Yogyakarta itu Kota Pelajar, akankah menjadi Kiblat Pendidikan global?


upn-veteran-yogyakarta-_140118012124-175Buat calon mahasiswa baru jangan takut anda menempuh ilmu di Yogyakarta. Jangan takut anda untuk menginjakkan kaki di kota pelajar ini.

Di kota sekecil itu banyak sekali Universitas Negeri, selain Perguruan Tinggi Swasta yang kualitasnya baik. Anda punya banyak pilihan mengembangkan diri anda dan membangun masa depan anda di Kota Budaya Yogyakarta ini. Begitu banyak pilihan studi disana:

Beberapa Universitas Negeri di Yogyakarta sebagai berikut:
PTN (Perguruan Tinggi Negeri)
UGM: Universitas Gadjah Mada
UPNVY: Universitas Pembangunan Nasional „Veteran“ Yogyakarta – baru saja jadi PTN
UNY: Universitas Negeri Yogyakarta
ISI: Institut Seni Indonesia

PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri)
UIN Suka: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Ditambah lagi PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan)
Poltekes Yogyakarta: Politeknik Kesehatan Yogyakarta
STMM: sekolah Tinggi Multi Media
ATK: Akademi Teknologi Kulit
STPN: Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
STTN: Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir

PTK Khusus:
AAU: Akademi Angkatan Udara

Belum lagi banyak PTS-PTS (Perguruan Tinggi Swasta) yang cukup prestius dan punya nama serta punya tradisi tua, sebut saja misalkan:
UII, UMY, UAD, UAJY, Sanata Dharma, UKDW, Janabadra, Sarjana Wiyata, Akprind, STTNas, Instiper, STMIK Amikom, STIE YKPN, Politeknik API, Politeknik LPP, AA YKPN dan lain-lain, dan lain-lain…

Mestinya Yogyakarta itu mensinergikan seluruh PT (Perguruan Tinggi)-nya menjadi sebuah kekuatan saling mendukung. Saatnya antara PT di Yogyakarta bukan saling berkompetisi berebut calon mahasiswa baru tapi saling bersinerji dalam sharing hasil riset, membangun pusat studi bersama, membangun inkubator bisnis bersama, membangun center of excellent bersama termasuk juga membangun High-Tech Campus maupun Industrial Park bersama.

Nah dalam urusan bersinerji antar institusi, bersinerji antar bidang ilmu maupun bersinerji antara Pemerintah, Institusi Pendidikan dan Industri ini tampaknya titik lemah budaya bangsa kita. Kita sangat jarang mampu membangun tradisi sinerji. Kita amat individualisti dan berpikir hanya untuk memajukan diri sendiri. Masalahnya dalam kompetisi global para pemenangnya adalah mereka yang berhasil mengorganisasikan kekuatannya secara bersinergi. Kita tidak bisa eksis menjadi pemenang dalam kompetisi global jika kita cuma maju sendirian bertarung di level internasional.

Sebuah ironis. Masyarakat yang punya budaya luhur gotong royong ternyata begitu gagap saat harus bersinerji. Mestinya, pada titik ini Yogyakarta sebagai kota pelajar bisa meneladani dan menginisiasi apa itu arti sinerji. Mestinya seluruh Perguruan Tinggi di Yogyakarta mulai saat ini perlu bersama untuk mewujudkan langkah-langkah nyata untuk bersinerji sehingga menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu kiblat pendidikan global minimal untuk level Asia…

Ah jika anda menuduh saya utopis karena menulis hal ini, yah biarin aja. Saya terima tuduhan itu. Aku ra popo kok

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s