Sharing Cerita tentang Berbagi pengalaman setelah Studi di Jerman


Kuucapkan Selamat Berjuang buat Adik Kandung atas Amanah yang Kamu Emban sebagai Pembantu Rektor II di Perguruan Tinggi Perminyakan di Balikpapan

Ini untuk kedua kalinya kamu dipercaya mengemban amanat Pimpinan setelah sebelumnya menjadi Pembantu Rektor III.

Kuingat saat itu pertengahan tahun 2008, sesaat setelah kamu menyelesaikan Master of Business Administration in International Business dari Hochschule Bremen Jerman dan Master of Arts in Global Marketing dari Universidad de Valencia Spanyol, kamu pun bergabung di Atlantic Kempinski Hotel Hamburg. Hanya, seperti biasa kamu selalu memutuskan langkah-langkah yang amat membuatku, meskipun aku kakak kandungmu, tetap saja takjub.

Kuingat kata-katamu:
“Uda, 10 tahun sudah hidupku kuhabiskan di luar negeri. Semua belahan benua pernah aku tinggali dari Ujung Benua Amerika sampai Benua Hitam Afrika pun, sudah pernah aku bermukim disana”.

“Uda, memang begitu berat rasanya harus tinggalkan negeri Jerman yang indah ini serta pekerjaanku di Hotel terbaik di kota Hamburg ini. Bagiku, Jerman adalah negara yang paling sejahtera dari banyak negara yang pernah aku tinggali. Hamburg adalah salah satu kota terindah dan ternyaman dari berpuluhan kota dunia yang pernah aku tinggali”.

“Tinggal di Jerman adalah sebuah impian Uda. Tapi Yaya (begitu adikku kalau memanggil namanya sendiri kalau bicara denganku) memutuskan untuk tidak lanjutkan “mimpi” ini. Yaya ingin balik ke Indonesia. Memulai hidup baru dari bawah dengan berbagai kesahajaan dan tantangannya yang tidak kalah kerasnya dari pada pertarungan global brutal dan frontal di Eropa”.

“Hanya, di Indonesia itu sesungguhnya surga dakwah yang menyenangkan untuk mengisi hari-hari kita sampai umur kita berakhir. Di Jerman jika kita berkarya akan dihargai sebagai prestasi kerja belaka. Di Indonesia jika kita berkarya dengan tulus maka akan dinilai sebagai sebuah dedikasi ibadah karena itu bisa memberi manfaat pada banyak orang”.

“Uda, Yaya pulang ke Indonesia uda. Uda tetap di Jerman dulu dan pelajari sebanyak mungkin yang uda bisa raih. Setelah itu pulang Uda. Yaya, Mama dan Adik-adik pasti akan senang menyambut kepulangan uda jika saatnya uda harus pulang. Jerman yang indah ini bukan milik hati kita. Cepat atau lambat Uda harus pulang yah…”

Begitulah kira-kira ucapan dari adik kandungku yang cantik, tinggi besar ini dan selalu kukuh dengan keyakinannya.

Ah, aku masih ingat saat-saat kita bersama di Jerman meskipun penuh dengan “pertarungan visi, gagasan, ide, strategi dan prinsip” ternyata itu sesungguhnya sebuah dialektika intimasi yang amat indah.

Selamat bertugas adikku. Kita pasti sama-sama ingat bahwa berkarya di Indonesia itu sesungguhnya adalah dakwah dan ibadah!

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s