Tarif Pelacuran Artis


Emily-Browning

Mengapa orang kaya Indonesia begitu bangga membayar pelacur mahal yah?

Saya tuh jujur saja yah pada tahap cukup bingung dengan perilaku masyarakat kita yang begitu royal hambur-hamburkan uangnya demi membayar pelacur tapi begitu pelit menjadi bilantropi buat masyarakat.

Disini di Eropa yah misalkan orang kaya dengan gampang misalkan membiayai Rumah Sakit atau Universitas tanpa pamrih. Universitas Hamburg contohnya 2 bangunan mewah Institut Asia Afrika dan Fakultas Ilmu Budayanya yang bangun saudagar kaya Hamburg.

Perpurtakaan Ekonomi ZWB Hamburg yang merupakan perpustakaan Ekonomi TERBAIK di dunia konon khabarnya didirikan oleh Yayasan masyarakat!

Universitas Hamburg sendiri dibuat oleh masyarakat Hamburg secara swadaya tanpa maksud cari untung karena sekolah sejak dulu ndak bayar di Jerman sebelum akhirnya diambil alih pemerintah.

RS UKE Hamburg yang konon khabarnya RS terbesar dan terbaik di Eropa Bagian Utara itu dibiayai banyak oleh sponosr pihak ke-3 dana2 riset kedokterannya.

Hochschule Furtwangen University yang merupakan FH (Politeknik) tertua di Jerman atau mungkin tertua di dunia yang berdiri hampir 200 tahun lalu dibuat oleh para pengusaha kelas menengah industri arloji dan jam tangan Jerman, yang tujuannya agar generasinya pinter dalam industri mekanik jam saat itu.

Lha di Indonesia itu, para konglomerat bahkan untuk membuat Universitas saja itu Konglomerat menjadikan PTS yang dibuatnya sebagai salah satu cash cow dan Strategic Busines Unit-nya. Seringkali para mahasiswanya disuruh bayar amat sangat mahal sebagai layaknya perusahaan: “ada uang, ada barang”. Itu menunjukkan betapa pelitnya orang2 berduit di Indonesia, bahkan level konglemerat saja pelit!

Aburizal Bakrie, boro2 mau sumbangkan uangnya pada masyarakat, bahkan orang yang kenal lumpur dia saja, dia abaikan! Jadi dalam konteks membantu berderma buat masyarakat umumnya orang kaya kita itu pelit. Inilah salah satu realitas perilaku konglomerat kita yang kalau urusan dengan masyarakat amat tidak bertanggung jawab: http://regional.kompas.com/read/2015/05/10/21081621/Korban.Lumpur.Lapindo.Pak.Jokowi.Saya.Sudah.Tidak.Kuat

Lha kok untuk urusan fenomena pelacuran mereka-mereka orang kaya kita bisa begitu royal yah?

Klo mau terlihat prestise dan pamer royal hamburkan-haburkan harta, kenapa ndak mereka obral keluarkan dana besar2an untuk Fakultas Teknik di Universitas kita yang sering kali kurang dana riset misalkan. Saya pikir boleh saja nanti kompensasinya nama gedung fakultas tersebut diberi nama konglomerat kita. Sebagai pengharagaan karena dia nyumbang besar buat kemajuan pendidikan Fakultas Teknik kita misalkan.

Bukan kah ini prestise yang elegant dalam menghambur-hamburkan kekayaan hartanya?

Saya sungguh ndak paham dengan mindset bangga membayar pelacur mahal seperti ini pada orang kelebihan uang di masyarakat kita…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

5 thoughts on “Tarif Pelacuran Artis

  1. Hmmmm … kira-kira apakah karena di Jerman memberikan sumbangan juga dihargai dengan pengembalian pajak😉 separuh nilainya kembali… Jadi mungkin pemerintah boleh juga meniru sistim di Jerman dengan memberikan “hadiah” pajak bagi yang berderma …

  2. Setuju pak, jd teringat saat dl sy kuliah dgn biaya minim (*maksa ingin sekolah tinggi padahal tdk mampu) tdk ada satupun lingkungan sekeliling sy (aka. Sodara yg kaya raya) membantu, bahkan ketika pernah sy meminta bantuanpun mereka tdk peduli, inilah potret org2 indonesia masa lalu, masa kini hingga masa depan utk itu sy berencana move on ke europe demi kehidupan yg jauh lbh baik baik dr segi ekonomi maupun moral🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s