Kuliah di Jerman: Bahasa Inggris atau B. Jerman?


Banyak pertanyaan pada saya tentang bahasa apa yang dipakai saat kuliah di Jerman? Saya akan jawab secara detail bahkan amat detail sehingga semoga bermanfaat buat anda:

PERTAMA, di Eropa ini anda standard kompetensi berbahasa yang terdiri dari level A1, A2, B1, B2, C1 dan C2.
Urutannya begini:
A1: Beginner
A2: Elementary
B1: Intermediate
B2: Upper Intermediate
C1: Advanced
C2: Proficiency

Jadi, level tertinggi adalah C2! Standard ini berlaku untuk semua bahasa di Eropa termasuk B. Jerman. Untuk bisa nyaman kuliah dengan bahasa pengantar B. Jerman maka anda minimal lulus level C1 B. Jerman.

Berdasarkan pengalaman saya, jika anda belajar B. Jerman (saya pikir bahas asing lainnya juga sama) tingkat kesulitan dan usaha yang harus anda berikan saat belajar bahasa itu berbeda pada setiap levelnya. Menurut saya seperti ini katagorinya (tentu saja ini hanya pengalaman saya pribadi yang mungkin saja orang lain melihatnya berbeda dengan saya):

Katagori 1: Level A1, A2 sampai dengan B1 –> butuh waktu kira-kira 6-9 bulan kursus
Katagori 2: Level B2 sampai C1 –> butuh waktu kira-kira 6-9 bulan kursus termasuk berlatih sendiri
Katagori 3: Level C2 –> butuh waktu kira-kira 6-9 bulan kursus termasuk berlatih sendiri

Tentu saja dalam banyak kasus, begitu banyak orang butuh jauh lebih lama dari rentang kebutuhan waktu yang saya tulis diatas. Rentang waktu yang saya tulis diatas bisa anda capai jika anda benar-benar amat bersungguh-sungguh fokus memperlajari B. Jerman.

Bagi saya, pengorbanan usaha yang saya berikan pada katagori 1 yang terdiri TIGA (A1, A2 dan B1) level itu sama beratnya dengan katagori 2 yang DUA level (B2 dan C1) serta sama beratnya dengan katagori 3 yang cuma SATU level (C2)! Jadi semakin tinggi jenjang yang ingin anda capai semakin sulit kemajuan setiap langkah yang bisa anda raih. Tolong pahami ini baik-baik bahwa belajar bahasa asing itu jangan jadikan beban tapi jadikan itu nafas hidup anda sehingga anda menikmati betul setiap saat peningkatan kemampuan Bahasa anda.

KEDUA, ini berlaku umum menurut pengalaman saya. Belajar bahasa asing itu tahap awal atau dasar atau Beginner sampai dengan Elementary belajarlah di Indonesia. Jangan langsung belajar di negara tempat Native Language itu berada. Contoh jika anda tidak mengerti sama sekali B. Jerman maka sebaiknya jangan belajar B. Jerman tingkat Beginner sampai dengan Elementary di negara Jerman secara langsung. Anda akan mengalami kesulitan untuk memahaminya. Ada 2 kendala yang akan anda hadapi:

(1) Belajar B. Jerman dengan bahasa pengantar pengajarannya B. Inggris, atau malah Belajar B. Jerman dengan bahasa pengantar pengajarannya dalam B. Jerman, itu jauh lebih sulit dari pada belajar B. Jerman dengan menggunakan bahasa ibu (dalam hal ini B. Indonesia) sebagai bahasa pengantar. Pada tahap awal amat penting belajar B. Jerman melalui pengantar bahasa Ibu dikarenakan untuk meletakkan logika dasar berbahasa akan lebih mudah ditransfer pengertiannya dalam bahasa ibu. Jadi, untuk level Beginner sampai dengan Elementary belajar lah B. Jerman dengan Bahasa pengantar B. Indonesia.

(2) Belajar B. Jerman untuk tingkat pemula/dasar (sekali lagi untuk tingkat pemula dan dasar) yang diajar oleh guru orang Indonesia akan jauh lebih mudah anda pahami dari pada yang mengajar langsung guru orang Jerman asli. Dikarenakan guru bahasa orang Indonesia sangat memahami B. Indonesia sebagai bahasa Ibu anda serta dia mengerti B. Jerman. Nah, pemahaman ini akan membuat guru orang Indonesia lebih mudah memberikan pengertian yang pas sesuai dengan cara anda berpikir dalam memahami logika berbahasa. Jika yang ngajar guru B. Jerman di negara Jerman maka dia tidak mengerti B. Indonesia. Jadilah, cara mengajarnya tidak akurat, karena cara berpikir yang berbeda membuat sulit bagi anda memahami apa yang dia ajar.

KETIGA, jika anda ambil Program Bachelor alias anda lulus SMU ingin kuliah di Jerman maka bahasa yang digunakan B. Jerman dalam perkuliahan.

Yang perlu anda pahami B. Jerman itu adalah salah satu bahasa tersulit di dunia. B. Inggris itu jauh lebih mudah dibandingkan B. Jerman jika dari aspek rumitnya tata bahasa. Sekali lagi berdasarkan pengalaman saya pribadi, B. Inggris itu secara gramatik jauh lebih mudah dari pada B. Jerman. Ditambah lagi kosakata B. Jerman itu tidak mudah anda pahami, selain penulisannya sulit, juga B. Jerman amat kaya dengan kosakata. Anda butuh waktu cukup lama untuk menguasai B. Jerman.

Oleh karena itu, jika anda ingin kuliah di Jerman selulus SMU maka dari awal sejak kelas 1 SMU atau paling tidak sejak kelas 2 SMU mulailah ambil kursus B. Jerman disela-sela sepulang sekolah. Usahakan saat lulus SMU anda sudah mencapai tahapan lulus sertifikasi level B2 B. Jerman. Jika anda mencapai level ini maka akan memudahkan anda untuk cepat menyesuaikan diri saat di Jerman!

Para lulusan SMU tidak bisa kuliah di Universitas atau FH secara langsung. Mereka harus lulus Studienkolleg (Studkol) dahulu. Adalah penting untuk anda pahami bahwa bahasa kunci sukses penting untuk studi di universitas kelak. Jadi, usahakan saat lulus Studkol anda juga sudah bisa lulus minimal level C1 dan akan amat lebih baik level C2! Ini kunci benar-benar kunci penting kesuksesan anda kuliah kelak.

KEEMPAT, jika anda ambil Master setelah anda lulus S1 di Indonesia, anda bisa pilih apakah anda ambil Program B. Jerman atau B. Inggris. Pilihan itu amat tergantung apa yang paling mudah bisa anda raih. Tapi saya kasih arahan berdasarkan pengalaman saya:

Opsi 1: Anda punya Dasar B. Jerman tapi TOEFL anda rendah
Jika sebelumnya anda sudah punya dasar B. Jerman di Indonesia sampai level sertifikasi B1 misalkan maka saran saya perdalam sampai lulus sertifikasi B2! Lalu dengan modal sertifikasi B2 anda bisa melamar ke Universitas untuk melanjutkan kursus B. Jerman sampai lulus sertifikasi C1. Dengan lulusan C1 maka ini modal yang cukup untuk memulai kuliah level Master anda dalam B. Jerman.

Opsi 2: Anda punya Dasar B. Jerman dan TOEFL anda mencapai 550
(1) Bilingual: Opsi terbaiknya adalah ambil Program Bilingual yaitu tahun pertama pakai B. Inggris dan tahun kedua pakai B. Jerman. Ini akan membuat kedua Bahasa anda akan meningkat.
(2) B. Inggris: Anda tentu saja bisa memilih program 100% Bahasa Inggris sehingga anda tidak dibebani harus belajar B. Jerman lagi. Pilihan ini juga tidak masalah meskipun ini bukan pilihan yang baik karena jika anda ingin berkarir di Jerman maka anda nyaris mutlak dituntut bisa B. Jerman.
(3) B. Jerman: ini juga opsi yang bagus. Kelemahannya, anda perlu meningkatkan B. Jerman anda sampai level C1 sebelum anda memulai kuliah.

Opsi 3: Anda tidak punya kemampuan B. Jerman sementara TOEFL anda mencapai 550
Ambil Program B. Inggris. Lupakan dulu B. Jerman dalam prioritas anda. Itu bahasa terlalu sulit untuk anda pelajari. Akan lebih baik fokuskan saja pada peningkatan TOEFL anda sampai minimal 570. Jika anda masih tetap punya kapasitas juga dan masih punya semangat belajar B. Jerman maka silahkan belajar B. Jerman semampunya. Akan lebih baik jika mencapai level B1.

Opsi 4: Anda tidak punya kemampuan B. Jerman dan TOEFL anda dibawah 550
Saya berdoa semoga Allah SWT membantu anda mewujudkan cita-cita anda sekolah di Jerman  Itu perjuangan yang amat berat. Tapi jika anda tetap punya tekad juga ingin sekolah di Jerman maka segara putuskan ingin ambil perkuliahan Master dalam B. Inggris atau B. Jerman? Jika ambil B. Inggris maka kejar TOEFL minimal 550, jika B. Jerman maka kejar level sampai dengan B2 lalu daftar ke Universitas untuk selanjutnya di Universitas tingkatkan lagi kemampuan B. Jerman anda sampai level C1. Baru kemudian bisa kuliah memulai kuliah Program Master anda.

KELIMA, jika anda S1 dan S2 bukan lulusan Jerman dan ingin kuliah S3 di Jerman maka ambillah Program B. Inggris. Hampir semua mahasiswa asing ambil S3 dalam B. Inggris. Jadi per dalam kemampuan B. Inggris anda. Akan lebih baik TOEFL anda sampai mencapai level 600 atau minimal 570. Itu prioritas utama yang harus anda kejar. Lupakan sementara belajar B. Jerman sebagai prioritas anda, kecuali jika TOEFL anda sudah amat tinggi. Anda sudah pada level Proficiency atau amat minimal advanced dalam berbahasa Inggris maka tidak ada salahnya anda belajar B. Jerman, dan akan lebih baik bisa sampai level B1.

KEENAM, adakah keuntungannya jika anda bisa B. Jerman sehingga anda perlu belajar B. Jerman?
Jawabnya: Ada! bahkan amat besar sekali keuntungan bisa B. Jerman dari pada pengorbanan anda belajar B. Jerman. Keuntungan yang bisa anda raih jika anda bisa B. Jerman saat studi di Jerman sebagai berikut:

(1) Filosofis sistem pendidikan Jerman itu linkage industry atau dengan metode link and match! Artinya, selain belajar di Kampus, anda itu sebaiknya juga praktikum dan kerja praktek di perusahaan. Masalahnya, jika anda tidak bisa B. Jerman maka jarang perusahaan yang mau menerima anda untuk praktikum. Jadilah, paling praktikum anda tidak di perusahaan tapi cuma di laboratorium kampus. Padahal jika anda praktikum di perusahaan selain anda dapat gaji mungkin antara 400 Euro sampai dengan 1.000 Euro, meskipun ada juga yang tidak dibayar, tetapi anda pasti dapat pengalaman kerja riil. Pengalaman ini amat sangat berguna untuk bisa kerja di perusahaan Jerman saat anda lulus kelak!

(2) Jika bisa B. Jerman anda mudah mencari kerja part-time saat liburan summer atau minimal kerja mini job di Jerman. Ini akan menambah uang saku anda serta malah membuat anda berkesempatan mempraktekan B. Jerman anda.

(3) Jika B. Jerman anda level advanced maka anda bisa membaca literatur-literatur penulis Jerman yang membuat horizon anda amat luas. Jerman itu kaya dengan ilmu dan pemikir-2 hebat. Kemampuan B. Jerman anda membuat anda seperti punya kunci untuk mendalami cari orang Jerman berpikir.

(4) Kemampuan B. Jerman anda juga akan memudahkan anda sehari-hari hidup di Jerman. Meskipun harus anda pahami bahwa dengan B. Inggris saja, anda pun sudah cukup nyaman hidup di Jerman

(5) Ini yang TERPENTING: jika anda ingin berkarir di perusahaan Jerman maka kemampuan B. Jerman di level advanced nyaris sebuah kemutlakkan. Perusahaan Jerman umumnya lebih suka menerima orang yang bisa B. Jerman. Tentu saja tetap ada kesempatan buat anda kerja di Jerman meskipun anda tidak bisa B. Jerman. Hanya pada umumnya perusahaan Jerman amat suka karyawannya bisa B. Jerman kecuali untuk posisi-posisi yang langka atau yang memang itu adalah posisi mengharuskan berkomunikasi bahasa Inggris.

KETUJUH, konon khabarnya saya pernah baca belajar bahasa asing itu seperti anda berlatih fitnes dan oleh raga buat otak anda. Jika anda fitnes dan olah raga maka otot anda akan bugar, sehat dan sexy. Begitu juga dengan belajar bahasa asing, konon katanya membuat otak ada menjadi cemerlang, kaya dengan pilihan imajinasi kosa kata dan tentu juga sexy. Iya anda akan terlihat sexy jika anda menguasai banyak bahasa. Jadi, jangan pernah ragu untuk belajar B. Jerman jika anda ingin studi di Jerman dan punya kesempatan belajar B. Jerman.

Akhir kata semoga anda punya pemahaman menyeluruh tentang pilihan B. Jerman atau B. Inggris kah jika anda ingin studi di Jerman. Doa saya buat kesuksesan anda semua…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe,

Ferizal Ramli

HAW Hamburg Berliner Tor 5 Keterangan Gambar: HAW Hamburg – Hamburg University of Applied Science

Iklan

11 thoughts on “Kuliah di Jerman: Bahasa Inggris atau B. Jerman?

  1. mas, terima kasih artikelnya sangat membantu saya untuk semakin yakin agar memilih jerman sebagai tujuan belajar berikutnya.

    Saya sendiri mungkin termasuk ke dalam opsi 4, yg memang kedua bahasa td masih minus sekali. Tp sy bertekad untuk mengejar bahasa jerman dari level paling dasar, krn punya impian utk bisa tetap survive di Jerman, bahkan hingga tinggal menetap dan bekerja penuh waktu di Jerman,,apa saya masih punya peluang yg cukup besar mas, mengingat sy sdh masuk ke smt 7…..

    Sy sendiri adalah salah satu mahasiswa jurusan sejarah di salah satu ptn di Depok, dan berminat utk melanjutkan master di Jerman dgn bidang yg sama. Kira-kira mas ada referensi kampus yg sesuai dgn saya? Meskipun berdasarkan pencarian sy sdh menemukan satu kampus, di freie universitat berlin, yg menurut web jurusan sejarahnya salah satu yg terbaik di jerman dan dunia., menurut mas bagaimana?

    berikutnya sy ingin bertanya mas, kebetulan sy sdh byk membaca referensi. Memangnya utk mengambil master disana hrs ada pengalaman minimal kerja 2 tahun? benar atau tidak?
    terima kasih banyak ya mas..

    XXXXXXXX

    Pengalaman kerja tidak mutlak, hanya jika punya pengalaman 2 tahun maka itu amat bagus terutama untuk jurusan-jurusan yang terkait dengan industri seperti ekonomi, teknik atau IT.

    Semoga sukses dan salam hangat

    Ferizal

  2. Sebelumnya terima kasih atas artikelnya.
    Saya sudah banyak artikel2 tengang kuliah di german. Sesuai yang saya baca sebelum kita keterima di univ jerman kita harus lulus ujian minimal b1. Dan yang saya kurang mengertinya apakah kita enggak membutuhkan sertifikat test bahasa german lagi, untuk di terima di universitas dengan kelas bilingual itu ? Kalau tidak. Tolong beri tahu saya nama universitas2nya. Soalnya saya gak nemu2.
    Terima kasih
    Cus

    XXXXXXX

    1. Untuk Program Master banyak sekali yang pakai B. Inggris. Silahkan search di http://www.hochschulkompass.de
    2. B1 itu bukan persyaratan kuliah dalam B. Inggris itu cuma agar anda bisa berkomunikasi sehari2 di Jerman.

    Salam

    Ferizal Ramli

  3. Mas Ferizal, anak sy rencana kuliah di jerman intake saat winter awal 2017. Sejak kelas 2 SMU sdh mulai belajar bhs jerman, sekarang memasuki level B1. Jk Agustus 2016 berangkat, lalu sambil menunggu intake winter melanjutkan kursus bhs jerman di sana, bagaimana menurut anda? Bakal efektif kah?

    XXXXXXX

    Iya itu bisa efektif. Usahakan dari Indonesianya lebih tinggi dari B1 bisa sampai B2 semakin bagus. Hanya usahakan lebih dari B1 di Indonesianya. B1 memang cukup tapi amat sangat minimalis.
    Tapi rencana anda sudah cukup “on the track” meskipun tetap saja tantangan anak anda bener2 amat berat.

    Semoga Sukses selalu buat masa depan anak anda.

    Salam Hangat

    Ferizal

  4. Terimakasih mas ferizal, artikelnya banyak memberi pencerahan dan rencana kedepan saya untuk mengambil master di jerman.

    Saya ingin bertanya mengenai level kursus, jika saya mengambil kursus hingga C1 di Indonesia, untuk mendaftar di univ yang saya ingin tuju, menurut mas ferizal apakah bisa ya mas dibuat untuk mendaftar di univ? sehingga tidak perlu lagi untuk mengikuti kursus di univ nanti

    Terimakasih banyak mas

    XXXXXXX

    1. Semakin tinggi level sertifikat anda semakin baik. Hanya saya membayangkan terlalu sulit di Indonesia bisa sampai level C1 meskipun bisa. Normalnya di Indonesia sampai B2 atau minimal sekali B1. Hanya jika anda memang sampai C1 itu bagus.

    2. Level C1 itu adalah standard untuk ambil kuliah di Uni Program B. Jerman. Jadi, yang pasti bisa untuk daftar uni.

    Salam Hangat dan semoga sukses.

    FR

  5. Ping-balik: Belajar B. Arab dengan Metoda! | Ferizal Ramli's Blog

  6. Terimaksih kk ferizal …
    kk sya ingin bertanya apakah dijerman wajib untuk menggunkan B.Jerman??

    XXX

    Hallo Johanna,

    Jika anda ambil S1 iya wajib. Jika anda ambil S2 anda tidak wajib pakai B. Jerman bisa pilih B. Inggris 🙂
    Sukses selalu buatmu

    Salam

  7. rencana saya mau ambil s2 di jerman, tapi saya mau kursus bahasa jerman dulu sambil cari universitas yg cocok, background saya telekomunikasi,kalo gak salah nama visa nya visa Studiumsvorbereitung atau das Sprachkursvisum
    saya mau tanya
    1. visa tersebut termasuk visa schengen?
    2. di kedutaan jerman saya apply visa kursus bahasa ya, kira2 persyaratannya apa saja?
    berapa lama proses pembuatanya saya rencana berangkat juli
    3.saya dengar visa Studiumsvorbereitung hanya berlaku maksimal 2 tahun, jadi kalau dalam 2 tahun saya gak dapet sekolah saya dipulangkan ke indonesia
    4.saya dengar visa kursus bahasa awal nya 3 bulan dan dapat diperpanjang di jerman sampai 2 tahun apakah seperti itu
    5. cara perpanjang visa kursus bahasa di jerman bagaimana dan syarat2 nya apa saja?

    XXXX

    Hallo Aryo,

    1. Iya Visa Schengen
    2. Surat tanda terima Kursus di Jerman dari institusi kursus yang kredibel seperti contoh Goethe Institut atau Institusi yang bener-2 kredibel. Anda harus tanya betul ke lembaga kursus tsb apakah bisa sponsorin Visa.
    3. Iya anda pulang.
    4. Yang saya dengar seperti itu.
    5. Setelah 3 bulan pertama biasanya cuma tunjukkan surat tanda anda masih kursus. tapi jika setelah 1 tahun anda harus tunjukkan kembali anda punya uang untuk biaya hidup di Jerman yang besarnya bisa seperti saat anda ngurus visa di Indonesia. Hanya, ini tergantung petugas Vísa-nya. Yang saya katakan ini cuma secara umum tapi masing2 petugas mintanya bisa beda.

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s