Indonesia Krisis?


Banyak para pengamat secara membabi-buta bilang Indonesia saat ini krisis. Pernyataan ini menyesatkan dan tidak fair. Jika alasan jatuhnya rupiah, naiknya harga barang, naiknya tingkat pengangguran serta pertumbuhan ekonomi melemah dijadikan dasar tuduhan bahwa saat ini Indonesia krisis maka itu tidak tepat. Harusnya kalimat yang benar: “Dunia terancam krisis, bukan Indonesia!”

Lihat lah secara jernih: Lha wong Indonesia baik2 saja. Negara lain jauh lebih terguncang. Dimana tergunjangnya Indonesia?

Ini tuduhan2 para pengamat yang menuduh Indonesia saat ini krisis:
1. Tuduhan harga barang melonjak dimana.

Coba lihat data inflasi dari BI, itu Inflasi masih normal. Mungkin anda hidup sebagai kelas menengah kota yang paling kena dampak penarikan subsidi BBM sehingga teriak semua serba mahal. Lha apakah masyarakat yang bawah yang mayoritas (dan serta tidak pakai Medsos) merasa juga barang mahal? Faktanya data inflasi BI masih normal.

Lihat grafik data Inflasi 5 tahun terakhir: saat Agustus 2010 inflasi itu kira 6,2%. Saat ini inflasi sekitar 7,2%. Range inflasi di Indonesia normalnya itu antara 4-8%. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?

Gambar 1: Grafik Inflasi Indonesia sejak Agustus 2010-2015
Unbenannt

2. Tuduhan Rupiah yang dituduh keok terhadap USD.

Rupiah memang jatuh tapi kejatuhan rupiah masih normal dibandingkan negara-negara lainnya. Lihat perbandingan kejatuhan rupiah terhadap USD dibandingkan mata uang lainnya.

Mata uang Rusia, Brazil, Turki, Meksiko, Malaysia, Eropa dalam Euro, Skandinavia, Kanada, Jepang, Korea Selatan itu lebih terpuruk dari pada rupiah. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?

Gambar 2: Tabel Depresiasi Mata Uang Dunia terhadap USD
11904680_10153485412533346_2257242313255724711_n

3. Tuduhan Tingkat pengangguran yang tinggi dan PHK meledak.

Sampai saat ini dari data statistik yang paling aktual (memang data bulan Juli 2015 belum ada), tingkat pengangguran Indonesia itu relatif rendah dibandingkan tingkat pengangguran negara-negara lain. Turki, Brazil, Kebanyakan Eropa apalagi Spanyol dan juga Perancis, Australia, Belanda, Kanada itu tingkat penganggurannya lebih tinggi dari Indonesia.

Selain itu trend tingkat pengangguran Indonesia turun. Paling tidak jika pertengahan 2014 tingkat penganggurannya 5,94 maka pada awal 2015 turun menjadi 5,81%. Sementara pernah diawal Januari 2010 tingkat pengangguran kita itu pernah 7,87%. Jadi tingkat pengangguran kita masih normal apalagi jika dibandingkan negara lainnya malah tingkat pengangguran Indonesia cukup moderat rendah. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?

Gambar 3: Tabel dan Diagram Tingkat Pengangguran Indonesi dibandingkan negara lain
Unemployement

4. Tuduhan pertumbuhan ekonomi yang turun tidak mencapai target.

Benar tingkat pertumbuhan ekonomi kita dilakukan koreksi dibawah target yang dicanangkan. Hanya saja saat ini seluruh dunia juga pertumbuhannya turun. Jika dibandingkan dengan negara G-20 masih masuk 3 besar terbaik hanya dibawah India dan China. India pertumbuhan ekonomi pada kuartal awal 2015 7,5%, sedangkan Cina 7,0% dan Indonesia 4,8%.

Sementara negara-negara besar G-20 lainnya dibawah Indonesia pertumbuhannya. Untuk lebih fair negara-negara yang sama-saam berkembang seperti Brazil, Turki, Korea Selatan, Mexico, Argentina, itu semua pertumbuhan ekonominya dibawah Indonesia. Meskipun trend pertumbuhan kita relatif turun tapi banyak negara lain selain trendnya turun juga pertumbuhannya lebih rendah dari Indonesia. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?

Gambar 4: Tabel Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Negara G-20
Growth

KESIMPULANNYA:
1. Inflasi: Dalam data inflasi di Indonesia itu inflasi diatas 8% beberapa kali sering terjadi. Saat ini inflasi masih dibawah 8%. Rate rata2 inflasi kita itu normalnya antara 4-8% rentangnya.
2. Kecuali mata uang rupiah memang itu saat ini lebih jelek sejak pasca krisis 98. Sejak pasca krisis 98 memang baru kali ini pernah menyentuh 14.000. Titik ini perlu diwaspadai tapi tidak perlu panik menganggap kita sedang krisis.
3. Pengangguran itu angka diatas 2 digit pernah terjadi. Saat ini cuma 5% alias setengah digit! Jadi, sampai hari ini lonjakan pengangguran masih dalam katagori normal.
4. Pertumbuhan Ekonomi, ini bukan pertumbuhan Ekonomi buruk buat Indonesia pasca reformasi. Memang turun tapi tidak buruk karena kita pernah beberapa tahun tumbuh sekitar 3-4% saja.

Tapi jika ada para pengamat yang menuduh kita ini kena krisis maka itu bukan pengamat melainkan provokator! Data-data yang relevan menunjukkan kinerja ekonomi kita jauh lebih baik dibandingkan dari banyak negara lainnya.

Sebaiknya tindakan para provokator dengan gaya mengagitasi masyarakat agar menimbulkan kepanikan harus kita lawan bersama dengan logika dan data yang benar.

Indonesia ini berada dalam track yang benar. Pembangunan berbagai infrastruktur digalakkan, perang terhadap para mafia digalakkan, berbagai pembenahan dilakukan. Ini semua butuh waktu sehingga kita sebagai bangsa bisa memetik hasilnya. Tentu saja kritik harus dilakukan demi membuat pembangunan ini semakin baik.

Tetapi jika saat kita membangun justru diganggu oleh agitasi massif dari para provokator atas nama kepentingan kelompoknya baik kelompok politik atau malah suruhan para mafia yang bisnisnya saat ini sedang diperangi oleh pemerintah, maka adalah tugas kita bersama untuk melawan para provokator yang sering sekali memberikan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ferizal Ramli

12 thoughts on “Indonesia Krisis?

  1. Suka sekali sekali dengan tulisannya mas Ferizal.. tidak frontal menyinggung atau memprovokasi pihak-pihak yang berseberangan pandangan pada tema ‘krisis atau tidak krisinya Indonesia’ ini . Bila memang negara kita baik-baik saja, semoga keresahan masyarakat akan segera mereda, sehingga aktifitas pereknomian di tanah air jadi normal kembali.

  2. Indonesia butuh orang-orang seperti anda. Orang yang positif, optimis dan berpikiran sangat luas.

    Sebagai pengusaha, saya bilang kondisi sekarang adalah kesempatan! Kesempatan untuk mereguk dolar sebesar-besarnya, perbanyaklah ekspor!! buatlah produk dan servis yang berkualitas sehingga bisa bersaing dengan Made in Germany dan Made in USA dengan harga MIRING !!!

    Contohlah pemuda-pemuda kreatif ini dari Salatiga menerima order dari seluruh dunia dan mendapatkan dollar!

    http://www.dream.co.id/your-story/lulusan-smk-salatiga-ini-sukses-di-dunia-internasional-150210a.html

    Kalau menurut saya, Indonesia krisis, bukan krisis ekonomi tapi krisis MENTAL!!

    Bangsa kita terlalu negatif dan cenderung menyalahkan pihak pihak lain, pemerintah-lah, Amerika-lah, Yahudi lah, kucing tetangga lah. Pokoknya harus ada yang disalahkan….

    Berpikir positif, bekerja keras dan cerdas adalah kunci kemakmuran bangsa. Terlihat klise tapi prinsip tersebut tidak akan berubah sepanjang zaman.

  3. Saya sangat mengapresiasi opini anda mas. Bagus sekali. Tapi sedikit akan saya sampaikan apa yang saya rasakan dan saya lihat dan BUKAN SEKEDAR PENGAMATAN seperti yang anda sebut “membabibuta” atau “provokator” padahal dari kesimpulan saya, anda sendiri adalah pengamat. Buktinya anda menunjukkan 4 hal yang keseluruhannya data. Pernahkah anda lakukan survey langsung? dan tarik kesimpulan langsung bukan sekedar menyuguhi sudut pandang sepihak dari kasta anda. Temuilah petani, wirausaha, karyawan, mereka sedang resah, khawatir, menderita dan berteriak meratapi nasib, sudah banyak pula yang banting stir akibat krisis ini. Mungkin bagi kalangan menengah ke atas yang tabungannya melimpah serta bisnis dengan dollar hal ini adalah peluang, sehingga krisis tidak dirasakan, salah satunya adalah anda.

    Terimakasih. Mohon dijawab mas.
    Dari lembah gunung Pangrango

    XXXXXXX

    Kesimpulan saya bukan dari pengamatan tapi dari data resmi yang menjadi standard kebijakan pemerintah. Testimoni andalah yang dari pengamatan pribadi yang amat bias persepsi. Kelemahan dari pengamatan pribadi itu bias persepsi dan juga dipengaruhi dengan selera pribadi saat menyimpulkan. Itu sebabnya pengamatan seseorang pribadi tanpa metodologi jelas, kecuali dengan inderanya tidak bisa dijadikan data valid untuk analisa. Justru ini cara pengambilan data yang salah.

    Nah, saya mengambil kesimpulan dari data BI tentang inflasi. Survey langsung sudah dilakukan oleh Tim Survey Inflasi yang dilakukan oleh BI. Kredibelitas Tim Survey ini amat dihormati sehingga para ekonom mengakui validasi datanya. Nah, data yang dipublikasi oleh BI menyatakan inflasi kita masih dalam tahap 7%. Di Indonesia berdasarkan data historis inflasinya rangenya antara 4-8% pada umumnya. Jadi, inflasi 7% itu berarti masih dalam standard normal.

    Jika anda bilang bahwa di daerah seperti yang anda katakan itu sulitnya benar2 berat seperti kesaksian anda maka data BI pasti akan mengatakan hal yang sama. Inflasi tinggi karena harga kebutuhan pokok menjulang. Seperti itu lah kebijakan dibuat untuk mengetahui kondisi ekonomi makro suatu perekonomian.

    Salam

    FR

  4. Kalau saya meninjau bukan dari sisi ekonomi tapi dari sisi politik. Menurut saya, sampai saat ini Pemerintah gagal meredam kegaduhan politik di Indonesia. Pas awal Jokowi jadi presiden saja, politik Indonesia sudah gaduh oleh kenaikan harga bbm, kenaikan tunjangan mobil pejabat, lalu dilanjutkan oleh kasus Abraham Samad yang juga membuat panggung politik jadi geger.

    Jadi saya berfikir, bukan krisis ekonomi yang bikin rakyat panik, tapi krisis politik.

    Bagaimanapun, Jokowi harus belajar dari SBY bagaimana cara meredam kegaduhan politik di Indonesia.

  5. Mungkin diperlukan data history tahun2 sebelumnya dalam perbandingan dengan negara2 lain. Karena grafik2 dan tabel2 anda membandingkan dengan negara2 yang sudah mapan. Ibaratnya negara maju seperti orang kaya dengan penghasilan 500jt per bulan, jika pendapatannya turun 10%, dia tidak akan begitu terasa karena masih bisa foya2. Sedangkan negara kita yang masih berkembang ibaratnya seperti (maaf kata) seperti orang sederhana, yang misal pendapatannya 50jt perbulan, dan turun 8% saja, akan tetap sangat terasa dan harus memotong pengeluaran disana-sini.

    Nah, jika ada data 10 tahun sebelumnya (atau tahun2 penting saat krisis dunia terjadi), kita akan bisa menarik grafik. Dan kita bisa akan melihat apakah yang terjadi di Indonesia ini dalam taraf normal atau yellow light atau sudah red light.

    Saya tidak mencoba mendukung fenomena adanya krisis atau tidak. Tapi ini sedikit pengamatan saya dalam melihat logika yang anda gunakan. Mohon maaf jika tidak berkenan. Terima kasih.

  6. Mas FR.. mungkin lebih baik kalo mas bisa memberi gambaran perekonomian perdaerah di Indonesia saat ini.. seperti apa yg sedang terjadi di Kalimantan pasca harga minyak dunia merosot..apakah disana kegiatan pertambangan batubara masih berjalan semuanya? Apakah petani dan perusahaan kelapa sawit disana sedang menikmati hasil yg bagus saat ini? Begitu juga di Sumatra.. dan kondisi Jawa yg pensuport kebutuhan di daerah sana..apakah masih berjalan normal perdangangannya?? Kita semua mau Optimis.. tapi begitulah kondisi yang sedang berjalan.. omset perdagangan sdh turun rata2 50-60%.. saya sndiri bukan pengamat..tapi pelaku usaha yang bergerak di bidang perdagangan Besi Baja…dan kalau boleh tau. didaerah sebelah mana Indonesia yg sedang bagus pertumbuhan/ pembangunannya? Doa dan Harapan saya juga semoga Indonesia (yg mulai terimbas ini)bisa terlepas dari kondisi krisis dunia ini..

  7. Yang harus kita bongkar adalah pendapat bhw. krisis moneter ini hanya terjadi di Indonesia dan karena langkah langkah pemerintah Jokowi yang salah ! Dimana mana didunia sedang tertimpa krisis ekonomi/moneteer ini, dan di Indonesia krisis ini termasuk yang paling minimal pengaruhnya. Berpikirlah obyektif !

  8. Setuju mas bro.. Kunci nya beli produk dalam negeri . jangan mo produk import yg sejenis.. Teman saya orang australia .. Rokoknya ngak mo malboro negra lain termasuk indo.. Wna jepang .. Sabun mandi dari jepang langsung pa lagi yg lainnya .. Tahan diri utk foya2 barang impor … Pa lagi asal murahan.. Cinta nkri beli produksi indonesia
    Cth polytron gak kalah ma sharp jepang .. Hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s