Saat 3 Tokoh Anti Neolib masuk Kekuasaan


pemilihan-komisaris-bumn-tak-melalui-fit-and-proper-test-3xuAda 3 tokoh Ekonom ANTI Neolib mendapatkan amanah untuk menduduki Jabatan Penting sebagai Komisaris di BUMN Blue-Chip Indonesia yaitu BNI dan Telkomsel. Ketiga tokoh anti neolib tersebut Dr. Rizal Ramli, Dr. Revrisond Baswir dan Dr. Hendri Saparini. Sebelumnya juga yang saya tahu Dr. Fahmy Radhi​ juga masuk kekuasaan sebagai Satuan Tugas Anti Mafia Migas.

Banyak yang mencibir mereka masuk kekuaasan yang akan membuat mereka kehilangan daya kritis. Boleh saja anda mencibir mereka, hanya ijinkan saya menulis sudut pandang saya:

Bagi saya itu bagus! Bagus sekali 3 tokoh hebat anti neolib masuk sistem kekuasaan. Ini benar2 bagus buat saya pribadi yang juga anti neolib maupun buat semua anti neolib lainnya.

Ada pelajaran yang dapat kita pelajari:
1. Tugas untuk bicara anti neolib itu bukan tugas mereka bertiga saja tapi tugas kolektif buat semua yang seidiologi dengan anti neolib.

Jika mereka masuk pemerintahan, memang tidak ada lagi seminar kritis anti neolib dari mereka. Hanya harus disadari bahwa seminar anti neolib harusnya TIDAK cuma dilakukan mereka saja tapi harus dilakukan oleh teman2 lainnya. Tugas mereka ber 3 bukan lagi seminar tapi rumuskan anti neolib itu dalam kebijakan yang mereka bisa lakukan. Dikarenakan mereka sudah di kekuasaan.

2. Sukses dan berhasilnya mereka nanti akan menjadi laboratorium sosial bagi kita semua. Kita akan belajar dari cara mereka berkarya di dalam kekuasaan. Apakah mereka malah tergerus dan terkooptasi oleh nikmatnya kapital sehingga menjadi agen neolib baru, atau mereka cuma seperti Kwik Kian Gie yang tidak bisa apa2 kecuali berteriak, atau mereka akan mampu berbuat banyak.

Kita akan dapat pelajaran berharga dari mereka nantinya. Ini laboratorium sosial yang bagus buat para anti neolib untuk melihat hasilnya saat para anti neolib masuk kekuasaan.

3. Harus disadari mahzab apapun yang terkait dengan Ekonomi itu tidak akan bisa dijalankan jika tidak ada kekuasaan politik dan punya akses mengendalikan kekuasaan.

Kita butuh laboratorium sosial. Kesalahan kita semua itu selalu meloncat dari diskusi di seminar atau kertas kerja akademik lalu loncat langsung pada impelementasi kebijakan publik. Cara seperti ini pasti akan gagal.

Lihatlah, keberhasilan mahzab Kapitalis itu adalah mereka berani mengujinya dalam kebijakan publik dan dari sana mereka belajar pada kesalahan yang ada untuk melakukan perbaikan.

Jangan kaget, dulu ada kapitalis merkantilis, lalu kapitalis industri, lalu dikoreksi oleh Keynes, lalu mereka mulai neoliberalis lalu malah ada regeanomics, dll, dll… Ini adalah proses belajar mereka sehingga mereka mampu membuat sistem yang utuh.

Bagaimana mungkin kita mampu terapkan sistem Ekonomi Kerakyatan atau Ekonomi Nasionalis jika para ekonomnya cuma jago di ruang seminar tanpa pernah mencoba gagasannya dalam kebijakan publik?

Jadi, ke 3 tokoh tersebut masuk kekuasaan itu adalah sebuah filosofis yang benar. Tinggal apakah mereka nanti mampu bertarung dengan para ekonomi lainnya yang mayoritas adalah ekonomi neolib?

Kalau feeling saya kekuatan mereka terlalu kecil untuk mampu berbuat banyak.
Hanya semoga saja mereka tetap bisa berbuat banyak…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s