2 Axis di 2 pusaran konflik dunia: Suriah dan LCS!


Indo 1

Apa pelajaran berharga Indonesia dalam konflik Suriah? Jawabnya setiap Konflik yang beririsian banyak kepentingan akhirnya menyeret banyak negara ikut terlibat bermain! Dalam konflik LCS (Laut China Selatan), meskipun kita tidak terlibat langsung di konflik tsb maka kita mau tidak mau harus bermain disana untuk keseimbangan geopolitik regional. Sekarang bersiaplah untuk permainan cantik yang menguntungkan kepentingan nasional kita.

Memaknai Konflik Suriah
Dalam Perang Suriah maka terbentuk 2 axis yaitu
Blok Barat: Pemberontak Suriah, Amerika, Perancis dan Inggris, Canada, Australia dan Negara Arab (Saudi Arabia, UEA, Qatar, Bahrain serta Maroko) plus Turki, dan Israel berkepentingan mendukung Blok ini.
Blok Timur: Pemerintah Suriah, Rusia, Iraq, Iran, Hisbulloh Lebanon dan Cina.

Ini akan menjadi medan pertarungan yang rumit. Ini adalah gabungan antara permainan Catur yang mengandalkan Taktik dan Strategi plus Permainan Poker yang mengandalkan Gertakan dan Keberuntungan! Siapakah yang akan memenangkan pertarungan ini maka bener2 sebuah permainan yang amat menegangkan.

Selama TIDAK terprovokasi menjadi Perang Nuklir maka “Battlefield” di Suriah adalah sebuah pertarungan perebutan kekuasan regional yang amat menegangkan. Baru kali ini Amerika mendapatkan perlawanan yang berat. Peluang Blok Barat untuk menang dalam hal ini berat dikarenakan Blok Timur tampaknya lebih solid dari pada blok Barat.

Di Blok Barat ada Kelompok ISIS, Al Qaeda, Kelompok Koalisi Pemberontak, Kurdi yang satu sama lain saling bermusuhan, bahkan Turki pun bertikai dengan Kurdi, serta ISIS menjadi musuh bersama mereka. Jalur logistiknya relatif tidak mudah, kecuali Turki yang berbatasan langsung dengan Suriah, tidak ada satu pun blok Barat yang terhubung langsung dengan Suriah.

Masalahnya dari Turki sendiri ke Suriah tidak mudah karena harus melewati Kurdi yang perang dengan Turki, atau malah harus melalui daerah ISIS. Di titik ini jalur logistik Blok barat lebih tidak menguntungkan ditambah lagi tidak solid; sesama mereka saling perang.

Di Blok Timur amat sangat solid, di front Timur Suriah ada Iraq dan Iran, di Front Barat Suriah ada Hibullah dan ikut juga AL China serta AL Rusia dari laut Tengah. Jalur logistiknya lancar dan langsung kepung pemberontak Suriah Pro Barat baik dari sisi Iraq dan Iran maupun dari sisi laut tengah.

Buat Indonesia yang perlu dipahami:
Jika Blok Barat Menang maka Israel adalah yang paling diuntungkan karena Turki adalah Sekutu Israel serta Arab lunak terhadap Israel. Perlawanan terhadap Israel melemah.
Jika Blok Timur yang menang maka kebangkitan Syiah menemukan momentum emasnya. Syiah akan menjadi pemain dominan di Timur Tengah dan dunia Islam.

Catur dan Poker di konflik LCS
Kedua Axis tadi akan kembali berseteru di “Battlefield” Laut China Selatan.
Blok Barat: Amerika, Jepang, Australia, Malaysia, Brunei, Philipina dan Taiwan serta dibelakangnya akan ikut campur UK.
Blok Timur: China didukung Rusia serta Vietnam secara historis berada di Blok Timur tapi bermusuhan dengan China.

Indonesia adalah netral tapi bisa terseret ke dalam konflik tersebut. Indonesia menjadi titik kunci penentu kemenangan salah satu. Jadi, kemenangan Blok Barat atau Timur sangat mungkin kuncinya akan ditentukan oleh Indonesia tapi malah sangat mungkin juga Indonesia justru akan menjadi obyek penderita. Ini tergantung kepiawaan dan kesiapan Indonesia menghadapi konflik LCS. Ini adalah permainan Catur sekaligus Poker buat Indonesia.

Apabila China tidak greedy mengganggu kedaulatan Indonesia maka Indonesia akan netral, tapi pasti Indonesia akan aktif terlibat dalam konflik ini. Jika Indonesia pandai bermain maka Indonesia akan mendapat keuntungan dari konflik ini. Yaitu dia akan menjadi kekuatan penentu dominan di Bumi Belahan Selatan serta dia akan dihormati oleh Super Power China dan Rusia.

Penentu dominan di Bumi Belahan Selatan artinya Indonesia bisa mendikte Singapura dan Australia dalam banyak urusan, serta memenangkan konflik perbatasan dengan Malaysia. Sekaligus menghentikan ikut campur Australia di Papua Barat.Dihormati China dan Rusia artinya Indonesia mendapatkan banyak konsensi alutsista canggih dari kedua negara tersebut.

Dari Blok Barat sejarah mencatat Indonesia cuma dapat Alutsista kelas dua model burut sergap kelas menengah F-16, kelas ringan HS Hawk, Kapal Perang Bekas, Tank Ringan plus rawan terancam embargo. Jadi, tidak ada sejarahnya Indonesia akan dapat respek dari Barat dalam konteks geopolitik karena kepentingan Barat adalah Indonesia harus jadi subordinatnya.
Indonesia justru akan dapat itu semua dari Blok Timur: alutsista terbaik dan respek tinggi. Tantangannya adalah jangan sampai Indonesia menjadi musuh Blok Barat. Bermusuhan dengan Amerika berarti itu cari penyakit!

Pada akhirnya pilihan Indonesia memang cukup rumit. Netral jika tidak mampu main cantik akan terlindas karena dua gajah bertarung maka pelanduk mati di tengahnya.
Berpihak ke Blok Barat maka selamanya Indonesia akan berada di bawah ketiak Australia dan negeri liliput Singapura.
Berpihak ke Blok Timur berarti berhadapan dengan Amerika sang raksasa dunia.

Bagaimana Indonesia tetap netral dan bermain cantik itu lah tantangan saat ini dan syarat minimalnya adalah Alutsista kita harus secepatnya di-“up grade” sehingga bisa imbangi kecanggihan Singapura dan Australia! Tanpa Alutsista yang memadai maka kita tidak bisa netral yang disegani.

Masalahnya cuma Blok Timur saja yang bersedia beri Indonesia Alutsista yang canggih seperti Pesawat Buru Sergap Kelas Berat Sukhoi, Kapal Selam Pembunuh Kilo dan Payung Mematikan Rudal SAM! Ketiga senjata Alutsista Pembunuh itu tampaknya lebih mudah dipasok oleh Rusia.

Entah lah jika tiba-tiba Amerika karena alasan geopolitik membolehkan Indonesia memiliki F-15 Silent Eagle, Kapal Selam dan Frigat Pembunuh serta Payung Rudal canggih seperti Amerika memberi ke Israel. Ini sih tampaknya sesuatu hil yang mustahal! Mimpi siang bolong pun tampaknya Amerika tidak akan memberikan itu ke Indonesia.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s