TNI AL


menteri-susi-siap-tenggelamankan-kapalSaya anak laut. Ayah saya mantan pelaut tulen Kapal Tangker Pertamina. Laut adalah keseharian saya. Hampir sebagian besar hidup saya di pinggir laut dan dekat pelabuhan. Saya lahir di lingkungan Pelabuhan Tandjung Priok, saya balita di lingkungan pelabuhan Tandjung Emas, saya menghabiskan masa kanak-kanak dan remaja di Pelabuhan Merak Banten. Hanya saat saya kuliah di Yogya saja lah yang tinggal di wilayah Pedalaman. Di Jerman pun saya menikmati indahnya Pelabuhan Hamburg.

Tidak cuma tinggal di tepi lautan, saya pun menghabiskan masa remaja saya menjadi atlet layar. Menghabiskan waktu-waktu remaja saya di laut untuk berlayar, bermain di atas deburan ombak, arus laut dan angin laut barat. Jadi, jangan anda tanya kecintaan saya pada lautan, itu adalah nafas hidup saya.

Dalam setiap kesempatan saat kuliah dulu, saya selalu mengatakan bahwa Soeharto dan Rejim ORBA telah menghilangkan jiwa bahari kita. Soeharto malah membangun TNI AD dan mengkerdilkan TNI AL. Untuk sebuah negara maritim yang begitu besar dengan garis pantai terpanjang di dunia, dengan kepulauan terbanyak di dunia, dengan letaknya di simpul penghubung dunia, maka mengkerdilkan TNI AL itu benar2 sebuah kebijakan Jenderal Soeharto yang sesat.

Baru-baru ini, kita memilih Joko Widodo yang didampingi menterinya yang amat visioner dan berani Susi Pudjiastuti untuk membenahi persoalan maritim kita yang terbengkalai selama puluhan tahun. Di lapangan karena lemahnya TNI AL ini maka pencurian kekayaan laut kita benar-benar massive dan merajalela. Jokowi begitu geram. Si Susi lebih geram lagi karena dia yang di lapangan melihat semua itu terjadi. Segera PERINTAHKAN agar TNI AL bertindak tegas atas pencurian itu. Sebagai panglima tertinggi, Jokowi mendukung penuh agar TNI AL segera bertindak tegas, berani dan cepat.

“Tenggelamkan segera para kapal pencuri asing!”, begitu perintah Jokowi.

Apa lacur, ternyata para Laksamana (paling tidak 3 laksamana ini: Menkopolkam, KSAL dan Pangarmabar) TNI AL kebanggaan kita ini bukanlah para pemimpin perwira kstaria. Para Laksamana ini tidak lebih terlihat seperti para kacung-kacung yang takut pada pemilik kapal ikan asing. Ndak usah bicara mereka disuruh melawan Destroyer atau Fregat lawan yang harus bertarung jiwa raga. Menjalankan perintah untuk menghancurkan para pencuri dan menegakkan kedaulatan bangsa kita di lautan di depan para pencuri saja para Laksamana ini begitu penjirih dan terlihat begitu pengecut.  Kecil sekali hati mereka di hadapan para cukong pemilik kapal pencuri ikan.

Ternyata cuma segitu nyali para laksamana kita. Mereka harus belajar dari sejarah Ksatria Laksamana Wanita kita: Laksamana Malahayati. Sungguh memprihatikan jiwa ksatria dan kejujuran para Laksama TNI AL kita.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s