Memulai kembali Kelas B. Arab buat Zahra dan Naura


Hari ini adalah hari Pertama Tahun Ajaran Baru 2015/2016 Zahra (10 tahun) dan Naura (6,5 tahun) masuk kembali sekolah B. Arab. Hari ini istimewa karena ini adalah resmi mereka terdaftar di sekolah B. Arab.

3 bulan yang lalu Zahra dan Naura memang sudah coba-coba ikut (meskipun masa percobaan tapi amat serius, mereka tidak pernah bolos 1 kali pun) untuk Sekolah B. Arab. Zahra meskipun kemarin cuma masa percobaan 3 bulan tetapi saat ini sudah dibolehkan naik kelas 2 B. Arab. Sementara Naura memulai dari kelas 1 B. Arab.
arabic-alphabet-animal-poster

Semua murid-muridnya umumnya adalah warga imigran dari negara Timur Tengah atau salah satu orang tuanya adalah warga Timur Tengah. Jadi, cuma Zahra dan Naura satu-satunya non-Timur Tengah dan tidak punya dasar B. Arab sama sekali.

Untung Zahra sudah belajar Metode Belajar Iqro bersamaku. Itu memang metode membaca B. Arab amat canggih dan super efektif karya monumental Ustadz Besar KH As’ad Human asli Indonesia. Mungkin itu salah satu metode membaca B. Arab terbaik didunia. Sampai-sampai Guru B. Arab mereka yang notebene “Arabic native speaker” tercengang-cengang dengan kecepatan Zahra memahami huruf. Akibatnya, Zahra boleh langsung naik kelas 2.

Untuk Naura dikarenakan masih kecil dan tidak punya latar belakang B. Arab sama sekali maka 3 bulan pertama dianggap masa penyesuaian. Dia saat ini memulai dari kelas 1.

Saya cuma bayangkan betapa “terpontang-panting”-nya Naura belajar 4 bahasa saat ini:
1. B. Indonesia di rumah dan dengan temen-temen Indonesianya saat latihan Seni Budaya Indonesia di KJRI Hamburg
2. B. Jerman di Sekolahnya bersama teman-temannya
3. B. Arab di Sekolah Arabnya yang saat ini kelas 1 B. Arab
4. B. Inggris juga mulai dikenalkan di sekolahnya sejak kelas 1 SD

Bagi Zahra pun tidak kalah menariknya. Dia pun saat ini sudah cukup lancar berbicara 3 bahasa: B. Indonesia, B. Jerman dan B. Inggris. Saat ini percakapan dalam 3 bahasa tersebut bagi Zahra bukan sebuah masalah yang besar.

Cuma memang B. Indonesianya terdengar lutju, kombinasi antara logat medok Yogya berpadu aksen Jerman😀
B. Jermannya juga menarik. Tidak cuma mengusai “Hochdeutsch” atau B. Jerman formal tetapi juga bisa “Plattdeutsche” B. Jerman untuk daerah Jerman Utara.
B. Inggrisnya menggunakan aksen British karena orang Eropa belajar B. Inggris umumnya pakai aksen British.
Saat ini Zahra sedang balajar B. Arab duduk di kelas 2 B. Arab.
Tahun depan di sekolahnya (Gymnasium) akan belajar bahasa asing lainnya apakah B. Spanyol dan/atau B. Perancis.

Arabisch
Bagi ku pribadi sekolah B. Arab pada kedua putri-putriku ini menarik. Di sekolahnya mereka bergaul dengan teman-temannya Jerman dan internasionalnya, di Konsulat Indonesia mereka bergaul dengan teman2 Indonesianya dan di sekolah B. Arab mereka bergaul dengan teman-teman Muslimnya dari Timur-Tengah. Ini adalah kekayaan pengalaman multi budaya bagi mereka.

Senang saja melihat mereka terpatah-patah coba belajar asing yang sama sekali baru buat mereka dan bergaul dengan berbagai macam budaya seluruh dunia🙂

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ferizal Ramli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s