Takdir


takdir (1)

Ada 3 hal yang saya anggap ini adalah kekuatan Sang Khalik yang sampai hari ini saya anggap mukjizat yang menyelamatkan hidup saya.

1. Saat kecil umur sekitar 5 tahun di Semarang.
Di samping rumah saya di Semarang, hidup seorang nenek2 yang sudah tua dengan rumah sederhana. Satu ketika dari rumah saya yang lebih tinggi saya lihat ada besi bagus panjang yang diameternya seukuran jempol dewasa yang tergeletak di atas rumah si nenek tua tadi. Saya langsung naik ke atap rumah si nenek (umur 5 tahun mbeling yah). Begitu saya pegang besi itu nyetrum tapi saya bisa lepas dari setruman besi itu sambil ketakutan.

Entah beberapa menit kemudian tiba2 masyarakat ramai ngerubungi tempat itu, polisi, pemadam kebakaran dan petugas listrik. Ternyata besi adalah kawat listrik bertegangan tinggi yang terputus dan jatuh ke atas rumah si nenek. Kelak, sampat saat ini, saya tidak pernah bisa mengerti mengapa saya bisa terlepas dari steruman aliran listri bertegangan tinggi yang nempel di tiang listrik sehingga bisa selamat.

2. Sekitar tahun 1995 di Yogya saya mengantar redaktur BBC dari Inggris setelah saya jemput dari Airport untuk mencari informasi tentang kehidupan masyarakat di sekitar DIY. Saya bawa ke Kulon Progro dengan boncengan motor. Di perempatan Godean lampu merah, saya berhenti di belakang sebuah Truk Colt Diesel. Dikarenakan perasaan tidak nyaman, lalu motor saya ajukan ke depan sehingga berhenti persis di samping truck tadi.

Tiba-tiba si Truck di samping saya seperti meloncat ke samping ke arah motor saya. Wah ternyata si Truck Colt Diesel ini ditabrak dari belakang oleh Truck lainnya karena rem blong. Saking kencengnya tabrakan tadi, sampai truck yang ditabrak meloncat ke samping hampir mengenai motor saya. Bisa dibayangkan jika saya tadi tidak berpindah dan tetap di belakang Colt Diesel yang ditabrak dari belakang tadi? Ini cuma paling terpaut beberapa detik saja, saya selamat dari maut.

3. Tahun 2000, saat itu saya sudah diminta mertua agar pakai mobil saja dari pada pakai motor. Saat itu salah satu keluarga dirawat di RS Sardjito. Nah dari RS Sardjito ini saya mau ngajar. Dikarenakan mobil diparkir jauh, sementara saya mau buru2 ngajar maka saya pinjam motor adik saya untuk langsung ke kampus ngajar.

Tiba-tiba di tikungan Fakultas Kedokteran Gigi ada oli berceceran di jalan. Wah langsung saya jatuh dari motor. Untung mobil Toyota Kijang di belakang saya bisa ngerem meskipun dia pun terplesok-plesok karena oli. Bemper mobil Kijang itu sampai tepat menempel kepala saya. Hanya sepersekian centi meter saya terhindar dari tabrakan di kepala saya yang amat fatal sehingga selamat dari maut.

Bagi saya ketiga hal itu saya maknai sebagai mukjizat kekuasaan Allah SWT.

Jadi, hikmatnya, semua itu ada dalam kekuasaan Allah SWT. Jika Allah punya rencana TIDAK ada yang bisa mencegahnya. Akhirnya juga, jika anda memutuskan untuk berbuat sesuatu yang terbaik apalagi demi kebenaran maka ndak usah takut. Selama Allah merestui anda, maka semuanya pasti akan baik-baik saja…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s