JOKOWI, saat ditulis dalam Perspektif Positif 2 hari Besar Kelahiran Pemimpin Dunia


Jokowi

Di hari suci menyambut kelahiran Nabi Muhammad dan Yesus maka marilah kita bicara para pemimpin negara-negara besar dunia. Ada 5 Pemimpin dunia yang amat hangat menghiasi pembicaraan kita saat ini menurut saya yaitu om Erdogan, Om Putin, Om Obama, Tante Merkel dan tentu saja Om Jokowi.

Om Erdogan dan Om Jokowi
Om Jokowi itu tidak mirip sama sekali dengan om Erdogan. Jokowi TIDAK punya nafsu dan hasrat membuat Istana Kepresidenan 1000 kamar. Harga istana yang dibangun itu sekitar 8,5 Trilyun Rupiah. Boro-boro mau buat istana mewah, lha wong istrinya aja naik penerbangan kelas Ekonomi atau menantunya periksa kehamilan di klinik level kelurahan kok.

Jadi, jika ada orang Indonesia yang mengidolakan Erdogan bahkan sempat mau meminjam Erdogan 1 tahun agar jadi Presiden Indonesia, itu adalah orang2 keblinger kader dan aktivis dari partai keblinger. Untuk diingat bahwa rakyat Indonesia saat ini tidak butuh istana kepresidenan megah seribu kamar seperti dongeng cerita 1.001 malam. Indonesia itu butuh membangun infrastruktur di seluruh tanah air🙂

Om Putin dan Om Jokowi
Om Jokowi itu rodo mirip dengan Om Putin dalam keberaniannya membantai mafia-mafia korupsi tanah air. Semua mafia pengabdi rente diplokhoto tanpa pandang bulu. Jika raja mafia ekonomi Rusia model Boris Berezovsky lari keluar negeri menyelamatkan diri maka Raja Mafia Indonesia Riza Chalid pun terpaksa sembunyi di luar negeri.

Selain itu juga baik Om Putin dan Om Jokowi amat tegas pada negara-negara lainya yang berani mengganggu kedaulatan negaranya. Tapi bedanya, Jokowi tidak punya keinginan ekspansi ke negara lain. Atau mungkin belum karena masuk sibuk konsolidasi dalam negeri?😀

Om Obama dan Om Jokowi
Om Jokowi itu rodo mirip dengan Om Obama dalam hal menginspirasi negaranya yang awalnya frustasi dengan masalah dalam negeri sekarang menjadi bergairah untuk menggenggam masa depan. Obama saat naik rakyat Amrik begitu frustasi atas masalah dalam negeri dan perlahan tapi pasti kembali Amrik jaya. Jokowi pun saat naik rakyat Indonesia hidup dalam pesimis berkepanjangan. 1 tahun memimpin Indonesia membuat kita berada dalam track record menuju Indonesia yang lebih baik.

Bedanya, tidak seperti AS yang membela KSA, Jokowi tidak tertarik ikut membela Arab Saudi dalam konflik Timur Tengah meskipun KSA berkali2 minta tolong ke Jokowi. Bahkan sampai ndak tahu malu KSA mencatut nama Indonesia tanpa permisi dalam aliansi militer buatannya, tetap saja Jokowi teguh tidak mau ikut campur dengan KSA dalam konflik dengan tetangganya di Timur Tengah.

Om Jokowi dan Tante Merkel
Om Jokowi iku ketoke e paling mirip dengan Tante Merkel deh. Gaya personalnya kalem seperti Tante Merkel. Tipenya merangkul dan tidak agresif menyerang. Tapi keduanya benar2 menginspirasi negara dan rakyatnya. Di bawah Merkel dengan gaya lembut dan tegasnya tampaknya Jerman akan menjadi Penguasa Tunggal Eropa dan mungkin dunia tanpa kekerasan sama sekali. Sesuatu yang gagal diperjuangkan oleh Kaisar Wilhem 1 atau Adolf Hitler. Kelebihan Merkel adalah membuat Jerman menjadi penguasa tunggal yang amat humanis dan membela kemanusiaan. Bukan membunuh dalam perang tapi penyelamat korban perang.

Jokowi pun dengan gaya kalem dan tegasnya mulai membangun infrastruktur Indonesia, mulai membuat fondasi ekonomi Indonesia kuat, membuat kekayaan alam kita dilindungi dari rakusnya mafia pengabdi rente. Menurut saya, hanya masalah waktu saja akan membuat Indonesia menjadi Pemimpin ASEAN yang amat dihormati, Pemimpin Non Blok yang disegani dan Pemimpin OKI (Negara-Negara Islam) yang menginispirasi.

Persamaan lainnya antara Om Jokowi dengan Tante Merkel adalah kalau Tante Merkel dijuliki lawan2nya sebagai “Si Muka Teflon” karena keras kepalanya memegang prinsip yang diyakini kebenarannya, sementara om Jokowi dijuluki oleh lawan-lawannya sebagai si “Koppig” alias kepala batu yang tetap teguh tak berubah memegang keyakinan kebenarannya.

Akhirnya, di hari yang indah Maulid Nabi Muhammad dan Maulid Yesus saya himbau pada para haters untuk berhenti menyebarkan fitnah kebencian pada pemimpin kita. Kritisi boleh jika salah tapi yang berdasarkan fakta obyektif bukan data hoax dan di-blow up melalui pasukan nasi bungkus onlinenya melalui link2 hoax di medsos. Ini perbuatan yang amat tidak terpuji secara etika dan moral.

Buat para positive thinkers, mari kita semakin semangat bersinerji di mulai di hari yang indah ini, hari kelahiran 2 tokoh besar kemanusiaan Rosul Muhammad dan Nabi Isa (dalam Islam ajaran saya atau Yesus Kristus menurut para Kristiani) untuk menyambut 2016 untuk Indonesia yang lebih baik.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s