Mengingat kembali Napak Tilas para Tokoh di Era Reformasi 98


reformasi-indonesia-foIjinkan saya menulis dari sudut pandang positif saja tentang catatan dedikasi mereka. Saya pribadi ingin mengakhir hiruk-pikuk politik saat ini dengan mengambil hikmahnya. Yang saya tahu dari Ustadz Kampung saya saat beri tausyiah adalah: “Ilmu Pengetahuan tertinggi itu adalah hikmah!” Bukan kah hidayah tertinggi adalah saat kita mendapat Hikmah di bulan Ramadhan?

Itu sebabnya saya ingin mengenang yang baik-baik saja dari mereka. “Mikul duwur, mendem jero”.

Ada tokoh-tokoh era reformasi yang bisa saya catat dalam memori saya, yaitu: BJ Habibie (BJH), Abdurahman Wahid (GD), Megawati Soekarno Putri (MSP), Muhammad Amien Rais (MAR), Akbar Tandjung (AT), Adi Sasono (AS), Sri Sultan Hamengkubuwono (HBX), Nurcholish Madjid (NM) dan Wiranto. Saya ingin mencoretkan kenangan saya pada mereka dari sudut pandang positif saya.

Jadi, mohon jangan paksa saya untuk berdebat mengkritisi para tokoh yang saya tulis dibawah ini:

 

BJH – BJ Habibie

Beliau berhasil menghentikan secara cepat dan nyaris sempurna kerusakan parah ekonomi yang terjadi pada bangsa Indonesia. Saat krisis begitu bergejolak dengan tekanan ekonomi begitu berat, dengan cepat khas BJH, beliau sukses menurunkan mata uang Indonesia yang saat itu meleleh tanpa daya terhadap USD di titik 16.000 menjadi sekitar 8.000! Sebuah prestasi yang sampai saat ini tidak bisa diraih oleh pemerintahan berikutnya. Pada titik itu, BJH berhasil memulihkan kembali kepercayan diri bangsa. BJH juga yang memperkenalkan kebebasan pers dalam sistem demokrasi kita. BJH ini peletak dasar sendi-sendi demokrasi bangsa ini. Kebebasan pers yang kita nikmati saat ini adalah tidak terlepas dari peran besar BJH.

Di titik akhir hari-hari ini BJH kembali menunjukkan sikap negarawananya dengan tidak mmemberikan dukungan terbuka kepada salah satu capres, meskipun sebagai tokoh besar BJH tetap memberikan arahan kepada bangsa, siapa tokoh yang sebaiknya dipilih untuk jadi pemimpin Indonesia.

 

Gus Dur – Abdurahman Wahid

Catatan emas beliau yang tidak pernah terlupakan oleh bangsa Indonesia yang membuat kita semua harus berterima kasih padanya adalah berkontribusi besar menghapus dwi fungsi ABRI. Di bawah Gus Dur, peran social politik ABRI benar-benar beliau hilangkan. Begitu banyak tantangan berat yang harus dihadapi Gus Dur, tetapi seperti „Buldozer“ tanpa mengenal takut Gus Dur selalu libas habis semua peran sosial politik ABRI. ABRI tidak lagi menjadi institusi “über alles” di Indonesia. Lalu akhirnya, ABRI pun membangun kesadaran diri untuk menjadi Tentara Profesional yang berfokus pada fungsi pertahanan. Ini semua tidak lepas dari peran besar Gus Dur.

Di akhir hidupnya, Gus Dur pun tetap konsisten memperjuangkan semangat menghormati keberagaman bangsa yang ber-bhineka ini. Gus Dur bersama Buya Syafii Maarif adalah salah satu Guru Bangsa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

 

MSP – Megawati Soekarno Putri

MSP adalah arsitek dari sistem demokrasi langsung di Indonesia. Dengan penuh keberanian, MSP menyetujui pelaksanaan sistem pemilihan langsung untuk presiden. Sebenarnya jika MSP ingin kukuh membuat sistem pemilihan Presiden tetap melalui MPR maka peluang MSP menang untuk tetap jadi Presiden 2004 amat besar. Hanya saat itu terjadi kegelisahan dan ketidakpercayaan besar akan terjadinya politik uang di antara para anggota MPR dalam memilih Presiden. MSP dengan berani mengambil keputusan untuk membangun sistem pemilu langsung dipilih rakyat yang berisiko merugikan posisinya. Keputusan tentang pilpres langsung inilah yang membuat seluruh rakyat partisipatif dalam memilih pemimpinnya adalah karya agung dari MSP.

Di saat ini pun MSP menunjukkan perilaku kenegarawannya dengan memberi contoh bahwa Ketua Partai tidak harus secara otomatis memaksakan partainya untuk mendukung jadi Presiden. MSP bisa menangkap aspirasi masyarakat dengan jernih dengan mencalonkan Joko Widodo sebagai Calon Presiden

 

MAR – Muhammad Amien Rais

MAR adalah tokoh kunci utama reformasi Indonesia. Di saat bangsa ini, kala itu benar-benar tenggelam dalam keputusasaan terhadap massif-nya praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme jaman ORBA, MAR adalah energi bangsa kala itu untuk membuat kita tetap semangat melawan praktek KKN. MAR adalah orang yang tepat, pada saat yang tepat dan memimpin bangsa ini dengan cara yang tepat sehingga kita bisa melewati fase genting keruntuhan ORBA berganti ke pemerintahan transisi. MAR saat reformasi seakan spirit harapan bangsa untuk membangun fase baru pemerintahan yang lebih bersih. MAR juga berhasil mengantarkan proses reformasi yang dia pimpim tanpa pertumpahan darah.

Di saat ini rakyat Indonesia menunggu dengan harap-harap cemas sikap kenegarawan MAR terhadap hasil akhir pemilu presiden 2014 ini. Akan kah MAR kembali menunjukkan sikap kenegarawanannya dengan pengaruh yang dimilikinya, untuk membuat pilpres ini berakhir damai jika hasilnya tidak menguntungkan kelompoknya? Itu harapan seluruh bangsa Indonesia.

 

AT – Akbar Tandjung

Akbar Tandjung berperan besar dalam membangun sistem administratif politik yang modern disaat partai politik Indonesia kala itu secara mana manajem pengelolaan begitu primitif. Akbar Tandjung sangat mungkin bisa disebut sebagai Bapak Partai Modern Indonesia. Saat reformasi berlangsung maka semua kemarahan dipancarkan kepada Golkar. Semua orang ingin Golkar ditutup. Hanya sesungguhnya Golkar itu infrakstruktur politik modern milik bangsa Indonesia yang menjadi aset bangsa. AT lah yang berperan besar mereformasi partai Golkar yang tadinya hampir bubar menjadi partai dengan sistem administrasi, jenjang pengkaderan paling modern di Indonesia. Ke depan dalam hal pengelolaan (catatan: bukan dalam hal visi dan platform), parpol di Indonesia mesti melihat Golkar sebagai referensi.

Disaat ini pun AT menunjukkan bahwa berpolitik dalam pilpres itu tidak harus diakhiri dengan permusuhan. AT menunjukan pada publik Indonesia kalah dan menang dalam politik adalah biasa, dengan cara mengunjungi seterunya Jusuf Kalla untuk bersilahturahmi di markas JK.

 

AS – Adi Sasono

AS merupakan salah satu tokoh kunci reformasi melawan KKN jaman Orba. Setelah proses alih transisi pemerintahan selesai, Adi Sasono yang menjadi Menteri Koperasi kala itu segera kebut dengan programnya pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah. Simpul-simpul sektor-sektor ekonomi rakyat dia gerakan. Adi Sasono fokus membangun sistem ekonomi mandiri yang tidak tergantung pada kekuatan asing. Akibat kebijakannya yang amat nasionalis ini maka oleh majalah Asiaweek dan Far Eastern Economic Review dicap sebagai “the most dangerous man” dari Asia. Dikarenakan kebijakan ekonomi Adi Sasono amat merugikan kepentingan pemodal asing. Adi Sasono tercatat sebagai salah seorang yang menyadarkan kita kembali pentingnya membangun ekonomi nasional yang mandiri.

Di saat ini Adi Sasono sudah meninggalkan gelanggang politik tetapi tetap konsisten dengan kerja-kerja riilnya membangun simpul-simpul ekonomi sektor UKM dan koperasi.

 

HBX – Sri Sultan Hamengkubowono X

Keberanian HBX yang menginspirasi seluruh rakyat Indonesia adalah sebagai pencetus awal terjadinya “people power”. Disaat banyak tokoh lain masih diam dalam situasi krisis ekonomi dan tidak berani bersikap atas rejim politik ORBA, HBX justru secara terbuka menggerakkan „people power” untuk pertama kalinya secara besar-besaran. Tercatat sekitar 1 juta orang untuk pertama kalinya dalam sejarah ORBA, secara terbuka menentang rejim ORBA, melakukan “long march” dari Kampus UGM ke Kraton Yogyakarta. Keteguhan HBX dari Yogyakarta inilah mengirim pesan inspirasi ke daerah lain bahwa kita harus berani menurunkan rejim ORBA yang otoriter dan penuh KKN. Sesungguhnya HBX itu seperti layaknya ningrat Jawa adalah tokoh yang amat santun. Hanya disaat nuraninya terganggu maka HBX menjadi salah satu tokoh terdepan menggerakan “people power”

Di saat ini pun HBX lebih memilih terus menjalankan perpolitik santun dan teduh.

 

Cak Nur – Nurcholis Madjid

Cak Nur berperan besar menjadi penasehat Pak Harto di saat-saat genting. Cak Nur yang pro reformasi tapi dikarenakan pribadinya yang terhormat dan humanis menjadi kepercayaan Pak Harto dalam mengambil keputusan menyikapi gerakan masyarakat anti Soeharto. Atas saran Cak Nur inilah akhirnya Pak Harto bersedia mundur dengan cara elegan tanpa ada perumpahan darah. Jadilah alih pemerintahan yang menandakan berakhirnya era ORBA berlangsung damai.

Sampai akhirnya hayatnya Cak Nur dikenal dengan pemikiran yang humanisnya tentang Islam. Cak Nur seperti juga Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang menghormati kebhinekaan bangsa Indonesia.

 

Wiranto

Wiranto adalah orang yang mempunyai jasa besar bagi bangsa Indonesia yang bersedia menjunjung tinggi kepentingan bangsa kala Indonesia sedang chaos pasca kerusuhan besar di era reformasi. Wiranto saat itu diberi mandat oleh Pak Harto untuk membangun Junta Militer dibawah kepemimpinannya. Hanya Wiranto cukup mampu membaca keinginan bangsa Indonesia. Meskipun Wiranto saat itu punya kekuasaan nyaris mutlak tapi Wiranto memutuskan untuk tunduk pada keinginan rakyat dengan membiarkan reformasi berlangsung secara damai. Wiranto memilih lebih tunduk pada konstitusi.

Saat ini Wiranto berjuang dengan Jokowi-JK untuk ikut terlibat lagi dalam membangun pemerintahan. Semoga kelak jika kembali di kekuasaan dalam kesempatan kedua kalinya, Wiranto bisa memberikan dedikasi terbaiknya.

 

Dari Tepian Sungai Elbe

Di saat Musim Sommer yang cerah, secerah menyambut masa depan Indonesia Hebat

 

Ferizal Ramli

 

Iklan

2 thoughts on “Mengingat kembali Napak Tilas para Tokoh di Era Reformasi 98

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s