Kaya Informasi, Miskin Ilmu Pengetahuan!


Ini yang terjadi pada saya yang begitu gamang saat ini. Saat saya masuk ke Perpustakaan Ekonomi ZBW Hamburg (konon khabarnya Perpustakaan Ekonomi terbesar di dunia), saya ketik kata kunci “Ekonomi Indonesia” maka ribuan judul buku, jurnal riset, dll muncul disana.

Saat saya masuk ke Pusat Study GIGA Hamburg yang menjadi salah satu Think Tank pemerintah Jerman tentang kebijakan Politik-Ekonominya ke negara lain di dunia, lalu saya ketik kata kunci: “Politik atau ekonomi Indonesia” maka ribuan judul buku, jurnal riset, dll muncul disana.

TAPI apa yang terjadi? Saya malah bingung! Saya begitu frustasi untuk memilah informasi mana yang relevan buat saya karena begitu membludaknya informasi seperti air bah Tsunami! Butuh berapa hari atau berapa minggu atau malah bisa berapa bulan hanya untuk memfilter saja: mana informasi emas dan mana informasi sampah!

Akhirnya, ada skill baru yang harus saya kembangkan dan sekarang belajar saya kembangkan, —jika dalam istilah IT: “data mining”. Dalam konteks ini diperlukan satu skill untuk men-scanning, dalam artinya membaca sepintas amat cepat sehingga bisa memilah informasi: ini Emas dan ini Sampah! Kemampuan ini selain menuntut kecakapan membaca juga konsistensi pada tujuan secara rasional dingin. Jika dapat informasi mungkin menarik tapi tidak sesuai tujuan maka ndak perlu berlama2 disana sehingga tidak stagnan. Melainkan kembali tekun menggali informasi lainnya yang bisa mendukung tujuan awal kita menekuni sebuah topik!

Akhirnya di era informasi begitu membludak seperti air bah Tsunami ini, harus dibangun sebuah kesadaran sebagai berikut: Menguasai Informasi itu bukan value istimewa, itu hal yang biasa saja! TETAPI mampu membuat informasi tersebut menjadi ilmu pengetahuan buat kita sehingga kita kaya sudut pandang dan mampu mengambil keputusan bahkan lebih dari itu mampu menghasilkan karya, barulah itu sebuah prestasi istimewa!

Dari Lembah Sungai Elbe

Iklan

3 thoughts on “Kaya Informasi, Miskin Ilmu Pengetahuan!

  1. Betul pak Ferizal.

    Sekarang yang kita alami bukanlah kekurangan informasi tapi KEBANJIRAN informasi.

    Dulu zaman kuliah doktoral tahun 1980an, paman saya di Perancis harus pergi dari satu perpustakaan ke perpustakaan lain di universitas yang berbeda untuk membaca dan mengintisarikan buku-buku. Buku dan journal yang dipakai sangat terbatas, tapi harus mengerti dan baca sampai khatam. Calon doktor zaman sekarang tinggal membuka Google, dan semua informasi tersedia, mulai dari disertasi doktor, textbook hingga jurnal terbaru.

    Arah riset bisa tiba-tiba berubah karena ada yang lebih menarik. Banyak program doktoral yang gagal. Bukan karena kekurangan informasi, tapi karena candidate doktor dan pembimbingnya kelebihan informasi dan kebingungan sendiri menentukan arah risetnya……

    Saya ketika zaman 80-90an tersebut masih SD-SMP, saya membaca buku-buku komputer yang saya beli Elex Media Komputindo, M&T atau Sams hingga khatam. Rasanya sayang sudah beli buku mahal-mahal kalau tidak khatam. Makanya dulu sepertinya pengetahuan kita di satu aspek, sangat mendalam.

    Sekarang? saya bisa mendownload banyak buku dalam hitungan detik, mendapat tutorial teknologi A, B, C.. mendapatkan video-video tutorial dengan sangat mudahnya…

    Baru mulai mau mendalami A, eh B kok juga menarik….mendalami C, eh D kok menarik….semuanya menarik. Semuanya prospektif. Baca buku tidak pernah sampai tuntas.

    Akhirnya saya merasa sekarang jadi Jack off All trades. Mengerti banyak bidang, tapi kurang mendalam….

    Saya merasa seperti megap-megap dalam Banjir tsunami informasi….

  2. coba saya garis bawahi, “membuat informasi tersebut menjadi ilmu pengetahuan buat kita sehingga kita kaya sudut pandang dan mampu mengambil keputusan bahkan lebih dari itu mampu menghasilkan karya, barulah itu sebuah prestasi istimewa!”. ini penting, dan agak susah. sering banget informasi berlalu begitu saja tanpa permisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s