Bertanya Tentang Study di Jerman


study_in_germany_logo

Saya ingin curcol karena ESMOSI buangeettt di Blog dan Wall saya yah wkwkwkw 😀

Buat yang ingin inbox dan email japri ke saya tentang study di Jerman, MOHON diperhatikan ini baik-baik:

Saya ingin membantu anda sebisa mungkin untuk mendapatkan informasi akurat tentang study di Jerman, hanya anda semua harus paham dalam 11 tahun terkahir ini setiap hari saya terima email dari anda semua bisa belasan per harinya. Jadi, saat nulis email BEREMPATIK-lah anda semua :), dengan:

1. JANGAN BASA-BASI saya bertanya!

Saya bukan teman chat anda dan TIDAK punya waktu layani anda ber-chatting ria. Jadi, jangan basa-basi kalau bertanya karena itu menjengkelkan. Sopan dan basa-basi itu itu beda. Saya kasih contoh basa-basi:

“Selamat pagi Pak Ferizal, bolehkan saya ajukan pertanyaan tentang sekolah di Jerman?”

Saudara-saudara sekalian itu pertanyaan basa-basi yang NJELEHI. Anda memaksa saya menjawab pertanyaan yang tidak penting dan buang waktu!

SEHARUS-nya model pertanyaannya seperti ini: Selamat Siang atau Aslm Wr Wb, Pak saya sudah membaca Blog Bapak secara lengkap tentang study di Jerman. Ada beberapa pertanyaan yang butuh masukan dari Bapak. Pertanyaannya sebagai berikut: 1, 2, 3, dst…
Jadilah buat saya langsung bisa menjawabnya secara akurat.

SOPAN itu HARUS tapi BASA-BASI itu NJELEHI tahu ndak?! 😛

2. JANGAN BERTANYA sebelum MEMBACA!

Orang Indonesia bahkan yang intelektual yang mau ambil Doktor itu secara general (memang tidak semuanya yah hanya sebagian besar) itu kumpulan para PEMALAS yang menjengkelkan. Mereka MALAS membaca dan maunya disuapin. Ini mungkin mental dari tradisi pendidikan buruk bangsa kita yang malas mencari ilmu dan senengnya didoktrin oleh guru dan dosennya. Jadilah di level mahasiswa lulus S1 atau S2 pun maunya disuapin pengetahuan!

Akibatnya tulisan yang sudah ditulis secara rapih, terstruktur dan lengkap tentang sekolah di Jerman di link ini TIDAK dibaca: https://ferizalramli.wordpress.com/category/02-iasi-ikatan-ahli-sarjana-indonesia-jerman/02-2-informasi-seputar-studi-di-jerman/

Jadilah, pertanyaannya bersifat umum dan pengulangan dari yang sudah dijelaskan amat panjang lebar. Jika dia mau membaca dulu sebelum bertanya maka sesungguhnya dia pantas malu mengajukan pertanyaan tersebut.

Bacalah dulu sebelum bertanya sehingga pertanyaan yang keluar dari diri anda itu adalah bukan pertanyaan pengulangan yang jelas-jelas sudah ditulis “ceto welo-welo” jawabanya.

3. Untuk anda semua ketahui, ini pengalaman saya. Saat saya mau sekolah di Jerman tahun 2000 awal, itu internet masih susah sehingga saya harus ke Warnet. Website Universitas di Jerman itu nyaris tidak ada yang berbahasa Inggris, hampir semua berbahasa Jerman.

Saya yang tidak bisa bahasa Jerman, sampai bawa KAMUS TEBAL Indonesia-Jerman untuk tahu maksud dari website berbahasa Jerman itu. TIDAK ADA google translator! Toh saya mau bersusah payah melakukannya sampai suatu tulisan B. Jerman yang saat ini dalam 1 menit sudah bisa anda tahu artinya, dimasa saya dulu kadang butuh 3 hari untuk tahu arti kata per katanya!

Selain itu sekarang hampir semua website Universitas Jerman ada B. Inggrisnya dan itu amat memudahkan anda semua.

Bukan itu saja, DAAD pun telah menulis informasi lengkap di websitenya bahkan dalam B. Indonesia. Para alumni Jerman pun menulis di Blog-Blog-nya termasuk saya pribadi, tentang informasi study di Jerman. Ini artinya informasi berlimpah bisa anda dapatkan sehingga anda tidak perlu bertanya yang “ndak mutu”.

Bertanya lah untuk diskusi tukar sudut pandang, bukan tanya informasi umum yang sudah betaburan ditulis termasuk di blog saya. Bagaimana anda bisa lulus kuliah di Jerman jika anda seorang pemalas yang tidak mau membaca informasi yang tersedia secara lengkap, terstruktur dan sistimatis?

Itu semua curcol saya hari ini yang sudah saya pendam selama 11 tahun. Dari pada terus-terusan mangkel maka lebih baik curcol… 😛

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Iklan

3 thoughts on “Bertanya Tentang Study di Jerman

  1. Dinikmati saja, Pak Ferizal Ramli.
    Kalau pertanyaan basa-basi, jawabannya juga basa-basi, kalau sempat.
    Kalau tidak sempat, dicuekin aja. Nanti juga yang nanya bakal tahu sendiri jawabannya.

    XXXXXXX

    Iya ISCAB…

    Saya nikmati malah belasan tahun. Tapi mungkin ada bagusnya juga dinyatakan terbuka karena sebenarnya ini proses dialog bahwa adalah penting untuk tidak perlu basa-basi serta membaca sebelum bertanya.
    Tapi sesungguhnya memang benar dinikmati aja 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

    • iyaa kadang suka kasihan penulis penulis blog udah mencurahkan isi pikiran dan pengalaman secara lengkap dan sistematis gamblang dan kadang sampe ke komen komen reply tanya jawab pun penting, masih aja banyak yg suka males baca sampe akhir(termasuk saya kadang hehe) dan pertanyaan nya udah ada jawaban di isi blog atau reply tanya jawab.

      tapi tetep semangat pak bantu share pengalamannya, di doakan dapat amal dan rejeki yang berlimpah amiin
      kalo ada yg masih gitu senyumin aja pak:D

  2. saya bingung gimana ya caranya masuk universitas dengan cara freefall ? apa dan bagaimana caranya agar bisa dapat masuk universitas di jerman dengan datang ke jerman menggunakan visa turis ? mohon pencerahanya Pak. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s