Jawaban terbuka atas salah satu surat orang tua yang putra/i-nya selepas SMU studi S1 di JERMAN


Pengantar:
Dikarena banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya ke Jerman menghubungi saya untuk minta tolong agar membantu anaknya yang lulus SMU dan ingin sekolah S1 di Jerman, maka saya publikasikan salah saya satu jawaban email saya untuk bisa dibaca lagi oleh para orang tua yang ingin sekolahkan anaknya di Jerman (khususnya selepas SMU untuk ambil S1, BUKAN yang lulus sarjana ambil pasca sarjana).

Ini isi surat saya:

Yth Bapak/Ibu Orang Tua yang Putra/i anda selepas SMU studi ke Jerman,

Pertama-tama saya doakan semoga putra/i anda sukses menempuh studi S1 di Jerman dan kelak mendapatkan ilmu yang berguna buat masa depannya.

Bagi saya pribadi, bantu membantu sesama saudara jika saya mampu pasti saya lakukan. Hanya saya tidak berani menjanjikan apapun bahwa saya pasti bisa membantu, dikarenakan saya punya keterbatasan dan punya prioritas juga.

Setahu saya jika di Jerman, jika menyangkut kesulitan karena sakit atau ada yang melakukan kejahatan, itu TIDAK akan terjadi. Disini asuransi baik sekali, kejahatan relatif nyaris tidak ada.

Kesulitan yang nanti akan dialami adalah persoalan non teknis: CULTURE SHOCK! Klo ini nyaris menimpa semua mahasiswa remaja yang ke Eropa. Sayangnya Kalau ini saya TIDAK bisa bantu. Terlalu menguras energi untuk membimbing ini. Dikarenakan saya tahu ini amat rumit persoalannya. Pada saya pribadi, dari awal saya dengan istri saya sudah setuju bahwa kami tidak akan sekolahkan anak kami ke Jerman sendirian ambil kuliah S1 karena takut culture shock, meskipun anak kami lahir dan sekolah di Jerman saat ini.

Jadi, posisinya sudah jelas. Jika Bapak/Ibu khawatir anak bapak/Ibu sakit, atau dijahatin orang maka di Jerman ini semua aman. Tinggal daftar asuransi kesehatan, daftar di Rathaus (kantor Kecamatan atau kelurahan), maka semua aman. Untuk imigrasi tinggal siapkan uang di Bank maka surat visa aman.

Hanya saja jika bantuan dalam arti terjadi masalah non teknis seperti culture shock dan lain-lain, ini masalah rumit. Saya tidak bisa bantu. Untuk mengawasi putri saya saja saya harus menginvestasikan waktu saya amat banyak. Saya harus membatalkan banyak hal demi untuk menjaga putri saya. Itu pun saya merasa masih belum sempurna. Bagaimana saya harus mengawasi dan memberi solusi atas persoalan anak Bapak/Ibu jika dia punya masalah di Jerman? Sementara saya entah berada di mana saat itu, di salah satu kota di Eropa (Eropa adalah benua) dan putra bapak ada di salah satu kota di Jerman yang luasnya kurang-lebih sebesar keseluruhan Pulau Kalimantan . Bagaimana saya menolongnya jika dia butuh bimbingan dan lain2?

Mohon dipahami kondisi ini semua. Tapi saya yakin jika putra/i anda siap untuk maju maka dia akan mampu mengatasi masalah non teknis yang ada. Saya hanya bisa menolong Bapak/Ibu jika ingin dikonsultasikan ke saya menyangkut sekolah di Jerman. Tapi saya tidak bisa menolong secara langsung untuk mengambil tanggung jawab jika terjadi sesuatu dengan putra Bapak/Ibu di Jerman. Itu adalah tanggung jawab Bapak/Ibu sendiri yang sudah harus dikalkulasikan sebelumnya jika ingin menyekolahkan putra/i anda ke Jerman sendirian dalam usia belia tanpa bimbingan.

Semoga Putra/i Bapak/Ibu sukses menempuh studi di Jerman. Mohon Bapak/Ibu sadari dari awal, catatan yang saya tahu (sayang saya tidak dapat konfirmasi validasinya) hanya 25% lulusan SMU kita yang bisa lulus S1 saat kuliah di Jerman (catatan: untuk S2 dan S3 catatan kelulusanya jauh lebih banyak yang lulus dari pada gagal) . Jadi, mohon TIDAK memberikan beban moral berlebihan jika kelak dia tidak berhasil menyelesaikan misinya untuk selesai studi S1 di Jerman. Saya khawatir akan mengganggu emosinya jika dibebani berlebihan.

Yang terpenting beri dukungan moral sebanyak mungkin, jaga komunikasi seintens mungkin, jadilah sahabat buatnya jika ada persoalan bisa dicarikan solusi bersama. Ingat, dia berada di negara free sex dan liberal dalam hal apapun. Jadi, berbicara lah sebagai sahabat yang baik buatnya sehingga dia mau terbuka pada anda dan mau tetap bersama dengan anda dalam menjalani hari-ihar penuh perjuangan menempuh studi di Jerman.

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe
Salam hormat,

Link ini amat berguna bagi siapapun yang ingin sekolah di Jerman. Sekolah di Jerman itu gratis, belajar B. Jerman pun bisa dilakukan secara online dengan gratis. Jadi, ini peluang emas buat siapapun yang ingin study di Jerman.

http://www.dw.de/belajar-b-jerman/kursus-b-jerman/s-2716

Berikut dibawah ini ada 5 artikel terkait tentang study di Jerman untuk menambah informasi anda tentang sekolah di Jerman:

1. Study di Jerman, siapa takut…?!!!

https://ferizalramli.wordpress.com/2009/01/02/study-di-jerman-siapa-takut/

2. Studi di Jerman!…Di Jerman!!!

https://ferizalramli.wordpress.com/2011/01/07/1015/

3. Ranking Universitas Eropa

https://ferizalramli.wordpress.com/2010/12/19/ranking-universitas-eropa/

4. 7 Alasan Kuliah di Jerman Fardhu Ain Hukumnya

https://ferizalramli.wordpress.com/2012/01/12/7-alasan-kenapa-kuliah-di-jerman-fardhu-ain-hukumnya/

5. TIPS buat yang ingin kuliah di Jerman: from Zero to Hero

https://ferizalramli.wordpress.com/2013/08/12/tips-buat-yang-ingin-kuliah-di-jerman-from-zero-to-hero/

6. Untuk mengetahui daftar universitas di Jerman beserta program studinya silahkan lihat website data base Universitas Jerman sekaligus sebagai hub dari berbagai jejaring universitas di Jerman:

http://www.hochschulkompass.de/en.html

7. Untuk mengetahui lembaga pemberi dana riset S3 di Jerman silahkan eksplore website ini:

http://www.academics.com/science/research_funding_30519.html

8. Jawaban terbuka atas salah satu surat orang tua yang putra/i-nya selepas SMU studi S1 di JERMAN

https://ferizalramli.wordpress.com/2014/01/30/1653/

Jangan lupa juga untuk mengunjungi website DAAD.

0,,16444826_403,00

Iklan

18 thoughts on “Jawaban terbuka atas salah satu surat orang tua yang putra/i-nya selepas SMU studi S1 di JERMAN

  1. Ping-balik: 7 Alasan kenapa kuliah di Jerman Fardhu Ain Hukumnya! | Ferizal Ramli's Blog

  2. Ping-balik: TIPS buat yang ingin kuliah di Jerman: from Zero to Hero! | Ferizal Ramli's Blog

  3. Ping-balik: Study di Jerman, siapa takut …?!!! | Ferizal Ramli's Blog

  4. Ping-balik: Ranking Universitas Eropa | Ferizal Ramli's Blog

  5. Ping-balik: Studi di Jerman!…Di Jerman!!! | Ferizal Ramli's Blog

  6. Yang banyak nggak lulus itu yang kuliah di Hochschule atau Universitat. Dibutuhkan disiplin yang sangat tinggi karena sistem Uni/TH di Jerman sangat loose, semua dibebaskan, tiba-tiba…..Ditendang ! untuk mahasiswa yg baru lulus SMU dan masih hijau tentu sangat berat.

    Kalau menurut saya sih, Ambil Fachschule saja di Jerman. Sistemnya jauh lebih terstruktur, 4 tahun bisa lulus. Magang di Industri, bisa kerja di Jerman setelah lulus. Secara teori dan praktik lebih mumpuni daripada Uni.

    Kalau mau bisa teruskan Master.

      • Culture shock apa ya pak rizal?

        Komentar saya:
        Culture shock artinya geger budaya dalam B. Indonesianya. Dimana ini terjadinya karena ada perbedaan budaya yang besar Yang menyebabkan seseorang terguncang secara psikis.

        Contoh di Indonesia mungkin ngomong Porno itu tabu, sementara di Eropa orang bebas melakukan hal-hal Yang dianggap orang Indonesia tabu. Jadi, ini membuat seseorang kaget karena terjadi perbedaan budaya.

        Contoh gampangnya, misalkan orang Desa tiba-tiba harus hidup di kota Metropolitan Jakarta maka dia bisa shock.

        Salam
        (Ferizal Ramli)

  7. Ping-balik: 7 Alasan Kenapa Kuliah di Jerman Fardhu Ain Hukumnya | Rahmatullah's Blog

  8. Salam kenal bung ferizal ramli.
    Ulasan anda tentang keunggulan studi di german sangat bagus dan menambah semangat sy untuk dapat mewujudkan niat meneruskan sekolah anak sy ke jenjang s2 di german. Saat ini anak sy kuliah di jurusan teknik kimia di its surabaya thn terakhir. Cita citanya ingin melanjutkan program s2 di german utk mendalami pendidikan s1 nya. Mohon sekiranya bung ferizal dapat memberikan masukan langkah2 yang hrs kami tempuh utk dapat mewujudkan niat tersebut. Apakah ada instansi yg dapat memberikan beasiswa penuh. Terima kasih banyak atas perhatian bung .

  9. salam pak ferizal ramli.
    mohon maaf pak apakah mungkin seorang yang kurang mampu menempuh pendidikan S1 di sana ? apakah itu mungkin ?
    apabila mungkin, apakah saja persyaratanya yang harus di penuhi.
    mohon maaf pak apabila ada kesalahan.
    terimakasih.

    —–
    Ada bea siswa Dikti dalam hal ini Bidikmisi untuk mahasiswa tidak mampu dan berprestasi.

    Syarat untuk kuliah di Jerman sudah saya tulis di Blog saya. Silahkan dicek ulang berbagai tulisan saya tentang hal ini. Saya tidak ingat detailnya. Yang pasti anda harus diterima di Studienkolleg dulu dan persyaratan dasar untuk diterima di Studienkolleg adalah lulus sertifikasi B. Jerman dan nilai Ijasah anda bagus (berdasarkan info Yang saya terima) minimal rata-rata diatas 7. Untuk lebih detailnya lihat tentang persyaratan masuk Studienkolleg di Websitenya.

    Tentang bea siswa Bidikmisi juga bisa anda lihat persyaratannya di Website Dikti.

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

    • Kalo lulus s1 terus lanjutin s2 di jerman tanpa beasiswa gmn caranya tp tetap gratis dan apakah bisa kuliah di jerman dengan membiayai diri dan hidup di jerman…trima kasih

  10. Ping-balik: rendisukirman

  11. Terima kasih banyak atas informasinya..ini sangat membantu membuka wawasan saya..sbb anak saya yg baru saja naik kelas 3 SMA tiba tiba menyampaiakan keinginannya utk belajar di Jerman..sedikit kaget hati saya ..krn seharusnya disiapkan dr sejak kelas 1..namun anak saya tekadnya begitu kuat bhw dia hrs bisa sekolah di Jerman..maka sy segera mendaftarkan kursus intensive bhs Jerman..semoga dg tekadnya yg kuat dlm waktu 1 thn bisa berhasil B1..Mohon kesediaan bpk meluangkan wktunya bila suatu saat nanti dy membutuhkan bantuan bpk.
    Tq

    XXXXXXX

    Doa saya buat kesuksesan anda Bapak. Semoga masa depan cemerlang berhasil diraihnya. Amien.

    Salam Hormat

    Ferizal

  12. Herr Ferizal, viele danke infonya, schon
    Apakah parents boleh mendampingi putra/i diawal kedatangan? Brp lama herr Ferizal? Danke

    XXXXXXX

    Saya pikir pakai Visa Turis 3 bulan anda bisa tinggal di Jerman untuk menemani Putra/i anda.

    Salam

    Ferial Ramli

  13. Maaf pak ferizal, saya ingin bertanya. Apakah syarat mendaftar pendidikan s1 di jerman lulusan sma saja? Atau smk pun bisa mendaftar? Apakah ada syarat untuk melanjutkan s1 di jerman harus lulusan baru SMA? Atau alumni bisa mendaftar ke studienkolleg(dengan batasan umur)?
    Terimakasih atas informasi nya.

    XXX

    SMK atau SMU bisa daftar Sudkol tanpa batasan umur. Alumni S1 biasanya tidak perlu lagi ke Studkol, tinggal ambil S2.

    Salam

  14. Assalamualaikum pak Ferizal, salam kenal.

    Sebelumnya saya berterima kasih, karena artikel pa Ferizal sangat membantu.
    Saya masih sekolah sma jurusan ipa. Saya suka kimia. Untuk planing saya ingin melanjutkan dalam bidang teknik kimia. Cita2 saya ingin mewujudkan indonesia bisa bersaing dalam dunia peroketan. Itu pengenalan saya.

    Pertanyaan :
    1. lebih baik kita ambil s1 terlebih dahulu di indonesia, setelah itu melanjutkan s2 di jerman ? Atau memang harus dimulai dari s1 dulu untuk sekolah di jerman ??
    2. Setelah lulus s2 di jerman, apakah saya sudah bisa bekerja (berpenghasilan), meskipun saya tidak melanjutkan s3 ??

    Terimakasih,
    Wasalamualaikum.wr.wb.

    XXX

    1. Ambil S1/D4 di Indonesia dulu apalagi klo di PTN hebat buat saya itu lebih baik dari pada langsung S1 di Jerman.
    2. Bisa

    Semoga sukses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s