Umpan Lambung Indah KPK, mampukah Jokowi cetak Gol dalam kemelut Trunojoyo-1?


ganasnya-kpk-tetapkan-calon-kapolri-jadi-tersangka-rekening-gendutRakyat Indonesia baik yang PRO atau pun ANTI Jokowi benar-benar beruntung. Kita semua dapat karunia terbaik bagi bangsa ini yaitu „Momentum untuk mengetahui apakah Jokowi itu berpihak pada rakyat atau dia seorang pecundang“. Terima kasih sebesar-besarnya untuk KPK!

Saat tanggal 11.01.2015 lalu saya menulis: „Permainan “Bola Panas” cerdik ala Jokowi untuk Trunojoyo-1 ?“ Link: https://ferizalramli.wordpress.com/2015/01/11/permainan-bola-panas-cerdik-ala-jokowi-untuk-trunojoyo-1/

Saya berkeyakinan DPR dalam hal ini KMP punya nurani sehingga KMP akan menentang Budi Gunawan (BG) yang dianggap cacat moral oleh masyarakat. Alih-alih KMP menolak bahkan saat KPK (selama ini satu-satunya lembaga paling kredibel dalam memberantas korupsi) sudah menetapkan BG berstatus tersangka sekalipun, Komisi 3 DPR dimana KMP sebagai mayoritasnya justru malah menyetujui BG jadi Kapolri. Luar biasa KMP ini ternyata status tersangka dari KPK pun dia prongoske. DPR dan KMP ternyata kumpulan pasukan berani malu! 🙂

Pada titik ini benar-benar secara terang-benderang KMP itu sama sekali koalisi yang tidak perduli dengan kepentingan rakyat. Saya sendiri benar-benar tercengang tak percaya bahwa faktanya KMP di komisi 3 DPR yang nyata-nyata bersikap oposisi pada Jokowi, justru untuk urusan mendukung tersangka korupsi malah di posisi garda depan. Untuk fakta ini saya cuma bisa terbelalak tidak percaya.

Baik mari kita lupakan KMP yang memilukan itu. Sekarang ini adalah saat uji integritas apakah Jokowi perduli dengan kepentingan rakyat? Sesungguhnya Jokowi harus benar-benar berterima kasih pada KPK. KPK mempermudah pekerjaan Jokowi. Ibarat sepak bola, KPK melemparkan umpan manis melambung tepat di depan gawang. Jokowi tinggal kasih sedikit sontekan maka GOL buat kemenangan perjuangan melawan korupsi! Jokowi akan mendapatkan kepercayaan sebagai pemimpin yang mendahulukan integritas dalam keputusannya.

Sudah banyak dipahami oleh masyarakat bahwa penunjukan BG itu lebih banyak didasari Jokowi berusaha membuat kompromi politik atas kekuatan-kekuatan politik pendukungnya. Politik itu sejatinya memang seni untuk menyeimbangkan kekuatan riil partai pendukung di Parlemen dan kekuatan dukungan moril dari rakyat. Kedua-duanya penting untuk dijaga. Saat memajukan BG bisa dipahami Jokowi sulit untuk mengabaikan keinginan Mega yang disinyalir amat dekat dengan BG. Itu sebabnya bisa „dipahami“ (INGAT dalam tanda kutip) Jokowi memajukan BG untuk menyelaraskan kepentingan internal para pendukungannya yang tidak bisa begitu saja diabaikan.

Hanya disaat KPK menetapkan BG sebagai tersangka maka Jokowi dan seluruh rakyat Indonesia benar-benar harus berterimakasi pada KPK. Berikut inilah karunia momentum yang benar-benar dinikmati Jokowi dan seluruh rakyat Indonesia baik yang pro ataupun anti Jokowi:

Satu, Jokowi dapat dengan mudah bicara pada Mega atau pihak parpol pendukung Jokowi yang menginginkan BG jadi Kapolri bahwa BG tidak layak. BG berstatus tersangka sehingga harus dicabut dukungan terhadap BG. Nah, untuk ambil keputusan ini Jokowi bisa lakukan dengan aman dan bebas dari tentangan. KPK sekali lagi benar-benar mempermudah kerja Jokowi!

Dua, rakyat Indonesia akan tahu persis apakah Jokowi akan meletakkan nurani kepentingan rakyat di depannya atau malah bersikap tidak peduli dengan tetap mendukung tersangka korupsi yang memimpin ujung tombak penegakan hukum kita. Disini kita benar-benar berterima kasih pada KPK karena kita bisa melihat secara terang benderang pemimpin kita saat ini siapa yang tetap ndableg dukung koruptor dan siapa yang ingin mengeliminasi para koruptor.

Tiga, rakyat Indonesia sekarang tahu persis bahwa KMP itu bukanlah koalisi oposisi yang berniat membela rakyat dengan cara mengkoreksi kebijakan pemerintah yang dianggap salah. Alih-alih KMP akan „menguliti“ BG yang sebelumnya disinyalir korupsi, bahkan dalam keadaan telah berstatus tersangka pun, KMP justru malah mendukung gegah berani. Saya pribadi sungguh-sungguh gagal paham; yang sebelumnya berharap KMP akan menjegal BG di Parlemen. Yang terjadi KMP malah dukung BG melalui mekanisme „fit and proper test“ yang notabene KPK sudah tetapkan tersangka.

Empat, Mekanis „fit and proper test“ di DPR ternyata mekanisme yang gagal dalam mengindentifikasi kualitas seorang pejabat publik. Ke depan sebaiknya mekanisme ini dihapus saja dari DPR. DPR tidak perlu dilibatkan dalam penentuan pejabat publik seperti Ketua MK, MA, Gubernur BI, Panglima TNI, Kapolri, Ka BIN, Dubes, dll. Yang perlu dilibatkan justru adalah KPK, PPATK dan lembaga Audit lainnya seperti BPK atau BPKP.

Hak „fit and proper test“ di DPR sebaiknya ditinjau kembali karena ini gagal menghentikan perilaku seorang tersangka korupsi untuk melangkah jadi pejabat publik. Ditakutkan hak „fit and proper test“ DPR justru akan menjadi mekanisme politik uang pejabat publik untuk menyogok anggota dewan.

Berangkat dari kondisi ini ada baiknya kita mencoba merekonstruksi apa yang terjadi atas kemelut Trunojoyo-1 beberapa hari ke depannya. Bagi saya pribadi skenario yang mungkin terjadi:

Skenario Pertama, Jokowi akan mencetak Gol sempurna dan benar-benar indah di mata rakyat buat kemenangan perjuangan melawan korupsi jika Jokowi membiarkan proses ini berlangsung di DPR sampai selesai, tapi keputusan dari Jokowi adalah mencabut usulan BG jadi Kapolri.

Ini berarti Jokowi membiarkan seluruh rakyat Indonesia mengikuti mekanisme demokrasi secara terang-benderang dan tahu apa sikap DPR sebagai institusi terhadap tersangka pelaku korupsi! Rakyat benar-benar akan melihat siapa yang benar-benar punya integritas dan yang tidak.

(1) Jika DPR dalam rapat plenonya menolak BG maka berarti DPR masih punya integritas untuk memilih pemimpin terbaik dalam penegakan hukum. Di titik ini DPR dan Jokowi akan mencetak gol buat kemenangan perjuangan melawan korupsi!

(2) Jika DPR menyetujui BG, maka Jokowi tinggal memutuskan mencabut usulan BG sebagai Kapolri karena telah berstatus tersangka korupsi. Dengan demikian rakyat jadi bisa menilai bahwa DPR itu lembaga yang mendukung tersangka korupsi menjadi pejabat publik. Akibatnya, mulai dipikirkan melalui MK untuk mencabut hak „fit and proper test“ DPR.

Akan lebih elok agar tidak mempermalukan DPR dan untuk menjaga marwah DPR maka pelantikannya ditunda dulu toh masa jabatan Kapolri yang sekarang belum berakhir. Jadi ditunggu saja dulu sampai keputusan KPK berkekuatan hukum tetap atau minimal lebih kuat.

Skenario Kedua, Jokowi tetap mencetak Gol jika saat ini juga dalam waktu dekat mencabut pencalonan BG. Masyarakat akan memaknai Jokowi peka atas sensitifitas masyarakat dan dianggap Jokowi amat menghormati kredibilitas KPK.

Skenario Ketiga, justru BG akan mendapatkan point baik dari rakyat jika BG segera mengundurkan diri secapatnya. Meskipun kelak pengadilan memutuskan BG bersalah dalam kasus korupsi, setidaknya rakyat Indonesia mencatat BG telah bersikap ksatria atas perbuatan salahnya.

Andaikata keputusan pengadilan BG dinyatakan tidak bersalah maka BG pasti akan mendapat tempat terhormat di mata rakyat Indonesia atas pengorbanannya dalam mengakhiri kemelut ini.

Skenario Keempat, Jokowi justru akan jadi PECUNDANG yang memalukan dan kehilangan integritas selama-lamanya jika Jokowi tetap mencalonkan dan mengesahkan BG sebagai Kapolri! Apa pun alasannya meskipun DPR telah menyetujui BG, apabila (sekali lagi apabila) Jokowi mengangkat BG jadi Kapolri maka sesungguhnya Jokowi sudah berubah menjadi pecundang bagi masyarakat Indonesia. Itu artinya, kita telah disadarkan bahwa pemimpin kita adalah pecundang.

Oleh karena itu atas keputusan KPK yang membuat status BG tersangka sesungguhnya kita semua harus bersyukur bahwa kita diselamatkan oleh KPK. Sekarang saatnya kita berdebar-debar menanti apa yang terjadi di hari esok. Hanya, sambil menanti hari esok, ijinkan saya sujud syukur sambil juga mengucapkan terima kasih pada KPK dan berdoa semoga pemimpin KPK selalu diberi kekuatan serta semoga Jokowi tetap diberi kejernihan nurani dalam memimpin bangsa ini.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Iklan

5 thoughts on “Umpan Lambung Indah KPK, mampukah Jokowi cetak Gol dalam kemelut Trunojoyo-1?

  1. Dalam ulasan Bapak di Permainan Bola Panas cerdik ala Jokowi untuk Trunojoyo 1 saya sangat sepakat.
    Di tulisan ini, saya punya pikiran lain.
    Saya pikir, KMP ikut bermain bola panasnya Jokowi. Saat Jokowi galau untuk menolak BG, dan melemparkan bola panas ke DPR, maka DPR nendang balik bola panas itu ke Jokowi. Silahkan Jokowi sendiri yang bermain bola panas milkinya. Mau terbakar sendirian atau menendangnya ke “laut”. Pilih mana.
    KMP hanya ngetes Jokowi, walau memang resikonya sangat besar. Tapi KMP pasti akan punya strategi lain, jika memang akhirnya Jokowi nekat melantik BG.
    Kita lihat endingnya nanti.

  2. kayaknya yang akan terjadi adalah Skenario Keempat, Jokowi justru akan jadi PECUNDANG..dan marilah kita bersukacita karena dipimpin presiden PECUNDANG dan DPR Kawan Pecundang

  3. Ayo, Kita Kupas FIT N’ PROPPER TEST Dengan Pendekatan Lain…

    KMP dan KIH

    Publik tersentak, kenapa Komisi III DPR RI meloloskan BG ? dan lalu muncullah hujatan kepada anggotanya. Saya memaklumi ini [yg menghujat], itu karena dorongan emosional atas tidak penerimaannya terhadap sosok BG [yang Tersangka]. Tetapi, rupanya tidak memahami konstelasi hukum dan taktik perjuangan.

    Secara formal, DPR memang HARUS tetap meneruskan F & P karena jika tidak, itu berarti DPR melawan Undang-Undang. Kecuali Presiden Jokowi mencabut suratnya, maka baru DPR punya landasan formal untuk tidak melanjutkan. Adapun tentang pendapat bahwa di atas hukum ada landasan yang lebih tinggi yaitu moralitas…, Hai… DPR itu Lembaga Negara yang bersifat formal struktural dan ruang geraknya SELALU harus ada landasan legal. Biar paham, saya jelasin lebih lanjut ‘deh….

    Semua pada teriak, apakah DPR buta mata tuli telinga, bahwasanya BG itu tersangka ? kok tetap saja melanjutkan proses ?

    Eittt… kagak bisa gitu. DPR harus punya pijakan hukum. DARI MANA DPR TAHU, KALAU BG ITU TERSANGKA ??? jangan bilang dari koran yaa… idealnya, Presiden segera memberi susulan informasi bahwa ternyata ada penetapan tsk dari KPK. Atau, tidak ada salahnya [walau tidak wajib] KPK mengirimkan surat ke DPR tentang penetapan TSK itu. Nah, kalau ada peristiwa ini… baru bisa ‘deh DPR suspend terhadap FnP.

    Adalah sangat membahayakan jika DPR bekerja berdasarkan pemberitaan media, jika menyangkut persoalan hukum. Ini akan menimbulkan ketidakpastian hukum. Oleh karenanya YANG JELAS-JELAS SALAH ADALAH PRESIDEN [nanti dibahas di bawah].

    Lalu, usai pelaksanaan FnP, kenapa semua anggota DPR yang hadir menyetujui secara aklamasi ???? Nah, di sinilah baru terjadi polarisasi.

    KIH >>> Jelas.. Parpol yang tergabung dalam KIH akan menyetujui karena No Choice ! Gak ada pilihan lain untuk tidak menyetujui alias WAJIB menyetujui karena dia adalah partai pendukung pemerintah. Ini tidak perlu diulas panjang lebar ! SEKALIGUS ini adalah bantahan terhadap pernyataan bahwa Jokowi itu CERDIK ! Cerdik darimana ? ketika pendukung Jokowi membuat analisa bahwa BG akan diganjal di DPR oleh KMP… lhah kenapa partai [tentunya selain PDI-P lho yaa….] kenapa tidak dimainkan ??? kalau udah gini, mau dibilang apa… Partai Pemerintah mendukung… sementara Partai Oposisi MALAH JUGA IKUT MENYETUJUI ! Saya sangat sependapat dengan seorang tokoh DPR yang TIDAK HADIR dalam FnP bahwa sesungguhnya KMP itu pasti ngerjain dan “This is simply political blunder, or worse, miscalculation.”

    KMP >>> Justru saya angkat jempol terhadap KMP ini, yang mengembalikan bola panas ke Jokowi. Oleh Loyalis Jokowi [yang menyanjung bahwa Jokowi cerdik], dikatakan KMP akan mengganjal dan berarti Jokowi “nabok nyilih tangan” [selain pinjam KPK juga]. Kalau akhirnya KMP malah mendukung gini, siapa yang cerdik ? SIAPA YANG DITABOK ? ha..ha…ha…. Adapun gelombang tuduhan masyarakat bahwa KMP pro Koruptor, Ssstttt… perjuangan itu pakai strategi ! disamping sudah saya jelaskan di atas bahwa secara legal formal maka DPR tidak punya pilihan lain, selain tetep harus lanjut ! maka dengan meloloskan ini KMP memberikan JEBAKAN BATMAN kepada Jokowi. Dilantik akan menuai kontroversi dan menimbulkan rentetan peristiwa yang “menghabisi” power pemerintahan Jokowi, Mau dibatalkan, akan mendapatkan tekanan dari partai pengusung. DAN SESUNGGUHNYA PERMAINAN TIDAK BERHENTI SAMPAI DISINI. Lihat saja….

    Catatan : ulasan saya soal KMP ini bukan dalam pengertian saya membela / membenarkan KMP. Sebagaimana saya tulis di status saya sebelumnya, saya fokus ke Pemerintahan Jokowi. Pembahasan soal KMP memang harus, karena dari status ini membahas view.

    JOKOWI CERDIK ! OH YAA… ???

    Kini, Paripurna DPR sudah memutuskan bahwa Surat Permohonan Persetujuan dari Presiden Jokowi untuk mengangkat BG sebagai Kapolri telah disetujui. Dan sedetik kemudian setelah ketok palu persetujuan oleh DPR, maka Jokowi berdiri di atas bara api.

    Perlu lagi untuk saya ingatkan, bahwa PENGANGKATAN KAPOLRI ITU ADALAH HAK PREROGATIF PRESIDEN, maka apabila ada hal-hal yang tidak sesuai dan atau kesalahan yang muncul, MAKA ITU MENJADI TANGGUNG JAWAB PRESIDEN.

    Maka adalah kesalahan besar kalau ada pihak yang “direct” menyalahkan DPR karena meloloskan FnP. Sudah saya tegaskan di atas, bahwa DPR bekerja berdasarkan landasan hukum formal… dan ketika ada proses pengambilan keputusan yang keliru, MAKA YANG HARUS DISALAHKAN adalah si pembuat surat pengajuan yaitu PRESIDEN. KENAPA TIDAK SEGERA MEMBUAT SURAT SUSULAN BAHWA SANG CALON SUDAH DITETAPKAN TERSANGKA ?!! ‘TOH MASIH ADA WAKTU.

    Fakta-fakta yang kemudian muncul, membuktikan bahwa Jokowi bukanlah cerdik melainkan blunder… ! dan pula semakin mengukuhkan bahwa dia adalah Petugas Partai

    Adapun analisis lain yang menyatakan bahwa Jokowi Cerdik karena bermaksud “NABOK NYILIH TANGAN” Komisi Pemberantasan Korupsi itu adalah analisis yang dipaksakan ! Sekarang era multinasionalisme bahwa keberadaan suatu negara tidak akan pernah terlepas dari negara lain. Kebayang nggak, gara-gara ketidakmampuan menolak perintah Megawati terhadap pencalonan BG, MAKA JOKOWI RELA MEMPERTARUHKAN REPUTASI INDONESIA DI INTERNASIONAL.

    Maka apa jadinya, jika [nanti] BG betul-betul dilantik ??? maka Investor Internasional / Lembaga Internasional akan RAGU-RAGU untuk investasi / kerja sama dengan Indonesia karena KETIDAKELOKAN peristiwa hukum. Masak iya, tersangka menjadi Kapala Penegak Hukumi… ??? belum lagi, ini diberitakan KPK telah mencekal BG. Apa iya kita punya Kapolri kok di cekal, lantas bagaimana jika ada pertemuan internasional polisi se dunia…

    Apalagi, terhadap pihak yang berkoar-koar tentang ASAS PRADUGA TAK BERSALAH ! ini udah mulai kehilangan akal sehat. Kalau gitu, mulai sekarang, di aktifkan lagi saja jabatan para Bupati yang selama ini menjadi TERSANGKA KORUPSI… ‘ketika belum diputus final oleh pengadilan. Sambil menunggu vonis, suruh saja para TSK BUPATI untuk kerja.. kisruh situasi akan muncul, jika MEMAKSAKAN Asas Praduga Tak Bersalah. Lagi pula, apa tidak ada perwira lain, selain Pak BG ???? ANEH !!! kelihatan banget jika dipaksakan.

    PERMAINAN TINGKAT TINGGI.

    Untuk diketahui saja, polemik Komisari Jenderal BG ini melibatkan pertarungan sengit dari berbagai pihak. Barang tentu, KPK sudah berhitung, bahwa ketika dia menetapkan status BG sebagai TSK pastinya dia akan berhadapan dengan berbagai pihak. Oleh karenanya.. ramai informasi bahwa justru dari internal polri lah yang mendorong KPK untuk melakukan eksekusi itu. Bisa disimak, link berikut :

    http://news.detik.com/read/2015/01/14/120602/2802990/10/jenderal-sutarman-polri-seharusnya-dilibatkan-dalam-pencalonan-kapolri

    PENUTUP

    Akhirnya, gelombang kekecewaan [bahkan dari pendukung asli Jokowi] sedemikian bergulung membesar dan ini mencerminkan bahwa ketidakpercayaan publik terhadap Pemerintahan Jokowi semakin menurun.

    http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/01/15/ni6zml-relawan-konser-dua-jari-kirim-surat-terbuka-ke-jokowi

    http://www.tribunnews.com/nasional/2015/01/15/abdee-slank-dan-44-artisan-kirim-surat-protes-ke-presiden-jokowi

    SEMENTARA… kita [yang selama ini] oposan terhadap Pemerintahan Jokowi, yuuk mari… perbanyak snack makanan ringan, untuk menyaksikan drama-drama lanjutan.

    DAN……… !!!!!!!!!!!!!!!

    Buat Penulis dan Jokolover, sekarang paham yaa, bahwa mengawasi [mengkritik] ke Pemerintahan Jokowi itu sungguh sangat dianjurkan karena TERBUKTI bahwa Jokowi sering bertindak ngawur ! Orang sudah jelas-jelas diberi rapor merah, ‘eh… tetep saja dipaksain jadi pejabat. Jangan bilang itu karena Jokowi cerdik, justru itu semakin meneguhkan bahwa Jokowi adalah Petugas Partai…

    Terakhir,

    siap-siap saja anda akan mendengar ucapan / membaca tulisan, ITU SALAHNYA, KOMPOLNAS [Komisi Kepolisian Nasional] !!!

    link yang bisa dibaca :

    Kompak Loloskan Budi Gunawan, KMP Sengaja Beri “Bola Panas” untuk Jokowi

    http://nasional.kompas.com/read/2015/01/15/07415291/Kompak.Loloskan.Budi.Gunawan.KMP.Sengaja.Beri.Bola.Panas.untuk.Jokowi

    XXXXXXX

    TANGGAPAN SAYA:

    Catatan PENTING dari saya: KEPUTUSAN TERSANGKA itu keputusan RESMI dari KPK tentang status hukum BG saat akan berlangsung “fit and proper test”. Jadi, bukan kata koran.

    Untuk sudut pandang yang lain dari anda, tentu saja silahkan dimaknai oleh masing2 pembaca.

    Salam hangat

    FR

  4. Seni di politik memang sangat penting, wondering mana opsi yg akan dipilih Jokowi dalam menyikapi kasus BG ini. Kalo bener2 dilantik … ga tau ah mau jadi apa indonesia. Kata pak Jokowi dlm hal ini “Sabar dan Tunggu”

  5. Saya tertarik ulasan permainan bola panas cerdik ala Jokowi…

    Kalo saya pikir itu permainan awal …. Baru pemanasan …hehehe

    Saya dukung KPK secara moral tetapi dalam kasus BG ini sikap Dukungan akan makin cinta atau berkurang tergantung hasil akhirnya kelak

    ingat Wakapolri ini yang diangkat jd Plt juga salah satu pemilik rekening gendut mirip kasusnya seperti Budi Gunawan hehehe.. apa jd Tsk jg?

    Jokowi mengandangkan kabareskrim agar tidak ada pihak lain yang memanfaatkan pengaruhnya utk kuasai data2 rahasia lagi..😂😝😜😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s