Pak Amien Rais cuma 1 saja pinta saya…


AR

Pak Amien, saya saat nyantri di Kampus Ndeso Gadjah Mada, saya bener2 pengagum sampiyan. Kemana pun sampiyan mengisi ceramah di forum2 kampus UGM, saya selalu datang. Pusat Studi yang sampiyan pimpin PPSK di daerah Blimbing Sari yah klo ndak salah (aduh kok aku lali yo jeneng daerah e), sering saya datangi hanya untuk mendengar sampiyan memberikan tausyiah Politik Islam di sana. Buku sampiyan “Cakrawala Islam” dan “Tauhid Sosial” menjadi buku bacaan wajib saya.

Saya bahkan masih amat ingat secara detail pertama kali hadir di sebuah forum tahun 1990-an klo ndak salah, di gedung UC UGM dimana sampiyan bersama (alm) Dr. Damardjati serta (alm) Prof. FX Sugeng Istianto bicara tentang politik dunia dan Islam. Moderatornya adalah mahasiswa hebat mas Yusak (yang sayang mas Yusak beberapa tahun setelah itu sakit hingga hari ini). Saya ingat peristiwa itu, itulah pertama kalinya saya terkesima mendengar orasi sampiyan secara langsung.

Berbagai kalimat2 istilah sampiyan bahkan saya hapal seperti “High Politics” umat Islam, Umat Islam harus “menggarami” nilai kehidupan nasional, “Kancil Pilek” kritikan sampiyan pada intelektual yang takut pada ORBA, “Butek” (istilah plesetan untuk “Kebulatan Tekad”) sindiran sampiyan pada para agamawan yang bertekad bulat membela Pak Harto. Itu semua terekam di kepala saya.

Begitu kami dengar rumor bahwa sampiyan jadi Target Operasi ORBA (mungkin kira2 tahun 1994 atau 1995 yah) karena begitu kritis tentang Freeport maka kami para aktivis mahasiswa pendukung sampiyan sempat mulai merapatkan barisan untuk berjuang bersama membela sampiyan. Bayangkan bahkan saat itu ada tekad untuk berani “bertukar nyawa” demi membela idialisme sampiyan dalam melindungi kepentingan umat Islam Indonesia dari penindasan ORBA dan asing. Untuk sampiyan ketahui, bahkan saat itu saya kamar kost aja ndak punya karena ndak mampu bayar sewa kost dan untuk makan biasanya dibayarin temen2, lha kok siap tempur membela sampiyan😀

Saat sampiyan membuat PAN, saya yang bukan aktivis PAN pun ikut sibuk membantu PAN sebisanya; baik di Yogya, Cilegon Banten bahkan di Jerman. Setelah penantian lama menjadi Golput masa ORBA (kecuali cuma 1 kali nyoblos PPP saat SMA), pasca reformasi saya langsung coblos PAN dan berjuang mendukung pencalonan sampiyan jadi Presiden.

Saya terus melakukan advokasi sebisa saya di berbagai tulisan terhadap orang yang menyerang martabat dan nama baik sampiyan. Sampai saat terakhir Pemilu 2009 di kala sampiyan awalnya mendukung Hatta Rajasa jadi Wapres, tapi saat SBY berbalik milih Boediono, dan semudah itu pulalah berbalik juga lah sampiyan dukung Boediono, maka itulah titik saya berubah. Jadi bisa dibayangkan dari sekitar tahun 1990 sd 2009, selama 20 tahun saya menjadi pendukung penuh sampiyan dengan tulus.

Nah titik baliknya saya mulai berkontemplasi bertanya pada diri sendiri tentang sampiyan. Kenapa sampiyan yang bermahzab nasionalis bisa begitu mudah menerima Boediono yang secara mahzab Ekonomi neolib. Dari titik itulah saya mulai melihat bahwa sesungguhnya sampiyan pun saat memimpin Poros Tengah sebagai kekuatan utama di Parlemen, sampiyan dkk malah menggolkan begitu banyak UU Neolib yang malah lebih neolib dari Boediono itu sendiri. Jika Boediono neolib di level kebijakan, kalau sampiyan dkk neolib di level peraturan UU negara.

Disaat itu lah saya, memutuskan tidak lagi mendukung sampiyan. Saya hanya diam melihat sepak terjang sampiyan. Tapi ingat lho dalam Pemilu 2014 saya masih milih PAN sebagai pilihan saya bahkan saat sampiyan menghina Jokowi tanpa etika pun, saya yang melihat perbuatan sampiyan itu tidak beretika, tetap saja saya diam.

Nah untuk semua itu Pak Amien, saya lakukan dengan tulus karena saya dulu mempercayai sampiyan amat sangat. Hanya mohon jangan disalah-pahami, saat ini disini, saya tidak untuk menuliskan kekecewaan saya karena pernah begitu amat mempercayai sampiyan. Saya disini menulis untuk satu permintaan saja, cuma 1 permintaan saja Pak Amien yang amat sederhana yang saya yakin rakyat Indonesia juga mengingingkannya:

“Segera akhiri semua sepak terjang sampiyan selama ini yang penuh hingar bingar banyak memberi kemudharatan dengan KHUSNUL KHOTIMAH”.

Jadilah di hari2 senja sampiyan untuk diisi menjadi Guru Bangsa yang tulus dan amat tulus hanya untuk kepentingan bangsa Indonesia.
Caranya mudah sekali: cukup MENCONTOH sahabat sampiyan Buya Syafii Maarif.
Saya kira ini sebuah permintaan yang amat sederhana jika ketulusan itu memang ada pada sampiyan…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

2 thoughts on “Pak Amien Rais cuma 1 saja pinta saya…

  1. Mas Ferizal,

    saya Ambar. Saya sudah lulus S! dan sekarang sedang bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta. Saya berniat untuk melanjutkan kuliah S2 di Jerman, jika saya membiayai kuliah saya sendiri, kira-kira berapa biaya yang saya butuhkan hingga lulus kuliah (uang kuliah dan biaya hidup) untuk jurusn MBA? Dan apa saja syarat yang harus saya penuhi untuk lolos tes administrasi S2 jurusan MBA? terima kasih.

    XXXXX

    Mbak Ambar ingkang jelita,

    1. Jarang sekali jurusan MBA itu gratis. Biasanya bayar dan amat mahal. Umumnya diatas 10.000 Euro. Saran saya jangan ambil MBA tapi ambil MA atau MSc di bidang Managament, Finance, Accounting, Business Computing, dan yang seperti itu.

    2. Saran saya biaya hidup yang dibutuhkan minimal 1 tahun pertama anda harus bisa hidup tanpa kerja supaya kuliah anda di tahap2 awal tidak terganggu. Untuk sederhana anda butuh biaya per bulan 500 euro klo setahun sekitar 6.000 Euro. Itu bisa hidup sederhana untuk biaya hidup dan kuliah selama 1 tahun.

    Hanya untuk anda pahami bahwa untuk dapat visa anda harus punya uang lebih dari itu. Saya tidak tahu angkanya persis saat ini. Silahkan tanyakan aturan untuk dapat visa studi ke Jerman.

    3. Biasanya persyaratan yang dibutuhkan normal saja: B. Inggris minimal 550 (akan lebih baik paling tidak 570) dan lulus Sarjana. IPK sebaiknya jangan jelek, klo bisa 3,00 ke atas. Punya pengalaman kerja 2 tahun lebih baik. Bisa B. Jerman level B1 juga cukup baik klo anda ingin kuliah sambil kerja maka anda butuh bisa komunikasi B. Jerman.

    Persyaratan detailnya tentu saja antara 1 Uni dengan lainnya berbeda. Oleh karena itu, anda harus lihat langsung ke Website dimana program yang menjadi tujuan anda untuk dilamar.

    Semoga sukses dan salam hangat

    Ferizal Ramli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s