Pernyataa Visi memang tidak selalu sama dengan catatan Jejak Rekam


Mengapa Anies Baswedan memilih Jokowi-JK
Mengapa Mahfud MD memilih PS-HR

Silahkan simak dan silahkan dimaknai dengan positif dan komentarilah dengan sudut pandang yang mencerahkan atau minimal jangan mencela calon yang tidak kita sukai…


VERSI LENGKAPNYA: http://www.youtube.com/watch?v=pl3hJ7JH6NM

Pertanyaan nuraniku yang mengusikku:

1. Bagaimana membangun ekonomi kerakyatan, sementara 5 tahun terakhir Menko Perekonomian Hatta Rajasa jauh dari konsep ekonomi kerakyatan. Ekonominya pro kapitalis global: barang impor bebas masuk tanpa hambatan, hutang luar negeri bertambah, sembako yang menjadi kebutuhan hidup dasar rakyat selalu naik, infrastruktur yang mangkrak sehingga biaya distribusi dari China ke kota-2 di Indonesia malah lebih murah dari pada biaya distribusi antar kota di Indonesia, jadilah import barang China lebih murah dari produk lokal.

Terus orang yang sama jadi wapres, piye caranya dia mewujudkan janjinya membangun ekonomi nasionalis?

2. Bagaimana mau bangun industri pertanian yang berdaulat dan nasib petani dan nelayan yang sejahtera, lha wong Partai Sejahtera yang mendukungnya kan selama 2 periode ini mengausai Departemen Pertanian. Lah nasib petani apa industri pertanian kita lebih baik dibawah mereka? Malah harga daging membawa ketua Partainya mendekam belasan tahun di penjara. Nah pimpinan Partai ini jika berkuasa kembali, bagaimana cara dia membangun industri pertanian yang berdaulat? 2 Periode dia pegang pertanian toh bisa kita lihat hasilnya 🙂

3. Bagaimana mau membangun suasana beragama yang baik, benar dan bermoral jika menteri Agamanya adalah tersangka KPK dan ketua Partai. Nah, partai ini saat berkuasa kembali memimpin kementrian agama, bagaimana dia mau membuat kementrian ini bisa lebih baik sesuai dengan janji-janjinya?

4. Begitu sering juga kampanye menyerang pribadi Jokowi dengan tuduhan pencitraan yang diumbar secara keji. Tetapi siapakah sesungguhnya yang melakukan pencitraan dan apa makna sejati dari pencitraan itu?

Dialog Youtube di menit 6.20 ini amat menarik untuk memahami jawaban atas kedua tanya tersebut: http://www.youtube.com/watch?v=5zMiRaAJ1l8

Ahmad Yani (Tim Pembela Prahara): “Jangan memilih pemimpin yang penuh pencitraan (seperti Jokowi, red)!”

Adrian Napitupulu (Tim Pembela Jokowi-Jk): “Lho orang ketemu rakyat kok dibilang pencitraan. Pencitraan itu naik kuda. Ketemu rakyat naik helikopter (seperti Prabowo, red). Lho klo dia (Jokowi, red) pakai sepatu apa adanya, pakai kemeja apa adanya (seperti rakyat kebanyakan, red), itu artinya (si Jokowi, red) melakukan keberpihakan (pada rakyat kecil, red)”

Sudah seharusnya berhenti kampanye menyerang pribadi lawanya apalagi jika serangan tersebut justru berbalik mempermalukan diri sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s