Kenapa saya pilih PDIP?


Anies-Baswedan-Jokowi-Bima-Arya-di-Paramadina

Sahabat saya bicara pada saya seperti ini:

“Fer, yang kutahu kamu besar dari keluarga Islam Minang yang kuat, dengan tradisi politik Masyumi bahkan dalam keadaan status ayahmu PNS Pertamina di masa rejim ORBA, keluarga besarmu dan kamu pun tetap coblos Partai Kabah sebagai bentuk konsistenmu memilih Partai Islam. Di saat ditekan ORBA pun tetap Partai Islam. Lha kenapa sekarang malah pindah Partai Nasionalis?”

Jawabku:
1. Aku ingin Indonesia lebih baik. Aku pilih Jokowi, meskipun dia punya banyak kekurangan tapi saat ini dia yang terbaik dicalonkan dari calon yang ada dibandingkan Ical, Prabowo dan Wiranto.

Sesungguhnya Pilihan yang terbaik menurutku adalah Anies Baswedan. Sayang belum ada Partai yang memajukannya sementara untuk maju jadi Presiden harus diajukan Partai.

2. Aku pilih PDIP karena aku ingin PDIP bisa menang besar dalam pileg sehingga bisa mulus ajukan Jokowi serta bisa bangun pemerintahan yang kuat yang tidak terlalu banyak berkompromi dengan politisi Senayan.

Jika saja PD (Partai Demokrat) hari ini ajukan Anies Baswedan sebagai calon Presidennya maka aku pilih Partai Demokrat!

3. Dua alasan diatas adalah alasan dasar kenapa aku pilih PDIP atau malah mungkin PD jika dia mengajukan Anies Baswedan yang nota bene kedua Partai itu adalah Partai Nasionalis.

Tapi aku punya alasan tambahan kenapa pilih Partai Nasionalis saat ini, bukan Partai Islam paling tidak pada hari ini entah 5 tahun lagi, yaitu jika Partai Nasionalis itu kalau salah atau korup maka aku dan masyarakat Indonesia mudah mengkritisinya.

Jika Partai Islam yang salah, bahkan sudah jelas-jelas ketangkap tangan korupsi oleh KPK, saat aku mengkritisinya maka aku akan dijejali Ayat-Ayat Suci Al Quran yang mereka kutip seenaknya untuk membela pimpinan Partai Islam yang korup, mereka juga nuduh aku (dan masyarakat lain) yang mengkritisi perilaku korup Presiden Partainya sebagai si penyebar Ghibah bahkan tuduhan sebagai tukang fitnah lengkap dengan kutipan Ayat Quran seenaknya yang mencela aku. Begitu mudah obral Ayat-2 Suci untuk membela pimpinannya yang jelas2 tertangkap tangan korup.

Pola perilaku “primitif berpolitik” dalam obral kutip Ayat Suci semaunya untuk kepentingan membela pimpinannya yang korup ini, membuatku sadar bahwa saat ini Partai Islam terlalu sulit untuk diajak membangun pemerintahan yang akuntabilitas.

Dengan Partai Nasionalis jika mereka lalai tinggal kita kritisi dan pressure secara bersama, jika korup tinggal kita bongkar kasusnya. Kita tidak akan dapat tuduhan konspirasi Yahudi, penyebar Ghibah dan Tukang fitnah, yang mirip jaman Rejim Orba klo kita kritisi lalu dapat tuduhan simpatisan PKI/Komunis. Dengan Partai Nasionalis jika mereka salah maka rakyat bebas mengkritisinya sehingga akan semakin terbangun tradisi pemerintah yang akuntabilitas.


Ini adalah alasanku pribadi yang setiap orang bisa berbeda tapi paling tidak aku punya alasan dan pertimbangan matang saat memilih…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe di hari Pemilu di KJRI Hamburg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s