PTN Top Indonesia lainnya, contohlah UGM!: “Hapuskan Program Asistensi Agama Islam di Kampus”


UGM

Sudah berlangsung beberapa bulan lalu bahwa UGM menghentikan Program Asistensi/Pendampingan Pelajaran Agama Islam di mahasiswa barunya. Dulu tahun 1990-an, sebagai orang yang pernah terlibat aktif dalam program ini, dulu saya tidak menyadari bahwa ini adalah program untuk mengkader bibit radikal pada para calon intelektual muda Indonesia. Program ini rentan dimasuki bibit radikalisme oleh gerakan Islam fundamental transnasional yang masuk kampus. Dikarenakan ini bukan Program kurikulum kampus yang diajarkan dosen resmi.

Kelak pengkaderan bibit radikal intelektual ini akhirnya panen saat banyaknya para intelelektual lulusan dari PTN Top Indonesia justru menjadi fundamental dan radikal. Mereka di masyarakat justru bukannya menjadi intelektual yang mencerahkan tapi malah menjadi intelektual yang senang menyebarkan fitnah, bibit permusuhan, membangun cerita-2 “hoax yang menurut mereka syarii” bahkan mendukung gerakan kekerasan menyerang agama lain atau sesama Islam hanya karena Syiah, Ahmadyah, dll.

Sebenarnya di UGM, para radikal ini termasuk yang kurang berhasil mengkader mahasiswa UGM untuk menjadi radikal. Dikarenakan tradisi dialektika di UGM khususnya ilmu sosial amat sangat maju sehingga ini menghentikan derap pengkaderan radikal fundamental di lingkungan UGM. Betapa sulitnya mereka bisa mendoktrin dengan jargon-2 nakuti neraka dan imbalan surga serta menikah dengan bidadari pada sebuah institusi yang terbuka dalam dialektika secara logis dan rasional?

Hanya tetap saja, setelah melalui perdiskusian akhirnya UGM memutuskan menghapus Asisten/Pendampingan Agama Islam. Memang menjadi kemunduran intelektual bagi UGM jika para mahasiswanya dicekok2in doktrin2 fundamental radikal untuk kepentingan golongan yang tidak jelas yang membonceng isu-isu agama.

Saya sebagai mantan aktivis Pendampingan Agama Islam merasa lega dengan keputusan UGM itu. Akhirnya kesalahan yang dulu saya terima saat ikut pendampingan Agama dengan menerima doktrin2 tidak jelas dari senior saya, dan kesalahan tersebut saya turunkan ke adik-adik kelas saya, sekarang tidak akan terjadi lagi.

Semoga PTN-PTN lain di Indonesia harusnya mencontoh UGM: Hapuskan Program Pendampingan Agama Islam di Kampus anda. Itu jalan untuk menghentikan para aliran fundamentalis mendapatkan kadernya dari para intelektual Indonesia.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ferizal Ramli​

http://ditmawa.ugm.ac.id/2014/08/peraturan-rektor-tentang-asistensi-dalam-sistem-pembelajaran-di-lingkungan-universitas-gadjah-mada/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s