Pak Jokowi segera Oper Persnelling 6!


Sebagai Presiden Republik Indonesia Jokowi menghadapi berbagai permasalahan besar. Saat bersamaan anda ditantang untuk mampu menunggangi 3 kekuatan besar yang liar yang harus dikendalikan.

687474703a2f2f61312e696d672e6d6f6279706963747572652e636f6d2f39646435326132363966323665663964303138366436643133393131633134625f766965772e6a7067
Ketiga kekuatan itu adalah:
1. Partai Politik dan Kekuatan Politik di Parlemen
2. Militer, Intelejen dan Kepolisian
3. Birokrasi dan Mafia Pengabdi Rente

Kekuatan Pertama sudah terasa betapa pemerintahan Jokowi harus babak belur di Parlemen dengan kekalahan KIH-nya, APBN yang cukup tersendat karena lambatnya membentuk badan-badan kelengkapan DPR serta berbagai rongrongan politik lainnya.

Kekuatan Kedua, terutama Polisi sempat membuat porak-poranda kepercayaan publik karena KPK “diobok-obok” oleh Polisi. Publik benar-benar sempat khawatir dengan komitmen Jokowi untuk melindungi KPK.

Kekuatan Ketiga, terlihat dengan betapa banyaknya berbagai mafia di birokrasi kita dari mulai mafia minyak, mafia pelabuhan, mafia ikan, mafia beras, mafia sapi, mafia, mafia, mafia…

Nah, setelah pemerintahan berjalan 10 bulan maka perlahan Jokowi mulai kuasai keadaan:

1) Penguasaan atas Partai Politik dan Kekuatan Politik di Parlemen
jokowi-pidato_1
Diawali dengan keteguhan Jokowi melangsungkan Pilkada serentak, menolak dana aspirasi DPR, mengunci seluruh akses Tim Anggaran DPR untuk “main mata” mengkorupsi APBN serta menolak keinginan DPR untuk “memandulkan” UU KPK. Ini adalah 4 pukulan “upper cut” yang membuat DPR terhuyung-huyung menghadapi Jokowi.

Lalu hari ini saat PAN menyatakan bergabung mendukung Jokowi maka nyaris Jokowi sepenuhnya relatif bisa mengendalikan Parlemen dan kekuatan politik di Indonesia.

2) Penguasaan atas Militer, Intelejen dan Kepolisian
Ada 3 Pukulan Hook yang dilepas Jokowi untuk membuat kekuatan ini tunduk di bawah Jokowi yaitu memilih Panglima TNI yang loyal ke Jokowi meskipun dengan begini Jokowi terpaksa “mengabaikan” kesempatan TNI-AU jadi Panglima TNI. Lalu Jokowi memilih Soetiyoso sebagai Kepala BIN yang membuat intelejen mengabdi pada Jokowi. Yang terakhir adalah mengangkat Luhut Pandjaitan sebagai Menkopolkam untuk menjadi “herder” setia yang siap menggebuk siapapun yang berani melawan Jokowi.

Berbaret
Akibatnya, Polisi pun harus tunduk dengan maunya Jokowi karena TNI, Intelejen dan Polkam adalah orang-orang yang loyal pada Jokowi.

3) Penguasaan atas Birokrasi dan Mafia Pengabdi Rente
Beberapa mafia memang sudah mulai dihabisi oleh Jokowi. Yang monumental adalah pembubaran Petral yang penuh dengan mafia pengabdi rente di bidang migas. Begitu juga Menteri Susi menjadi “mesin pembunuh sempurna” bagi Jokowi untuk menghabisi mafia ikan. Rizal Ramli juga diharapkan bisa menghabisi para mafia di pelabuhan dan perhubungan.

1181-2578e8f570e36a950bd711cc5955589a
Hanya saja ini belum cukup. Jokowi harus bisa mengoptimalkan mesin birokrasinya agar bekerja efisien dan efektif. Dikarenakan tanpa keberhasilan menggerakan mesin raksasa birokrasi maka pembangunan untuk membentuk masyarakat sejahtera menjadi tersendat. APBN yang besarnya 2.000 Trilyun menjadi tidak efektif untuk mensejahterakan rakyat jika Jokowi tidak berhasil mereformasi dan mengoptimalkan kinerja birokrasi.


Tapi terlepas itu semua saat ini posisi Jokowi sudah amat kuat. Jokowi saat ini tinggal fokus pada pembangunan ekonomi yang mensejahterakan rakyat.

Beberapa yang perlu diperhatikan:
1. Jaga inflasi, kendalikan harga kebutuhan bahan pokok. Ini amat vital karena menyangkut kebutuhan makan rakyat Indonesia.

2. Bangun terus infrastruktur transportasi (transportasi angkutan massal, jalan, pelabuhan, rel KA serta bandara), pertanian (Bendungan dan Irigasi) dan Energi (Pembangkit Listrik)

3. Bangun industri manufaktur dalam negeri yang mampu menguasai pasar dalam negeri serta bisa berorientasi ekspor.

4. Bangun industri Pertanian dan Perikanan sehingga Indonesia menjadi dapur dunia

5. Perkuat pelaksanaan BPJS Kesehatan sehingga semua orang sakit dapat pelayanan kesehatan yang memadai

6. Buat Pendidikan Terjangkau sehingga tidak ada orang Indonesia yang tidak bisa sekolah wajib belajar 12 tahun

7. Optimalkan Program Kartu Sejahtera buat orang miskin Indonesia dikarenakan mereka inilah yang saat ini paling terpinggirkan dalam pembangunan. Berdasarkan data statistik orang miskin Indonesia yaitu yang pengeluarannya 20.000 rupiah per hari masih ada sekitar 90 juta orang. Mereka ini harus diangkat harkat, martabat dan tingkat kesejahteraannya!

Nah, Pak Jokowi untuk itu semua agar terwujud saatnya buat anda merubah persnelling kecepatan kerja ini menjadi persnelling 6 alias dengan kecepatan tinggi!

“Tempo!”
“Tempo!”
“Tempo!”
“Zack!, Zack!, Zack” , begitu orang Jerman bilang jika dia mengatakan bahwa kecepatan adalah kunci kesuksesannya.

“Speed is the key”, Pak Jokowi!

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ferizal Ramli

One thought on “Pak Jokowi segera Oper Persnelling 6!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s