Estimasi Intelijen tentang Prabowo: Duryodono Pejah


prabowo-subianto_2403Setelah melewati minggu-minggu pertama pasca Pileg, prediksi lapangan kuat indikasinya energi Prabowo gembos. Indikasi pemberat kekalahan Prabowo tertangkap jelas:

1. Mesin parpol gagal bekerja. Tidak ada dalam sejarah pemilu di Indonesia, mesin parpol akan bekerja optimal pasca Pilleg. Struktur motivasi pekerja parpol itu untuk memenangkan pemilu legislatif, bukan pemilihan presiden. Apalagi saat ini mereka kehabisan uang, logistik dan kecapean pasca kampanye panjang Pilleg kemarin.

2. Pembagian peran, kerja/tanggung jawab dan distribusi logistik sulit dilakukan. Mengumpulkan parpol dan duduk bersama untuk mengatur kerja kampanye itu sulit sekali. Psiki internal dalam satu partai saja penuh cakar-cakaran dan sekarang dipaksa bekerja bareng? Padahal ada dua agenda yang paling rumit: bagi kerjaan dan bagi logistik. Bahkan ketika kerjaan dan logistik dapat disepakati, kerumitan baru akan menunggu: cashflow terlambat, membangun chemistry baru antar musuh lama di Pilleg di dapil sama, dsb. Kasus paling jamak: konflik pembagian duit.

3. Salah setting panggung. Prabowo salah setting panggung ketika dalam koalisi awal sudah gegabah merangkul semua musuh publik: Ical, Fahri Hamzah, SDA, Amien Rais, Hilmi Aminuddin, dst. Bahkan terakhir dia nggalang Priyo Budi Santosa. Praktis hampir semua tokoh parpol tersebut terlibat setidaknya sebagai saksi di KPK atau masalah lain. Contoh: PBS terkait korupsi Quran, Setya Novanto terlihat kasus PON, Hilmi Aminuddin impor sapi, etc. Ketiga tokoh ini sudah dipanggil KPK dan fotonya buanyak banget di internet. Jadilah di atas panggung tampak bahwa Prabowo berdiri bareng para musuh publik.

4. Prabowo miskin jurkam. Prabowo tidak memiliki jurkam kredibel di mata masyarakat. Sebagian tokoh publiknya publik malah punya kecanduan “megalomania” salah ngomong di publik. Lihat saja: Fahri Hamzah, Fadli Zon, Amien Rais, etc.

5. Prabowo sulit menggalang relawan. Dengan latar belakangnya, Prabowo sulit menggalang masyarakat luas untuk jadi relawan. Relawan mana yang bersedia iuran? Prabowo dianggap sudah kaya. Mau bantu tim sukses? Relawan terkunci gerak hatinya karena banyak tokoh parpol yang jadi musuh masyarakat sipil bergabung dengan Prabowo.

6. Terkait nomer 3 di atas, citra Prabowo malah melemah. Dengan koalisi yang sembarang tadi, citra Prabowo malah melemah. Garis besar tema Prabowo adalah antitesa SBY. Tetapi citra itu malah melemah karena Hatta Rajasa yang Menko Perekonomian SBY atau praktis semua koalisinya adalah eks SBY minus PKB.

7. Salah strategi. Prabowo dan tim salah mengidentifikasi ‘lawan imajiner’-nya. Ia kampanye sebelum Pilpres sebagai antitesa SBY tetapi sekarang bergeser jadi antitesa Jokowi-JK.

Jakarta, 21 Juni 2014

(Catatan dari saya: analisa diatas masuk ke messege privat saya, terlepas setuju atau tidak setuju, tanpa yang memberikan judgement apapun atas tulisan ini, saya share untuk memperkaya sudut pandang. Selamat menikmati)

Iklan

2 thoughts on “Estimasi Intelijen tentang Prabowo: Duryodono Pejah

  1. Saya punya analisis berbeda. Ibarat balap mobil Jokowi terus memimpin di etape2 awal. Hal itu ditunjukkan oleh tingkat elektabilitas yg tinggi berdasarkan hasil survey. Tapi semua kehebatan Jokowi sudah habis dijual ke publik, nyaris tidak ada lg point yg bisa diexplore. Popularitas dan elektabilitas Jokowi mengalami proses anti klimaks dan disalip Prabowo di etape terakhir, pemenangnya bukan yg paling moncer di garis start tapi siapa yg paling cepat sampai ke finis

  2. mesinnya prabowo emang isinya orang-orang pragmatis yang oportunis! coba lihat saja PKS, setelah bergabung di prabowo, kelihatan kalo maksa banget buat mencitrakan koalisi prabowo isinya orang-orang suci. lumpur, haji, sapi disitu semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s