Sekolah Berfasilitas Bagus beda Indonesia dan Jerman!


(Saya menulis tulisan ini karena baru saja menyimak berbagai sekolah SD elit Internasional di Indonesia)

Di Jakarta atau banyak kota besar terdapat banyak sekolah dengan fasilitas amat bagus seperti sekolah-sekolah berlabel Internasional, sekolah Al Azhar, dan sekolah-sekolah bagus negeri lainnya yang masuk sekolah negeri unggulan yang punya fasilitas sempurna.

Pertanyaannya siapa yang berhak menikmati fasilitas bagus di sekolah bagus di Indonesia?
Jawabnya saya yakin hanya anak orang kaya atau minimal anak orang dari kalangan memengah ke atas yang bisa menikmatinya. Mereka-mereka lah yang punya uang yang bisa sekolahkan anaknya ke sekolah yang punya fasilitas bagus. Akibatnya, mereka pulalah yang akhirnya masuk ke Universitas elit di Indonesia. Anak orang miskin akan sulit masuk sekolah bagus dan sulit tembus Univ elit. Jadilah masa depan mereka akan tetap miskin selamanya.

Sistem sekolah kita telah membuat orang yang terlahir dari keluarga miskin akan menjadi anak miskin seumur hidupnya berserta tujuh turunannya. Jadi inilah sejatinya kemiskinan struktural yang dibuat oleh sistem pendidikan kita. Kemiskinan yang merupakan kutukan karena bagusnya fasilitas pendidikan di sekolah justru malah diperuntukkan pada orang kaya dan berada.

Ijinkan saya bercerita sedikit tentang sebuah sekolah dasar dan menengah di tepat jantung kota Harburg (selevel Kotamadya) bagian dari negara kota Hamburg. Nama sekolah itu adalah Maretstraße-Schule
(lihat link gambarnya: http://www.abus.com/var/ezflow_site/storage/images/media/images/schule_maretstrasse/344127-1-ger-DE/schule_maretstrasse_slide.jpg).

Ini beberapa contoh kecil yang menarik untuk tahu dalamnya:
1. Bangunan dari Gedung Sekolah Maretstraße itu tidak kalah bagusnya dengan Gedung MM UGM yang begitu mewah menonjol di lingkungan Kampus UGM.

2. Mereka punya berbagai Program pengembangan anak yang benar-benar disubsidi oleh Pemerintah Hamburg dengan nama “Feuer Vogel” atau “Burung Api” yang prinsipnya akan mencerdesakan anak didiknya menjadi tangguh bahkan tidak cuma anak didik, para orang Ibu dari murid yang imigran dikursuskan B. Jerman secara gratis. Jadi, tidak cuma anaknya yang dididik, Ibunya pun didik oleh sekolah 🙂

Kursus musik di sekolah ini gratis dimana klo mau ambil kursus gitar misalkan, tersedia gitar yang banyak berlebihan dan dipinjamin boleh bawa pulang selama sang murid ambil kursus gitar. Begitu juga dengan kursus-2 musik lainnya.

3. Murid di kelasnya cuma 15 orang dan per kelas diajar oleh 2 guru yang siap selalu membantu murid-muridnya. Bayangkan murid cuma 15 orang dibimbing 2 guru 🙂

4. Muridnya sekolah sampai sore dan itu gratis kecuali cuma bayar uang makan siang yang amat murah sekali cuma 1 Euro per hari dengan porsi enak dan boleh nambah bagi anak kita (untuk cacatan jika anda makan Kebab Turki paling tidak anda harus rogoh kocek 3,5 Euro). Itu pun kalau dari keluarga tidak mampu digratiskan untuk bayar uang makan siang.

Ini sebuah fasilitas yang luar biasa yang hanya bisa diimbangi oleh sekolah amat mahal di Indonesia dan pasti dari keluarga kaya Indonesia yang bisa sekolahkan anaknya di sekolah yang fasilitasnya begitu bagus.

Tapi kelebihan Sekolah Maretstrße belum seberapa!

Yang paling ISTIMEWA adalah seluruh fasilitas tersebut diberikan pada orang MISKIN! Dikarenakan letak sekolah tersebut di tempat “kumuh” untuk ukuran kota Hamburg, maka murid-murid yang masuk sekolah tersebut adalah murid-murid dari keluarga miskin dan terbelakang menurut versi pemerintah kota Hamburg.

Pemerintah Hamburg langsung waspada! Jika fasilitas sekolahnya cuma standard sama dengan sekolah negeri lainnya maka murid di sekolah Maretstraße akan tertinggal kualitasnya dibandingkan sekolah lainnya. Jadilah oleh Pemerintah Hamburg, itu sekolah difasilitasi dengan berbagai Program agar sang murid dari keluarga terbelakang ini bisa mendapatkan kesempatan sama dengan murid lainnya.

Pemerintah Hamburg juga waspada bahwa kesuksesan murid itu amat ditentukan oleh orang tuannya terutama Ibunya. Oleh karena itu pun, Ibu dari orang tua murid difasilitasi dengan berbagai macam pendidikan dan program pengembangan diri agar si Ibu dari kalangan bawah ini juga terangkat kapasitas intelektualnya.

Aku pikir seperti itulah sistem pendidikan yang benar. Fasilitas yang bagus dan berlebihan itu seharusnya justru diberikan atau minimal dikasih akses buat masyarakat miskin untuk menikmatinya sehingga dia bisa maju dalam belajar. Bukan malah masyarakat miskin dilarang mendapatakan fasilitas sekolah yang bagus, dan justru si kaya yang menikmatinya. Kalau fasilitas bagus pendidikan hanya bisa dinikmati oleh orang kaya dan orang miskin tidak berhak menikmatinya maka ini lah yang namanya Kutukan Kemiskinan Turunan dari Sistem Pendidikan kita!

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s