Apa makna dibalik Demokrasi Perwakilan di Barat?


rapat-anggota-dewan***Warning: Agar hati-hati dalam bicara bahwa negara Barat juga banyak yang pakai demokrasi perwakilan untuk membenarkan perbuatan tercela KMP 🙂

Di barat itu butuh ratusan tahun untuk menemukan model bahwa sistem perwakilan ketemu formnya terbebas untuk tidak terlibat money politik. Sebelum ketemu form perwakilan yang jauh dari money politik maka politisi barat itu buruk dan greedy. Jadi, yang harus dipahami juga proses lambat mereka membangun demokrasi beradab melalui sistem perwakilan yang terseok-seok.

Proses pertumbuhan demokrasi di barat terjadi dalam kondisi rakyat di barat kala itu “tuna kuasa” dan tanpa daya yang hanya mampu pasrah menenrima keputusan politik dari politisinya. Rakyat tidak bisa apa2 kecuali ikut maunya politisi. Jadi mereka memang harus ikut maunya politisi. Oleh sebab itu, barat butuh waktu lama untuk menjadikan demokrasi perwakilan itu bisa seperti sekarang ini. Sementara dalam konteks hari ini rakyat Indonesia itu sama sekali bukan “tuna kuasa”.

Untuk dipahami bersama rakyat Indonesia di hari ini yang 99% melek huruf itu bisa bersikap atas pilihannya jika dia rasa perwakilan menyebabkan money politics maka dibuatlah demokrasi langsung saja. Rakyat Indonesia hari ini itu bukan rakyat yang “tuna kuasa” tanpa daya. Ini bedanya antara rakyat Indonesia hari ini menolak Demokrasi Perwakilan dengan rakyat Barat ratusan tahun lalu menerima demokrasi perwakilan.

Secara teori yang benar itu memang rakyat tidak perlu campur tangan terlalu banyak ke politik, itu sebabnya secara teori perlu perwakilan. Hanya jika wakilnya masih penuh dengan money politics maka rakyar harus ikut campur disana sampai money politics-nya berkurang, baru diserahkan lagi ke para politisi.

Barat belajar demokrasi secara otodidak sehingga menemukan form secara perwakilan yang jauh dari money politik itu barat butuh ratusan tahun. Kita ndak perlu meniru butuh ratusan tahun seperti barat untuk menghilangkan money politics di Parlemen. Cukup saat ini serahkan dulu ke rakyat saat parlemen kumpulan korup. Nanti begitu sistem hukum kita KPK, Polisi, Hakim dan jaksa bisa sentuh dengan mudah para politisi seperti di barat maka rakyat serahkan kembali ke Parlemen dengan perwakilan. Kita mungkin butuh 1, 2 atau 3 dekade dengan sistem langsung ini sampai sistem hukum kita bisa mudah mengendus money politics.

Kita dan rakyat semua ngapain pusing2 mikirin milih Gubenur dan Bupati jika Parlemen jauh dari money politics. Jadi mahami contoh barat harus seperti itu 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s