Belanda Bangsa yang menginspirasi


CD400_out

Film “Der Admiral kampf um Eropa” adalah Epoch menarik yang bercerita tentang latar belakang kemajuan bangsa Belanda. Ternyata tradisi liberalis dunia itu sangat mungkin diinspirasi oleh Belanda. Belanda adalah negara satu2nya dan yg pertama di dunia ini yang menganut sistem demokrasi republik pada tahun 1.600-an atau memasuki abad ke-17…

Masyarakat Belanda saat itu meskipun jumlahnya amat sedikit tapi adalah masyarakat yang berpikir maju dan egaliter sehingga menjadi masyarakat paling maju di Eropa. Mereka adalah masyarakat amat rasionalis dingin bebas memeluk agama apapun. Bayangkan abad 17 artinya 4 abad yang lalu mereka sudah berpikir bebas untuk memeluk agama apapun tanpa sekat-sekat pertentangan antar agama. Disaat bangsa lain di Eropa masih saja perang agama antara Khatolik dan Kristen bahkan Jerman tenggelam dalam tahun-tahun hitam karena perang agama selama 30 tahun yang membunuh 30 juta penduduk Jerman atau sekitar setengahnya dari seluruh penduduk Jerman terbunuh kala itu. Sementara masyarakat Belanda sudah sedemikian majunya dalam berpikir rasional bahkan tidak tunduk lagi pada titel-titel Aristokrat.

Jadi, meskipun secara negara Republik Belanda adalah negara amat kecil mungkin cuma seluas Banten plus Jabotabek, Karawang dan Keresidenan Cirebon tapi mereka mampu membangun sistem yang amat maju. Mereka menginspirasi Eropa untuk menerapkan sistem pemerintahan yang demokratis dan egaliter. Akibatnya Belanda dikeroyok oleh semua kerajaan besar disekitarnya seperti Inggris, Perancis dan Spanyol. Mereka ingin Belanda kembali menjadi kerajaan karena bentuk republik ditakutkan akan menginspirasi Eropa sehingga para Raja Eropa akan kehilangan kekuasaannya.

Hebatnya Republik Belanda yang kecil bahkan terbelah karena sebagian masih dikuasai Kerajaan Orange Belanda, mampu mengalahkan 3 negara dalam perang laut dikeroyok oleh negara besar yaitu Inggris, Spanyol dan Perancis. Admiral Michael de Ruyter memimpin Perang Laut ini, dan ini pertama kalinya Inggris dalam sejarah dan satu2nya dalam catatan sejarah, kalah dalam perang laut melawan bangsa lain. Hebatnya bahkan sampai Angkatan Laut Inggris di London hancur lebur diserang Belanda.

Aku pertama kali justru mendengar nama “Admiral de Ruyter” ini saat masih ABG SMA, dari penulis YB Mangunwijaya memujinya dalam Roman “Burung-Burung Manyar” sebagai bangsa dari nenek moyang pemberani, teguh atas prinsip idialismenya yang menginspirasi bangsa lain dan menjadi bangsa pemenang meskipun dikeroyok bangsa lain. Dulu aku tidak terlalu paham atas pujian Romo Mangun terhadap kisah kepahlawanan de Ruyter karena sang Romo hanya membahasnya singkat. Saat ini aku tahu bahwa kisah kepahlawanan de Ruyter dimasa itu dilatar-belakangi kehidupan masyarakat Belanda yang berpikiran amat maju.

Sayang kemenangan laut Belanda tidak bisa berlangsung lama karena Infantri Perancis terlalu banyak, lebih banyak dari jumlah penduduk Republik Belanda. Infantri Perancis inilah yang akhirnya masuk menyerang kota-kota Belanda yang menyababkan revolusi di Belanda. Pemerintahan Republik jatuh dan jadilah Belanda kembali menjadi kerajaan.

Hanya 1 hal yang menarik dari masyarakat yang maju seperti Republik Belanda abad 17 tsb adalah ternyata masyarakat yang berpikir egaliter, bebas dalam mensikapi agama dan dilindungi apapun kepercayaannya oleh negara, serta punya keberanian untuk mempertahankan prinsipnya membuat masyarakat tsb menjadi maju.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s