Cerita Ringan Tentang Kecantikan Wanita Karir dan Latar Belakang Pendidikannya


Prawida tedy H_59363_unitbendanpekalongan_Gemulai Tari Klasik JogjakartaTulisan ini cuma tulisan ringan dan bukan hasil penelitian. Ini cuma obrolan santai belaka, di saat kami para pria beberapa bulan lalu saat menggosipkan tentang kecantikan teman-teman lama kami saat kuliah, yang sekarang semuanya di usia antara 41 tahun sd 45 tahun. Sepanjang perjalanan dari Berlin ke Hamburg diskusi tentang keberhasilan wanita mempertahankan kecantikannya…

Kalau anda tidak setuju dengan tulisan ini yah tidak apa-apa. Memang ini cuma obrolan ringan saja yang belum tentu benar kok 🙂

(Okya kecuali saya satu-satunya dari Ilmu Sosial) semua sahabat saya adalah para Insinyur lebih tepatnya “Doktor der Ingenieurwissenschaften” dengan latar belakang kuliahnya dulu di Indonesia di Fakultas Teknik seperti UI, Undip dan ITB alias dari Top Fakultas Teknik di Indonesia.

Pembicaraan diawali dengan protes sahabat saya dari ITB bilang begini: “Bang Ferry, katanya si Juwita (sebut aja namanya begitu) cantik. Saat ketemu ternyata biasa aja tuh?!”.

Aku jawab: “Iya aku juga bingung. Dulu saat kuliah, dia setahuku amat cantik dan primadona (tentu saja itu kejadian sudah 25 tahun lalu). Ndak tahu kenapa sekarang bisa begitu jatuh kecantikannya?”

Akibat aku salah “assessment” aku pun dicemoohkan karena dianggap seleraku payah 🙂

Untungnya temanku dari ITB juga ngakui bilang begini: “Iya di ITB dulu, saat kuliah banyak yang cukup cantik tapi setelah umur 40 tahun pada acur-ancuran!”, katanya sambil ngakak…

Untuk memperbaiki posisi maka terpaksa kutunjukkan profile temen2ku nan cantik-cantik yang kuliah di Ilmu Sosial yang sukses bekerja di MNC baik sebagai konsultan, banker maupun berbagai posisi high profile eksekutif lainnya.

Iya, semua mereka setuju para wanita-wanita dengan latar belakang ilmu sosial yang kerja sebagai eksekutif high profil tesebut tetap cantik meskipun di usia kepala 4, KECUALI salah seorang sahabat brilyant yang dulunya di FT UI ini menyangkal begini:

“No, no, no…, mereka memang tetap wanita cantik di usia 40 keatas tapi kalah dengan ini…”

Lalu dia tunjukkan profil beberapa wanita yang amat anggun dan ayu di usia hampir 41 – 43-an tahun.

Setelah kita amati maka kita semua mengangguk setuju bahwa mereka memang profil-profil yang amat cantik terawat dan terjaga di usia yang hampir setengah abad!

Akhirnya kita pun diskusi tentang keawetan kecantikan wanita diusia hampir setengah abad. Ada “temuan” menarik dalam diskusi ini:

1. Ternyata wanita-wanita cantik yang TETAP terawat cantik dan amat fit (tentu saja kita bicara saat mahasiswinya dulunya cantik yah), adalah latar belakangnya umumnya Dokter (FKU dan FKG). Mereka menjadi dokter yang sukses sebagai Ahli Jantung, Syaraf, Bedah atau Anastesi, dll misalkan.

2. Ternyata wanita-wanita dari latar belakang ilmu sosial khususnya Ekonomi, Hukum dan ilmu-ilmu sosial yang sukses lainnya dengan posisi high profile, mereka bekerja sebagai Konsultan Manajemen, Banker, Pengacara/Notaris, Akuntan, mereka tetap cantik terjaga, minimal tampil modis.

3. Ternyata temen-teman wanita yang saat mahasiswi cantik yang dari latar belakang Teknik, saat usianya diatas 40 tahun umunnya terlihat mengalami penurunan drastis kecantikannya.

Hasilnya kita buat kesimpulan “otak-atik gantuk mantuk” :D, yaitu:

Kedokteran: Wanita yang latar belakangnya dokter terutama dokter-dokter high profile seperti Jantung, Bedah, Syaraf, Anestesi jika dulu saat mahasiswi cantik maka mereka malah bisa membuat saat usia diatas 40 tahun lebih cantik lagi. Mungkin mereka secara finansial sangat kuat untuk merawat kecantikannya serta mereka punya mindset tentang pentingnya tubuh yang sehat dan fit. Itu sebabnya mereka tidak cuma modis tapi juga sehat dan fit!

Ilmu Sosial khususnya Ekonomi dan Hukum: Mereka yang punya posisi high profil maka akan tetap terlihat cantik atau minimal modis dan atraktif. Mungkin karena mereka harus bergaul dengan customer kalangan atas sehingga mindset-nya untuk selalu menjaga kecantikannya terekam di otaknya.

Teknik: Umumnya meskipun tidak semua yah, saat memasuki usia 40 tahun ke atas mereka yang dulunya saat mahasiswa terlihat cantik, ternyata kebanyakan kecantikannya saat ini turun drastis. Tampaknya para wanita dari latar belakang Teknik ini gagal sadar untuk merawat kecantikannya karena alasan ini:

Satu, wanita dari latar belakang FT mindest-nya adalah kualitas (otak) lebih penting dari tampilan sehingga mereka lupa untuk merawat kecantikannya.

Kedua, wanita dari latar belakang FT lingkungan kerjanya seringkali tidak menuntut dia untuk tampil cantik prima selalu.

Ketiga: tampaknya wanita dari latar belakang FT mereka pun tidak tahu cara merawat kecantikannya. Mereka ndak sadar bahwa kecantikan itu cuma sebatas kulit ari yang tipis. Jika tidak dijaga apalagi diusia 40 tahun ke atas maka dengan cepat kecantikan itu pudar dan tidak akan pernah kembali untuk selamanya.

Itulah omong-omong ringan kami para lelaki sepanjang perjalanan Berlin ke Hamburg. Anda boleh tidak setuju tentu saja 🙂

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Catatan:
(Gambar diatas diambil dari Internet dengan link Prawida Tedy)

Iklan

2 thoughts on “Cerita Ringan Tentang Kecantikan Wanita Karir dan Latar Belakang Pendidikannya

  1. Ya dan jangan lupa para dokter tersebut dengan pengetahuan medis dan networknya yaitu para dokter-dokter ahli bedah kosmetik, ahli kulit etc mampu membuat mereka merawat kesehatan dan kecantikannya.

    Saya kadang-kadang heran lihat dokter-dokter wanita yang mudanya kucel dan kutubuku, ketika diatas 40 malah Wow….bersinar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s