Sekali lagi Ancaman Krisis Ekonomi Dunia!


apocalypse-7

Akankah terjadi krisis Ekonomi dalam waktu dekat?
Jawabnya: potensi krisis itu amat nyata sekali.
Lalu negara mana yang akan menyebabkan krisis?
Jawab saya: Sangat mungkin China!

Tapi mari kita analisa secara santai kelemahan masing-masing negara sehingga akan menyebabkan krisis dunia:

1) Eropa:
Banyak orang Indonesia beranggapan Eropa akan krisis. Ini anggapan yang menurut saya salah. Ada perbedaan karakter antara Eropa dan Indonesia atau masyarakat umumnya. Eropa itu terkenal dengan masyarakat yang skeptis dan rasionalis. Jadi, jika dia lihat ada yang tidak sempurna maka dia akan mengkritisi dan juga akan dibicarakan secara rasionalis dingin “the worst scenario-nya”. Oleh pers, sesuatu analisa yang dari sudut pandang “buruk” padahal itu resiko proporsional saja maka akan di “blow-up” berlebihan. Dikarenakan sering di-“blow-up” skenario terburuknya, jadilah banyak berpikir Eropa akan krisis, dll.

Padahal Eropa itu benua yang paling Konservative, Prudent dan Risk Averse dalam masalah sistem keuangannya. Mereka membuat aturan yang amat ketat dalam keuangan demi menjaga stabilitas dan keamanan. Itu sebabnya angka pertumbuhan ekonomi di Eropa selalu rendah karena mereka benar2 menekan untuk menghindari terjadinya “bubble” ekonomi. Jarang sekali skandal keuangan yang bersifat massif, terstuktur dan terorganisasi terjadi di Eropa. Jadi, jika ada yang berpikir Eropa yang pertama kali penyebab terjadinya krisis maka itu sudut pandang yang terlalu mengada-ada.

2) Amerika:
Amerika itu negara yang punya potensi besar penyebab krisis ekonomi dunia karena mereka membiarkan produk-produk keuangan derivatif sebebas-bebasnya menjadi motor perekonomiannya. Sementara ekonomi derivatif itu bukan ekonomi nyata. Itu cuma “sulap-sulapan” pengakuan klaim kepemilikan kekayaan. Padahal kekayaan nyatanya tidak sebesar yang tertera dalam nilai produk derivatif tersebut. Krisis 2008 kemarin adalah contohnya akibat dari perdagangan produk derivatif dari sistem keuangan Amerika.

Hanya karena mata uang Amerika adalah satu-satunya mata uang bisa dicetak sebebas2nya, maka Amerika pun dengan cepat bisa pulih dari krisis; dengan mencetak mata uang sebanyak2nya. Tinggal dunia yang sekarang menanggung akibatnya. Saat ekonomi Amrik pulih maka The Fed (Bank Sentral-nya Amrik) ingin seret uang bercecerannya kembali ke bank sentralnya. Jadilah dinaikkan suku bunga, terus dollar tersedot ke Amrik dan kemudian mata uang dunia pada ambruk terhadap dollar. Inilah hebatnya serta kurang ajarnya Amrik, dia yang ambruk karena kengawuran derivatifnya, tapi seluruh dunia membayarnya. Sekarang ekonomi Amrik kembali berjaya🙂

3) Amerika Latin:
Amerika Latin termasuk negara-negara yang paling terancam krisis dan krisis bisa sewaktu-waktu meletus disini. Hutang luar negeri Amerika Latin yang amat besar yang umumnya dalam USD membuat ekonomi disini tidak stabil. Negara-negara Amerika Latin banyak yang terancam gagal bayar hutang yang menyebabkan ekonomi di kawasan ini terpicu mengalami krisis ekonomi dunia.

Faktor beruntungnya buat dunia dan Indonesia: sangat mungkin krisis di wilayah ini tidak terlalu berpengaruh bagi perekonomian dunia dan Indonesia.

4) ASEAN:
ASEAN relatif tidak terlalu besar terancam krisis. Negara-negara disini relatif prudent dan konservatif. Pertumbuhan ekonominya juga realistis, tidak bubble. Jadi, jika ada sisi pandang pesimis berlebihan dari wilayah ini maka agak kebablasan. Tuduhan2 korupsi seperti di Indonesia sebagai negara motornya ASEAN itu adalah nyata terjadi, itu realitas kita saat ini. Hanya itu adalah “tradisi” Indonesa sejak dahulu yang sekarang tetap terjadi. Justru sekarang malah terjadi banyak perbaikan terjadi dimana-mana. Jadi, dari sudut ini ASEAN tampaknya termasuk dalam list paling bawah negara yang menyebabkan terjadinya krisis.

Waspada tentu saja harus dengan cara membangun ekonomi “on the track” plus terus berperangan melawan korupsi tetapi pesimis berlebihan tampaknya tidak perlu. Satu hal yang perlu diwaspadai adalah khususnya Indonesia jangan terlalu tergantung pada USD, industri manufaktur harus dibangun untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sehingga tidak perlu import serta kekayaan alamnya dicegah untuk tidak dikorupsi.

5) Timur Tengah:
Ini wilayah yang punya potensi krisisnya amat besar. Masyarakat yang konsumeris yang nyaris cuma menjadi produsen Minyak Bumi ini punya ancaman besar terjadi krisis yang memporak-porandakan perekomiannya. Harga minyak yang semakin jatuh, dan terus jatuh sementara perang berkecamuk dimana-mana paling tidak: Suriah, Yaman, Iraq, Palestina dan Kurdi menjadi daerah yang liar tidak terkendali. Jika 2 faktor ini terus berlangsung yaitu konflik dan hancurnya harga minyak, maka bisa jadi Tsunami Ekonomi akan meluluhlantakan wilayah ini.

Faktor beruntungnya buat dunia dan Indonesia: sangat mungkin krisis di wilayah ini tidak terlalu berpengaruh bagi perekonomian dunia dan Indonesia.

6) India dan Asia Selatan, Rusia-Turki-Iran dan Asia Utara, Korea-Jepang dan Asia Timur
Ini wilayah dengan dinamika masing-masing sesuai dengan karakternya yang jauh dari penyebab krisis. Tentu saja negara-negara tersebut punya masalah masing-masing tapi seperti ASEAN, negara-negara tersebut relatif jauh dari potensi pemicu terjadinya krisis apalagi krisis ekonomi dunia.

Beberapa yang bisa dicatat: India terancam dengan “shadow banking system” meskipun tidak separah Cina (silahkan baca pada point: 7 Cina). Jepang terancam dengan stagnasi ekonomi yang sudah 3 dekade tidak pernah pulih. Cepat atau lambat Turki akan kena dampak jika Timur Tengah terus komflik berlarut, belum lagi masalah Kurdi akan semakin liar. Iran juga akan terkena dampak harga minyak yang terus semakin rendah dan konflik kawasan Timur Tengah. Rusia punya masalah yang mirip juga: harga minyak murah membuat gas-nya pun ikut jatuh serta terlibat konflik di berbagai tempat.

7) Cina:
Inilah sejatinya yang paling potensial menjadi pemicu krisis dunia yang mungkin bisa menghancurkan sebagian besar negara-negara manapun di dunia yang punya keterkaitan jejaringan dengan Cina. Dikhawatirkan jika Cina krisis maka akan berpengaruh besar pada Ekonomi Amerika yang saat ini banyak dibantu oleh Cina. Begitu juga negara-negara lainya yang punya keterikatan kuat dengan Cina pasti terkena dampaknya.

Penyebab utama krisis di Cina adalah sistem keuangannya yang penyanggah utamanya adalah “Shadow Banking System”. Ini sistem pembiayaan model perbankan tetapi tidak menggunakan regulasi perbankan secara benar. Jadi tidak diterapkan sistem perbankan seperti koservatif dan prudent. Ini mirip pembiayaan sistem Tengkulak.

Dengan sistem ini Cina (tanpa kehati2an sesuai dengan regulasi perbankan) menggenjot perekonomiannya tumbuh setinggi-tingginya. Masalahnya tidak semua sektor riil yang dibiayai oleh “Shadow Banking System” ini produktif. Sekarang mulai banyak terlihat tanda-tandanya bubbel ekonomi yang amat besar di Cina.

Jika hal ini terjadi maka dana yang diinvestasikan itu sesungguhnya cuma investasi di sektor riil tidak produktif alias bodong sehingga dana ini tidak bisa kembali. Akibatnya akan rugi “Shadow Banking System”-nya Cina. Mereka tidak memiliki dana lagi, dan akankah pemerintah Cina sanggup mem-“bail-out”-nya?

Jika Pemerintah Cina tidak mampu mem-“bail-out”-nya maka hancurlah sistem keuangan Cina, dan disini lah krisis Cina akan terjadi yang akan merembet ke US dan seluruh dunia. Nah, krisis yang ini tampaknya dunia tidak akan sanggup untuk selamat. Ini bisa sampai pada tahap “Apocalypse”. Indonesia dengan kekayaan alam yang dimilikinya lebih baik bersiap-siap untuk ancaman krisis yang ini. Tapi semoga saja Cina tidak perlu mengalami krisis…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

One thought on “Sekali lagi Ancaman Krisis Ekonomi Dunia!

  1. kerisis dunia diakibatkan tidak seimbangnya supply dan demand, supply yang saya maksud pertumbuhan ekonomi dunia, ketersediaan porperty, hasil produksi industri, dan komoditi yang di eksploitasi secara berlebihan dan demand adalah pertumbuhan penduduk, jumlah konsumsi dan kesangupan setiap orang menginvestasikan uangnya. Karena cara lembaga keuangan yang terlalu optimis dengan pertumbuhan dunia para bank memberikan pinjaman dengan nilai yang berlebih mengakibatkan semua orang membuka usaha menimbun porperti. Kini saat ini terjadi titik jenuh, sebagian besar tidak mampu membeli porperti, sudah cukup mengkonsumsi barang – barang kebutuhan lain. Sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi semu dimana kebutuhan bahan baku bukan berdasarkan kebutuhan pasar lagi tapi kebutuhan pembukaan industri baru yang berharap bisa diserap pasar dan ternyata pasar sudah jenuh. Disini lah terjadi persaingan tidak sehat semua berusaha menjual serendah-rendahnya dengan pinjaman yang mengunung. Pada akhirnya banyak perusahaan yang berebut pasar yang ramih mengalami gagal bayar, gulung tikar PHK.
    Banyak orang kaya dengan hutang segunung akan mengalami kebangkrutan, 2016 berlalu prediksi saya ekonomi dunia akan semakin buruk. Kita harus pintar-pintar menempatkan diri, membelanjakan uang kita, menyimpan uang dengan mata uang negara yang tepat, membuka usaha yang pantas dibuka, dan berdoa.
    Ini analisa saya selama saya menjalankan binis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s