TNI itu harus menjadi raksasa berwibawa! Perang itu sesuatu yang nyata bisa terjadi di Indonesia!


su_30mk2_tni_au_v1_by_siregar3d-d4a7mkx

Saat sekitar bulan Februari kemarin saya diundang di KBRI Berlin, saya bertemu dengan seorang Professor Emiritus dari Universität Frankfurt spesialis studi Indonesia. Dia (Si Prof. Emiritus tadi) menceritakan kekhawatirannya seperti ini:
“Saya ke daerah Banjarnegara, salah satu tokoh masyarakat sana bilang bahwa Banyumas perlu buat Propinsi baru, karena selama ini Banyumas dijajah oleh orang-orang dari Mataraman”, begitu cerita si Prof. Emiritus mengabarkan pengalamannya saat blusukan ke daerah Banyumas.

Saya tidak berkomen banyak untuk hal itu. Andaikata saja cerita itu valid, saya masih berusaha memutar otak untuk memaknai sebenarnya apa mindset dibalik kalimat: “Banyumas dijajah Mataram!”

Beberapa waktu lalu, demi kepentingan riset saya, saya ke Universität Bundeswehr (University of the German Federal Armed Forces) di Hamburg. Seperti biasa, terkadang saya ngobrol dengan Perwira-Perwira militer dari banyak negara yang mereka juga terkadang menyelesaikan Doktoral atau cuma riset biasa. Akhirnya, terlibatlah saya dalam perbincangan dengan salah seorang perwira dari Rusia. Tampaknya dia amat perhatian tentang Indonesia.

Kalimatnya yang membuat dahi kepala saya berkerut adalah: “Jika anda (Indonesia) perang lawan Malaysia (tanpa bantuan Inggris dan Commonwealth sekalipun), anda pasti kalah!”

Negara anda itu tidak stabil secara ikatan kebangsaan serta terlalu bergantung dari Jakarta. Begitu Jakarta diserang maka daerah akan kocar-kacir tanpa konsolidasi. Jika perang berlangsung 1 tahun saja, itu wilayah di negara anda akan merdeka sendiri-sendiri. Jadi, negara anda TIDAK boleh perang karena jika perang pasti akan kalah! Kalah bukan lawan negara lain, kalah karena daerahnya akan merdeka sendiri-sendiri.

Saya seketika tersadar dengan perkataan si Professor Emiritus beberapa yang bulan lalu. Jika saja sesama Jawa Tengah saja ada ikatan primordial yang amat kuat antar keresidenan, bagaimana dengan antar pulau di negara kita?

Dari sini saya mulai tanpa sadar berhitung tentang Angkatan Perang kita, tentang TNI kita! Saat ini kebutuhan minimal kekuatan TNI kita meskipun sudah dibenahi tapi belum amat signifikan menjadi “Herder” yang menakutkan bangsa lain.

Harusnya TNI menjadi “Herder” yang menakutkan bangsa lain. Kekuatan TNI harus terekam dalam keyakinan bangsa lain bahwa TNI mampu memukul habis musuh dalam 1 atau 2 kali penyerbuan. Sebuah bangsa menjadi musuh Indonesia akan bisa porak poranda saat TNI melakukan penyerbuan hanya dalam 1 kali pukulan mematikan. Jika negara lain merasa yakin mampu bertarung lawan TNI dalam waktu lama, maka bangsa lain akan yakin kemenangan ada di tangannya. Dikarenakan saat Jakarta terisolasi maka daerah-daerah lain di Indonesia akan tercecer-cecer seperti “anak ayam kehilangan induk”.

Tapi selama kekuatan TNI tidak meraksasa dan berwibawa maka perang yang melibatkan Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Negara lain berani bermain-main dengan batas negara, apalagi yang kaya kandungan alam. Saat kita mau gertak, mereka sama sekali tidak takut.

Lalu pilihannya bagi kita cuma 2: Perang atau Mengalah. Mengalah jelas akan hancurkan harga diri dan kedaulatan kita. Perang jika ternyata benar analis diatas, bahwa jika dalam jangka lama perangnya malah menyebabkan separatisme, maka perang justru membuat kedaulatan kita makin terkoyak.

Terlepas banyak faktor yang melatarbelakanginya dalam banyak kasus untuk menghindari perang ternyata kita pun mengalah pada Sipandan-Ligitan atau Timor Leste, atau juga mengalah atas eksploitasi tambang di Papua. Dikarenakan jika kita bertarung maka kita akan mendapatkan kekalahan yang menyakitkan.

Jadi, harus disadari bersama: TNI kuat, besar dan wibawa adalah mutlak jika kita ingin terus maju membangun secara stabil tanpa diganggu bangsa lain. Perang memang tidak terjadi di jaman modern tapi kalau kita lemah maka orang yang mengacam kita untuk ngajak perang itu banyak. Mengalah sama artinya ada kepentingan nasional kita yang dikorbankan. Jadi, kenapa musti ragu membuat TNI besar, kuat dan berwibawa?

Ini bukan semata-mata urusan militer. Ini sesungguhnya urusan kelangsungan pembangunan dan eksistensi bangsa 🙂

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Iklan

2 thoughts on “TNI itu harus menjadi raksasa berwibawa! Perang itu sesuatu yang nyata bisa terjadi di Indonesia!

  1. Membaca artikel ini saya tertawa terbahak-bahak ingat sama anjing saya dulu yang bernama Tompel. Tompel itu anjing kampung korengan kalau sama kucing rumah saya galaknya bukan main tapi sama anjing tetangga yang turunan Herder bisa terkencing-kencing kalau dilihatin doang.

    Sama seperti si tompel, TNI kita memang tidak menjadi “Herder” yang ditakuti oleh tentara asing pak tapi merupakan “Herder” yang ditakuti rakyat sendiri.

    Betapa gagah dan berwibawanya TNI kalau menjadi backing pengusaha kaya dan berseteru dengan polisi rebutan lahan parkir! betapa gagah dan berwibawanya TNI kalau mengintimidasi rakyat jelata di jalan dengan truk besar, perwiranya pun sangat gagah dan berwibawa di jalan-jalan protokol dikawal oleh Raider dan dengan pongah memerintahkan seluruh rakyat jelata untuk minggir.

    Bravo TNI,

    ——-
    Rakyatjelata yth,

    Mendukung TNI yang berwibawa untuk menjaga Martabat bangsa dari intervensi bangsa lain adalah tugas kita bersama. Iya saya setuju dengan sudut pandang anda yang menarik meskipun ditulis dalam gaya bahasa yang tajam.

    Salam hangat dan Semoga Sukses

    Ferizal Ramli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s