ICE-3 versus TGV Réseau: unsur ergonomics yang “terlupakan”!


ICE adalah kereta tercepat kebanggaan Jerman, sementara TGV kereta tercepat kebanggaan Perancis yang beroperasi di benua Eropa.

Ini adalah pengalaman pribadi saya beberapa tahun yang lalu yang begitu sering berlangganan naik salah satunya ICE atau TGV setiap perjalanan dinas pagi-pagi dari München ke Stuttgart atau Karlsruhe. Dari sini saya bisa bandingkan kenyamannya dari keduanya…

Awalnya saya mengira kecepatan maksimal operasional (bukan eksperimental) TGV Réseau (kalau tidak salah tipe TGV yang biasa saya naikin dari München-Stuttgart atau sebaliknya) itu lebih cepat dari ICE-3. Dikarenakan bentuk TGV Réseau itu “sangar” terkesan lebih aerodinamics dan juga kabin dalamnya terlihat amat kompak dan mungil. Tiada sisi tersisa sia-sia karena badan kereta dibuat se-kompak mungkin untuk membuat TGV Réseau terkesan aerodinamics. Apalagi fakta lapangannya jika saya naik KA dengan TGV Réseau itu biasanya waktu tempuhnya dari München ke Stuttgart lebih pendek 5 menit dari pada ICE-3. Ya memang cuma 5 menit tapi secara psikis membuat kesimpulan sendiri di hati TGV Réseau lebih cepat dari ICE-3.

Hanya saat saya lihat di Wikipedia ternyata kecepatan maksimum TGV Réseau itu lebih lambat dari pada ICE-3. TGV Réseau kecepatan maksimalnya 320 km/jam sementara ICE-3 330 km/jam. Saya tidak tahu apa pertimbangannya kenapa kok waktu tempuh riil ICE-3 dari München ke Stuttgart atau sebaliknya, 5 menit lebih lama dari TGV Réseau. Mungkin pertimbangan ekonomis (bahan bakar atau apapun) yang menjadi alasannya.

Tapi bukan itu sebenarnya yang menarik pikiran saya. Awalnya dengan bentuk yang terkesan aerodinamics, saya pikir TGV Réseau itu lebih cepat dari ICE-3. Kenyataannya justru ICE-3 yang bisa memacu lebih cepat dari TGV Réseau. Di titik teknis TGV Réseau dibawah ICE-3. Hanya yang paling frontal membuat saya cuma mau naik TGV kalau hanya terpaksa sekali adalah karena kenyamanan TGV Réseau secara ergonomics jauh bahkan amat jauh dibawah ICE-3! Kabin TGV Réseau sempit sedang kabin ICE-3 itu begitu lebar, luas dan nyaman sekali.

Satu baris ICE-3 maupun TGV Réseau kelas 2 itu sama-sama ada 4 tempat duduk. Untuk TGV Réseau jika anda naik kelas 2 maka serasa sempit sekali tempat duduknya antara kursi kita dengan kursi samping sebelahnya. Gang tempat jalan lalu lalang di TGV Réseau pun amat sempit. Saya pasti amat stress jika habis ketemu klien sepanjang hari begitu lelah, lalu tidur di KA TGV Réseau kelas 2: terlalu sempit tempat duduknya. Jadi, harus pilih kelas 1 TGV Réseau biar nyaman.

Akan tetapi, jika naik ICE-3 kabinnya begitu nyaman dan luas. Anda bisa tidur begitu nyenyak di kelas 2. Anda nyaris tidak butuh kelas 1 untuk nyaman ICE-3. Tentu saja jika ingin kenyaman luxuary maka di kelas 1 ICE-3 tersedia tempat duduk luas berbalut kulit atau meubel mewah membuat anda nyaman tenggelam dalam mimpi setelah begitu lelah ketemu klien. Tetapi di kelas 2 pun sudah amat nyaman.

Hanya satu hal yang membuat saya memberi point BURUK pada insinyur2 Perancis yang mendesai TGV Réseau:
“Mengapa mereka gagal mempertimbangkan kenyamanan penumpang secara ergonomics saat mendesain KA TGV Réseau ini?”
“Kenapa ICE dengan kecepatan teknis maksimal yang lebih baik tinggi, justru kabinnya amat comfortable, begitu ergonomics?!”

Kenyamanan penumpang adalah masalah fundamental sekali tapi kenapa para insinyur Perancis tidak memperhitungkannya?
Atau ada diantara anda yang juga punya pengalaman pengguna TGV dan ICE bisa memberikan sudut pandang yang berbeda dengan saya?

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ferizal Ramli

Keterangan Gambar:
1. Gambar 2 KA yaitu ICE-3 yang bergaris Merah dan TGV Réseau yang bergaris Biru
2. Kabin Kelas 2 TGV Réseau dengan 4 tempat duduk warna merah dan merah tua
3. Kabin Kelas 1 TGV Réseau dengan 3 tempat duduk warna kuning gelap dan abu-abu
4. Kabin Kelas 2 ICE-3 dengan 4 tempat duduk warna biru
5. Kabin Kelas 1 ICE-3 dengan 3 tempat duduk warna merah

fra_parisgno_tgvr_ice3_L
TGV_Lacroix_2e_cl_m
0
die-innenansicht-des-ice-1-109169
Bild-013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s