tertutup hijab. Jadi, berhenti berpikir absurd untuk menghina budaya lain.

    Salam

  3. Terimakasih atas balasan nya.. Sebelumnya saya mohon maaf karna menanggapi artikel bapak tidak dengan kepala dingin sehingga tidak memandang permasalahan sebagai satu kesatuan yang utuh dan juga menyerang pribadi. Benar yang bapak katakan saya menanggapi memang bukan dari sisi dialektika. Yang saya tanggapi hanya poin poin yang bapak bold kan tulisan nya..
    Dan kemudian yang bapak tanggapi itu bukan hal hal yg tertulis saya komentari. Saya tidak sedang bicara umat islam di india itu tertindas atau tidak dan seterus nya, Saya juga tidak mengomentari soal bahasa arab relijius atau tidak. Dan terakhir soal zina, saya luput membaca soal zina yg bapak/pak fahmi maksudkan itu sudah khusus (making love), harusnya yg saya komentari zina dalam arti yg sudah dikhususkan tsb. tp soal zina mata dan sebagainya itu saya tidak sedang menghayal. Itu disebutkan dalam hadist riwayat bukhori, dan untuk memahami nya kita bisa menggunakan syarah hadis.. Dan soal di interet banyak tampilan yg tidak menutup aurat itu memang benar. Tp kaidahnya jika kita tidak bisa menghindari semuanya maka hindari yg bisa kita hindari. Saya bisa saja luput menghindari situs umum yang menampilkan tampilan yang tidak menutup aurat. Tp saya bisa menghindari web web khusus yg menyajikan hal hal yg tidak senonoh. Dan disitu saya tidak sedang menghina budaya lain. Saya toh hanya mempertanyakan berapa persentase pelaporan kasus tersebut dengan negara lain untuk bisa dikatakan hal hal tersebut memang lebih ditolerir di negara barat.

    Sekali lagi saya mohon maaf.

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s