SU-35 Super Flanker si Sayap-Sayap Tanah Air Superior Indonesia


Baru kali negeri indah khatulistiwa yang penuh bahasa kelembutan merasa perlu menunjukkan paruh, taji dan racun pembunuhnya yang amat sempurna. Hebatnya dari catatan Wikipedia baru Rusia dan Indonesia yang menggunakannya. Indonesia akan menjadi negara pertama diluar Rusia yang memakai SU-35.

Su-35-Wallpapers8

Kehadiran 1 Skandron penuh SU-35 jelas bentuk superior TNI AU atas tetangganya selatannya yang paling reseh. RAAF saat ini diperkuat oleh F/A-18 Hornet dan Super Hornet. Dari catatan “dogfight” pilot-pilot TNI mempecundangi pilot-pilot RAAF dalam Pitch Black 2012 benar-benar gemilang dan itu pun TNI AU baru pakai Flanker SU-27/SU-30. Aplagi jika nanti TNI AU pakai Super Flanker maka terlihat betapa superiornya para pilot-pilot TNI AU kita saat melakukan “tarung asu” melawan pilot-pilot dari selatan.

Meskipun RAAF memperbaruhinya dengan si “Ayam Kalkun” (karena bentuknya memang mirip ayam kalkun) F-35 Lightning II, tampaknya si “Ayam Kalkun” ini akan dipanggang habis oleh rudal-rudal dari moncong Super Flanker. Catatan dari berbagai laporan uji tempur “Ayam Kalkun” tampaknya melawan F-16 Fighting Falcon atau biasa dikenal Viper, ternyata si ayam kalkun babak belur. Jadi, bagaimana mana mungkin F-35 mampu imbangi superioritas SU-35 Flanker?

Tampaknya cerita-cerita pelanggaran perbatasan udara dari selatan sudah tinggal cerita sejarah. Cerita pahit saat kita dipermalukan saat Bandara El Tari Kupang “diserang” F/A-18 Hornet dari Selatan tidak akan terjadi lagi. Dikarenakan jika RAAF berani mengulanginya maka dia sudah pasti akan terkubur ribuan meter di dasar Lautan Indonesia jauh sebelum menyentuh kepulauan nusantara.

SU-35 juga pasti lebih superior dari generasi terbaru F-15 Silent Eagle negeri mungil arogan Singapura. F-15 memang bukan pesawat ayam sayur, itu memang benar-benar elang petarung yang “battle proven”, hanya masalahnya lawannya siapa? Lawan pesawat-pesawat tua saat Perang Teluk tentu saja F-15 itu superior tetapi lawan para pilot penempur kita diatas SU-35 itu soal lain. F-15 Silent Eagle Elang pemburu itu justru bisa berubah menjadi binatang buruan yang menantang bagi pilot-pilot penempur kita.

Nah, baik Singapura maupun Australia amat tergantung pada pesawat buru sergap produksi Amerika. Masalahnya generasi buru sergap terbaru yang mereka dapatkan dari Amerika cuma sekelas “ayam kalkun”. Sebuah “tarung asu” apa yang akan diharapkan oleh pilot kedua negara tersebut saat berhadapan dengan pilot-pilot pembunuh kita di atas Super Flanker-nya?

Yang agak menarik adalah Malaysia. Ras serumpun yang sering buat ulah dalam klaim perbatasan ini memang juga punya pengalaman dengan pesawat-pesawat Rusia. Pilot-pilotnya punya pengalaman tempur menerbangkan Sukhoi maupun Mig Rusia. Malaysia jika mereka punya target mengakusisi SU-35 akan punya kemampuan buru sergap yang sejajar dengan TNI AU kita. Hanya mungkin masalah di Malaysia adalah kualitas dan mental tentaranya yang masih grogi dalam bertempur. Pada titik ini pilot-pilot TNI secara individu lebih treginas dari pilot-pilot Malaysia.

Tampaknya keputusan mengakusisi SU-35 Super Flanker akan dimaknai oleh kita semua juga oleh para kawan dan lawan kita sebagai kembalinya dominasi superioritas Sayap-Sayap Tanah Air kita…

Radushnyy priyem SU-35!

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ferizal Ramli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s