Bahasa Daerah dan Bahasa Asing!


Adalah takdir bahwa orang Indonesia itu terlahir untuk menguasai banyak bahasa. Pertanyaan seberapa perlunya kita menguasai banyak bahasa? Jawabnya: Perlu, tapi tidak semua di antara kita harus menguasai banyak bahasa!

Polyglot

BAHASA INDONESIA
Ini “fardhu ain” hukumnya. Semua orang Indonesia harus bisa berbahasa Indonesia dan melek huruf. Kalau perlu memenuhi standar berbahasa yang baik dan benar. Dari mulai SD sampai dengan SMA/SMK harus diajarkan B. Indonesia. Kurikulum, metode serta guru B. Indonesia harus selalu ditingkatkan sehingga kita menjadi bangsa yang punya identitas nasional.

Sampai kuliah pun B. Indonesia tetap harus diajarkan secara benar ke mahasiswanya!

BAHASA DAERAH
Ini hukumnya “Sunnah Muakkadah”. Ini perlu diajarkan pada sekolah-sekolah dari SD-SMU/SMK. Hanya bobotnya tidak perlu banyak; yang terpenting minimal penguasaai lisan sehingga bahasa daerah bisa terus dilestarikan oleh masyarakatnya sehingga identitas nusantara kita tetap melekat pada setiap individu rakyat Indonesia.

BAHASA INGGRIS
Ini hukumnya “Sunnah Muakkadah” yang diajarkan dari SD sampai dengan SMU/SMK. Hanya di SMK bobotnya tidak perlu terlalu banyak. SMK tidak butuh mengusai B. Inggris. Yang penting trampil bekerja.

Untuk kuliah jika dia kuliah di jenjang akademisi seperti S1/S2/S3 maka B. Inggris tetap “Sunnah Muakkadah” tetapi jika dia kuliah di Vokasi seperti D1, D2, D3 dan D4 maka itu menjadi sunnah biasa atau malah mubah saja. Tenaga kerja trampil itu tidak harus dibebani belajar B. Inggris berlebihan. Yang penting dia punya kemampuan praktek dan trampil!

BAHASA ARAB
Penguasaan B. Arab pada masyarakat Indonesia akan melahirkan masyarakat yang punya kapasitas mempelajari dan mengkaji literatur-literatur dari para akademisi dan intelektual Islam.

Ini hukumnya “Sunnah” untuk di sekolah-sekolah Yayasan Islam dari SD sampai dengan Sekolah Menengah.

Menjadi “Sunnah Muakkadah” saat di Ibtidaiyah/Tsanawiyah/Aliyah serta UIN atau Universitas/Institut/Sekolah Tinggi Yayasan Islam.

Tapi menjadi “Mubah” saat itu di SMK atau Perguruan Tinggi Vokasi. Dikarenakan Sekolah Vokasi itu yang penting trampil bekerja. Kemampuan B. Asing apapun cuma “nice to have”, bukan sebuah hal yang penting.

BAHASA ASING lainnya: Jerman, Jepang, China, Korea, Spanyol dan Perancis.
Untuk level SMU itu hukumnya “Sunnah”. Untuk level dibawah SMU atau SMK atau Sekolah Vokasi Tinggi hukumnya makruh karena menambah beban siswa didik, kecuali sekolah tersebut punya afiliasi dengan negara tertentu sehingga misinya memang mengajarkan bahasa dan budaya negara yang menjadi afialisinya.

Jadi menurut pendapatku pribadi sikap yang perlu dilakukan oleh masyarakat Indonesia termasuk pemerintahnya adalah sbb:

1. Yang terpenting itu kuasai B. Indonesia. Semua orang Indonesia harus melek B Indonesia dan bisa menggunakan B. Indonesia secara baik dan benar.

Harus dibudayakan diberbagai kesempatan orang Indonesia saat berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan menggunakan B. Indonesia secara baik dan benar.

2. Bahasa Daerah tetap penting kita kuasai karena itu identitas kita minimal bisa bahasa lisan. Ini akan membuat kita terus melestarikan kearifan lokal. Kalau perlu kamus Indonesia – Bahasa Nusantara terus dikembangkan serta karya-karya sastra/tulis B. Daerah terus dipublikasikan.

3. B. Inggris penting kita kuasai jika memang anda punya visi untuk “go international”. Hanya jangan terlalu berlebihan menaruh bobot penting B. Inggris. Kemampuan trampil dalam penguasaan teknologi aplikasi jauh lebih berguna dari pada bisa B. Inggris.

Untuk jadi mandor (foreman), penyelia (supervisor) atau bahkan pengawas (superintendent) tidak mutlak bisa B. Inggris. Yang penting kapabilitas anda menguasai lapangan itu jauh lebih berguna.

4. B. Inggris penting jika anda akan menjadi konsultan, dosen, peneliti, banker, ilmuwan, white-collar worker dan berbagai pekerjaan high profile lainnya terkoneksi secara global.

Jika anda tidak di posisi itu maka dari pada waktu anda dihabiskan untuk belajar B. Inggris maka lebih baik digunakan untuk meningkatkan ketrampilan anda. Itu lebih berguna di dunia kerja.

Percaya lah belajar B. Inggris itu tidak mudah untuk mencapai level Advance atau minimal Post Intermidiate. Jika level anda tidak bisa mencapai minimal Post Intermidiate maka B. Inggris anda tidak terlalu banyak memberikan nilai guna.

Post Intermidiate kalau pakai Standar Kompetensi Bahasa Uni Eropa yaitu level Sertifikat B2, sementara Advace itu level sertfikat C1.

5. Bahasa Asing lainnya
Ini tidak penting kecuali anda memang punya passion besar untuk memahami budaya bangsa lain yang itu membuat hidup anda semakin berarti. Jadi ini masalah kebutuhan untuk eksistensi diri.

Bisa juga anda ingin menjadi intelektual yang mumpuni yang ingin mengkajinya secara mendalam budaya dan sistem sosial sebuah bangsa tertentu.

6. Bahasa Arab itu penting khususnya untuk mereka yang lulusan UIN/IANI seharusnya mampu bebahasa Arab minimal sampai level Post Intermidate atau level Sertfikat B2 (jika mengacu standar kompetensi bebahasa dari Uni Eropa).

Kemampuan B. Arab yang cukup baik pada para lulusan UIN/IAIN ini akan membuat kajian Islam secara intelek akan berkembang di Indonesia. Jadi, Ini akan mereduksi para Islam yang suka “marah-marah, caci maki dan garis keras” karena sikap awamnya.

7. Terjemahkan sebanyak mungkin Literatur-Literatur bagus B. Asing ke dalam B. Indonesia. Buku-buku bagus bahasa Inggris, Arab, Jerman, Jepang, China, Korea, Perancis dan Spanyol itu seharusnya diterjamahkan ke dalam B. Indonesia sehingga masyarakat Indonesia punya sudut pandang luas karena dia punya kesempatan menengok budaya bangsa lain.

Kata akhirnya: kita sebagai Bangsa Indonesia memang ditakdirkan sebagai bangsa Polyglot atau mesti menguasai banyak bahasa. Disyukuri kondisi tersebut tapi yang lebih penting harus tahu bagaimana memilih mempelajari Bahasa lainnya secara optimal.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

stock-vector-vector-polyglot-typographical-wordcloud-with-mutiple-words-pertaining-to-language-study-dialogue-131669564

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s