Memulai Belajar B. Arab dan Quran


Bahasa ArabSejak minggu lalu si sulung Zahra (9 tahun) dan sejak kemarin si bungsu Naura (6 tahun) memulai perjalanan panjang dalam hidupnya. Mereka berdua diharapkan akan menempuh perjalanan panjang selama bertahun-tahun: belajar Quran dan B. Arab sehingga kelak diharapkan bisa mendekati kemampuan native berbahasa Arab.

Menurut sang gurunya paling tidak butuh waktu sekolah B. Arab sekitar 4 tahun dari mulai hari ini buat Zahra dan 5 tahun buat Naura. Belajar sekolah B. Arab seminggu sekali setiap hari Sabtu selama 4 jam akan menjadi aktivitas Zahra dan Naura selama beberapa tahun ke depan dan semoga rencana ini direstui-Nya.

Setelah mereka bisa berbahasa Arab, dengan proses belajar yang dilakukan terus menerus membaca para pemikiran dan intelektual Islam, jadilah mereka kelak diharapkan akan bisa memahami filosofis Al Quran, memahami hadist, tafsir serta mampu membaca para pemikir-pemikir Islam dalam Bahasa Ibunya: B. Arab.

Saya terkadang bermimpi jika saja nanti kedua putri saya mampu mengikuti perdebatan imajiner indah antara al-Ghazali “Tahafut al-Falasifa” dengan Ibn Rusdy “Tahafut al-Tahafut” dalam B. Arab, bukan level terjemahan, maka betapa indahnya cara berpikir mereka kelak.

Memang orang bisa B. Arab fasih belum tentu memahami konsep pemikiran para pemikir Islam, sama dengan orang Indonesia yang B. Indonesia itu Bahasa Ibu baginya: “Apakah dengan begini mereka otomatis langsung paham pemikiran dari Ekonomi kerakyatan Mubyarto, Sosiologi Pedesaan Lukman Soetrisno, Sosiologi Profetik Kuntowijoyo?” Tetapi dengan menguasai B. Arab berarti kelak mereka mampu belajar sendiri mencari ilmu sendiri terkait dengan ulama dan intelektual Islam!

Dia diharapkan harus bisa membaca karya2 ulama dan ilmuwan Islam itu dalam B. Arab. Dia bisa membaca puisi indahnya Jalaluddin Rumi tanpa terjemahan. Jadilah dia merasakan kekuatan spirit Islam dari para ulama dan intelektual Islam secara langsung. Dia bisa membaca betapa indahnya para pemikir2 Islam yang pernah membangun peradaban pikiran Islam, yang justru membuat Eropa terinspirasi sehingga dari pikiran intelektual Islam lah Eropa mendapatkan “Aufklärung!”.

Kelak mereka tidak cuma mengenal para pemikir Kritis Eksitensialis Jerman atau Positif Materialistis Inggris misalkan dikarenakan mereka sekolah di Eropa, tapi mereka juga bisa memahami pemikiran Tauhid Islam.

Setelah Zahra menguasai B. Indonesia sebagai Bahasa Ibu, lalu Jerman dan kemudian Inggris maka B. Arab akan menjadi bahasa keempat yang dia pelajari. Zahra pun nanti saat kelas 6 SD akan belajar bahasa asing lainnya di sekolah apakah Perancis dan atau Spanyol.

Para Pemikir dan Penulis Perancis banyak menularkan pemikiran-pemikiran tentang Humanisme Renaissance. Para penulis-penulis dalam B. Spanyol terkenal dengan Teologi Pembebasannya. Ini merupakan kekayaan ilmu yang sangat mungkin bisa mereka lahap kelak.

Buat Naura maka B. Arab akan menjadi bahasa ketiga yang dia pelajari setelah B. Indonesia, B. Jerman dan kemudian B. Arab. Jadi, bagi Naura, dia akan memperlajari B. Arab lebih dulu dari pada B. Inggris.

Entah mengapa seperti ada sebuah kebanggaan dalam hatiku sebagai orang tua saat Naura lebih dulu belajar B. Arab dari pada B. Inggris. Mungkin karena pada umumnya buat orang Indonesia lebih sering belajar B. Inggris lebih dulu dari pada B. Arab. Sementara di Naura justru lebih mendahulukan B. Arab dari pada B. Inggris.

Betapa luasnya surga ilmu itu, dan menguasai bahasa mereka akan menjadikan kita menguasai spirit berpikir mereka. Oleh karena itu, kudukung kedua putriku semampu dan seminat mereka untuk menguasai berbagai bahasa asing.

Anak kita adalah busur panah yang melesat cepat meninggalkan peradaban kita yang saat ini telah usang buatnya, untuk menata peradaban baru yang lebih baik. Oleh karena itu, membekali mereka dengan ilmu dan etika sejak dini mungkin adalah tugas kita sebagai orang tuanya.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s