Benarkah Ibu RT yang diusia 40 tahun terlambat untuk berkarir?


momAda pertanyaan menarik begini: benarkah Ibu RT yang diusia 40 tahun terlambat untuk berkarir?

Buat Ibu Rumah Tangga yang Putra/Putri telah beranjak dewasa dan sudah mulai mandiri sehingga ingin memulai berkarir atau bekerja atau berkarya untuk masyarakat, pertanyaan diatas menarik untuk dianalisa.

Jika KPI (Key Performance Indicator)-nya cuma jenjang karir maka wanita yang memulai karir diusia 40 tahun akan kalah dengan memulai diusia 25 tahun.

Tapi benarkah KPI wanita itu cuma sukses dikarir?
Saya pikir kita harus gunakan KPI yang lengkap, saya rumuskan paling tidak 5 KPI-nya:
1. Jenjang Karir
2. Stabilitas Finansial
3. Keharmonisan Keluarga
4. Pengembangan Anak
5. Sekolah lanjut

Jika saja seorang wanita diusia 40 tahun yang awalnya ibu RT lalu dia berkarir maka yang dia terlambat dibandingkan usia 25 tahun itu cuma karirnya.

Tapi bisa jadi secara finansial dia sudah stabil. Selama ini dia bantu karir suaminya dan suaminya sudah agak mapan secara finansial sehingga dia ndak perlu harus fokus dengan reward finansial dan terlalu sibuk dengan intrik manajemen perkantoran.

Dia pun sudah mapan membangun keluarga harmonis. Begitu banyak orang yang memulai karir diusia 25 tahun sukses tapi saat diusia 40 tahun keluarganya terbengkalai.

Begitu banyak juga dia kehilangan “golden age” dengan anak2nya. Pertanyaannya apakah benar2 menguntungkan menukarkan keberhasilan karir dengan kehilangan kebersamaan mendidik dan merawat buah hatinya? Tapi tentu saja harus bersyukur buat wanita yang bisa jalankan multi fungsi ini secara sempurna. Dalam banyak kasus salah satu akan terkalahkan; apakah karir atau keluarga.

Tentang sekolah juga ternyata banyak wanita yang mulai karir usia 25 tahun (jika bukan dari keluarga orang tua kaya) tidak punya kesempatan sekolah lanjut lebih tinggi. Paling cuma tunggu bea siswa yang belum tentu dapat. Bisa jadi yang usia 40 tahun dia dapat support dari suaminya untuk sekolah atau sudah punya tabungan untuk sekolah lagi.

Jadi klo pakai KPI yang lebih lengkap maka belum tentu yang usia 40 tahun itu tidak punya kesempatan untuk memulai berkiprah selain urusan RT.

Tapi bukan berarti umur 40 tahun mudah untuk memulai karir. Dia sudah terlambat untuk memulai jadi memang perlu suaminya membantu. Jika tidak dibantu memang sulit sekali untuk memulai diusia 40 thun.

Sekarang tinggal kesadaran suaminya dan kesepakatan dengan istrinya tentang value apa yang perlu mereka perjuangkan. Jadi, tinggal dipahami sisi kelebihan dan kekuarangannya setelah itu yang saling kerjasama untuk mendukung sang istri berkiprah. Tidak harus kerja di perusahaan, kerja nir laba juga bagus atau jadi business owner juga bagus. Yang penting jangan selamanya si istri deprok ngurusin hal internal Rumah tangga terus…

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s