TIPS buat yang ingin kuliah di Jerman: from Zero to Hero!


Hochschule_Furtwangen_HFUBuat siapa saja yang ingin kuliah di Jerman, ini TIPS dari saya agar anda bisa sukses kuliah di Jerman.

Sedikit intro Penting:
Saya sering mendapatkan pertanyaan japri baik melalui inbox Fesbuk, Email maupun di Blog saya seperti ini: “Pak Ferizal, kuliah di Universitas mana yang bagus jika saya ingin sekolah di Jerman?”

Dari pada saya jawab sepenggal-sepenggal tentang sekolah di Jerman maka ini saya beri pointer2 penting tentang kuliah di Jerman berdasarkan pengalaman saya secara komprehensif:

1. Kualitas Universitas di Jerman itu relatif sama bagusnya untuk berbagai jurusan. Jadi, pertanyaan universitas mana yang paling bagus atau terbaik itu adalah pertanyaan yang TIDAK relevan.
Memang tetap ada perbedaan kualitas antara jurusan A di Univ X dengan jurusan A di Univ Y, tapi itu bukan faktor yang relevan untuk dipertimbangkan secara serius karena perbedaan kulitasanya tetap relatif kecil.

2. Yang terpenting kuliah di Jerman itu adalah anda DITERIMA terserah di Universitas manapun dan anda MAMPU lulus.
Ingat ini yang terpenting: diterima dan mampu lulus! Penting diperhatikan jangan anggap remeh masalah bisa lulus kuliah di Jerman. Pendidikan di Jerman itu amat keras dan rasionalis dingin. Untuk bisa lulus ujian anda harus memenuhi standard lulus yaitu bisa menjawab 65% dari soal! Artinya, skor anda dalam ujian harus 65% baru diluluskan oleh Professor anda. Jika anda 3 kali tidak lulus pada mata kuliah yang sama maka anda akan di-D.O tanpa ampun!

3. Yang juga penting adalah pilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan anda dan ilmunya itu sesuai dengan kebutuhan Indonesia serta bisa anda manfaatkan saat kembali ke tanah air. Jangan sampai jurusan yang anda ambil justru tidak dibutuhkan di tanah air sehingga anda malah kebingungan saat kembali ke tanah air.

4. Yang penting lainnya adalah anda harus tahu apakah ingin menjadi Praktisi atau Akademisi. Jika anda ingin jadi Praktisi maka pilih lah FH (Fachhochschule). Kuliah di FH bisa sampai jenjang S2 tetapi anda akan sulit lanjutkan ke S3. Hanya industri biasanya lebih suka lulusan FH yang banyak prakteknya dari pada lulusan Universität.

Jika anda ingin jadi akademisi sampai S3 maka ambillah Universität. Untuk menjadi akademisi sebaiknya tidak ambil FH karena lulusan FH akan sulit lanjutkan studi sampai jenjang S3.

Khusus untuk bidang Teknik maka pilihan yang paling ideal buat anda, baik ingin jadi Praktisi ataupun Akademisi, sebaiknya ambil lah TU (Technische Universität). TU ini kuat di praktisi juga kuat di akademisi.

5. Kuliah di Jerman untuk yang NEGERI semuanya relatif gratis. Apalagi untuk perkuliahan dalam B. Jerman maka hampir semuanya gratis baik dari S1 sampai dengan S3. Untuk yang kuliahnya dalam B. Inggris pun untuk level S1 hampir semuanya gratis.

Untuk level S2 dalam B. Inggris ada yang bayar terutama jika anda ambil MBA tetapi untuk jurusan lainnya selain MBA kebanyakan gratis pada level S2 meskipun dalam B. Inggris.

Tersedia program dalam B. Inggris maupun B. Jerman di berbagai jenjang studi dan berbagai jurusan. Tentu saja jurusan B. Jerman jauh lebih banyak penawaran dari pada program internasional. Hanya saja untuk Program S3 biasanya menggunakan B Inggris.

6. Bea Siswa level S1 dan S2 untuk kuliah di Jerman relatif TIDAK ada dikarenakan kuliahnya sudah gratis. Sementara untuk level S3 bea siswa atau kerja sebagai peneliti tersedia berlimpah. Bea siswa studi di Jerman untuk S3 biasanya sekitar 1000 Euro (tanpa keluarga) sampai dengan 1.300++ Euro (dengan keluarga). Jika anda kerja dengan Professor penuh waktu maka anda bisa berpenghasilan antara 1.800 sampai dengan 2.400 Euro per bulan.

7. Biaya hidup di Jerman untuk seorang pelajar sendirian sekitar: 500 Euro per bulan minimal. Ini sudah mencakup biaya hidup, makan, akomodasi, serta juga biaya transport yang kebanyakan mahasiswa dapat “Semester Tiket” sehingga mereka bisa gratis menggunakan fasilitas transportasi publik yang begitu bagus selama studinya. Selain itu juga mencakup biaya asuransi kesehatan yang fasilitasnya amat sangat bagus.

8. Jika anda pilih kuliah dalam B. Jerman maka level B. Jerman anda minimal harus lulus ujian C1. Jika anda ambil kuliah dalam B. Inggris maka selain TOEFL standard 550, anda juga harus lulus level B. Jerman B1 paling minimal.

Urutan level B. Jerman dari yang terendah ke yang tertinggi: A1, A2, B1, B2, C1, C2.

Untuk belajar B. Jerman saran saya sampai level minimal B1 itu di Indonesia. Menurut saya, sebaiknya untuk mempelajari Bahasa Asing termasuk B. Jerman maka tingkat dasarnya belajar di Indonesia saja; diajari oleh Guru Bahasanya orang Indonesia serta diajarkan dalam B. Indonesia sehingga anda mudah memahaminya. Baru setelah lulus B1 atau B2 anda sebaiknya melanjutkan B. Jerman anda di Jerman.

9. Dimungkinkan kuliah sambil kerja di Jerman. Anda punya kesempatan kerja Full Time selama 90 hari saat liburan Summer dan bisa berpenghasilan 1.500-2.000 Euro per bulan jika sedang nasib baik dapat kerja full time di musim liburan panas. Anda pun bisa memilih opsi kerja part time dimana hak bisa kerja anda dalam setahun itu selama 180 hari kerja part time. Opsi lainnya anda bisa kerja sepanjang tahun asal per bulan penghasilan anda tidak lebih dari 400 Euro yang dikenal dengan pekerjaan mini job!

Tapi saya TIDAK sarankan anda kuliah sambil kerja di Jerman kecuali anda benar-2 TIDAK punya uang untuk biaya hidup. Fokus kuliah saja di Jerman itu banyak yang ndak bisa lulus apalagi anda kuliah sambil kerja. Ingat anda kuliah di sebuah sistem yang ketat, bahasanya bukan bahasa Ibu buat anda plus secara kultur sistem pendidikan Jerman amat berbeda dengan kebiasaan anda di Indonesia. Jangan sampai karena kerja untuk dapat „uang receh“ malah anda di DO!

10. Filosofis pendidikan di Jerman itu „link and match“ artinya keterikatan dengan industri itu kuat. Usahakan anda bisa ambil Praktikum, Apprenticeship atau kerjakan Thesis di perusahaan. Ini akan membuat anda punya 3 keuntungan:
(1) Anda dapat pengalaman riil di Perusahaan
(2) Anda digaji, jika Praktikum kira-kira 400-600 Euro per bulan, jika Apprenticeship atau kerjakan Thesis bisa malah sampai 600-1.000 Euro per bulan.
(3) Selain itu jika anda dianggap bagus oleh perusahaan maka saat lulus langsung kerja di perusahaan tersebut.

Hanya syarat untuk bisa dapat tempat Praktikum, Apprenticeship atau Riset Thesis di perusahaan itu disyaratkan nilai bagus plus biasanya diharuskan bisa komunikasi B. Jerman.

11. Jika anda lulus dari Jerman maka anda bisa perpanjangan visa anda selama 1 tahun dengan tujuan untuk mencari kerja di Jerman. Jadi, anda ndak langsung „diusir“ oleh Pemerintah Jerman saat anda lulus. Anda berkesempatan memperpanjang visa anda 1 tahun untuk cari kerja. Apabila anda dapat kerja di Jerman maka sesuai dengan peraturan tenaga kerja Jerman, anda akan bergaji MINIMAL (buat lulus fresh graduated) sekitar 40.000 Euro brutto per tahun. Anda akan dapat visa kerja di Jerman dengan syarat: (1) diterima di perusahaan yang bidang kerjanya sesuai dengan studi anda serta (2) gajinya memenuhi standard minimal diatas yaitu sekitar 40.000 Euro.

12. Jika anda memutuskan langsung pulang ke tanah air setelah lulus maka saran saya segera menghubungi Website ZAV. Dari website tersebut anda bisa dibantu dicarikan kerja oleh pemerintah Jerman sehingga saat anda pulang ke Indonesia tidak perlu melamar kerja lagi. Gengsi ah lulusan Jerman kok harus ngantri melamar kerja di perusahaan 🙂

Jadi, anda langsung kerja di Indonesia bahkan tiket anda pulang ke Indonesia pun dijamin pemerintah Jerman. Di Indonesia anda akan disubsidi pemerintah Jerman selama 2 tahun sekitar 500-600 Euro per bulan plus oleh instansi di Indonesianya pun anda akan digaji sekitar 1-2 juta IDR. Total keseluruhan anda bisa bergaji antara 9-11 juta per bulan selama kontrak 2 tahun. Cukup lumayan buat lulusan baru tanpa pengalaman kerja dan lulus langsung bergaji 9-11 juta IDR di Indonesia dan tidak perlu susah-susah melamar kerja, bahkan jika mata uang Euro seperti hari ini maka gaji anda bisa mencapai 13 juta IDR.

13. Kesimpulannya pentingnya:
(1) Penguasaan Bahasa kunci suksesnya. Usahakan anda bisa B. Jerman minimal level B2 dan TOEFL B. Inggris 570. Jika ada waktu senggang selama kuliah maka ambil kursus bahasa baik B. Jerman maupun Iggris di Universitas tempat anda kuliah yang biasanya gratis.
(2) Fokuslah pada kuliah untuk mencapai nilai tinggi sehingga bisa praktikum di perusahaan dan anda sangat mungkin setelah lulus akan langsung kerja di perusahaan di Jerman.
(3) Pilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan di tanah air. Kuliah di universitas manapun di Jerman itu sama saja yang penting bisa lulus serta jika ingin pulang ke tanah maka segera hubungi ZAV agar bisa langsung kerja saat tiba di tanah air.

Selamat dan sukses buat anda. Saya tunggu anda di Jerman…

Dari Tepian Lembah Sungai Main,

Ferizal Ramli


Link ini amat berguna bagi siapapun yang ingin sekolah di Jerman. Sekolah di Jerman itu gratis, belajar B. Jerman pun bisa dilakukan secara online dengan gratis. Jadi, ini peluang emas buat siapapun yang ingin study di Jerman.

http://www.dw.de/belajar-b-jerman/kursus-b-jerman/s-2716

Berikut dibawah ini ada 5 artikel terkait tentang study di Jerman untuk menambah informasi anda tentang sekolah di Jerman:

1. Study di Jerman, siapa takut…?!!!

https://ferizalramli.wordpress.com/2009/01/02/study-di-jerman-siapa-takut/

2. Studi di Jerman!…Di Jerman!!!

https://ferizalramli.wordpress.com/2011/01/07/1015/

3. Ranking Universitas Eropa

https://ferizalramli.wordpress.com/2010/12/19/ranking-universitas-eropa/

4. 7 Alasan Kuliah di Jerman Fardhu Ain Hukumnya

https://ferizalramli.wordpress.com/2012/01/12/7-alasan-kenapa-kuliah-di-jerman-fardhu-ain-hukumnya/

5. TIPS buat yang ingin kuliah di Jerman: from Zero to Hero

https://ferizalramli.wordpress.com/2013/08/12/tips-buat-yang-ingin-kuliah-di-jerman-from-zero-to-hero/

6. Untuk mengetahui daftar universitas di Jerman beserta program studinya silahkan lihat website data base Universitas Jerman sekaligus sebagai hub dari berbagai jejaring universitas di Jerman:

http://www.hochschulkompass.de/en.html

7. Untuk mengetahui lembaga pemberi dana riset S3 di Jerman silahkan eksplore website ini:

http://www.academics.com/science/research_funding_30519.html

8. Jawaban terbuka atas salah satu surat orang tua yang putra/i-nya selepas SMU studi S1 di JERMAN
https://ferizalramli.wordpress.com/2014/01/30/1653/

Jangan lupa juga untuk mengunjungi website DAAD.

Iklan

242 thoughts on “TIPS buat yang ingin kuliah di Jerman: from Zero to Hero!

    • Setahu saya untuk kedokteran amat berbeda. Saya tidak tahu apakah anda dibolehkan ambil spesialis bedah di Jerman. Untuk lebih mudahnya anda harus tanya ke DAAD.

      • waahh..saya juga berencna utk neruskn kul.kdoktern dijerman mas..pgen ngambil spesialis bedah dsna.. apa mas pya sdkit info mgenai kdoktrn disna mas? Dan maksud dri pytaan mas, “Saya tidak tahu apakah anda dibolehkan ambil spesialis bedah di Jerman”..itu bisa tolong dielaskn mas? 🙂
        slain hrus tya ke DAAD pastiny.. :p
        makasiee banyak mas sblumnya utk link2ny yg sgt mbantu..:)

  1. cita-cita ini mas mudah”an S 2 saya bisa ngelanjutin kesana. aminnnn…


    Jawaban saya:

    Saatnya impian anda diwujudkan jadi kenyataan. Semoga sukses selalu 🙂

    Ferizal Ramli

  2. menyimak , putri saya punya mimpi bisa kuliah di Jerman. Terima kasih atas pencerahannya… 🙂


    Doa saya juga semoga putri Ibu bisa meraih cita-cita tertingginya termasuk bisa study di Jerman setinggi mungkin.

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  3. Ping-balik: Buat yang ingin belajar B. Jerman dari Level Dasar hingga level Mahir GRATIS | Ferizal Ramli's Blog

  4. saya ingin sekali kuliah di jerman…
    saya ingin membuktikan pada orang2 kalau biaya tidak menjadi hambatan untuk mencari ilmu


    … dan wujudkan segera tekad itu tanpa ditunda-tunda. Pantang menyerah dalam mewujudkan cita-cita itulah kunci suksenya 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  5. Kak, izin share ya, buat sahabat aku yg ngebet bgt pengen kuliah d Jerman 🙂


    Silahkan semoga adinda dan sahabatmu sukses kedua2nya untuk study di Jerman 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

    • Kendalanya yah karena ndak pernah nyoba daftar? Sudah pernah daftar belum? 🙂
      Coba baca syarat pendaftarannya baik-2 lalu daftar itulah satu2nya cara bisa diterima.
      Bagaimana mau bisa diterima jika ndak pernah berusaha untuk mendaftar dan memenuhi semua persyaratannya?

      Saran saya jika ingin sekolah di Jerman: cari informasi peryaratannya. Jika ingin ambil S2 sudah saya tulis dalam artikel “Study di Jerman siapa takut?” https://ferizalramli.wordpress.com/2009/01/02/study-di-jerman-siapa-takut/

    • tinggal ngirim lamaran/aplikasi ke perguruan tinggi di Jerman. Lalu tunggu jawaban, apakah diterima atau tidak. gampang banget,

  6. Saya mau tanya kl mendaftar kuliah di jerman buat anak baru lulus thn depan kemana ya utk univ negeri. Krn anaknya suka di bidang teknik mesin. Sebaiknya memilih jurusan apa dan univ apa, semoga ada yg gratis

  7. Salam pak Ferizal Ramli. Untuk program S3 Ilmu pendidikan ada gak pak? apa ada info beasiswanya juga pak?. terima kasih.


    Semua jurusan apapun di Jerman pasti ada apalagi cuma jurusan umum seperti Pendidikan, bahkan jurusan2 khusus untuk pendidikan saja tersedia seperti Pendidikan untuk orang cacat mental, pendidikan untuk olah ragawan, pendidikan luar sekolah, dll yang amat spesifik pun tersedia.

    Silahkan search disini: http://www.hochschulkompass.de

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  8. Maaf bang Ferizal.

    Untuk keteknikan, memang Jerman tidak diragukan lagi. Banyak alumnus engineering Jerman yang jadi technical leader di bidangnya.

    Tapi untuk bisnis dan ekonomi ? terus terang kiprah alumni Jerman di bidang ini belum banyak terdengar, baik di skala internasional maupun nasional.

    Top business leader di Indonesia (dan dunia) baik dari Government maupun private kebanyakan memiliki pendidikan lanjutan dalam bidang bisnis/ekonomi/manajemen dari Amerika Serikat.

    95% pemuka bisnis yang saya kenal pribadi, pernah paling tidak KURSUS SINGKAT manajemen dan bisnis di salah satu sekolah di Amerika Serikat.

    Untuk mengirim anak saya kuliah engineering ke Jerman saya confident, tapi untuk pendidikan bisnis dan manajemen lanjutan, mending saya investasi dua-tiga kali lipat ngutang kiri-kanan tapi bisa mengirim mereka ke top business school di Amerika Serikat, karena return dari American Business Education itu bukan hanya dari sisi content dan knowledge, tetapi juga network dan mindset, yang sangat penting di dunia bisnis.

    • Mosok sih? Yang bilang sekolah bisnis di Amrik bagus pasti majalah dari Amerika kan? Memang Amerika punya banyak sekolah bisnis bagus tapi dibutuhkan juga sudut pandang lain untuk menilai sehingga kita tidak tersesat menilai yang lain.

      Klo sekolah bisnis di Jerman itu jelek maka Jerman tidak mungkin menjadi kekuatan Ekonomi terbaik di Eropa,
      Ndak mungkin Jerman menjadi kekuatan ekspor selama puluhan tahun (baru disalip China sejak 2012) terbesar di dunia.
      Ndak mungkin Euro yang digawangin Jerman yang saat awalnya itu 1 Euro cuma sekitar 0.7-0,8 USD sekarang malah kebalik!
      Ndak mungkin itu Jerman punya perusahaan MNC dimana-2 seluru dunia.
      Itu IFRS sistem akuntansi yang diinisiasi Eropa (Jerman yang paling berperan disini) sekarang menjadi sistem akuntansi dunia, yang 10-15 tahun lalu dunia itu pakainya US GAPP. Sekarang US GAAP cuma dipakai di Amrik.

      Lihatnya sekolah bisnis itu seperti ini: di Jepang juga ndak ada sekolah bisnis yang top model gaya “Hollywood” Amrik. Tapi perusahaan dan manajemen Jepang itukan merambang kemana2?

      Yang salah dari cara kita melihat, bahwa standard bagus itu harus berdasarkan pada standard bagus yang dibuat oleh majalah Financial Times atau The Economist atau Wall Street Journal. Padahal banyak negara seperti Jerman ndak peduli dengan standard itu. Mereka punya standard sendiri dengan penuh pride dan dignity untuk menentukan bagus atau tidaknya sekolah bisnis mereka.

      Sekarang tinggal lihat output-nya saja. Mana yang lebih sejahtera negaranya, lebih maju perusahaan2nya. Itu lebi fair, saya kira 🙂

  9. Terima kasih atas infonya, saya sangat berminat menyekolahkan anak perempuan saya di Jerman, sekarang dia duduk di kelas 11, inshaallah sy ingin mengarahkannya utk sokolah di Jerman.


    Semoga cita-cita mulia Ibu dalam menyekolahkan putrinya setinggi mungkin di Jerman ini terwujud 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  10. ada ga umur maksimum yang disyaratkan untuk mendapat kesempatan belajar/beasiswa di jerman? khususnya s3


    Untuk kuliah di Jerman untuk berbagai jenjang Level S1, S2 sampai dengan S3 tidak ada batasan umur.

    Untuk bea siswa, iya ada batasan umur. Saya tidak tahu persis tapi setahu saya kayaknya untuk S3 itu 34 tahun.

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  11. Saya salah-satu siswa smkn 1 sekayu,sumsel. berminat tekat sekali ingin kuliah di jerman. Bagaimana cara nya

    —–
    Caranya buat lulus SMU untuk ke S1 Jerman:

    1. Penuhi syarat berbahasa Jerman di Indonesia minimal sekali lulus B1, kalau bisa B2.

    2. Lalu daftar Studienkolleg. Ini link terkait dengan Studienkolleg: http://www.uni-assist.de/preparatory-courses.html

    3. Urusan seluruh persyaratan keberangkatannya.

    Link ini amat penting untuk dibaca: 10 langkah persiapan untuk sekolah ke Jerman
    https://www.daad.de/deutschland/in-deutschland/en/

    Mohon dibaca link tersebut. Semua info lengkap Yang dibutuhkan tersedia disana 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  12. Wah makasi infonya.. Saya kebetulan tinggal di jerman sudah sebulan tp belum bekerja, mungkin ambil kerja part time, ga enak tinggal di kontrakan aja sementara istri kerja, saya denger agustus atau september ada pendaftaran untuk kuliah sambil praktek, kata istri.. Mau ambil jurusan IT, saya blm jelas kuliah langsung praktek, krna baru kmrn kita bicarakan. Mudah2an nemu yg terbaik

    —–
    Link ini adalah data base Universitas di Jerman http://www.hochschulkompass.de
    Coba dieskplorasi sehingga mungkin akan ketemu universitas Yang tepat dengan jurusan tepat.

    Semoga sukses buat anda serta istri anda 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  13. saya sedang menyelesaikan tugas akhir jurusan teknik mesin perguruan tinggi di bandung. saya mau melanjutkan kuliah S2 di jerman.yang ingin saya tanyakan,berapa nilai IPK yg di perlukan untuk kuliah S2 di jerman dan bahasa inggris atau jerman yg di prioritaskan harus di kuasai?

    —–
    Jika anda punya IPK 3,0 itu amat baik untuk modal anda daftar di Universitas Jerman tapi paling tidak usahakan minimal 2,75.

    Perkuat saja B. Inggris. Usahkan TOEFL anda 570 paling tidak. Jika itu tercapai dan anda masih cukup waktu maka belajar B. Jerman. Jika anda bisa Level B. Jerman B1 itu modal Yang bagus sekali.

    Tapi jika anda tidak bisa B. Jerman juga ndak apa-apa. Toh anda kuliah dalam B. Inggris.

    Semoga sukses dan selamat berjuang 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  14. Ping-balik: Tentang ingin Kuliah di Jerman | Alfian Faiz

  15. Ping-balik: Study di Jerman, siapa takut …?!!! | Ferizal Ramli's Blog

  16. Ping-balik: Studi di Jerman!…Di Jerman!!! | Ferizal Ramli's Blog

  17. Ping-balik: Ranking Universitas Eropa | Ferizal Ramli's Blog

  18. Ping-balik: 7 Alasan kenapa kuliah di Jerman Fardhu Ain Hukumnya! | Ferizal Ramli's Blog

  19. Ping-balik: Jawaban terbuka atas salah satu surat orang tua yang putra/i-nya selepas SMU studi S1 di JERMAN | Ferizal Ramli's Blog

  20. Terima kasih banyak informasinya. Anak saya sekarang grade 8, dan kami merencanakan untuk mengirim dia sekolah ke Jerman, artinya masih ada waktu 4 tahun untuk intensive belajar bahasa Jerman.

    —–
    Usahakan Putra/i Bapak punya dasar B. Jerman Yang baik paling tidak sebaiknya bisa lulus sertifikasi B. Jerman B2.
    Selain itu persiapkan mentalnya untuk hidup dalam Kultur Yang amat berbeda dengan Indonesia.

    Doa saya buat kesuksesan masa depan anak bapak 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  21. Salam kenal pak Ferizal… Putra saya saat ini kursus di Goethe jakarta sdg ngambil B2, Insya Allah tahun ini masuk studentcollege.
    untuk Studkol nya rencananya ikut di Studkol Indonesia yang ada di BSD Tangerang.
    Saya minta info, share pendapat ya pak, sebaiknya studkol di Indonesia atau lsg ke jerman, kalau studkolnya di Indonesia ada pengaruhnya gak kalau dia nanti kuliah di sana.
    Oh iya,saya termasuk orang tua yang memberianak kebebasan untukmemilih tempat dan jurusan untuk dia kuliah, dan karena dari kecildia senang automotif maka sekarang rencananya kuliah ngambil itu di Jerman. Bagi saya yang paling penting apa yang dia inginkan dan cita2kan, serta diaberani dan harus rela susah untukmemperjuangkannya. bukan menjadi apa yg saya inginkan…
    Ada tipsnya pak untuk orang tua untuk nyekolahin anak di sana?
    Terima kasih sebelumnya,

    • Dasar B. Jermannya sudah bagus jika memang lulus B2 di Goethe. Artinya, dia punya modal Yang sudah lebih dari cukup untuk mengawali pertarungan sesungguhnya ke Jerman. Asal anak bapak/Ibu tidak lengah maka sangat mungkin anak Bapak akan berhasil melewati masa-2 sulit di Jerman.

      Mengenai pertanyaan Bapak/Ibu tentang Studienkolleg di Indonesia saya ndak punya pendapat karena saya tidak tahu sama sekali tentang info tersebut. Sebaiknya bertanya pada pihak lain yang lebih paham.

      Mengenai pertanyaan apa Yang menjadi sikap orang tua terhadap anaknya yang lulus SMU sekolah di Jerman maka ini tips dari saya: https://ferizalramli.wordpress.com/2014/01/30/1653/

      • Assalamu alaikum wrwb..terima kasih atas pencerahannya pak Ferizal, semoga putra saya bisa menyusul mencari ilmu di Jerman. Anaknya sih sangat senang dan rencananya ngambil tehnik automotif,
        Insya Allah semoga Allah ijabah.
        Ijin follow blog bapak ya..
        (oh ya saya ibunya pak ferizal…. )

  22. agak ribet juga ya pak
    apa lagi kalau mau ngambil s2 untuk MBA
    siapa tau setelah lulus AB di UPN’V’YK bisa dapet beasiswa di jerman untuk MBA
    amin.

    —–
    Bea siswa untuk S2 dari DAAD tidak banyak tapi dari DIKTI malah cukup banyak. Cobalah untuk searching ke Website DIKTI.
    Jangan menyerah jika punya kemauan karena selalu ada jalan 🙂

    Selamat berjuang

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  23. saya akan siswa yg ingin lulus di thun 2014 ini,,dan saya pnya cita2 ingin kuliah di jerman smentara di sekolah saya tdak ada foundation buat ke jerman,,
    trus apa yg saya lakukan pak ferizal?
    tlong infonya

    —–
    Foundation maksudnya apa yah? Jika maksudnya pemberi bea siswa maka memang untuk lulus SMU nyaris tidak ada bea siswa untuk kuliah S1 di Jerman.
    Saran saya ambil S1 di Indonesia di PTN bagus dan tunjukkan prestasi terbaik anda. Selulus S1 jika memang anda amat bagus maka akan ada bea siswa DIKTI untuk S2 ke Jerman.

    Selamat berjuang

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

    • Kalau gitu saatnya untuk merealisasikan cita-cita anda menjadi kerja nyata sehingga itu terwujud.

      Selamat berkarya tanpa menyerah yah 🙂

      • Saya mendapat tawaran untuk ke Jerman melalui program Au Pair di sana. Menurut Bapak apakah program tersebut bagus? Mohon pencerahannya, Pak. Terima kasih.

        —–
        Program itu bagus untuk menambah pengalaman internasional anda dan untuk semakin tahu tentang Jerman. Saat di Jerman anda bisa belajar B. Jerman secara intensif dan juga bisa cari Univ yang tepat buat masa depan anda kelak sehingga anda nanti bisa kuliah di Jerman.

        Semoga sukses 🙂

        Salam hangat

        Ferizal Ramli

  24. Saya mau tanya, kalau menurut pengalaman anda, lulusan dr FH di jerman, apakah pasti tidak bisa menyambung s3? Rencananya saya maj lanjut s2 di salah satu FH d jerman, tapi saya jg ada niat untuj melanjutke s3. Terimakasih

    • Mas Aulia,

      Dari FH memang bisa ambil S3 tapi sulit sekali dengan berbagai persayaratan. Jika tujuan anda ingin terus S3 maka ambil Uni, jangan ambli FH.

  25. halo pak terimakasih atas infonya,
    saya mau bertanya berapa kisaran waktu belajar bahasa jerman hingga b1 jika saya belum memiliki basic b jerman dan saya ingin melanjutkan studi kesana karena saya lulus sma pada bulan juni,apakah terlambat bagi saya untuk belajar bahasa jerman ? terima kasih atas infonya 🙂

    • Tidak ada kata terlambat untuk belajar.
      Kalau di Goethe Institute di Jakarta atau Bandung, kursus intensif selama 2 semester, bisa membuat orang belajar sampai level B1.
      Setelah itu, bisa kursus bahasa di Jerman dan daftar Studienkolleg di Jerman.
      Informasi lebih banyak didapatkan di Goethe Institute.

      Darah Juang!

      —–
      Matur nuwun kang ISCAB kanca lawas 🙂

      Salam hangat

      Ferizal Ramli

  26. Mas, numpang tanya…
    Universitas Leipzig itu di Jerman sebelah Barat atau Timur ya? Universitas Leipzig negeri atau swasta? Makasih sebelumnya :).

  27. Pak, saya mau tanya, apa jerman rata-rata mengahruskan jika mau ambil S2 harus sesuai dengan jurursan S1, karena saya dari journalism dan ingin ambil bisnis .. kemudian apa pendaftaran juga harus ke uni-assist, saya masih kurang paham dengan uni-assist itu sendiri, dan untuk bisnis ada beberapa universitas yang juga minta GRE, saya masih kurang paham apa itu GRE, terimakash


    TANGGAPAN saya:

    Tidak harus sama persis Antara jurusan S1 dengan S2 tapi memang tidak boleh terlalu berbeda, contoh Yang tidak boleh: S1 ambil jurusan Sastra Jerman, S2 ambil jurusan Teknik Fisika, bergitu sebaliknya.

    Sementara jika seseorang lulus S1 Komunikasi, lalu S2 ambil Business International itu masih boleh.
    Juga Yang boleh misalkan: S1 Akuntansi, lalu S2 ambil Manajemen Informatikan
    atau S1 Manajemen lalu S2 ambil Teknik Industri
    atau S1 Sosiologi lalu S2 ambil Ekonomi
    atau S1 Teknik Mesin lalu S2 ambil Manajemen
    Jadi, secara umum boleh saja S1 dan S2-nya tidak sama persis selama masih relevan. Hanya tetap saja Yang menentukan boleh atau tidaknya tergantung persyaratan masing-masing Uni. Ada saja Uni Yang mensyaratkan harus sama antara jurusan S1 dan S2 tetapi banyak juga yang tidak mensyaratkan sama.

    Pendaftaran itu yah ke bagian pendaftaran Uni. Silahkan lihat ke Website masing-2 univ bagaimana prosedur pendaftarannya.
    Apakah perlu pakai Uni-Assist atau apapun, itu ndak usah jadi hal Yang membingungkan. Yang terpenting anda ikuti semua prosedur Yang ada dalam Website Univ dimana anda ingin daftar. Penuhi persyaratannya lalu yah kirim semua aplikasi anda ke alamat Yang sudah dinyatakan oleh Univ tersebut.

    GRE itu test biasanya digunakan untuk persayaratan ambil Pasca Sarjana di Amerika atau Inggris sistem. Kalau di Jerman itu tidak populer. Mungkin saja ada universitas Jerman Yang syaratkan itu tapi menurut saya jauh lebih banyak Yang tidak menaruh itu sebagai prasyarat. Saran saya, cari saja univ Yang tidak taruh GRE sebagai prasyarat. Ada 400 Univ di Jerman. Jadi, cari saja Univ yang persyaratannya bisa anda penuhi secara realistis.

    Tapi kalau anda tetap ingin test GRE maka silahkan saja ekpslorasi dan cari informasi GRE di Internet.

    Salam

  28. Ping-balik: 7 Alasan Kenapa Kuliah di Jerman Fardhu Ain Hukumnya | Rahmatullah's Blog

  29. maaf mas Ferizal, saya mau nanya, kalau ingin melanjutkan kuliah setelah lulus D3 teknik manufaktur bisa nggak mas atau kalau lulus D4 bisa nggak melanjutkan studi lanjutkan dijerman tanpa mundur lagi baik melanjutkan ke FH atau teknik universiti

    —–
    Sudah betul itu ambil D4 lebih baik dari pada ke S1. Lalu dari D4 ambil S2 di Jerman boleh ambil TU atau pun FH.

    Terus berjuang sampai sukses yah 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  30. assalamu alaikum mas Ferizal,
    anak saya kesengsem ingin kuliah teknik di Jerman, sekarang dia masih klas XI jurusan IPA dan mondok di sebuah Pesantren Terpadu di daerah kuningan, Jawa Barat.
    mohon diberikan advis persiapan apa saja yang harus dilakukan oleh anak saya, untuk memenuhi keinginannya, baik dari segi pelajaran dan biaya.
    terima kasih atas kebaikan mas Ferizal untuk membantu saya dan anak.
    wassalamu alaikum wr wb

    —–
    Aslm Wr Wb…

    Untuk melanjutkan S1 di Jerman ini hal-2 yang perlu diperhatikan:
    1. Penuhi syarat berbahasa Jerman di Indonesia minimal sekali lulus B1, kalau bisa B2.
    2. Lalu daftar Studienkolleg. Ini link terkait dengan Studienkolleg: http://www.uni-assist.de/preparatory-courses.html
    3. Urusan seluruh persyaratan keberangkatannya.
    Link ini amat penting untuk dibaca: 10 langkah persiapan untuk sekolah ke Jerman https://www.daad.de/deutschland/in-deutschland/en/

    Mohon dibaca link tersebut. Semua info lengkap Yang dibutuhkan tersedia disana 🙂

    4. Untuk biaya hidup di Jerman minimal per bulan 500 Euro. Hanya sebagai catatan untuk kepengurusan VISA paling tidak Bapak harus bisa menunjukkan ke Kedutaan Besar Jerman punya uang di bank minimal 14.000 Euro sebagai syarat diberikan VISA.

    Semoga cita2 putra/i Bapak bisa terwujud untuk masa depannya 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  31. Salam, saya seorang mahasiswa Teknik Informatika di salah satu perguruan tinggi swasta di jakarta yang berkeinginan sekali melanjutkan kuliah S2 saya di jerman dan kembali lagi ke indonesia untuk ikut membangun tanah air, namun ada hal yang membuat saya bingung yaitu,
    1.SMA saya jurusan IPS dan saya melanjutkan S1 Jurusan Teknik Informatika sekarang sudah semester akhir, sedangkan sepengetahuan saya untuk kuliah di jerman salah satu persyaratan dokumennya itu STTB / IJazah SMA, pertanyaannya apakah saya bisa melanjutkan S2 saya di jerman dengan Jurusan Teknik Informatika juga atau spesialis software ?
    2. Apakah ada kemungkinan bagi saya yang IPK nya tidak sampai 3.00 (karena semester ini saya akan lulus) jika tidak bisa kemungkinan saya akan memperpanjang kuliah saya untuk mengulang mata kuliah agar IPK saya meningkat tapi ada syarat maksimal lamanya kuliah S1 kah untuk melanjutkan S2 jerman .?

    Saya sangat berharap mendapat informasi atau pencerahan yang bisa membuat saya tetap bertekad untuk melanjutkan S2 di jerman dari balasan e-mail saya
    Sekian, Terima kasih

    —–
    Salam bung Adha,

    1. Secara umum bisa ambil S2 Informatikan jika anda S1 dari Informatikan. Saya tidak yakin Ijasah SMU anda akan dijadikan pertimbangan dalam hal ini tapi anda pasti bisa ke jurusan Wirtschaftsinformatik atau Business Computing jika teknik informatika ditolak.
    2. IPK 3,00 itu amat bagus apalagi jika tepat waktu. Jika anda ingin memperpanjang 1 Semester untuk dapat IPK 3,00 sementara kuliah anda juga tidak molor yah tidak apa2. Tapi Klo kuliah anda molor maka tetap saja waktu lama kuliah juga pertimbangan negatif. Usahakan IPK anda tidak lebih rendah dari 2,75.

    Semoga sukses selalu

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  32. mas,boleh nanya gak,kan saya tinggal di pontianak,ga ada goethe institute buat bahasa jerman,les bahasa jerman di tempat lain lalu ngambil ujian sertifikat bahasa jerman di goethe (saat sma) lalu kalo udah tamat + dapet sertifikat langsung melamar ke studentkolleg bisa atau tidak?

    —–
    Tentu saja boleh. Anda boleh kursus dimana pun yang penting anda bisa lulus ujian resmi sertifikasi B2 untuk syarat daftar di Studiekolleg.

    Selamat berjuang buat masa depan anda 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  33. makasih mas bwt postinganx. really helpful. btw, mau nanya nih… kalo lanjut s2 di jerman itu lgsg kontek sama univ2x atau bisa lwt DAAD yang bantuin kita apply? thanks

    —–
    Daftarnya langsung kontak Universitas. DAAD tidak membantu anda untuk proses aplikasi untuk daftar ke Uni. Itu harus anda lakukan langsung ke Uni ybs. Ini link data base uni di Jerman http://www.hochschulkompass.de

    Silahkan eksplorasi info yang ada disana. Selamat berjuang dan semoga sukses 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  34. Terima kasih atas infonya.
    Saya mau bertanya, kalau mau lanjut S2, studienkolleg itu harus atau tidak?
    Mohon dijawab.
    Terima kasih.

    —–
    Untuk S2 tidak melalui Studienkolleg. Anda bisa langsung daftar ambil Master. Ambillah Program B. Inggris. Biasanya persayaratan TOEFLnya 550. Tapi Klo anda merasa sudah siap B. Jerman maka ambil program B. Jerman lebih baik dengan persyaratan B. Jerman lulus C1.

    Sukses buat anda 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  35. apakah untuk S1 di jerman ada batasan usia? mohon balasannya.. terima kasih pak

    —–
    Sekolah di Jerman untuk jenjang tingkat apapun S1, S2 atau pun S3 tidak ada batasan usia.
    Jadi jangan ragu untuk kuliah 🙂

    Semoga sukses

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  36. waaah sangat membantu sekali pak, oh iya salam kenal juga pak, mau numpang tanya ni, kalau di jerman kan ada “uni” sama “FH” dari dua itu jika mau ambil tekni aerospace bagusan yg mana pak ? peluang kerjanya gedean mana ? lalu kalau boleh bagi info, FH di Karlsruhe ama di Aachen menonjolan mana ya buat aerospacenya, danke shon herr

    —–
    Jika FH dengan TU maka peluang kerjanya secara umum yah (tapi ini juga tidak terlalu akurat, ini cuma menurut pendapat pribadi) peluang kerjanya sama bobotnya. Hanya saja jika TU akan mudah ambil S3.

    Jika FH dengan Uni maka secara umum, industri lebih suka lulusan FH 🙂

    FH Karsruhe dengan RWTH Aachen secara prestise bagus RWTH Aachen tapi Klo dibandingkan FH Aachen maka bagus FH Karsruhe. FH Karsruhe adalah Salah satu Top FH di Jerman secara umum.

    Hanya bagi saya hal2 seperti itu tidak terlalu membawa dampak signifikan di Jerman. Jadi lebih baik fokus saja supaya anda diterima, jika anda diterima keduanya maka anda perlu pertimbangan mata kuliah mana yang paling cocok buat anda. Jangan sampai mata kuliahnya terlalu jauh dengan bakat dan kemampuan anda sehingga anda mengalami kesulitan untuk lulus 🙂

    Selamat berjuang untuk anda 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  37. Mas… saya ingin study di jerman sehabis saya Lulus Sma … Sekarang saya baru kelas 1 sma … ada saran buat saya mas ?

    —–
    Saran saya:

    1. Sekolah yang serius dan raih nilai sebaik mungkin.
    2. Jika ingin selepas SMU kuliah S1 di Jerman maka persiapan juga bahasa anda. Syarat untuk bisa daftar ke Studienkolleg (pre-Univ di Jerman) anda harus lulus sertifikasi B. Jerman B2. Nah raih sertifikasi itu 🙂

    Selamat berjuang untuk meraih masa depan 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  38. saya mohamed iqbal.
    sekarang sedang berkuliah D3 di politeknik manufaktur negeri bandung (PMS-ITB). tahun 2015 saya akan lulus, dan berencana langsung melanjutkan studi di jerman. saya ingin bertanya, apakah ada istilah ektensi D3 ke S1? atau credit transfer di jerman? bila ada, saya minta saran uni atau FH nya pak 🙂 danke!

    —–
    Jangan ambil S1 ke Jerman setelah lulus D3 di PMS anda. Selesaikan dulu D4 anda atau ke S1 di Indonesia.

    Baru setelah itu ambil S2 di Jerman. Saran saya anda ambil FH karena latar belakang anda adalah pendidikan vokasi.

    Sekarang tugas anda adalah ambil D4 (atau S1) anda dan raih nilai setinggi2nya 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  39. Mas saya baru kelas 3 sma , tapi saya sekolah M.a Sunan Ampel , apakah tidak ada bea siswa mas buat orang yang berprestasi dan orang yang kurang mampu ?

    —–
    Untuk bea siswa coba lah cari informasi bea siswa Bidikmisi dari DIKTI. Pemerintah Indonesia menyediakan bea siswa kuliah buat yang tidak mampu tapi berprestasi 🙂

    Jangan pantang menyerah, dimana ada kemauan disitu ada jalan 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  40. Terimakasih atas pengalaman beserta ilmu nya mas, saya ingin kuliah S2 di jerman dan ingin menperdalam ilmu saya, bagaimana jurusan manajemen asuransi dan aktuaria di jerman mas?? kalau mas tau univ mana yang ada jurusan tersebut mohon infonya?
    terimakasih banyak mas Ferizal

    —–
    Cobalah cek di data base Univ Jerman. Ini linknya:
    http://www.hochschulkompass.de

    Saya yakin pasti ada jurusan yang anda inginkan. Cuma sangat mungkin berbahasa Jerman. Klo anda ingin yang berbahasa Inggris belum tentu ada jurusan yang sediakan program internasional untuk bidang anda.

    Jika Kasus diatas terjadi pilihannya:
    1. Anda harus pelajari B. Jerman. Secara super intensif anda butuh waktu secara umum minimal sekitar 2 tahun untuk lulus C1.

    atau

    2. Pilih jurusan yang mirip2 saja dengan keinginan anda tapi ada program B. Inggrisnya 🙂

    Sukses selalu buat anda

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  41. Yang termohat bapak Ferizal, kebetulan saya sedang menyelesaikan Sarjana saya di Jogja dan berencana melanjutkan Master di Jerman, bidang ilmu saya tekuni adalah Ilmu Komunikasi yang berkonsentrasi di Public Relation.
    Yang mau saya tanyakan, tolong bapak informasikan beberapa link yang merekomendasikan beberapa universitas yang terdapat program komunikasi khususnya Public Relations, karena saya sedikit kesusahan mencari universitas tersebut di Jerman. Saya ingin menjadi praktisi dan akademisi yang baik kedepannya dan semoga mampu tumbuh berkembang di Jerman…
    Mohon balasanya ..

    Terima Kasih banyak yg termohat bp Ferizal

    —–

    Cobalah cek di data base Univ Jerman. Ini linknya:
    http://www.hochschulkompass.de

    Dari link tersebut silahkan dieksplorasi universitas yang menyediakan program yang anda inginkan

    Selamat berjuang 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  42. Mas, apakah nilai UN indonesia dipakai untuk apply di universitas di jerman?

    —–
    Nilai UN jika anda ingin lanjutin S1 di Jerman Jelas mutlak jadi pertimbangan. Jadi Klo nilai UN anda rendah yang peluang anda dapat tempat di Studienkolleg (pre-Uni sebelum kuliah) itu yang lebih kecil.

    Jadi, seriuslah dengan UN anda.

    Selamat berjuang yah 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  43. kak saya mau tanya emang bener kuliah di german susah?
    saya lagi bingung mau kuliah disini apa di german karena takut sudah belajar lama bahasa disini tapi pas ke german gak keterima
    jadi lebih baik gmn?


    Iya kuliah di Jerman jauh lebih sulit dari pada di Indonesia jika Indonesia jadi bandingannya.
    Ada beberapa pertimbangan kenapa kuliah di Jerman lebih sulit:

    1. Secara materi mungkin sama beratnya dengan TOP PTN di Indonesia seperti UGM, UI atau ITB, materinya banyak dan dalam. Tapi Sistem belajarnya memang relatif ketat dari pada di Indonesia meskipun kuliah di TOP PTN sekalipun sebagai bandingannya. Di Jerman 3 kali tidak lulus akan di DO, kuliah S1 lebih dari 5 tahun setahu saya juga tidak akan diperpanjang Visa-nya alias juga artinya di DO. Untuk lulus mata kuliah harus bisa jawab soal dengan skore 60% benar, baru bisa lulus.

    2. Budaya dan bahasa Yang berbeda tentu saja menambah sulitnya kuliah di Jerman.

    Jika anda secara mental belum siap sekolah S1 di Jerman maka sekolah di Indonesia saja di Univ Yang bagus. Nanti S2 baru kuliah di Jerman. Tapi jika anda siap langsung ke Jerman maka persiapkan B. Jerman sebagus mungkin. Semakin bagus semakin baik.
    Lalu persiapkan mental anda untuk serius kuliah di Jerman.

    Semoga sukses selalu yah…

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  44. inspiratif !!
    Susunan kalimatnya membuat saya membaca dengan penuh semangat dan menghayati.
    AKu ingin belajar lebih keras lagi , aku ingin belajar ke Jerman
    Bismillah

    —–
    Selamat kerja keras dan semoga keinginan anda untuk studi di Jerman terwujud 🙂

    Salam hangat

    Ferizal

  45. Ping-balik: TIPS buat yang ingin kuliah di Jerman: from Zero to Hero! | imahzuhibbukumfillah

  46. trims.semoga anak sy bisa melanjutkan study ke jerman.amin

    —–
    Doa saya untuk masa depan cermerlang anak anda 🙂

    Salam hangat

    Ferizal

  47. pak ramli kalo untuk s2 jurusan design interior ada gak pak? kerena s1 saya di ptn indo juga interior.. sebaiknya ambil FH apa universitat? kampus apa yg bagus pak?

    —–
    1. Pasti ada desain inferior. Silahkan lihat link ini dan cari Univ yang menawarkannya http://www.hochschulkompass.de

    2. Ambil FH karena jurusan Desain Interior itu jurusan terapan.

    3. Sudah saya tulis berkali-kali :), tidak ada kampus yang jelek di Jerman. Semua kampus bagus.
    Jadi, ndak penting anda kuliah di kampus mana pun. Yang penting anda diterima sesuai dengan jurusan yang anda inginkan dan bisa lulus.

    Salam hangat

    Ferizal

  48. Mas Ferizal mau nanya nih kan di jerman itu uninya gratis jadi gak ada beasiswanya tapi kalo biaya hidup itu ada beasiswa yang mau menunjang gak ya mas?

    —–
    Bea siswa untuk biaya hidup untuk Level S1 dan S2 sedikit sekali. Silahkan cek ke Website DIKTI dan Website DAAD.
    Ada bea siswa tapi tidak banyak.

    Salam hangat

    Ferizal

  49. Hai Bapak Ferizal Ramli yang terhormat ,nama saya M Rama Dinata Yohanafi ,saat ini saya masih kelas 2 di Man 2 Model Medan,tepat nya DI PROGRAM KELAS XI-IPB (ilmu pengetahuan bahasa). Dalam hati saya ,saya ingin sekali Kuliah Di jerman dan ingin sekali mengambil jurusan sastra jerman, semenjak saya membaca buku tentang perkembangan kuliah di jerman yang sangat hebat, ,jadi saya mohon kepada bapak yang terhormat bisa membantu saya ,bagaimana cara biar saya bisa kuliah di jerman, tolong saya iya bapak Ferizal. Saya mohon bantuannya iya bapak yang terhormat. Terimah kasih sudah memberikan waktu nya untuk membaca pesan saya.

    —–
    Bantuan apa yang diinginkan? Kalau informasi sudah saya tulis begitu banyak di blog saya.
    Jika ingin bea siswa maka silahkan kontak website Dikti ada bea siswa Bidikmisi kalau tidak salah. Jika ingin ambil B. Jerman sangat mungkin DAAD atau Goethe Institute juga sediakan bea siswa. Coba lihat website-nya dan tanyalah pada mereka. Tidak ada ruginya bertanya dan minta saran dari mereka.

    Terus berjuang yang terbaik yah untuk menggapai masa depan 🙂

    Salam hangat,

    Ferizal Ramli

  50. Gan.. Trims buat infonya maaf mo nanya btas umur S2 dan S3 brapa ya? Bravo buat agan Rizal dan sukses slalu, kiranya Tuhan yg akan mmblas kebaikan pak rizal.

    —–
    Tidak ada batasan umur untuk study di Jerman. Yang penting semangat masih menyala 🙂

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  51. kak, untuk S1 berbahasa inggris apakah harus mengikuti studienkolleg? kakak ada list universitas” negri di jerman untuk program bachelor yang berbahasa pengantar inggris? danke sehr kakak.

    —–
    Yang saya tahu Program S1 itu B. Jerman. Saya ndak tahu yang program B. Inggris. Studienkolleg itu B. Jerman.
    Jika ada Studienkolleg yang B. Inggris maka sepertinya itu swasta dan bayar amat mahal. Begitu juga jika ada Program S1 yang B. Inggris itu saya yakin berbiaya mahal karena itu program swasta tampaknya.

    Tentang Univ apa saja yang bukan program B. Inggris maka bisa di-searching sendiri di http://www.hochschulkompass.de
    Sekali lagi amat jarang program S1 kualihnya dalam B. Inggris.

    Salam hangat

    Ferizal

  52. mas Rizal mau tanya, adek saya mau berlatih club sepakbola dijerman, apa ada? kira2 biaya untuk latihan di clubnya berapa ya ? kalo di indo ada yang beasiswa, apa di jerman juga demikan? kalo mau daftar harus kemana ?

    ohiya kalo tidak salah tadi saya baca, untuk kuliah s1&s2 di seluruh universitas jerman gratis. itu caranya bagaimana? apa ada syarat2 khusus? cara daftarnya di indo atau langsung ke universitas dijermannya? untuk seluruh jurusan/ beberapa saja?

    mohon maaf mas pertanyaannya banyak, karna saya dan adik saya ingin sekali belajar dijerman hehe, terimakasih 🙂

    —–
    Tentang Klub Sepakbola dan sekolah bola mohon maaf saya tidak punya informasi tentang hal itu.

    Tentang sekolah di Jerman memang gratis. Silahkan baca artikel saya tentang Study di Jerman siapa takut?! Disana dibahasa tentang persyaratan kuliah di Jerman khususnya S2.

    Kalau S1 silahkan juga lihat artikel saya lainnya tentang sekolah di Jerman buat lulusan SMU termasuk siapkan B. Jerman minimal lulus B2 agar bisa diterima di Studienkolleg. Daftar Studienkolleg bisa dilakukan di Indonesia. Studienkolleg ada pra Universitas yang wajib dilakukan mahasiswa asing yang ingin study di Jerman.

    Salam hangat

    Ferizal

  53. Ping-balik: Seluk Beluk Kuliah di Jerman | Faris TIF 13 UB Blog

  54. Terimakasih atas infonya, jadi tambah semangat untuk belajar

    XXXXXXX

    Baharkuti yth,

    Sekarang saat yang tepat untuk mulai mempersiapkan belajar ke Jerman 🙂

    Salam hangat dan tetap semangat,

    Ferizal Ramli

  55. jadi kepengen lagi kuliah apalagi di jerman yang notabene memang sangat bagus sekali kualitasnya, 😀

    XXXXXXXX

    Kalau gitu saatnya untuk diwujudkan keinginan tersebut.

    Semoga sukses

    Ferizal

  56. Pak boleh saya minta email bpk?ada bbrp hal yg ingin saya tanyakan pak:( danke!

    ——-
    Nurul,

    Ini email saya: framliz@yahoo.com

    Hanya untuk catatan, saya jauh lebih lambat merespon email pribadi tentang study di Jerman dibandingkan dari Blog. Saya lebih prioritaskan waktu saya untuk menjawab dari Blog karena ini bisa jadi sharing buat banyak orang. Klo di email sifatnya cuma untuk pribadi. Saya lebih utamakan untuk merespon yang bisa untuk sharing banyak orang.

    Salam hangat dan Semoga Sukses

    Ferizal Ramli

  57. waw. makasih gan info nya. lagi bingung abis lulus mw kemana. setelah baca jd terinspirasi…

    ——–
    Aisah yth,

    jadikan pijaran inspirasi ini dengan menindaklanjuti untuk diwujudkan ke dalam cita-cita nyata dong 🙂

    Salam hangat dan Semoga Sukses

    Ferizal Ramli

  58. Wah sangat membantu kak..
    Saya mau minta pendapat dong kak..
    Saya sekarang ini masih kelas 3 SMA, baru akhir2 ini keinginan saya kuliah ke luar negri didukung keluarga.. saya sampai saat ini saja blm ada persiapan apa2 untuk ke Jerman krn fokus ujian.. nah pertanyaan saya
    1. kalau mau kursus di Goethe kira2 berapa lama untuk bisa dpt Level B?
    2. Di kebanyakan univ Rapot SMA minimal harus berapa? Sehingga saya bisa mengira2 di peluang diterima nya,Saya jurusan IPA..
    3. Kalau mau daftar harus sudah lulus SMA (dpt ijazah) dan kemampuan bhs jerman B baru bisa atau bisa sblm lulus?
    4. Kalau dgn kondisi saya saat ini, kira2 mungkin lebih baik cuti 1th untuk kursus dan persiapan lain atau saya ambil s1 di indonesia dahulu saja? Saya sudah diterima di salah1 univ dgn kurikulum swedia di indo, namun biaya nya jika di hitung sama saja dgn kuliah di Jerman nya..
    5. Di Jerman apakah ada 2 periode pendaftaran seperti di amerika? Summer semester n winter semester kalo ga salah ..

    Maaf tanya nya banyak kak 😀 saya butuh penjelasan nih, soalnya keputusan ambil kuliah di indo harus cpt2..
    Terimaksih banyak..

    XXXXXXX
    Dear Kezia,

    Saya jawab pertanyaan anda satu persatu:

    No 1: Jawabannya ada semua. Lihat link ini: https://ferizalramli.wordpress.com/2014/04/23/kuliah-di-jerman-bahasa-inggris-atau-b-jerman/

    No 2: Tidak ada standard untuk itu. Mereka cuma minta semakin baik semakin besar peluangnya. Mereka ndak mau kasih patokan standard pasti karena setiap sekolah, setiap negara dan setiap tahun pelamarnya berbeda-beda kualifikasinya.

    Bisa saja tahun ini ada yang raportnya rata-rata 8 tidak diterima di Studkol (pra univ), tapi tahun depan justru nilai rata2 7 diterima. Atau bisa saja pendaftar di Studkol kota A kebetulan padat sekali tahun ini sehingga dia terpaksa naikkan score nilai rata-2nya. Kesimpulannya, tidak ada batasan standard yang jelas untuk nilai raport ini.

    No 3: Syarat daftar Studkol alias Pra-Universitas itu lulus SMU dan punya sertifikasi B1 minimal (kalau tidak salah menurut aturan yang baru) tetapi banyak yang mensyarakat lulus B2.

    No 4: B. Jerman adalah salah satu Bahasa tersulit, saya tidak bisa mengira-ngira berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk untuk kursus dan seberapa dalam tingkatan yang anda capai untuk bisa nambah B. Jerman anda dalam 1 tahun. Hanya 1 tahun itu bukan waktu yang terlalu banyak untuk menguasai B. Jerman. Jika anda ingin benar-benar sekolah di Jerman yah focus lah pada persiapannya. Tidak bisa ini anda sambi dengan tugas lain yang sama sulitnya.

    No 5: Untuk anda pahami, anda itu TIDAK bisa langsung daftar universitas Jerman selepas SMU. Anda harus masuk Studkol dulu. Nah waktu pendaftaran Studkol itu tergantung masing-masing Studkol ada yang 2 kali dalam 1 tahun tapi ada juga yang 1 kali dalam 1 tahun.

    Semoga sukses buat anda

    Ferizal Ramli

    • Assalamualaikum,
      permisi pak saya mau bertanya seputar kuliah S1 di Jerman.
      saya adalah siswi kelas 11 Sma di Jakarta dan ingin sekali melanjutkan studi diluar negeri karena tahun 2016 nanti saya lulus sekolah.
      Apa yang harus saya lakukakn agar saya dapat melanjutkan studi disama?

      XXXXXXX

      Aslm Wr Wb,

      Nanda, yang harus dilakukan:
      1. Nilai raport anda harus bagus. Buatlah sebagus yang kamu bisa.
      2. Mulai sekarang secepatnya belajar B. Jerman dan usahakan dapat sertifikasi B2
      3. Setelah lulus dan dapat seritifikasi B2 maka daftar ke Studienkolleg (pra Universitas). Silahkan lihat linknya (saya dalam B. Jerman): http://www.studienkollegs.de/
      4. Jika anda diterima di Studienkolleg maka itulah awal anda study di Jerman.

      Semoga sukses dan tetap semangat berjuang.

      Salam hangat,

      Ferizal Ramli

  59. Salam kenal pak Ferizal…. anak sy skrg kls 12, pengen melanjutkan kuliah S1 di Jerman. Menurut bpk lbh baik mengurus sendiri atau lewar agent….. kalau lewat agent apakah bpk bs merekomendasikan agent yg mana yg bgs yg bertanggung jwb bener buat pengurusan mulai di Indonesia smp di Jerman…. Sebagai orangtua pasti ingin anaknya aman dan jelas keberadaannya di negeri orng, pergi sendirian lg….terima kasih banyak sebelmnya……

    XXXXXXX

    Ibu Sari yth,

    Saya benar2 agak bingung menjawab pertanyaan Ibu. Jujur saja, untuk ngurus sendiri memang relatif rumit tapi bukan berarti itu tidak bisa dilakukan. Sementara untuk gampangannya pakai agen, hanya Agen itu TIDAK bisa membantu diterima di Jerman. Agen itu cuma bisanya memberi informasi belaka dan paling banyak memandu apa yang harus dilakukan. Itu lah yang bisa diharapkan dari agen. Itu dengan catatan Agen-nya adalah agen yang baik dan bertanggung jawab.

    Masalahnya, banyak agen yang amat tidak bertanggung jawab yang hanya menguras kantong ibu. Saya sayang kali tidak bisa merekomendasikan agen mana yang baik. Jadinya saya tidak bisa menjawab pertanyaan ibu secara clear saat ini. Tapi saya, Insya Allah berjanji, dalam 1-2 bulan ke depan saya akan tulis paduan kuliah di Jerman buat para orang tua yang anaknya ingin sekolahkan di Jerman sehingga tidak tertipu agen. Mohon saya diingatkan kalau saya lupa.

    Salam hangat,

    Ferizal Ramli

    • Pak Ferisal yth….

      Terima kasih pak Ferisal…. Semoga panduan kuliah di Jerman buat orang tua dan anak2 yang ingin melanjutkan kuliah di Jerman bs tetbit secepatnya…..

      Sari

      XXXXXXX

      Ibu Sari yth,

      Sedang dibuat pelan-pelan. Hanya saya butuh waktu karena disambi bekerja.

      Salam hangat,

      Ferizal Ramli

  60. Asslamualaikum wr.wb.

    Pa saya mahasiswa lulusan ITB jurusan aerospace engineering.Saya sudah membaca informasi di berbagai website universitas jerman tapi saya masih mengalami kebingungan. Saya ingin bertanya Pak apakah universitas teknik di jerman menerima mahasiswa dari ITB untuk mengambil program magister di sana. Dan apakah ada batasan GPA atau IPk? Karena terus terang IPK saya cukup kecil hanya 2.93. Mohon pencerahannya Pa. Terima Kasih.

    XXXXXXX

    Mas Aulia yth,

    IPK 2,93 itu lebih dari cukup. Peluang anda besar untuk bisa kuliah disini. Saya pikir almamater S1 anda modal yang cukup baik untuk dikenal di Jerman meskipun tidak seluruh Uni Jerman kenal ITB. Hanya banyak kok Uni di Jerman sudah tahu ITB. TU (Technische Universität) adalah pilihan yang bagus untuk anda.

    Semoga sukses dan Salah hangat,

    Ferizal Ramli

    • terima kasih Pak atas informasinya. Sukses selalu untuk Bapak dan keluarga.

      XXXXXXX

      Doa Yang sama untuk anda juga sdr Aulia.

      Selamat berkarya terus

      Ferizal Ramli

  61. Mas saya mahasiswa jurusan logistik bisnis, rencananya lulus ini pngen ngambil pure logisticnya ke jerman. bisa share infonya mengenai program2 untuk jurusan logistic djerman mas?

    XXXXXXX

    Mas Demo yth,

    Bidang logistik itu bisa ke Universität Duisburg-Essen. Banyak sekali orang Indonesia Favorit kesana. Selain itu bisa juga ke TU Dortmund.

    Semoga sukses dan selamat berjuang.

    Salam hangat,

    Ferizal Ramli

  62. Pak, saya mau tanya apakah di tahun ini atau tahun depan masih Ada universitas yang gratis? Karena saya ingin mengambil program s2 untuk jurusan ilmu komunikasi. Saya bingung Ada beberapa agency bilang gratis, tetapi Ada yg bilang kuliah di jerman sudah diterapkan biaya. Jadi tidak tau mana yang benar. Mohon infonya Pak, terima kasih !

    XXXXXXX

    Dear Jessica,

    kuliah di Jerman malah sekarang hampir seluruhnya gratis kecuali beberapa Program Master dalam B. Inggris terutama MBA bayar. Lainnya, hampir semuanya baik berbahasa Inggris dan Jerman biasanya gratis.

    Agency Yang bilang bayar, itu datanya ndak valid. Itu coba anda cek kredibilitasnya. Memang Antara tahun 2007 (kalau ndak salah mereka tetapkan bayaran). Tapi tahun 2010 sebagian besar yang menghapuskan bayaran dan kembali gratis. Sejak 2013 hampir semua kembali gratis kecuali beberap Program Master B. Inggris terutama MBA.

    Semoga sukses.

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  63. Dear Pak Ferizal, saya lulusan SMK thn 2011 dan sejak lulus sampai skrng saya bekerja di salah satu perusahaan asuransi di Jakarta. Rencananya saya ingin melajutkan kuliah di Jerman dan memulai kursus B.Jerman thn depan untuk modal ke Jerman.

    Saya ingin bertanya:
    1. Apakah lulusan SMK/SMA (tdk ditahun yg sama pada saat mendaftar, malah sdh lulus terlalu lama) seperti saya bisa jd kendala atau tdk?
    2. Saya pernah membaca artikel bahwa kuliah disana membutuhkan uang jaminan yg besar. Benarkah? Jika iya, kira2 berapa?

    Fyi, saya rencananya ingin mengambil jurusan S1 Komunikasi.

    Terima kasih atas artikelnya pak 🙂

    XXXXXXX

    Sdr Engel,

    Saya jawab yah langsung:
    1. Tidak ada kendala tahun kelulusan bahkan anda umur 50 tahun pun tetap boleh daftar kuliah selama persyaratan terpenuhi. Saya malah pernah lihat ada nenek umur 70 tahun kuliah lagi karena dia ndak mau pikun sehingga kembali ke bangku kuliah.

    2. Iya biaya amat besar. Untuk dapat visa anda harus punya jaminan uang di bank sekitar kurang lebih 8.500 Euro

    Salam dan semoga sukses

    Ferizal Ramli

  64. Informasi yang sangat lengkap… terima kasih pak… saya juga sedang dalam tahapan mengejar cita-cita kuliah di jerman dari titik nol… artinya hanya bermodalkan tekad tanpa finansial yang cukup…

    XXXXXXX

    Yang harus anda persiapkan sebaik mungkin:

    1. Nilai SMA/Kuliah anda bagus
    2. Jika anda dari SMA maka B. Jerman anda harus bagus, minimal di Indonesia B2 lalu di Jerman C1.
    3. Jika anda dari S1/D4 maka B. Inggris minimal TOEFL 570 dengan B. Jerman bisa lulus A2 atau B1

    Salam dan semoga sukses

    Ferizal

  65. Infonya sangat bermanfaat om.
    Saya sangat menyukai negara Jerman, rencananya saya Ingin melanjutkan S2 hingga S3 di jerman. Saya mahasiswa semester akhir Jurusan Ilmu komunikasi, Oh ya sya memiliki banyak pertanyaan, yaitu
    1. Apakah ada beasiswa untuk S2 jurusan ilmu komunikasi?
    2. Apakah bisa mengambil Program S2 yg berbeda dengan jurusan sewaktu sya kuliah S1?
    3. Apakah kursus bahasa Jeman di Jeman menggunakan bahasa Ingris atau bahasa Indosia?
    4. Apakah ketika saya kuliah di Jeman akan mendapatkan diskriminasi karena menggunakan Jilbab? (saya sangat ingin kuliah di Jerman tetapi setahu saya, seorang muslimah sangat di diskriminasi dan tidak akan mendapatkan pekerjaan)

    XXXXXXX

    Saya jawab dengan lugas yah:
    1. Bea siswa S2 jarang apalagi bidang sosial semakin jarang. Tapi Dikti punya bea siswa untuk mahasiswa berprestasi. Silahkan lihat Website Dikti untuk hal ini.
    2. Berbeda boleh asalkan masih bisa relevan misalkan S1 Bisnis lalu S2 ambil Hukum Bisnis masih boleh. Tapi Klo S1 Komunikasi, S2 ambil Teknik Informatika maka tidak bisa.
    3. Pakai B. Jerman jika anda kursus di Jerman.
    4. Tidak Klo kuliah. Secara hukum UU Jerman ditempat kerja juga tidak ada deskriminasi. Klo direalitas masyarakat sih tinggal pandai2 anda membawa diri 🙂

    Semoga sukses

    Ferizal Ramli

    • Tarimakash pertanyaan saya telah di jawab ^_^
      tetapi sya masih memiliki beberapa pertanyaan lagi
      1. bidang studi apa yg banyak di minati di Jerman selain tehnik?
      2.apakah ada jurusan psikologi, perfileman & fotografi ada untuk S2?
      3. Boleh saya tahu bagaimana mendapatkan kuliah gratis S1 dan S2 di Jerman?
      4. JIka tingkat bahasa Jerman masih B1, sulit tdk untuk berada di Jerman? & untuk belajar bahasa jerman di Jerman?
      Maaf ya om, sya memiliki banyak pertanyaan, karena saya sangat ingin melanjutkan study di Jerman

      XXXXXXX

      Saya jawab yah:
      1. Saya tidak punya data valid karena orang kuliah di Jerman amat variatif. Banyak sekoli Yang mabil jurusan sastra, Politik, filsafat, sosiologi, hukum, bisnis, ekonomi, dll. Jadi yang ambil jurusan sosialnya amat banyak sebanyak yang ambil jurusan Teknik, Sains, IT atau pertanian.

      2. Ada, pasti ada. Semua jurusan di Indonesia itu kecuali jurusan (bahasa Daerah) mestinya ada di Jerman karena tradisi Universitas di Jerman itu hampir seribu tahun sementara Indonesia belum 100 tahun.

      3. Hampir semua kuliah di Jerman GRATIS tanpa pengecualian. Sekali lagi biaya kuliah di Jerman umumnya gratis. Saya pikir saya sudah tulis berulang kali untuk hal ini.

      4. B1 itu dasar Yang bagus untuk terus berkembang. Hanya untuk masuk Studkol biasanya mereka minta B2. Untuk bisa kuliah dalam Program B. Jerman mereka menuntut C1.

      Hanya Klo ingin ambil Program B. Inggris maka B1 itu lebih dari cukup. Biasanya Klo Program S1 hampir tidak ada yang berbahasa Inggris.

      Salam hangat dan sukses selalu,

      Ferizal Ramli

  66. pak, saya mau nanya, saya sekarang kelas 11 smk. saya dengar katanya sekarang di jerman sudah tidak mengakui ijazah smk lagi? jadi apakah saya bisa untuk kuliah di jerman?

    XXXXXXX

    Sdr Haifa,

    Saya tidak tahu persisnya kebijakan yang sekarang. Ada info yang saya terima katanya bisa lulusan SMK untuk daftar Studkol di Jerman sebagai prasyarat kuliah S1. Jadi info yang saya terima bisa anda lanjutkan ke Jerman tapi tidak semua Studkol menerima lulusan tersebut. Contoh Studkol yang menerima: Zittau, Nordhausen, Leipzig.

    Hanya secara teoritis di Jerman itu yang boleh kuliah langsung tanpa melalui pengalaman kerja adalah lulusan Gymnasium (dalam hal ini SMU). Di Jerman sendiri lulus semacam SMK hanya boleh kuliah di Politeknik (Level Bachelor atau Master) setelah punya pengalaman kerja.

    Saran saya ambil kuliah di Poltekneg atau Sekolah Vokasi Negeri aja dulu sampai lulus D4 🙂
    Lalu S2 nya di Jerman.

    Semoga sukses dan salam hangat

    Ferizal Ramli

  67. Salam kenal pak ferizal.
    Saya Fadhil mahasiswa S1 pertambangan yang sangat berminat menjadi dosen ditempat saya belajar sekarang. Saya berniat mengambil bidang hidrogeologi.
    Banyak yang ingin saya tanyakan pak.
    1.apakah benar biaya melanjutkan master di jerman benar- benar gratis seperti yg bapak katakan? Yang mencakup free itu biaya apa saja ya pak?
    2. Saya penasaran dengan bidang yang pak ferizal tekuni. Boleh saya tahu bapak dulu kuliah di jurusan apa.melanjutkan studi ke jerman ambil bidang apa. Cerita sedikit tentang pengalaman bapak disana. Terutama masalah pembiayaan hidup disana pak. Karena saya hanya tergolong masuk ke keluarga kelas menengah pak.
    3. Setelah saya buka halaman http://www.hochschulkompass.de. Ada yang kurang saya mengerti pak. Untuk study tipe. apa yang dimaksud firstcycle and second cycle?

    Terimakasih sebelumnya pak.

    Fadhil Mahdy

    XXXXXXX

    Salam mas Fadhil,

    1. Biaya kuliah gratis. Cuma uang administrasi antara 40-80 Euro per semester. Biaya hidup yang jadi tanggung jawab anda.
    2. Cerita tentang saya sudah saya bahsa di link YouTube ini: https://www.youtube.com/watch?v=x5DOoVYKspw
    3. Saya ndak paham maksud pertanyaan anda. Saya ndak mau menebak2 apa maksud pertanyaan anda. Ajukan pertanyaan yang akurat dan jangan menyuruh orang lain untuk menerka2 maksud dari latar belakang pertanyaan anda dan di konteks apa terminalogi itu ada.

    Salam hangat dan semoga sukses

  68. ka saya ada dua pertanyaan
    1.apa mahasiswa Universitas Terbuka dengan IPK yang cukup tinggi bisa lanjut ke jerman, dengan standar ke setaraan dengan PTN / PTS lain? maksudnya apa ada kemungkinan UT kucilkan di jerman? UT kan PTN dan sudah punya sertifikat International.

    2. ka apakah di jerman boleh lintas jurusan dari konsentrasi jurusan semasa S1, misal s1 administrasi negara ingin melanjut ke MBA di jerman, apakah bisa lintas seperti itu?

    danke 🙂

    XXXXXXX

    Sdr Obi,

    1. Setahu saya TIDAK ada masalah lulusan UT daftar. Hanya bisa saja satu atau 2 univ tertentu tidak menerimanya. Jadi, cuma ada 1 cara yah dicoba untuk daftar. Jika ditolak maka tanya alasannya. Mereka selalu memberikan alasan penolakan jika ditanya.

    2. Boleh selama masih berdekatan. KECUALI dari FISIP ke Jurusan Kedokteran misalkan.

    Semoga Sukses

    Ferizal Ramli

    • wah, terimakasih ka 😀
      amiinn ya Allah.
      oh ya ka semisal mau kuliah mandiri tanpa beasiswa biaya jaminan yang 8.000 Euro itu gak ada toleran sama sekali ya?

      XXXXXXX

      Mas Obi,

      Urusan Visa itu ndak ada negosiasi atau toleransi seperti ngurus di Kantor Pemerintahan kita. Lha wong orang Afrika itu mau bisa masuk Jerman harus beresiko nyawa kok, kok ini kita masih pikir bicara negosiasi ngurus Visa. Jika tidak bisa memenuhinya pasti ditolak.

      Harus terbangun di mindset kita semua, baca aturannya dan penuhi semua. Jangan berpikir untuk bernegosiasi dengan peraturan dan minta toleransi 🙂

      Salam Hangat dan Sukses Selalu,

      Ferizal Ramli

  69. Halo pak ferizal

    Di Jerman itu kan hampir semua universitas negeri-nya gratis, jadi kita hanya perlu menyediakan biaya hidup aja. Kira kira pak Ferizal tahu gak lembaga yang menyediakan beasiswa S1 full di Jerman.

    Terimakasih

    XXXXXXX

    TIDAK ADA.

    Salam,

    Ferizal Ramli

  70. Hallo pak,
    Aku anisa ,aku berencana nanti bs kuliah d jerman? Tp aku benar2 buta dan ga tau jerman seperti apa dan takut nyasar.sedangkan aku ga punya teman atau saudara disana.bagaimana ya pak?

    XXXXXXX

    Halo Anisa,

    Untuk buta informasi silahkan baca informasi yang sudah ditulis bahkan juga wawancara saya selama 3 jam dengan Radio PPI Dunia sudah menjelaskan secara panjang lebar.
    Mengenai ndak ada saudara, kebanyakan yang sekolah ke Jerman juga ndak punya saudara disini. Kalau teman yah tinggal dicari.

    Saran saya, anda ndak usah sekolah ke Jerman. Dari cara anda bertanya menunjukkan belum siap mental untuk sekolah ke Jerman. Sekolah ke Jerman itu amat sangat berat dan banyak yang tidak lulus. Apalgi jika secara mental tidak siap. Kuliahlah untuk S1 nya di Indonesia saja dulu supaya anda secara emosi lebih matang.

    Jadi, keinginan harus disesuaikan dengan kesiapkan kita.

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  71. Selamat siang bapak Ferizal Ramli….
    Salam kenal saya siswa SMA negeri yang akan lulus di tahun 2015 ini….
    Saya ingin melanjutkan study S1 di jerman, dan saya ingin bertanya kepada bapak.
    1. Saya ingin ambil jurusan teknik industri di jerman, tapi saya masih belum mempunyai info tentang teknik industri di jerman. apakah ada info bagus tentang itu ya pak?
    2. Saya pernah melihat di suatu web universitas, kalau tidak salah di RWTH Aachen university ada jurusan B.Sc. in Business Administration and Engineering dan saya merasa tertarik pada jurusan tersebut. Yang saya mau tanyakan adalah, untuk masuk ke jurusan tersebut apa yang harus saya ambil di studienkolleg? T-kurs oder W-kurs?

    Vielen dank Herr Ferizal Ramli

    XXXXXXX

    Selamat Siang juga Maulidil,

    1. Di Jerman Teknik Industri adalah “Wirtschaftsingenieurwesen”.
    Ini beberapa link pentingnya yang sayangnya dalam B. Jerman:

    http://www.vwi.org/hauptmenue/beruf-studium/wirtschaftsingenieurwesen/geschichte-und-bedeutung.html

    http://www.vwi.org/uploads/media/VWI_Neue-Studienstrukturen_2007-2.pdf

    2. Pertanyaan Yang spesifik mengenai persyaratan maka sebaiknya tanyakan langsung saja pada pihak yang punya otoritas untuk menjawabnya. Jawaban dari pihak yang memang punya otoritas adalah jawaban valid.

    Sukses buat masa depan anda.

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

    • Selamat sore pak….
      Setelah saya melihat di alamat web yang bapak berikan kepada saya, saya menjadi lebih jelas tentang teknik industri di jerman dan lebih tertarik dengan jurusan tersebut. tetapi sayangnya ada bahasa yang saya kurang mengerti dan fahami.
      Saya ingin bertanya lagi pak, jurusan “Wirtschaftsingenieurwesen” di jerman itu adanya di uni mana ya pak? atau ada di Fh mana?
      Saya sudah mencari tetapi sulit untuk mendapatkan jurusan tersebut di internet atau mungkin saya kurang teliti saja. Tolong saya diberi tau alamat uni atau Fhn yang memiliki jurusan tersebut. Terimakasih.

      Viele Grüße

      Maulidil Hiththoh

      XXXXXXX

      Mualidil,

      Hampir semua Univ dan FH di Jerman punya jurusan itu. Websitenya punya rata-rata berbahasa Jerman dan Inggris. Tinggal anda pilih bahasa apa yang anda kuasai. Silahkan lihat disini: http://www.hochschulkompass.de dan pilih menu yang berbahasa Inggrisnya. Ada ratusan Uni atau FH yang tawarkan jurusan tersebut. Pasti ketemu jika anda mau riset di link yang saya berikan diatas.

      Semoga sukses

      Ferizal Ramli

  72. Pak saya berencana ingin melanjutkan kuliah ke jerman dan skrg saya kelas 10 di SMA..Yang saya ingin tanyakan untuk masuk jurusan ekonomi lebih baik masuk Fh atau Uni?Mohon pencerahannya..

    XXXXXXX

    Hallo Assasinate,

    Ekonomi itu maksudnya jurusan atau fakultas? Jika ekonomi itu maksudnya jurusan ilmu ekonomi maka masuk Universitas lebih bagus. Jadi anda akan belajar ilmu ekonomi secara mendalam bahkan akan digabungkan dengan ilmu Sosialogi dan Filsafat. Lalu dari saya anda bisa lanjutkan terus sampai Doktor sehingga menjadi ekonom mumpuni.

    Jika Ekonomi maksudnya adalah seperti konteks Fakultas Ekonomi di Indonesia maka itu ada 3 jurusan yaitu ilmu ekonomi, manajemen dan akuntansi. Untuk ilmu ekonomi sudah saya Bahas diatas.
    Untuk Manajemen dan Akuntansi, jika tujuannya setelah lulus bisa langsung kerja maka ambil FH. Tapi jika setelah lulus ingin kuliah lanjut maka boleh ambil Uni.

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  73. hallo pak ferizal
    baca blog bapak saya semakin termotivasi untuk bisa kuliah d jerman
    saya ada sedikit cerita dan pertanyaan
    saya lulus SMA thn 2010 dan setelah lulus saya kerja sebagai staff personalia d suatu perusahaan besar ditempat aku tinggal dan di tahun 2011 saya mendaftar k PTS d kota saya tinggal ambil akuntansi utk kelas ekstensi
    jujur saya sangat merasa kecewa kuliah d sini krn saya merasa PTS ini kurang kompeten dan dr rata2 teman2 saya kuliah hanya bertujuan utk memperoleh ijazah saja sbg syarat naik jabatan. untuk diri saya pribadi saya ingin memperoleh ilmu dan pengetahuan, saya ingin benar2 belajar dan saya merasa sangat kurang motivasi dan merasa tdk punya lingkungan dengan persaingan yg kuat
    ditahun 2015 ini harapan saya bs segera lulus agar bs segera meninggalkan tempat ini ke tempat dimana saya dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri
    pertanyaan saya
    1. apakah saya bisa mendaftar k PT d jerman dr S1 lg? krn saya ingin sekali bisa dan memulai yg benar2 dr dasar
    2. sebenarnya saya minat di FK seni, dan dari hasil tes bakat dan potensi, potensi tertinggi saya ada d bidang auditori/musik. menurut bapak ferizal recomended g klo saya memilih FK seni d sana?. o ya, potensi saya yg k 2 ada di manajemen dan hasil konsultasi saya berbakat menjadi manager, itu mungkin bisa jadi pilihan saya kuliah d sana

    mohon saran dan masukannya

    terimakasih

    XXXXXXX

    Rohmad,

    Ini penting untuk anda pahami untuk apa anda harus mulai semuanya dari NOL? Cara berpikir nihilis itu adalah cara pikir yang berbahaya. Anda harus melanjutkan dari yang sudah anda capai dengan perbaikan2. Menurut saya seperti itu lah menghadapi hidup.

    1. Jadi, selesaikan S1 anda samüpai selesai. Sulit saya pahami dengan logika PTS anda jelek lalu anda ndak mau selesaikan kecuali anda baru 1 atau 2 semester. Jika anda sudah lebih dari 5 semester maka selesaikan sampai selesai. Jangan pernah memulai sesuatu tapi tidak diselesaikan.

    2. Setelah Selesai S1 anda maka ambil S2 di Jerman. Jika masih ingin nuntut ilmu terus maka ambil S3 atau ambil S2 double untuk bidang lain. Misalkan anda sudah selesaikan S2 Akuntansi lalu anda ambit S2 Business Computing atau S2 Teknik Industri, dll sehingga memperkaya ilmu anda. Hanya lebih baik lagi lanjutkan sampai S3 jika memang ingin ilmu.

    3. Ndak saya tidak rekomendasikan. Kecuali anda saat ini bisa menunjukkan anda berbakat melukis, atau musik atau seni rupa yang benar2 brilyant. Anda sudah bisa tunjukkan saat ini anda jago misalkan pianist dan komposer hebat di Indonesia dalam usia anda saat ini maka benar anda berbakat di seni. Anda sudah menang berkali2 dalam lomba seni dalam forum yang kredibel, maka itu benar anda berbakat di seni.
    Klo cuma hasil test bakat yang masih ndak jelas kredibilitasnya sementara dedikasi seni anda tidak terlihat maka lupakan mimpi anda kuliah di seni.

    Semoga sukses

    Ferizal Ramli

  74. Guten Tag Mr.feriz :). Saya mau nanya2 nih, boleh dong? Heheh. Saya baru SMA kelas 1 nih tp saya sudah niat utk kuliah di jerman. Saya belum mulai kursus b.jermannya. saya ingin nanya, kpn saya harus ikut studienkolleg-nya ya? Dan saya homeschooling student dan saya ikut kurikulum Cambridge dan saya ikut A ( advanced ) level. Apakah sertifikat Cambridge dan ijazah sekolah saya cukup? Atau kalo kurang, apa lagi yg harus saya cukupi? Danke schon Mr. Feriz. Kalo boleh berkomunikasi sama Mr.Feriz, ini email saya ya pak shafira_mayfarda@yahoo.com. Terima kasih sebelumnya pak 🙂 maaf nih bnyk nanya

    XXXXXXX

    Shafira,

    1. Jika ijasah anda bisa digunakan untuk kuliah di Universitas di negara anda ambil ijasah tersebut maka itu bisa juga digunakan untuk ambil Studkol.
    2. Biasanya antara Agustus – September untuk mulai awal Januari, dan Februari – März untuk mulai Agustus.

    Semoga sukses

  75. Kalo buat akuntansi s2 bagaimana mas ?? Yang negri nd bagus.. buat objek cita cita

    XXXXXXX

    Hampir semua Univ di Jerman negeri. Akuntansi Jerman salah satu yang maju di dunia karena sistem IFRS yang insiasi adalah Eropa dimana Jerman pemimpinnya. Jerman juga amat bagus dengan Akuntansi Manajemen.

    Salam Hangat

  76. Terima kasih pak atas informasinya yang amat berguna. Saya mau tanya, jika ingin kuliah disana itu apakah ada testnya? testnya itu apa saja?

    XXXXXXX

    Klo untuk S1 testnya adalah test masuk Studkol; Matematika, Jerman dan Inggris.
    Klo S2 jika dites hanya test administrasi persyaratan dan wawancara per telpon.

    Semoga Sukses

    Ferizal

  77. kan katanya agak susah kalau kuliah sambil kerja di jerman.
    nah kalau begitu kira2 biaya hidup di jerman untuk anak perempuan berapa IDR ya? kalau untuk anak laki2 pasti lebih hemat, tapi kan perempuan keperluan nya banyak kan ya.
    krn agak susah juga kayaknya kalau minta biaya orang tua terus.
    terima kasih artikelnya sangat membantu

    XXXXXXX

    Berdasarkan standard Jerman itu 600 Eur/bln. Tapi hidup sederhana bisa 500 Eur/bln.
    Semoga putrinya sukses 🙂

    Salam Hangat

    Ferizal

  78. pak ferizal saya mau tanya, seperti yg bapak jelaskan sebelumnya, memang kuliah di luar negeri bisa gratis dari S1-S3?? bagaimana caranya pak? mohon penjelasan dan pencerahannya pak. karna saya ingin sekali meneruskan pendidikan ke jerman.
    trims

    XXXXXXX

    Bukan kah tulisan-tulisan saya di Blog ini sudah menjawabnya dengan panjang lebar. Silahkan dilihat-lihat lagi berbagai tulisan saya tentang hal itu di Blog ini terutama pada Tema terkait study di Jerman,

    Salam

  79. Dengan kekuatan tekad dan semangat pantang menyerah apapun itu tidak ada yang mustahil… saya bercita cita untuk melanjutkan studi di Jerman namun terkendala pada sperrkonto sebesar kira kira 8.000 euro. Tapi banyak jalan ke Jerman ! Hampir satu tahun saya menjalani program aupair sebagai persiapan melanjutkan kuliah S2 tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.. semangat teman teman ! Mari ke Jerman… untuk kembali membangun negeri !

    XXXXXXXX

    Program Au Pair itu program yang cocok untuk persiapan finansial anda untuk studi do Jerman. Semoga sukses dengan tekad anda.

    Salam hormat

    Ferizal

  80. Ping-balik: rendisukirman

  81. Salam Pak, saya Gracia semester 2 di UPN Yogyakarta, jurusan D3 Teknik Kimia, apakah ada kira2 beasiswa lintas jalur S1 ke luar negeri terutama ke Jerman yang sesuai dengan jurusan saya, Pak?
    Mohon bantuan informasi dan pengarahannya Pak. Terima kasih.

    XXXXXXX

    Tidak ada Mas.
    Selesaikan D4 atau S1 anda di Indonesia itu lebih baik.

    Salam

  82. Gutten morgen sir,

    Pak, saya boleh mnt info tempat kursus bahasa german yang bs langsung membantu kita untk proses jika kita mau ambil S2 di German secara gratis dmn? Atau tempat pak Fery sebelumnya dmn.. Dan apakah ada sistem homestay yg bs kita dapat slama kita kuliah disana? Mohon infonya tempat kuliah untk S2 Ilmu komunikasi bisnis.

    Thanks best regards,
    Widi

    XXXXXXX

    Ini ada 2 tema terpisah yang disatukan.
    1. Kursus B. Jerman itu bisa dimana saja, tinggal anda cari dan tanya2 mana yang bagus kualitasnya atau tinggal anda pilih mana yang terbaik buat anda. Itu semua anda yang lebih tahu. Jangan mencontoh pengalaman saya karena mungkin secara temapt, secara finansial, secara waktu kita berbeda jadi apa yang saya anggap baik belum tentu yang anda anggap juga baik.
    Jadi JANGAN pernah mencotoh plek sama persis orang lain.

    Yang terpenting adalah setelah anda kursus B. Jerman maka anda harus lulus sertifikasi. Dikarenakan kalau S2 anda bisa B. Inggris maka pilih Program B. Inggris saja. Jadi fokuskan TOEFL anda minimal 550 atau lebih baik lagi 570. Untuk B. Jerman lulus A2 apalagi B1 sudah bagus sekali buat anda. Nanti di Jerman belajar lagi di Univ secara gratis.

    2. Nah ini tentang UNI. Klo tentang Uni seperti yang sudah saya tulis sebelumnya; semua univ di Jerman itu kuliahnya relatif gratis jika anda pilih yang PTN, dan hampir semua univ di Jerman itu PTN.

    Salam

    Ferizal

  83. blm slsai baca sampai akhir komen di atas , namun saya berniat bertanya saja, mhn maf jika pertanyaan saya sudh pernah d pertanyakan sblm ny.
    bang rizal saya lulusan s1 ilmu pemerintah program kelas internasional di jogja.saya berniat melanjutkan ke jerman entah bagaimana cara/jalurnya. slma ini yg saya tahu hanya DAAD, dgn atau tanpa scholarship.
    slma bbrapa minggu survey , bnyk skali scholarship maupun lowongan kerja untuk bidang2 exact misal IT, kesehatan, farmasi, kelistrikan teknik dan sejenisnya. sya kemudian sempat pesimis bang, jurusan sperti saya ini apakah memiliki ruang untuk berkembang disana, paling tidak arah studi saya akna ke administrasi publik, managemen publik.
    saya pernah mengasistensi seorang dosen yg kebetulan seorang konsultan publik dr jerman untuk pemda jogja, mungkin bidang yang akan saya tekuni untuk sekolah dan jika mungkin kerja / berkarir di jerman adalah jenispekerjaan seperti bapak dosen tersebut. konsultan publik, field researcher, akademi, dan sejenisnya,
    mohon pencerahan ny bg, bagaimana saya harus memulai ny terlebih dahulu, timing yng tepat dan hal hal lain yng pelru saya ketahui. trmksh sekali sudah bersedia berbagi ilmu pada kami

    XXXXXXX

    Jurusan Ilmu Sosial itu terlalu sulit berkarir di Jerman kecuali anda bisa sampai S3 dan Post Doc misalkan dengan nilai bagus maka anda bisa jadi dosen atau peneliti atau konsultan. Hanya peluang jurusan sosial berkarir di Jerman amat kecil. Khusus Jurusan Ilmu Pemerintahan saya pekir peluangannya mendekati NOL. Lah dari mana orang yang latar belakangnya ilmu pemerintahan Indonesia menjadi berkarir di Jerman yang sistemnya berbeda?

    Saran saya, ndak usah memaksakan untuk berkarir di Jerman jika tidak pas. Kenapa harus harus berkarir di Jerman? Kuliah di Jerman lulus ke Indonesia sebagai lulus Jerman kan sebuah prospek yang bagus bukan?

    Salam

  84. Salam dari Kota Jombang,
    Perkenalkan, saya Naufal yang sekarang masih duduk di kelas 3 SMA. Rencananya saya mau langsung ambil S1 di Jerman, kursus bahasa di sana, studkolnya juga disana. Tapi yang jadi kendala bagi saya adalah syarat diterbitkannya VISA untuk studi di Jerman. Bagi saya 14.000 Euro itu sangat mahal :(. Apa ada solusi untuk saya? Mohon jawabannya pak, langsung ke email saya juga boleh 😀 muhnaufalaziz@gmail.com

    XXXXXXX

    Nyaris tidak ada solusinya dikarenakan juga tidak ada bea siswa untuk S1 ke Jerman. Kuliah S1 di PTN Indonesia kan banyak dengan mengajukan bea siswa Bidikmisi. Kenapa harus ke Jerman jika memang tidak ada yang bisa mendukung berangkat kesana?
    Tapi klo anda mau maksa bertekad ke Jerman juga coba anda pakai program Au Pair dulu untuk cari uang dan pengalaman. Silahkan cari infonya di internet. Ini salah satu infornya: http://www.aupair-to-germany.com/

    Semoga sukses

    Ferizal

  85. pak, saya mahasiswi jurusan sastra inggris PTN di indonesia. saya berniat mengambil s2 di jerman jurusan jurnalistik atau ekonomi internasional. apa kira-kira memungkinkan?

    XXXXXXX

    Bisa pasti bisa.

    Salam

    FR

  86. studkol in indonesia is not recommended for most. its does not enable the same extend of adaption as a studkol in germany usually does. besides, german language skills develop netter and easier in a german speaking environment. it is a solution for some people though.

    XXXXXXX

    I very strongly support your opinion above!

    Best Regards,

    FR

  87. saya mau numpang tanya. bisa gak kalo saya setelah lulus sekolah gak lsg dftar studkol? jadi stelah lulus 1 tahun saya fokus bljr bahasa sampai B stelah itu baru daftar studkol?

    XXXXXXX

    Dalam banyak kasus setelah lulus SMA malah kursus B. Jerman dulu sampai lulus B2, baru kemudia daftar Studkol.

    Salam

    FR

  88. salam kenal pak. saya mau numpang tanya bisa gak sih kalo setelah lulus SMA saya ga langsung dftr utk studkol? jadi setelah lulus slama 1th saya fokus bljr bahasa dulu sampai level B stelah it baru daftar di studkol. makasih pak

    • Hai Evangeline,
      Kebetulan adik saya sedang studkol di Jerman. Setau saya boleh, krn adik saya setelah lulus fokus bahasa dulu slm 3 bulan baru ke sana (setelah lulus B1 disini). Beberapa temannya bahkan ada yg belajar bahasa selama 2 tahun baru ke Jerman, krn S1nya dominan bahasa Jerman. Saya lulusan S1 akuntansi di Indo, pengen lanjut S2 ke sana. Saya lagi cari cara buat daftar, gak bisa minta tolong adik krn dia super sibuk, semua mulai dr cari tempat tinggal smp urusan studkol urus sendiri.
      Good luck for us Eva 🙂

  89. Selamat siang!
    Saya lulusan S1 Akuntansi yg sedang bekerja di tahun pertama saya. Pengen bgt lanjut S2 ke Jerman (FH atau universitat, either one would be awesome), saya dengar caranya langsung daftar ke universitas, tapi saya pernah coba hubungi bbrp via e-mail dan gak ada yg merespon. Bagaimana seharusnya cara saya daftar ke FH atau uni negeri? Apakah harus studkol juga seperti S1? Prefrerably, yg menggunakan bahasa Inggris…
    Terima kasih banyak informasinya 🙂

    XXXXXXX

    Setahu saya pasti email direspon. Saya melamar juga dulu diawali dengan mengirim email. Saran saya pastikan alamat Email yang anda kirim itu benar.

    Untuk S2 tidak perlu amabil Studkol.
    S2 boleh ambil yang B. Inggris

    Salam

    FR

  90. Sangat bermanfaat sekali mas. Ini sudah menjadi planning saya untuk menempuh pendidikan S2 di Jerman. Oh ya saya msh semester 1, S1 jurusan Public Relation. Apa ada masukan, selain selama saya msh di tanah air harus memperdalam B.Jerman dan B.Inggris?

    XXXXXXX

    B, Inggris saya fokusnya dikarenakan anda sebaiknya nanti S2 ambil program B. Inggris. Jadi, usahakan TOEFL anda sebaiknya 570 meskipun minimal syarat pendaftaran 550.

    Salam

    FR

  91. menarik sekali..pak very..putri saya sekarg jg sedang studi d jerman tp masih studcoll ,mudah2 an bisa lancar n kerasan d sana..Amin..

    XXXXXXX

    Semoga putri anda berhasil mewujudkan cita2nya.

    Salam

    FR

  92. Waah,mksh atas saran2 dri Bapak. Saran ini berguna untk saya yg insyaallah akan kuliah di jerman. Trims untk skali lagi…

    XXXXXXX

    Semoga cita-cita anda untuk study di Jerman terwujud

    Salam hangat

    Ferizal

  93. Salam kenal Pak Farizal.
    Saya anak kelas 10, saya berencana untuk les di Gothe dan mau sekolah di German.
    Saya rencananya mau mengambil bidang MBA, namun spt yang anda tulis di atas,
    bila saya mengambil bidang MBA, universitas di German tidak memberikan tuition free.
    Apakah itu hanya berlaku di satu Uni atau di semua Uni ya pak?

    —————————————–
    Tolongggg jawab ya pak, karena saya butuh banget info ini. Terimakasih banyak Pak 🙂

    XXXXXXX

    Setahu saya nyaris tidak ada Program MBA yang gratis. Hampir semua bayar. Silahkan anda cek sendiri di kockpit data Base Uni Jerman http://www.hochschulkompass.de/

    Semoga sukses

    Ferizal

  94. Pak Farizal, saya mau bertanya satu hal lagi.
    Pada salah satu web [ http://www.alumnieropa.org/benarkah-kuliah-di-jerman-gratis/ ]
    Saya menemukan bahwa tidak ada kata “sekolah gratis” di German.
    Apakah itu benar atau info yang bapak sajikan yang benar pak?
    Terimakasih banyak Pak. Maaf merepotkan, hehehe.

    XXX

    Sudah anda baca belum isinya? Klo anda baca isinya tidak cuma judulnya maka anda akan paham maksudnya kenapa mereka menulis judul itu.

    Salam

    Ferizal

  95. Saya tamatan S1 akuntansi, sekarang usia saya 22 tahun. Saya berencana 4 tahun lagi ingin melanjutkan studi S1 di jerman untuk jurusan bio-chemical. Apakah ada persyaratan yg harus dipenuhi untuk diterima mengingat saya sudah berasal dari jurusan yg berbeda? Terima kasih pak

    XXXXXXX

    Persyaratan yang diajukan yang paling penting lulus serifikasi B. Jerman C1. Jika anda saat ini NOL pengetahuan B. Jermannya maka andu butuh sekitar 2-3 tahun bisa lulus sertifikasi B. Jerman C1.
    Sementara persyaratan lainnya, standard saja terutama ijasah/NEM.

    Salam Hangat

    Ferizal

  96. saya mahasiswa D3 Bahasa inggris bisakah saya melanjutkan studi saya ke D4 Bahasa inggris yang ada di jerman? mohon infonya?

    XXXXXXX

    Ambil D4 atau S1 di Indonesia. Jangan lulus D3 ke Jerman. Lulusan D3 di Jerman tidak dikenal. Anda akan dianggap lulus SMA jika dari D3 karena Jerman tidak mengenal D3.

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  97. selamat malam. mas, mohon bantuan informasi perihal s3. saya sangat tertarik untuk mengambil kuliah s3 animal science di frei universitat berlin. apa saya yang perlu disiapkan dan bagaimana cara kita memperoleh supervisor?

    XXXXXXX

    1. Siapkan draft Proposal anda sekitar 2 lembar dan CV yang bagus
    2. Kontak professor yang anda anggap sesuai dengan bidang penelitian anda untuk menjadi pembimbing

    Semoga sukses

    Ferizal Ramli

  98. blog yang sangat inspiratif. nama saya allie mas. saat ini saya sedang berkuliah s2 di ipb dengan major animal science dan dalam tahap penelitian. saya sangat ingin melanjutkan pendidikan s3 dijerman. kendala yang saya hadapi adalah perihal mencari supervisor.target kampus yang saya tuju adalah frei universitat berlin. mohon arahan dan bantuannya mas.

    mungkin bisa dishare infonya ke email saya mas
    giardien_22@yahoo.com

    XXXXXXX

    Sudah saya jawab para koment sembelumnya mas Allie.
    Semoga sukses selalu

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  99. Terimakasih pak ferizal atas informasi yg telah dipaparkan.
    saya adalah mahasiswa teknik industri s1 yg sedang menempuh kuliah ditahun pertama.
    dan saya mempunyai keinginan untuk melanjutkan s2 di jerman.
    apakah bapak mempunyai saran untuk saya agar melanjutkan di unvi. mana (di jerman)?
    *saya mempunyai sedikit keinginan menjadi konsultan industri

    XXXXXXX

    Nauval yth,

    Tidak ada rekomendasi Univ apa yang baik untuk anda karena semua univ kualitas relatif sama baiknya. Yang penting diterima dan bisa lulus di Teknik Industri sesuai keinginan anda.

    Salam Hangat

    Ferizal Ramli

  100. Pak,saya mahasiswa prodi arsitektur S.1di salah satu univ didepok,saat ini saya masih disemster 5.dan saya berkeinginan untuk kerja praktek(kp) untuk smstr 7nya disana,bisakah pak?
    Mohon balasannya,terimakasih pak

    XXXXXXX

    Kalau anda melamar sendiri peluang anda nyaris tidak ada kecuali jika kampus anda bekerja sama dengan kampus Universitas di Jerman dan mengadakan Program Praktikum atau Intership-nya di Jerman.

    Salam hangat

    Ferizal Ramli

  101. Terima kasih artikelnya. Anak saya barusan diterima di Teknik Elektro UI. Dia kepingin belajar teknik mesin dan aeronatik ke jerman, krn dari kecil bercita2 kerja di industri pesawat. Skrg lagi kursus intensif bhs jerman. Kami dpt info sekolah di jerman sangat sulit dan banyak yg drop out, dan sekolahnya lama, susah lulus, min S1 bisa 5 tahun sudah bagus. Jadi ada kekhawatiran di hati kami.
    Apakah sebaiknya dia ambil S1 di UI dulu lalu coba S2 aeronatika di jerman, atau UI nya di drop saja dan ambil S1 di jerman?
    Mohon saran. Terima kasih.

    XXXXXXX

    Ambil S1 di UI dulu. Luluskan di UI dengan nilai sebaik mungkin. FT UI adalah tempat pendidikan berkualitas dan prestisius. Jadi luluskan S1nya dari UI.
    Selama kuliah di S1 UI coba untuk belajar B. Jerman dan usahakan TOEFL saat lulus S1 minimal 570. Lalu ambil S2 di Jerman. Wah itu sebuah rencana yang amat cantik. Tinggal berusaha keras untuk mewujudkannya dan jangan lupa berdoa. Semoga Allah selalu merestuinya.

    Salam hangat

    Ferizal

    • Terimakasih atas jawabannya, pak.

      Maaf mungkin saya kurang jelas di awalnya. Anak saya sudah belajar bhs jerman sejak SMA kelas 2, rencana ikut ujian B1 bulan sep nanti. Rencana Januari mau apply Studkol. Pada waktu lulus SMA, bulan Juni lalu dia juga coba2 test sbmptn, semula lebih untuk mengukur potensi akademiknya. Dan ternyata diterima di teknik elekto UI.

      Setelah diterima di Teknik Elektro UI mulai timbul polemik, banyak yg menyarankan kuliah di UI saja, krn di Jerman sangat sulit dan lama sekali untuk lulusnya. Sarannya, nanti saja S2 di Jerman, mudah lulusnya.

      Sebaliknya, banyak juga yg menyarankan lagsung S1 ke Jerman, karena untuk bidang teknik, kuliah di Indonesia tertinggal 15-20 tahun di teknologinya. Dan pertimbangan lainnya, kalau S1 di jerman maka S2 bisa ditempuh 3 semester. Kalau S1 nya di Indo, maka ada mata kuliah yg tidak diakui di Jerman. Bahkan anak teman kami ada yg diminta mengulang semester2 akhir S1 nya, tidak bisa langsung masuk S2. Kalau tdk salah di TU Karlsruhe.

      Dua pendapat ini membuat kami bimbang. Kami khawatir ketika mendengar di jerman sulit sekali lulusnya. Sebaliknya juga kami berpikir, kalau S1 Teknik dari Indo banyak yang tidak diakui maka akan repot juga kuliah S2 nya nanti.

      Jadi, maaf kalau sekali lagi kami bertanya, apakah sebaiknya anak kami S1 kuliah di UI atau langsung S1 di Jerman? Mohon tanya apa pertimbangan Bapak?

      Terima kasih atas kesabaran Bapak menjawab pertanyaan kami.

      • Ibu Wulan,

        Jawaban saya dari awal sudah jelas selesaikan saja S1 di UI-nya. Diberi penjelasan apapun jika pertanyaan Ibu adalah:

        Apakah anak Ibu tetap lanjutkan S1 UI-nya sampai selesai lalu ambil S2 di Jerman ATAU tinggalkan S1 UI-nya untuk ambil S1 di Jerman maka Jawabanya saya TIDAK akan berubah: Selesaikan S1 UI-nya lalu ambil S2 di Jerman.

        Salam

  102. Pak Ferizal,
    saya mau bertanya soal kuliah MBA di jerman, saya mahasiswa S1 teknik informatika dan mau melanjutkan pendidikan MBA di jerman skrg saya smstr 7 niatnya mau langsung melanjutkan, mohon sarannya pak apa yg harus di lakukan terlebih dahulu, saya juga belum bisa bhs jerman

    Terima Kasih sebelumnya

    XXXXXXX

    Silahkan baca artikel saya tentang “Study di Jerman siapa takut?!”
    Seperti itulah yang harus anda siapkan. Semoga sukses selalu.

    Salam hangat

    Ferizal

  103. Utk kuliah S3 di jerman apakah ada syarat minimal IPK utk S2 yg telah ditamatkannya nya pak?
    Trims

    XXXXXXX

    Tidak ada syarat mininal tapi semakin tinggi maka peluangnya makin baik. Daftar saja ke banyak Univ/FH sebanyak mungkin semoga salah satunya ada yang keterima.

    Salam Hangat

    Ferizal

  104. malam pak,maaf saya mau tanya untuk jurusan S1 bagian manajemen apakah tidak tersedia di jerman pak? lalu apa tidak masalah jika saya hanya menguasai bahasa jerman saja? mohon Saran nya pak,krn saya sedang mencari S1 beasiswa utk dollar negri pak.

    terimakasih.

    XXXXXXX

    1. Semua jurusan di Indonesia pasti ada di Jerman bahkan malah Jerman jauh lebih lengkap.
    2. Jika bisa B. Jerman sampai level C1 malah jauh lebih bagus sehingga ambil saja program yang berbahasa Jerman.
    3. Di Jerman tidak ada bea siswa untuk S1.

    Salam

    FR

  105. mas, mau nanya. saya baru lulus S1 Jurusan Teknik Lingkungan, apakah ada beasiswa di jerman jurusan Teknik Lingkungan, ataupun yang berhubungan dengan lingkungan hidup ? dan adakah link untuk beasiswa tersebut ?

    XXXXXXX

    Sayang sekali tidak ada bea siswa ke Jerman untuk S1.

    Salam

    FR

  106. Pak FR, saya seorang Ibu yg berniat menyekolahkan 2 org anak sekaligus ke Jerman, yg pertama sarjana S1 dr sebuah PTN di Malang (lulus thn kmrn dan sdh bekerja), rencana akan ambil S2 dgn jurusan yg sesuai dgn bidangnya di S1. Dia punya A1n A2 juga sertifikat TestAs dr Goethe tp didapat pada saat dia SMA kelas 1 (6 thn lalu), TOEFL dia diatas 600 saat ini. Pertanyaan saya apakah ijazah A1 n A2 itu msh bisa berlaku? Krn bahasa penyampaian kuliah S2 yg dia ambil di Göttingen University full in English, apakah dia tetap hrs mengambil German course?
    Anak kedua akan lulus SMA thn depan, rencana akan mengambil jurusan international relation di Rhine-Wall Hochschul Kleve (the course is taught full in English), apakah dia tetap harus mengambil STk sebelumnya ? Grade brpa yg hrs dibutuhkan utk bisa masuk STk? Rhine-Wall sptnya tidak punya STk sendiri, kalo ambil di luar apakah harus bayar? Oh ya TOEFL ITP anak saya yg kedua ini 648 dan TOEIC 936 (he is excellent in English) apakah bisa menjadi nilai tambah untuk application requirement in international program?
    Si adik sdg ambil A2 di Goethe, sdg sang kakak tdk bisa kursus, krn ditempatkan perusahaan di kota kecil di Jatim. Demikian pak FR mhn pencerahannya. Thanks for your great reply, bedankt ☺

    XXXXXXX

    Untuk Anak Pertama:
    Jika kuliah dalam B. Inggris maka TIDAK butuh sertifikat B. Jerman. Andakan dibutuh setahu saya sertifikat itu berlaku seumur hidup. Jadi, tidak ada masalah dengan sertifikat. Hanya pada titik saya, B. Jerman itu penting jika ingin berkarir di Jerman atau minimal ingin praktikum di perusahaan Jerman. Nah, perusahaan itu tidak melihat sertifikat yang dia lihat bisa atau tidak berkomunikasi dalam B. Jerman? Jadi saran saya cobalah kursus lagi B. Jerman. Ambil test lagi di level mana saat ini anda Ibu berada, lalu mulailah untuk kursus B. Jerman.
    Tentang Belajar B. Jerman, saran saya jika memang sudah diterima, maka dengan waktu yang ada sebelum berangkat maka belajar B. Jerman seintensif mungkin. Tinggalkan kota kecilnya, lalu ke UGM untuk belajar B. Jerman atau ke Goethe Jakarta/Bandung.

    Anak Kedua:
    Setahu saya semua lulusan SMU kalau ingin kuliah S1 di Jerman melalui prosedur STK. Untuk masuk STK tidak ada Grade berapa secara pasti itu tergantung kebijakan masing2 STK dan tergantung saingannya. Tapi syarat daftar STK pada umumnya minimal lulus Sertfikat B. Jerman B2, kadang B1.

    Nah, untuk program berbahsa Inggris S1 saya jarang dengar, kecuali itu program berbayar. Klo program berbayar maka harus tanya langsung ke Universitasnya. Mereka punya aturan sendiri.

    Salam dan semoga sukses untuk kedua putra Ibu

    Ferizal

    Dengan B. Inggris yang baik, jika B. Jermannya juga cukup baik dan nilai kuliahnya baik maka akan memungkinkan anak ibu kerja di Jerman.

    Untuk Anak Kedua:

  107. Halo Pak Ferizal, saya mau bertanya. Saya masih kuliah di jurusan biologi, dan saya berminat melanjutkan kuliah S2 di Eropa, terutama di Jerman atau Inggris. Pertanyaan saya:
    1. Bisakah saya ambil jurusan psikologi untuk S2? Saya ingin jadi akademisi, lalu jika S2nya lintas jurusan, apakah masih bisa? Atau saya harus ambil S1 lagi jurusan psikologi?
    2. Saya dengar untuk buat visa, harus punya dana sekitar 8000 euro di tabungan kita. Lalu bagaimana kalau saya tidak punya tabungan sebanyak itu?
    3. Kota mana di Jerman yang paling murah biaya hidupnya?
    Mohon dijawab ya, pak. Terima kasih banyak 🙂

    XXXXXXX

    1. Saya tidak terlalu yakin itu bisa. Saran saya anda harus bertanya langsung pada Univ yang buka jurusan Psikologi. Kirim saja Email ke mereka maka kan dibalas. Gunakan link ini untuk dapat tahu univ mana saja yang buka jurusan Psikologi: http://www.hochschulkompass.de
    2. Yah tidak dapat Visa. Untuk urusan Visa tidak ada tawar menawar, tidak memenuhi kualifikasi yah tidak diberi visa. Nilainya sekitar 7.200 Euro yang harus dikirim ke Bank Jerman sebagai dana selama pendidikan di Jerman, serta 7.200 lainnya juga harus dinyatakan ada saldo uang di tabungan Indonesia. Jadi, totalnya harus 14.400 Euro uang tabungan yang harus ditunjukkan di hari saat kita urus visa.
    3. Semua kota bekas Jerman Timur murah cuma sayangnya anda sulit dapat kerja part time disini. Berlin adalah salah kota paling favorit dalam katagori biaya murah.
    Selain itu Duisburg-Essen juga amat favorit relatif murah dan bisa cari kerja.

    Salam dan semoga sukses

    Ferizal Ramli

  108. Kak say kelas 3 SMA. hari jumat kmaren sekolah saya kedatangan Jerman Manajemen yg mensosialisasikan prorgam kuliah s1 di jerman. nah tpi krna saya terkendala biaya jdi saya memustuskan utk s1 di indo bru klo berkesempatan pengen lanjut s2 di jerman kalo bisa. dan saya belum tau apa jerman manajemen meyediakan program utk s2 jga. kira2 kalo saya ambi jurusan sasing/akutansi di indo trus mau lanjut s2 manajemen di jerman, itu mungkin gak ya? Lalu program apa yg bisa saya ikuti atau beasiswa apa yg bisa saya cari? saya ingin mencari program yg jelas kak.
    Mohon bantuannya ya kak utk segera dijawab. Trima kasih ..

    XXXXXXXX

    1. Saya tidak tahu apa itu “Jerman Manajemen” dan maksudnya dari penggunaan frasa kata “Jerman Manajemen”. Apakah itu sebuah Instititus Agen Pendidikan atau kah itu Jurusan dari salah satu di Universitas Jerman atau apa?
    Yang saya tangkap Jerman Manajement adalah Agen atau Makelar Pendidikan (semoga tangkapan saya tidak salah) yang ini tidak ada kaitannya tentang Jurusan Pendidikan di Universitas Jerman. Itu adalah lembaga agen yang membantu anda agar bisa sekolah di Jerman. Untuk bantuan tersebut maka anda harus membayar. Artinya, untuk bisa studi di Jerman anda TIDAK harus bergantung dari “Jerman Manajemen”.
    Jadi tergantung dari anda sendiri. Anda bisa minta bantuan Agen Pendidikan untuk sekolah di Jerman yang tentu saja harus membayar jasa bantuan yang mereka berikan tapi juga anda bisa melamar sendiri. Agen Pendidikan bisa membantu mempermudah anda dalam berbagai urusan, satu-satunya yang tidak bisa mereka bantu adalah bahwa jaminan anda diterima di Universitas Jerman. Agen Pendidikan sama sekali TIDAK bisa membantu untuk hal ini.

    2. Setahu saya tidak ada jurusan “Jerman Manajemen” baik untuk S1 atau S2. Itu istilah yang saya baru pertama kali saya dengar.
    Jika maksudnya apakah Universitas di Jerman membuka Jurusan Manajemen maka jawabnya tentu saja hampir semua Universitas di Jerman membuka Jurusan Manajemen yang dikenal dengan nama BWL: Betriebswirtschaftslehre.

    Jadi di Jerman itu jurusan Manajemennya lengkap di bawah Fakultas Wirtschaftswissenschaft (Economic Science), di Fakultas ini membawahi biasanya 2 Jurusan yaitu:
    – Betriebswirtschaftslehre (BWL): Business Administration. (Untuk Ilmu Akuntansi seringkali di Jerman tidak spesifik jadi Jurusan. Dia bisa dipelajari biasanya dengan ambil Jurusan BWL).
    – Volkswirtschaftslehre: Macroeconomic Science

    Selain itu pada Fakultas Wirtschaftswissenschaft seringkali juga ada ilmu Manajemen dikombinasikan dengan ilmu lain seperti IT, Teknik, Matematika, Hukum dan Sosiologi maka dikenallah jurusan:
    – Wirtschaftsinformatik: Business Computing
    – Wirtschaftsingenieurwesen: Business Engineering
    – Wirtschaftsmathematik: Business Mathematics
    – Wirtschaftsrecht: Bussines Law
    – Wirtschaftssoziologie: Economic Sosiology

    3. Jika anda lulus S1 Akuntansi di Indonesia tentu saja anda bisa melanjutkan S2 Manajemen di Jerman. Anda juga bisa ambil S2 Akuntansi atau Ekonomi atau Eropa Study, International Managment, Business IT, dll. Jadi peluang anda untuk mengambil S2 di Jerman dengan berbagai jurusan amat terbuka.

    Silahkan anda lihat Cockpit ini untuk tahu berbagai jurusan di semua Universitas di Jerman: http://www.hochschulkompass.de

    4. Untuk S2 jarang sekali ada bea siswa dari Pemerintah Jerman. Untuk mencari informasi bea siswa untuk S2 silahkan anda lihat sendiri website DAAD dan tanyakan langsung ke mereka.

    Salam

    Ferizal

    • Terima kasih kak Ferizal, sangat membantu

      Memang jerman manajemen yg saya maksud adalah agen pendidikan spt yg kakak jelaskan.
      Kak saya masih punya pertanyaaan yg belum terjawab. Jika saya s1 sastra inggris di indonesia, lalu melanjutkan s2 manajemen di jerman gimana peluangnya?

      Lalu apa yg menjadikan jerman menjadi daya tarik bagi mahasiswa utk kuliah, dibandingkan dengan kuliah di di inggris/amerika? gimana perbandingan kuliah dan hidup antara jerman,inggris dan amerika? bagaimana biaya dan positif negatifnya ya kak ?

      satu lagi kak DAAD itu lembaga seperti apa ya?
      selain DAAD lembaga apa yg bisa saya ikuti utk bisa mendapat beasiswa s2 ke luar negeri?

      maaf kak saya banyak bertanya, karena saya sngt butuh banyak informasi utk menentukan seperti apa nasib yg mau saya ambil.

      sekali lagi mohon bantuannya ya kak… trims 🙂

  109. Terima kasih atas balasan email pak ferizal, saya kan mengulang pertanyaan yang menggelitik ini.
    Saya memiliki teman yang ingin kuliah di Jerman, sekarang dia semester 7 jurusan Tehnik Sipil di sebuah PTS. Dia berencana ingin S2 Tehnik Sipil di Jerman, tapi masih bingung apa saja yang perlu dipersiapkannya. Pertanyaan saya,
    1. Untuk jurusan Tehnik sipil , baiknya memilih universtitas atau FH? ada saran untuk universitas atau FH mana jika ingin ambil S2 Tehnik Sipil?
    2. Dari S1 Indonesia apa saja persiapan untuk S2 ke Jerman?
    3. Bagaimana keadaan daerah baden württemberg, bagaimana menurut bpk?
    4. Bagaimana keadaan beragama, terutama Islam di Jerman, menurut bpk?
    5. Apabila sudah diterima S2 di Jerman lalu ingin kuliah sambil kerja, atau ingin mendapatkan beasiswa di sana, bagaimana prosedurnya?
    mohon pencerahannya.

    XXXXXXX

    Yth sdr Yefi,

    1. Untuk Jurusan Teknik Sipil atau apapun pilihan FH atau Uni bukan karena jurusan tapi lebih pada niatanya setelah lulus akan benar2 profesional bekerja atau punya keinginan selain kerja juga bisa ambil Doktor. Jika niatnya benar2 Profesional ingin kerja maka FH adalah pilihan terbaik. Akan tetapi jika ingin bisa kerja tapi juga kelak mungkin bisa ambil S3 maka pilihan ambil Universitas/TU lebih baik. Jadi, harus diputuskan dari awal orientasinya mau kemana?

    Kalau di Jerman siswa kelas 5 SD saja sudah “diminta” memutuskan pilihan masa depannya. Nah, tradisi untuk berani memutuskan pilihan mana yang akan diambil beserta konsekuensi apa yang harus diterima sudah mereka ajarkan dari awal. Jadi begitu juga dengan anda, harus memilih apakah FH atau Uni/TU. FH amat sangat kuat dipraktek tapi sulit untuk ambil S3. Uni bisa ambil S3 tapi prakteknya relatif kalah dari FH.

    Saya tidak punya saran nama FH atau Uni apa yang direkomendasikan. Bagi saya semua FH dan Uni itu sama saja yang penting bisa diterima dan lulus. Tentu saja jika diteliti lebih detail tetap ada beda masing2 Uni dan FH antara satu dengan lainnya. Tapi perbedaannya bukan karena kualitas melainkan lebih pada kecocokkan dengan latar belakang kompetensi, minat, situasi kota/kampus serta relevansi kurikulumnya dengan kebutuhan di tanah air misalkan. Oleh karena ini amat detail dan spesfifik maka saya tidak bisa kasih saran mana yang terbaik. Masing-masing orang akan punya preferensi tersendiri. Satu-satunya saran saya adalah cek betul kurikulum Univ/FH yang akan anda pilih apakah sesuai dengan aspek2 yang telah saya katakan diatas.

    2. Sudah saya tulis dalam Artikel: “Study di Jerman, siapa takut?!” disana yang tulis apa yang sebaiknya dipersiapkan. Pointnya penuhi persyaratan umum yang dibutuhkan serta B. Inggris anda sebaik mungkin, meskipun persyaratan mendaftar TOEFL 550 tapi sebaiknya TOEFLnya minimal 570. Jika ada waktu anda juga minimal bisa lulus B. Jerman sertfikasi B1

    3. Baden Württemburg adalah Propinsi Nomor Kaya ke-3 di Jerman setelah Negara Kota Hamburg, Bayern lalu Baden-Württemberg. Di BW ini hampir semua Universitas dan FH kualitasnya begitu amat baik dan amat dekat dengan industri. Di BW juga peluang untuk kerja Prakteknya relatif mudah karena banyak industri.

    4. Islam mendapat tempat terhormat di Jerman ini. Toleransi beragama di Jerman secara umum amat sangat baik. Orang Eropa itu mengenal Islam jauh lebih lama dari pada orang Indonesia mengenal Islam. Jadi mereka sudah dari dulu mengerti Islam. Ndak usah khawatir tentang hal itu.
    Tentu saja ada kelompok minoritas Neo Nazi yang amat membenci orang asing tapi ini tidak semata2 orang Islam yang mereka benci, semua orang asing juga mereka benci.

    5. Bea siswa untuk S2 di Jerman amat sangat sedikit. Sekolah di Jerman itu itu sudah dapat “bea siswa” sebenarnya yaitu biaya kuliah anda sudah digratiskan. Yang anda butuhkan adalah mencari biaya hidup. BNah, bea siswa untuk biya hidup ini relatif amat sedikit untuk level S2. Tetapi anda bisa lihat di Website DAAD untuk lihat bea siswa.

    Salam Hangat

    Ferizal

    • Terima kasih atas penjelasan yang begituh mudah di mengertinya pak, saya akan bertanya kembali jika ada pertanyaan selanjutnya.

  110. pak saya mau nanya kalo mau ngambil jurusan language and literature kira2 universitas yang bagus untuk jurusan tersebut dimana ya? mohon jaeabannya pak

    XXXXXXX

    hallo Sasha,

    Kan sudah ditulis berulang kali dan saya tidak akan bosen-bosen menulisnya lagi: di Jerman itu semua universitas bagus. Jadi yang penting diterima dan bisa lulus. Jangan bayangkan universitas di Jerman mirip sistemnya seperti di Indonesia dimana antara satu uni dengan uni lain kualitasnya seperti bumi dan langit. Di Jerman semua universitas bagus dan jauh lebih bagus dari Indonesia. Jika Kemenristekdiknas saat ini membuat penilaian 11 Universitas Terbaik di Indonesia (dari 134 PTN dan lebih 4.000 PTS) maka semua universitas di Jerman pasti kualitasnya “sama bagusnya” dengan kualitas Top 11 Universitas terbaik di Indonesia. Kalau sudah seperti itu untuk apa bertanya lagi mana yang paling bagus?

    Fokuskan untuk bisa diterima di salah satu universitas Jerman yang anda belum tentu diterima dan klo sudah diterima fokuskan untuk lulus karena peluang di DO di Jerman itu amat besar. Lupakan untuk bertanya universitas mana yang terbaik. Itu pertanyaan yang tidak ada gunanya dalam konteks Jerman.

    Salam

    Ferizal

  111. Salam… Saya lulusan D4 T.mesin politeknik negeri ujung pandang jika ingin lanjut kuliah s2 di jerman ambil jurusan filsafat kira2 bisa tidak ?

    XXXXXXX

    Secara teoritis bisa. Tinggal anda cari saja jurusan yang anda minati dan lihat persyaratannya. Dikarenakan itu semua sangat tergantung pada kebijakan masing2 Univ.

    Salam hangat

    FR

  112. Trmksh ulasannya, Pak. Apakah ada universitas dgn program teknik lingkungan (s3) di Altena? adakah batasan usia, mengingat umur sy uzur (44 thn). Pinginnya sich studi bareng anak sy (s1) disana…salam.

    XXXXXXX

    Saya tidak tahu maksudnya Altena. Mohon jika bertanya dirumuskan pertanyaan yang jelas dan akurat sehingga tidak memaksa yang menjawab harus menebak2 maksudnya.
    Secara umur tidak masalah ada ambil S3 di usia 44 tahun.

    Salam hangat

    Ferizal

  113. Pak Ferizal ramli
    Mohon advisenya apakah munkgin dari D3 tehniik mesin bisa melajutkan study di Jerman artinya unutk mengambil S1 saja dulu?
    Jika ada berapa tahun nambahnya ? dan universitas apa ?

    XXXXXXX

    Tidak bisa dari D3 amabil S1 di Jerman. Anda akan dianggap seperti lulusan SMA. D3 itu tidak dikenal dalam sistem Jerman. Saran saya selesaikan dulu menjadi D4 lalu ke Jerman ambil Master.

    Salam Hangat

    Ferizal

  114. Mas, kan sekarang ini saya SMA … Sya sudah ada niat mau kuliah jurusan kedokteran di jerman … Niatnya mau kuliah sambil kerja .. Menurut mas ferizal gimana ?? Dan apabila mau kuliah dsana, ada syarat2 tertentu ???

    Salam hangat

    XXXXXXX

    Kuliah kedokteran di Jerman sambil kerja? Kayaknya itu butuh seorang jenius yang tahan banting untuk bisa sukses 🙂
    Yang anda butuhkan saat ini adalah tunjukkan nilai SMA anda terbaik kalau bisa terbaik se Kabupaten misalkan, baru itu indikasi bahwa mungkin anda layak kuliah kedokteran di Jerman ini. Itu pun saat kuliah anda harus jungkir balik habis2an berjuang, jika tidak hampir yakin anda akan di DO. Bukan nakut2in tapi ini realitasnya.

    Syaratnya:
    1. Nilai anda sebaik mungkin klo bisa UNAS anda punya nilai 10 pada mata kuliah Matematika, Biologi misalkan saat lulus SMA untuk memudahkan untuk daftar Studkol bidang Kedokteran
    2. B. Jerman anda usahakan lulus B2 atau lebih supaya di Studkolnya anda menjadi The Best of the best
    3. Siapkan ujian masuk Studkolnya sebaik mungkin karena Studkol Tipe M bidang Kedokteran itu tidak mudah ditembus
    4. Serius selama Studkoll sehingga saat lulus Studkoll anda masuk Top no: 1 misalkan.

    Salam hangat dan semoga sukses

    Ferizal

  115. kak aku mau nanya ,aku sekarang sma kelas 1 ,rencananya aku mau kuliahnya ke jerman ,tpi papa aku bilang dripada pusing2 sekolah sma di indo ,mending naik kelas 2 sma langsung pindah ke jerman ,aku jga udh kursus bhs jerman ,gmna caranya kk ?,bisa gak kak aku pindah sma kelas 2 nya ke jerman ?,kn nantinya aku gk susah2 lgi klo mau kuliahnya

    XXXXXXX

    Memangnya sanggup apa di kelas 2 SMAnya di Jerman? Berbahasa Jerman, lalu masuk Gymnasium Jerman dan bisa lulus Abitur di Jerman? Jangan2 malah lulus Gymnasium saja malah ndak mampu apalagi mau bisa kuliah 🙂
    Lupakan saran seperti itu. Itu saran yang amat salah 100%.

    Salam

  116. bagaimana bila mau belajar di jerman tetapi tidak menguasai bahasa inggris?

    XXXXXXX

    Tidak masalah. Belajar saja B. Jerman dan kuliah di Jerman pakai program B. Jerman. ITu malah lebih bagus 🙂

    Salam Hangat

    Ferizal Ramli

  117. saya mau tanya,saya lulusan fisika mipa ugm.jika saya ingin lanjut s2 dengan bidang studi teknologi energi bisa tidak?apa univ yg bapak rekomendasi?terimakasih

    XXXXXXX

    Selama masih relevan maka biasanya tetap bisa melanjutkan ke S2 meskipun S1-nya tidak sama persis. Saya tidak punya univ yang saya rekomendasikan tapi anda bisa searching di Cockpit data base ini: http://www.hochschulkompass.de

    Untuk diingat semua Universitas di Jerman kualitasnya realtif sama.

    Semoga sukses dan salam

    Ferizal Ramli

  118. selamat malam mas.
    saya lulusan DIV jurusan teknik informatika dari politeknik di Riau mas. sekarang saya sedang ikut program beasiswa s2 dari dikti. nah saya baca2, banyak universitas/FH di german itu yang mensyaratkan calon mahasiswa s2 itu berasal dari kampus (baik univ/politeknik) yang terakreditasi oleh mereka (annabin). Sementara hampir semua poltek indonesia tdk terdaftar disana. saya sudah mencoba email beberapa univ yang tdk mencantumkan syarat tsb, dan respon mereka masih ambigu(tdk mengharuskan, tapi juga memungkinkan terjadi). kebetulan univ2 tersebut menggunakan jasa Uni-Assist sebagai agen penyeleksi nya dan uni-assist pun secara tdk langsung mengharuskan hal itu. Pertanyaan saya, berdasarkan pengalaman mas/teman2 mas apakah ada yang merupakan lulusan politeknik yang bisa melanjutkan s2 di jerman yang pernah mendaftar via uni-assist atau mengalami masalah serupa?
    Mohon responnya ya mas. terima kasih sebelumnya 🙂

    XXXXXXX

    Yang saya tahu banyak lulusan Poltek yang kuliah di Jerman. Beberapa Poltek yang saya tahu seperti Polban, PNJ dan PENS ada yang studi di Jerman.
    Saran saya, lamar saja segera ndak usah ragu. Ada 250 FH di Jerman, masak tidak ada yang menerima? Jangan terlalu banyak khawatir sebelum mencoba.

    Salam hangan dan jangan mudah menyerah 🙂

    Ferizal Ramli

    • Terima kasih atas jawaban nya mas. Hal ini semakin menambah semangat saya dan teman2 yang sempat khawatir mengenai hal ini. Pendaftaran masih banyak yang belum buka, ketika sudah buka maka akan segera kami mendaftar. Oiya, kami hanya mendapatkan sekitar 40an daftar FH yang di setujui Dikti sebagai pemberi beasiswa. Semoga kami semua bisa mendapatkan FH yang diinginkan dan berkuliah di Jerman spt mas dan sahabat2 lain disana. 🙂

      • Kak Shumaya, aku dari POLBAN, kakak udah mulai kuliah belom? Klo boleh tau dimana kak dan ada syarat khusus ga utk lulusan DIV Politeknik?
        Aku dari Politeknik juga kak, pengen lanjut ke sana jga.. Makasih kak

        XXXXX

        Hallo Amdha,

        Setahu saya tidak ada persyaratan khusus. Itu diperlakukan sama dengan S1.

        Salam

        FR

  119. sebelumnya saya akan memperkenalkan nama saya Firda, saya telah menghemat 2 tahun waktu sekolah saya melalui program akslerasi di smp dan sma .

    saya sedang mencari informasi-informasi tentang agensi yang bisa membantu saya untuk melanjutkan studi disana. kirakira agensi yang seperti apa yang harus saya pilih? ,karena saya takut,seperti yang kita tau sekarang banyak agensi-agensi yang tidak bertanggung jawab melepas maba disana/ditelantarkan. dan kebetulan beberapa hari yang lalu saya diundang untuk menghadiri seminar “Jerman Manajemen” yang mengatakan bahwa kita cukup menyediakan uang sekitar 9995(mengurus segala kebutuhan dari A-Z,asuransi,kursus, belajar bahasa jerman dijerman,apartemen,dll) + 8090 euro (membuka rek. deutsch bank) untuk berkuliah disana? apakah benar harga yang telah dipatok agensi tersebut?

    saya ingin sekolah dijurusan kedokteran, untuk jurusan kedokteran, apa saja yang mungkin harus saya ketahui dan mungkin menjadi pertimbangan saya untuk berkuliah disana dbandingkan di Indonesia, karena saya sangat minim informasi,tolong beritau apapun itu tentang jurusan kedokteran disana. Dan tolong berikan saran untuk saya

    Dan apakah umur saya hal yg harus dipertimbangkan? saya akan lulus tahun depan dengan umur 15tahun

    Terimakasih,

    XXXXXXX

    1. Tentang Agensi Sekolah ke Jerman maka saya tidak punya pendapat. Itu lembaga bisnis dan saya tidak punya saran apapun untuk hal itu.

    2. Untuk kuliah di Jerman pada lulusan SMA adalah dengan mendaftar dulu di Studienkolleg. Ini Websitenya: http://www.studienkollegs.de/home.html dan ini dari Wikipedia: https://en.wikipedia.org/wiki/Studienkolleg

    3. Informasi ini juga berguna untuk dibaca: https://www.daad.de/deutschland/nach-deutschland/voraussetzungen/en/6017-admission-requirements/?id=3&ebene=2&submit=Show+%C2%BB

    4. Kedokteran adalah jurusan yang amat sangat sulit sekali untuk diterima. Itu satu-satunya jurusan di Jerman yang masuknya pakai test.

    5. Saya khawatir umur anda malah bukan nilai positif untuk diterima di Jerman. Di Jerman mereka-mereka yang pandai akan masuk Gymnasium dan pendidikan di Gymnasium itu malah 1 tahun lebih lambat alias sampai dengan kelas 13. Jadi, berbeda dengan di Indonesia yang ingin cepat2an lulus sekolah sehingga waktu sekolah dipercepat, di Jerman Gymnasium (sekolah untuk mendidik para calon saintis Jerman yang biasanya siswa-siswa terbaik yang bersekolah disini) justru pendidikannya lebih lama 1 tahun dari pada sekolah bukan untuk anak pandai.

    Dari sini saya tidak bisa menjawab tentang pendeknya waktu tempuh sekolah anda. Mudah2an itu tidak menjadi masalah untuk boleh daftar ke Studkoll.

    Semoga sukses selalu dan salam hormat

    Ferizal Ramli

  120. Saya mau tanya saya lulusan D3 Fakultas Desain ingin sekali melanjutkan ke jenjang S1 di jerman apa kira2 bisa.? saya juga masih cari info tentang universitas yang saya ambil kira kira ada saran masuk ke mana.?
    apa saya bisa ambil beasiswa.?

    XXXXXXX

    Saran saya ambil D4 atau S1 di Indonesia. Setelah lulus baru ambil S2 di Jerman.
    Silahkan untuk cari Universitas yang pas gunakan Cockpit database Univ Jerman di link ini: http://www.hochschulkompass.de
    Tawaran bea siswa silahkan lihat website DAAD.

    Semoga sukses selalu

    Ferizal Ramli

  121. Bagaimana cara kuliah s1 di jerman? Apakah ada beasiswa? Tolong bagi infonya:)

    XXXXXX

    1. Cara bisa kuliah S1 di Jerman sudah dijelaskan di berbagai tulisan saya panjang lebar silahkan dibaca lagi
    2. Tidak ada bea siswa untuk S1.

    Salam

    Ferizal

  122. siang pak..
    saya viola, saya skrg kuliah di fakultas peternakan dan pertanian undip

    status saya skrg adalah cuti karena saya mau melanjutkan mimpi saya buat studi di jerman
    dulu saya smpat bljr bahasa jerman 2 tahun saat sma, saya sering sekali menjadi MC, maka dari itu saya ingin melanjutkan ke bagian International Relation/Public Relation di jerman sesuai dengan passion saya. dulu sewaktu masuk undip, saya hanya mengikuti arahan orang tua saja,

    skrg usia saya 18 tahun, hasrusnya sy skrg baru smester satu, namu saya kecepatan 1 tahun untuk masalah sekolah, jd saya pikir saya masih punya kesempatan untuk mengejar mimpi saya…

    kemarin saat saya mau dftr ghoete saya terlambat informasi, akhirnya saa putuskan untuk cuti kuliah di smester 3 ini. skrg saya balik ke jakarta dan mulai menghafal 50-70 kata bahasa jerman tiap harinya, saya memiliki target untuk mencapai 4500 kata sblm masuk ke ghoete institut di jakarta…

    tindakan saya untuk mengejar mimpi ini di dukung oleh keluarga, maka dari itu saya tdk menyesal untuk mengambil cuti dan fokus belajar bahasa jerman di goethe meski kmrn smpat terlambat mendaftar,,,,,,

    Kemampuan bahasa inggris saya lumayan, saya bljr bhs inggris selama 6 tahun, sempat menjadi ambassador Indonesia ke Taiwan mewakili undip untuk volunteeringg, kemudian maret 2016 hasrusnya saya dikirim ke china untuk conference internasional, tapi saya tinggalkan semua demi studi ke Jerman.

    saya tdk memakai agen, karena saya aktif di skolah dan universitas sy mempunyai 2 org kenalan yang membantu saya memberikan informasi ttg studi ke jerman

    januari sya berencana mengambil kelas super intensif dari
    A1.1 – A2.1 jan-Maret
    A2.1-B1.3 april – Juni
    B1.3 – B2.4 juli – september

    lalu mengambil ujian sertif b2 pada akhir sptember 2016

    dr kisah saya, apa pendapat anda pak?

    im Laufe der Zeit wirst du alle wiesen,
    und
    es fruet mich Ihr kennenzulernen Herr Ramli

    Dankeschon Herr!

    XXXXXXX

    Jika orang tua anda setuju dan anda sanggup merealisasikan yah silahkan dilanjut. Meskipun saya tidak tahu kenapa anda harus meninggalkan Universitas sehebat Undip? Tapi klo itu pilihan anda yah mau apalagi.

    Jika ingin ke Jerman usahakan luluskan sampai sertifikat B2 lalu daftar ke Studkol Jerman. Jalan pilihan anda ke Jerman itu panjang, berliku dan butuh biaya tinggi. Anda secara planning sudah benar tapi untuk bisa sukses anda masih amat panjang.

    Selamat berjuang

    Salam

    Ferizal

  123. Halo mas Ramli!
    Saya mau bertanya, apakah lulusan SMK bisa melanjutkan kuliah di jerman? SMK saya jurusan seni, saya sudah cek di webnya anabin, dan SMK saya tidak tertulis disana. Apakah mungkin masih ada kemungkinan diterima? Dan, apakah saya bisa mengambil jurusan yang tidak linear? Misalnya sosiologi, atau ekonomi..?
    Terimakasih

    XXXXXXX

    Bisa. Anda harus ambil Studienkolleg dulu yang sesuai dengan latar belakang SMK anda artinya bidang seni. Saya tidak tahu persis apakah anda bisa ambil Studkol Ilmu Sosial, sebaiknya anda gabung ke Group Facebook PPI Jerman. Dari sana anda bisa bertanya langsung ke temen2 PPI Jerman.

    Setelah lulus dari Studkol barulah anda kuliah di Univ Jerman.

    Salam hangat

    Ferizal

  124. salam bang ramli,
    mau minta saran dong. saya lagi kuliah D3 Teknik mesin disalah satu politeknik negeri, sebaiknya klo mau lanjut ke jerman ngambil S1 apa gimana ? sekalian minta link website universitas atau politeknik yang dijerman bang. ama syarat2nya. terima kasih mohon balesannya 😀

    XXXXXXXX

    Yang harus anda lakukan: Ambil D4/S1 di Indonesia dulu. Nanti klo sudah lulus S1 silahkan tanya lagi ke saya.

    Salam

    Ferizal Ramli

  125. Selamat malam mas
    Saya nurarofah, saya ingin kuliah di german. Kini saya sedang mengambil s1 psikologi di PTS di jakarta, dan saya masih tingkat dua, untuk mempercepat impian saya itu apa yang sebaiknya saya lakukan untuk, apakah saya harus ikut kursus b. Jerman dulu agar ketika saya lulus langsung mengikuti perkuliahan, atau ketika saya keterima ada bimbingan belajar bahasa jerman dulu baru bisa ikut kuliah? Lalu saya mau tanya, berapa lama waktu pendidikan s2 nya apakah sama dengan di indonesia atau lebih Lama? Terus untuk biaya hidup apakah ada beasiswa buat biaya hidupnya atau tidak ada? Saya baca di blog hotcuorse ada pekerjaan parttime untuk mahasiawa itu sistem kerjanya seperti apa dan mengganggu tidak dengan perkuliahan nanti. Terimakasih mas sebelumnya

    XXXXX

    Salam

    1. Selesaikan kuliah S1 anda sebaik mungkin.
    2. Belajar B. Jerman dari sekarang. Jika ingin kerja part tima maka bisa B. Jerman lulus B2 itu amat bagus tapi lulus B1 juga sudah lumayan.
    3. Untuk ambil S2 di Jerman jika ingin B. Inggris maka TOEFL anda harus bagus, jika ingin yang B. Jerman paling tidak B. Jerman anda lulus C1.
    4. Amat sedikit bea siswa untuk S2. Anda bisa lihat di DAAD
    5. Kerja sambil kuliah itu berat. Jadi harus anda hitung betul kesanggupan anda. Banyak yang ndak sangggup meskipun tetap ada yang berhasil melaluinya

    Salam Hangat

    Ferizal

  126. Hallo bung Ferizal! Perkenalkan nama saya Yonathan umur 22 th, sejak kecil saya selalu bercita-cita untuk dapat tinggal dan menetap di luar negri. Saya berencana untuk studi S2 dalam bahasa Jerman dan bekerja di Jerman nantinya. Saya lulusan salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi swasta di Jakarta jurusan Akuntansi S1 konsentrasi Akuntansi Perpajakan dg IPK 3.40.
    Selama di Jerman saya dapat pembiayaan dari keluarga saya yg sejak lama tinggal di Frankfurt am Main. Mereka menawarkan untuk sekolah bahasa di sana terlebih dahulu agar bisa diterima S2 di sana dan supaya tidak ambil program bahasa Inggris. Saya pernah ikut tes pra-Toefl dan hasilnya 517. Sekarang saya sedang menunggu penerbitan Ijazah S1 dan Transkrip Nilai untuk proses pengajuan Visum. Saya juga sudah daftar kelas reguler bahasa Jerman di Jakarta sambil menunggu proses dan sudah sebulan lebih belajar bahasa Jerman sendiri di rumah. Yang ingin saya tanyakan:

    1) Dalam proses mengajukan Visum Pelamar Studi ada syarat dari Kedutaan yaitu menunjukan fotokopi Bukti Korespondensi dg UNI-ASSIST, dan saya tidak punya bukti surat tersebut karena rencananya saya belajar bahasa dan berusaha lulus dan setelah itu daftar UNI-ASSIST di sana. Bgmn menurut bung Ferizal? Apakah saya perlu menjelaskan keadaan saya lewat Motivation Letter kpd Kedutaan? Saya berharap hal seperti ini tdk membuat Visum saya gagal diterbitkan.
    2) Mengenai jurusan saya Akuntansi dan konsentrasi Akuntansi Perpajakan, apakah kesempatan Ijazah saya diakui di sana besar? Atau tergantung kebijakan masing2? Dan apakah kesempatan saya mengambil jurusan S2 yg bung telah jelaskan di atas dr S1 Akuntansi jg sama? Mengingat konsentrasi saya Akumtansi Perpajakan.
    3) Kata saudara saya, saya harus lulus A1 A2 B1 B2 C1 C2 DSH1 DSH2 baru bisa melamar S2 di sana nanti. Apa itu benar? Saya baca di atas bahwa melamar S2 itu syaratnya hanya C1?
    4) Apakah kesempatan berkarier di Jerman untuk lulusan Ekonomi seperti saya besar?

    Terima kasih bung Ferizal sebelumnya atas tulisannya. Sangat membantu dan mencerahkan saya ttg info2 untuk sekolah di Jerman.

    XXXXXX

    Mas Jon ingkang minulya,

    1. Dari cara anda bertanya menunjukkan anda punya motivasi cukup kuat untuk Sekolah di Jerman. Sebelum anda bertanya, anda melakukan riset yang dalam dulu. Jarang sekali orang Indonesia mau melakukan riset dulu sebelum bertanya. Nah, attitude anda ini benar2 attitude yang baik untuk menjadi modal sukses di Jerman: selalu haus akan mencari informasi, tidak cuma inginnya di-“suapin”. (Y)

    2. Sebenarnya anda tidak perlu terlalu risau dengan apakah Akuntansi Pajak anda diakui atau tidak di Jerman. Yang terpenting adalah tinggal cari jurusan Master yang sesuai dengan pilihan anda, lalu melamar. Lamar saja semua Univ yang punya jurusan yang sesuai dengan minat anda. Jika ada ynag diterima maka berarti anda diterima. Selesai!

    Jadi, ndak usah terlalu risau tentang apakah Akuntansi Pajak di Indonesia akan diakui di Jerman. Saat anda diterima yah berarti anda bisa kuliah. Nah, untuk diterima lebih pada anda memenuhi persyaratannya atau tidak.

    3. Jika anda ingin ambil S2 dalam B. Jerman maka anda harus lulus C1. Sebuah level yang tidak mudah untuk anda capai. Anda bisa butuh waktu 2 tahunan untuk bisa capai level itu. Jadi sebuah perjuangan yang amat tidak mudah. C1 itu secara umum selevel dengan DSH tapi DSH saat ini sudah tidak terlalu populer digunakan. Standard untuk kuliah itu C1. C2 itu terlalu tinggi.

    4. Kesempatan berkarir untuk lulusan Ekonomi TIDAK besar tapi klo anda bisa B. Jerman fasih tentu saja peluang anda besar untuk bisa kerja disini. Hanya sekali lagi Jerman lebih butuh Insinyur, Informatiker atau Saintis.

    Salam Hangat dan Semoga Sukses selalu

    Ferizal Ramli

  127. Siang kak, saya mau tanya, kalau tahun ini saya lulus dari SMA lalu ingin melanjutkan kuliah kedokteran di Jerman bagaimana agar bisa diterima di perguruan tinggi disana? lalu biaya untuk kuliah kedokterannya? dan kuliah kedokteran negeri disana apa saja? terima kasih banyak atas infonya, blog ini pasti akan sangat membantu saya

    xxxxx
    Hallo Sakinah ingkang jelita,

    !. Untuk lulusan SMA TIDAK bisa langsung kuliah di Jerman tapi harus lulus Studienkolleg (STK). Anda harus pilih STK untuk bagian Ilmu-ilmu Kedokteran. Untuk anda ketahui mendapat STK di bidang ini amat sulit. Selain itu jika anda sudah diterima di STK bidang kedokteran maka anda pun harus lulus dengan nilai STK biasanya 1 alias semua nilai anda A.
    Itu masih belum cukup, khusus untuk jurusan FK harus bisa ujian test masuk.
    Berangkat dari itu diterima di Jurusan FK di Jerman amat sangat sulit sekali.

    Saran saya: jangan terlalu fokus untuk ambil FK, boleh ambil FK jika diterima tapi pilih juga jurusan lain yang realistis.

    2. Untuk diterima di STK maka syaratnya anda harus lulus Sertifikasi B. Jerman minimal B1 atau biasanya B2. Tata cara daftar STK harus anda searching di Internet.

    3. Kuliah di FK atau jurusan apapun di Jerman selama itu kuliah di PTN Jerman adalah GRATIS!

    4. Universitas yang buka FK di Jerman banyak. Hampir semua universitas (bukan Fachhocschule) itu punya jurusan FK. Pilih saja bebas karena kualitas universitas di Jerman relatif sama.

    Semoga sukses selalu untuk masa depan anda.

    Salam Hangat,

    Ferizal Ramli

  128. Dear bung

    Informasi yg sangat membantu. Apakah menurut anda, saya termasuk orang yg terlambat karena berusaha studi S2 di jerman saat USIA 39 tahun?

    Danke fuer Ihre information

    Ayu

    XXXXX

    Jeng Ayu,

    Study di Jerman tidak ada batasan umur. Tentang apakah anda terlambat atau tidak itu amat tergantung dari kepentingan dan tujuan anda sendiri 🙂
    Jadi saya tidak bisa menjawabnya. Yang bisa saya pastikan adalah tidak ada batasan umur untuk studi di Jerman di jenjang apapun: S1, S2 atau S2.

    Salam Hangat

    Ferizal Ramli

  129. Thanks ya Infonya.

    Mau Tanya, kalau kita mau daftar dulu di universitas, trus keterima, baru cari beasiswa bisa gak ya mas ?

    kira-kira untuk biaya sendiri habis berapa ya mas, untuk daftar ke universitas itu ?

    XXXXXXX

    1. Biaya daftar kuliah itu gratis biasanya. Jika pun bayar maka paling sekitar 50 sd 100 Euro.
    2. Bea siswa untuk level S1 tidak ada, untuk S2 amat sedikit. Silahkan cek website DAAD untuk itu. Setahu saya jika anda ingin dapat bea siswa DAAD maka anda harus daftar di program yang ditawarkan DAAD. Tidak bisa bebas pilihan studynya.

    Salam hangat

    Ferizal

  130. kak kalau ambil jurusan energi terbarukan ada g’ di jerman ? saya minat disana kak ? untuk biayanya berapa kak minimal berapa kita harus punya dana selama kuliah ? tolong penjelasannya kak .

    XXXXXXX

    Banyak Jurusan Teknologi Energi Terbarui atau pun Manajemen Energi.
    Biaya kuliah relatif gratis. Total biaya yang dibiayai klo hidup sederhana sekitar 500 euro per bulan tapi standard normalnya 600 euro per bulan.

    Sukses buat anda selalu. Salam Hangat

    Ferizal Ramli

  131. Hallo, mas Ramli. Saya mahasiswi jurusan pendidikan Bahasa Jerman di PTN Sumut dan skrg hanya tinggal menunggu waktu wisuda. Jujur, saya berasal dari keluarga yg alhamdulillah sederhana, karena pasalnya sampai saat ini org tua saya masih mampu membiayai adik2 saya serta kehidupan kami. Saya mendapat beasiswa utk S1 saya, juga ingin mendapat beasiswa utk S2 di Jerman. Saya sedang coba cari beasiswa di sana juga.
    Pertanyaannya:
    1. IPK saya lumayan, mas. Cuma di beberapa makul ada nilai C. Apakah berpengaruh terhadap penilaian si pemberi beasiswa?
    2. Bahasa Inggris saya tidak terlalu bagus, juga belum pernah test Toefl atau Ielts yg diakui, tapi saya mau belajar. Saya coba searching di beberapa kampus dan jurusan di Jerman menggunakan sistem bilingual di proses perkuliahannya. Ada rekomendasi kampus dan jurusan apa yg sesuai dengan jurusan saya skrg, mas? Sehingga tidak terkesan melenceng ke jurusan S2 nya nanti.

    Terima kasih sebelum dan sesudahnya, mas. Tulisannya sangat membantu.

    XXXXXXX

    Sdr Rizky,

    Saran saya kamu ke Website DAAD cari coba program Bea Siswa “LEHRER/IN FÜR DEUTSCH ALS FREMDSPRACHE” di Universitas Jerman. Biasanya ada bea siswa untuk itu.

    Semoga sukses selalu

    Salam

    Ferizal

  132. Halo Pak Ferizal, saya Raudina dari UPNV Jatim.
    Saya sedang melaksanakan studi s1 arsitektur saya disini, namun saya ada keinginan untuk melanutkan studi s2 saya di Jerman, dengan beasiswa. Pertanyaan saya pak, buku apa yg cocok untuk belajar Bahasa Jerman-Indonesia mulai dari nol. Saya tidak pernah belajar Bahasa Jerman sebelumnya.

    Terimakasih pak.

    XXXXXXX

    Sdr. Raudina,

    Buku B. Jerman yang baik sudah saya tulis di Blog ini. Silahkan saja dicari linknya pada Blog ini. Semua sudah saya tulis lengkap.

    Salam,

    Ferizal Ramli

  133. Apalad DAAD mewajibkan bisa bahasa jerman untuk prigram master ? Dan biasanya living allowance pertama dan tiket di dapat ketika di indo atau di jerman ?

    XXXXXXX

    Tidak diwajibkan. Untuk Program Master tidak ada kewajiban B. Jerman, bisa pilih B. Inggris tapi harus mengikuti program yang ditawarkan DAAD.
    Untuk teknis detailnya silahkan bertanya langsung ke DAAD.

    Salam Hangat

    Ferizal

  134. Assalamualaikum wr wb.. skrang saya sedang bersekolah disalah satu skolah pesantren dan saya sedang menginjakkan kaki di kelas 11.. pak bgaimana caranya agar saya nntiny bsa lulus S1 di jerman dgn biaya2 yg hrus di bayarkan?
    Brapakah target uang untuk bsa kuliah dsna?
    Atau apamsaja yg hrus saya persiapkan sbelum ksana… trimakasih pak

    Dari saya
    Nurul azizah ( sumbar)

    XXXXXXX

    Aslm Wb Wb.

    Selulus dari SMU:

    1. Ambil Studienkolleg dulu dan syarat untuk daftarnya anda harus lulus Sertifikasi B. Jerman minimal B1 tapi sebaiknya B2.
    2. Jika anda diterima di Studienkolleg maka 1 tahun belajar disana dan jika bisa lulus baru melanjutkan ke Universitas untuk ambil Sarjana.
    3. Biaya kuliah per bulan 600/Euro. Tinggal anda kalikan 5 tahun yaitu 1 tahun untuk Studienkolleg plus 4 tahun untuk sarjana

    Salam dan semoga sukses

    Ferizak

  135. Sore pak…saya rencananya ingin mengambil kurusan tehnik industri di jerman….apakah kalau saya kembali setelah lulus nanti ada peluang pekerjaan yang besar di tanah airuntuk lulusan ti ini. Apakah ada perbedaan material pelajaran di indo dan di jerman? Trims

    XXXXXXX

    1. Meteri pelajaran pasti banyak bedanya, yang membedakan lulusan Jerman dan Indonesia yah karena mereka dididik dengan metode, cara, materi dan standard yang beda.
    2. Peluang untuk dapat kerja di tanah air jika anda menjadi insinyur yang level Master dengan ilmu yang cukup serta pernah magang di perusahaan Jerman di Jerman saat kuliah maka peluangnya tentu saja besar.

    Salam

  136. pak. sulitkah untuk lulus study di jerman?
    kalau lulus sma study ke jerman bagaimana menurut bapak? apakah itu sangat sulit?
    bagaimana biaya sekolahnya pak?

  137. pak kalo kuliah kedokteran susah ga? buat masuk FK disana apakah ada persyaratan khusus agar bisa di terima? kalo untuk biaya kuliahnya kan gratis, kalo untuk biaya hidupnya gimana? 😦 kan disana biaya hidupnya mahal.

    XXXXX

    Diterima di Kedokteran itu susah sekali, seorang lulusan SMA harus masuk Studkol bidang Kedokteran dengan lulusnya HARUS nilai 1 (atau nilainya A semua), lalu daftar ke FK di Univ. Untuk diterima di FK harus lulus ujian masuk. Saat kuliah di FK DOnya amat tinggi kemungkinannya. Ini masalah kuliah di FK.

    Biaya hidup sekitar 500-600 eur per bulan.

    Semoga sukses

  138. Pak Ferizal Ramli di tepian lembah sungai Main.
    Tunggu saya disana pak, saya akan menemui bapak di Jerman dengan membawa misi yang harus saya penuhi dalam menempuh pendidikan Master di bidang Chemist untuk Indonesia °^°

    XXXXXX

    Ferizal likes it! Luar biasa. Semoga sukses mas!

  139. Selamat sore Pak Ferizal,

    Kini saya duduk dibangku kelas X SMA, tapi bukan berarti saya tidak mau berpikir dulu terhadap perkuliahan S-1 yang akan saya tempuh dalam 3 tahun mendatang. Jadi saya sudah membaca tips dan saran dari anda tentang lebih baik ambil S-1 di indonesia saja dulu, baru ambil S-2 di Jerman dan saya pikir saran anda sangat tepat karena saya tidak perlu membuang waktu selama 1 tahun untuk studkol. Jadi, saya berencana untuk mengambil jurusan teknik penerbangan, yang jadi pertanyaan saya adalah saat ini ada dua pilihan yaitu teknik penerbangan dengan program S-1 dan teknik penerbangan dengan program D.IV. Tujuan saya adalah untuk mengambil sampai jenjang S-3. Kalau S-1 saya yakin sudah jelas, namun apakah universitas di Jerman mau menerima lulusan D.IV untuk masuk ke universitat lalu melanjutkan hingga ke S-3?

    Terima kasih.

    XXXXX

    Hallo Dik Bambang,

    Jangan khawatir Universitas Jerman menerima lulusan D4. Saran saya ambil D4 di Uni Top yang seperti di SV UGM atau di Poltek Negeri di Indonesia. Jangan menyerah, anda sudah dalam rencana yang benar!
    Doa saya untuk kesuksesan anda.

    Salam

    FR

  140. Kuliah di jerman gratis itu untuk semua jurusan atau hanya tertentu saja? Kalau misalnya saya ambil kedokteran, apakah tetap akan gratis?

    XXXXX

    Hallo Edelweiss,

    GRATIS untuk HAMPIR semua jurusan! Kecuali anda ambil Universitas Swasta. Hanya untuk apa ambil swasta jika ada 400 Univ Negeri yang bagus.
    Ada sedikit yang tidak gratis jika program MBA B. Inggris atau program eksekutif.

    Salam

    Ferizal

  141. Selamat sore Pak Ferizal,

    Bagaimana soal mencari kesempatan magang dan bekerja di Jerman?

    XXXXX

    Salam,

    Jika anda di Indonesia terlalu sulit untuk dapat kesempatan magang kecuali universitas anda punya kerja sama dengan Jerman seperti SGU.
    Jika anda di Jerman yah tinggal lihat website perusahaan Jerman bagian lowongan kerja lalu lama.

    Salam Hangat

    FR

  142. Hallo Pak Ferizal. Saya mau tanya. Saya ingin melanjutkan kuliah s1 di jerman. Saya sudah punya sertifikat b1 dan sekarang sedang mempersiaplan untuk ujian b2. Saat ini saya baru lulus SMA dan sudah diterima di PTN. Rencana saya ingin kuliah di Indonesia 2 semester kemudian transfer ke Uni di Jerman. Setahu saya kalau sudah kuliah 2 semester di Indonesia bisa mendaftar kuliah di jerman tanpa studkol. Saya sudah buka web beberapa uni di jerman bisa daftar buat Hochsemester juga. Tetapi saya masih belum begitu paham tentang sistem transfer seperti itu. Saya punya teman yang sedang kuliah di jerman. Katanya memang bisa transfer seperti itu tetapi dia kurang paham caranya. Mohon bantuannya ya pak. Danke

  143. Salam sejahtera bpk ferizal.saya nailil asal malang.saya berumur 23. mulai dulu saya berkeinginan kuliah tapi karna faktor finansial,shg sampai saat ini masih belum bisa kuliah.saya tertarik sekali untuk kuliah d jerman mulai dulu. Tapi apakah d usia saya saat ini masih bisa di terima d universitas jerman pak? Dan berapa biaya untuk pengurusan segala sesuatunya agar saya bisa kuliah d sana?
    Trima kasih sebelumnya pk ferizal,dan mohon saya berharap bantuan dari bpk ferizal.
    Sehat selalu buat bpk ferizal.

    XXXXX

    Salam Nailil,

    1. Tidak ada batasan umur untuk kuliah di Jerman bahkan esktrimnya umur 70 aja boleh.
    2. Syarat anda dapat Visa dari Kedutaan Jerman, anda harus bisa tunjukkan punya uang kalau tidak salam 8.000 Euro. Uang tersebut untuk jaminan biaya hidup anda selama di Jerman. Nah, dengan uang tsb jika anda ngirit bisa untuk hidup selama 1,5 tahun bahkan lebih selama di Jerman.

    Selain itu anda harus keluarkan biaya pesawat ke Jerman plus klo anda perlu kursus B. Jerman maka biayanya tidak sedikit. Jadi secara total maka uang 10.000 Euro atau 150 juta paling tidak anda butuhkan. Tapi ingat itu bukan biaya kuliah yah, biaya kuliahnya gratis. Itu biaya hidup anda selama di Jerman.

    Salam hangat,

    FR

  144. bung saya baru lulus sma 2016, saya pingin sekolah ke jerman akan tetapi saya memang tidak memiliki nilai akedemik yang baik. Tapi saya akan berusaha belajar keras untuk lulus tes. Nah permasalanya apakah ada lembaga beasiswa kesana yang memberikan tes di indonesia dan apabila lulus akan di bimbing di indonesia untuk sekolah kesana? oh iyaa saya minat ke fakultas yang berkaitan dengan sosial. Mohon pencerahanya. Terima kasih

    XXXXX

    Hallo ANM

    1. Tidak ada bea siswa untuk Program Sarjana di Jerman. Bea siswa hanya tersedia untuk Program S2 dan banyaknya program S3.
    2. Saran saya kuliah ke Jermannya saat ambil S2 saja dengan nilai S1 anda amat baik dan dari PTN yang bagus di Indonesia.

    Salam hangat dan semoga sukses

    FR

  145. Selamat malam bung ferizal , saya lulus SMA tahun Ini , saya S1 di Indonesia dan berkeinginan studi S2 di jerman , namun saya memilih univ swasta prodi teknik mesin di Indonesia . Ada beberapa yang ingin saya tanyakan :

    1. apakah faktor universitas mempengaruhi dalam proses beasiswa S2 di jerman ?

    2. Saya ingin melanjutkan S2 prodi teknik mesin di jerman , saran universitas untuk S2 nya ? Apa saja bung ?

    Sembari melaksanakan studi S1 di Indo , saya juga akan memperdalam bahasa jerman.

    XXXXX

    Salam Elsa,

    1. Iya faktor uni mempengaruhi bea siswa. Jadi saran saya pilih lah uni yang terakreditasi B dan jurusannya juga terakreditasi B, kecuali univ anda PTN Top yang dikenal dunia.
    2. Sudah berkali2 saya katakan TIDAK ada saran universitas terbaik di Jerman: semua baik. Jadi anda tinggal cari univ yang sesuai minat anda dan daftar. Yang penting diterima dan bisa lulus. Ndak usah dilihat universitasnya karena di Jerman semua sama baiknya.

    Salam hangat dan semoga sukses

    Ferizal

  146. Salam sejahtera Pak Ferizal.
    Saya ingin kuliah S1 di Jerman, tapi setelah tanya-tanya ke kenalan yang juga kuliah di sana, kuliahnya memang gratis, tapi buat visanya bikin rekening di jerman dan harus diisi 8000 euro alias kurang lebih 120 juta rupiah untuk biaya hidup selama setahun. Hal ini menjadi kendala bagi saya untuk melanjutkan kuliah di Jerman, Bagaimana menghadapinya ? Terima kasih.

    XXXXXXX

    Salam Fiona

    Itu persyaratan wajib yang harus dipenuhi untuk dapat visa. Jika tidak ada dana coba untuk lihat website DAAD cari bea siswa. Semoga sukses.

    Salam Hangat

    Ferizal

  147. Halo, Pak Ferizal. Saya ingn melanjutkan kuliah di Jerman, tapi setelah tanya” dengan kenalan yang bersekolah di sana katanya memang kuliahnya gratis, tapi buat visanya perlu buat rekening terus diisi 8000 euro alias kurang lebih 120 jt rupiah buat biaya hidup setahun. Ini menjadi kendala bagi saya, bagaimana menghadapinya ? Terima kasih.

  148. Salam sejahtera Pak Ferizal.
    Saya ingin melanjutkan kuliah ke Jerman, tapi setelah tanya-tanya ke kenalan yang kuliah di sana katanya kuliahnya memang gratis tapi buat visanya mesti bikin rekening dan diisi 8000 euro alias 120 juta rupiah. Hal ini menjadi kendala bagi saya, apakah ada alternatif lain ? Terima kasih.

    XXXXX

    Hallo Fiona,

    Persyaratan 8.000 Euro untuk dapat visa adalah sebuah jaminan bahwa mereka yang ke Jerman itu punya uang untuk biaya hidup selama kuliah sehingga disana tidak melakukan tindakan kriminal untuk dapat uang.

    Tidak ada solusi apapun tentang itu: jika ndak bisa penuhi persyaratan dapat visa yah tidak bisa ke Jerman. Jadi, jika tidak punya uang coba cari bea siswa misalkan ke DAAD. Silahkan lihat website DAAD yang tawarkan bea siswa ke Jerman.

    Salam Hangat

    FR

  149. Hallo Pak, saya berencana untuk S1 di Jerman, insyaallah tahun depan saya lulus SMA tapi saya tidak bisa langsung pergi ke Jerman setelah lulus karena ada beberapa kendala. Pertanyaan saya, apakah untuk S1 di Jerman itu kita harus mendaftar langsung setelah lulus SMA atau boleh daftar di tahun berikutnya? Dan apakah selama masih di Indonesia saya lebih baik kuliah di PT atau tidak? Mohon pencerahannya

    Terimakasih

    XXXXX

    Halo Zahra,

    Tidak ada batasan umur untuk sekolah ke Jerman bisa kapan saja bahkan umur tua pun boleh. Yang perlu anda ingat anda (lulusan SMU asing) tidak bisa kuliah langsung S1 melainkan harus Pra Universitas dulu 1 tahun yang dikenal Studienkolleg (STK). Nah anda harus daftar STK dan lulus dari sini dulu. Barulah bisa daftar kuliah di Jerman.

    Silahkan baca link ini: http://www.daadjkt.org/index.php?studienkolleg-1

    Semoga anda sukses selalu

    Salam Hangat

    FErizal

  150. nice info pak Ferizal, saya ingin S2 jurusan sosial di berlin. Dengan usia sudah 35 tahun, karena bekerja. apakah masih mendapatkan peluang beasiswa. Vielen danke fuhr ihre hilfen.

    XXXXX

    Bea siswa itu cuma ada 1 acara: lihat website DAAD dan kalau perlu kontak mereka 🙂

    Salam hangat

    FR

  151. Halo pak Ferizal! saya baru mampir ke Blog Bapak. Tipsnya sangat bermanfaat untuk teman-teman yang sedang menyiapkan studi di Jerman. Saran saya untuk poin nomor 7 tentang biaya hidup mohon diupdate pak. karena 500€ tidak cukup untuk biaya hidup semuanya termasuk makan.

    Saya baru upload video di Youtube saya tentang Biaya kuliah dan Biaya hidup di Jerman. Semoga Informasi ini bermanfaat untuk teman-teman.

    Videonya bisa diakses disini: https://www.youtube.com/watch?v=LKBRNkoxZHM

  152. Hallo Pak Ferizal.. Terima kasih buat infonya.. Kebetulan saya mau ambil S2 tp masih bingung dengan jurusan.. Sy background engineering dan skrg sdg bekerja di salah satu konsultan sap di Indonesia.. Kalau boleh tau, di Furwangen susah kah mendapat beasiswa pak? Untuk proffesor disana, perlukah kita menghubungi dan mencari terlebih dahulu supaya dia mau merekomendasikan? Kalau boleh saya mau berbincang dengan bapak.. Terima kasih.. 🙂

    XXXXX

    Untuk hal penting di Jerman untuk dapat bea siswa hanya melalui DAAD. Jadi cek ke DAAD apakah ada bea siswa.

    Salam

    FR

  153. Salam hangat pak, saya kebetulan lulusan D4 dan sedang hunting universitas jerman untuk s2 karena saya tertarik melanjutkan studi hingga s3 saya. Dengar-dengar sebagai lulusan D4, saya harus mengikuti ujian penyetaraan. Apakah hal tersebut benar atau ada kemungkinan saya dapat langsung diterima di studi masternya>? Terima kasih pak.

    XXXXX

    Tidak ada ujian penyetaraan. S1 dan D4 itu setara. Jadi, ayo terus maju…

    Salam

    FR

  154. Adik saya juga akan kuliah di jerman di tahun ini, terimakasih pak atas informasinya, sangat membantu sekali… 🙂

    XXXXX

    Senang sekali jika ini bermanfaat. SEmoga adiknya sukses selalu 🙂

    Salam Hangat

    FR

  155. om, saya berencana mengambil s2 di jerman. saya sedang berkuliah pada jenjang s1 jurusan ilmu komunikasi.

    untuk program s2 ilmu komunikasi, yang murah di universitas mana?
    beasiswa apa yang tersedia dari pemerintah RI untuk calon mahasiswa Indonesia di Jerman?
    apa-apa saja pilihan konsentrasi dalam program s2 komunikasi?
    kalau bisa, saya minta saran tambahan yang menurut om cocok untuk saya.

    XXX

    Hallo Axel,

    1. Tidak ada biaya kuliah jadi maksudnya yang paling murah biaya universitasnya apa? Lha wong tidak ada biaya kuliah 🙂
    2. Klo itu anda harus hubungi Kemenristek & Dikti
    3. KLo itu anda harus search sendiri ke link ini http://www.hochschulkompass.de dikarenakan jurusan konsentrasinya amat sangat banyak variasinya tergantung Univ masing2.
    4. Semua saran dan pengalaman saya sudah di-sharing di wall ini. Jadi, klo ada pertanyaan silahkan diajukan tapi saran2 umum sudah saya tulis dan saya share. Saya pun akan terus nulis untuk up date info terbaru.

    Salam

  156. pak, sy berencana meanjutkan S1 dijerman, sy sedang berkuliah di jenjang D3 analis kesehatan. dri univ yg sy liat di universitat berlin ada ilmu kesehatan. mohon info untuk beasiswa dri pemerintah RI dan saran yg pas dengan jurusan saya.

    XXXXX

    Jeng Siti,

    Tidak ada bea siswa untuk ambil S1 di Jerman. Sekolah di Jerman sudah gratis jadi tidak ada bea siswa.

    Salam

  157. halo pak, saya lulusan smk farmasi, sudah 3 tahun ini sy bekerja. Nah, saya ingin melanjutkan s1 farmasi atau s1 teknik kimia, kira2 bagaimana caranya pak? untuk saya yg sangat terkendala dengan dana apakah memungkinkan untuk kuliah disana?

  158. Bapak selalu jadi nama yang saya inget kalo soal kuliah di Jerman! Info infonya ngebantu banyak banget buat persiapan kuliah ke sana. Saya mau tanya dong, salah satu kendala saya itu ada di visa requirements yang menyaratkan transfer €8040 ke blocked account di Deutsche Bank. Itu ada cara menyiasatinya gak ya pak? Bc it’s not a small number for me while I’m really into the popular ‘no tuition fee’ in Germany

    XXXXX

    Hallo Nola,

    Saya tidak punya saran untuk menyelesaikan persyaratan Visa kecuali bisa memenuhinya. Jadi, anda harus bicara dengan orang2 terdekat ada untuk bersama selesaikan masalah ini.
    Semoga anda bisa mewujudkan cita2 anda.

    Salam

  159. Salam hormat dari saya..
    mohon pencerahan dari bapak.. saya lulusan tahun 2014 di STIKOM Surabaya, dengan nilai IPK hanya 2.68(lulus dengan nilai ini sangat saya sesali, namun tuntutan kerja sambil kuliah menjadi alasan mengapa akhirnya dengan nilai tsb saya harus puas). saya ingin sekali melanjutkan Studi di Jerman, terutama di bidang Aerospace atau Analis/Audit. dan saya saat ini bekerja di satu perusahaan telekomunikasi di indonesia menjabat sebagai Asst. Manager Operasional. sedikit tentang pekerjaan saya saat ini, berkutat pada jaringan telekomunikasi berbasis Kabel Fiber Optic dengan lama kerja hampir 3,5 tahun.

    dengan kriteria saya diatas, apakah masih bisa saya ada kesempatan untuk mengikuti studi di salah satu universitas di jerman?
    dan apa saran bapak, terkait universitas yg saya harus tuju?

    terima kasih sebelumnya..

    XXX

    Hallo Erza,

    Sudah saya jawab pertanyaan anda di posting sebelumnya. Anda bisa kuliah di Jerman dengan posisi anda saat ini.

    Salam

  160. Saya lulusan STIKOM Surabaya tahun 2014. dengan jurusan Sistem Informasi. IPK sangat disayangkan hanya 2.68 (Kerja sambil kuliah) presensi sering menjadi masalahnya. pekerjaan saya saat ini di satu perusahaan Telekomunikasi Indonesia, dengan posisi Asst. Manager Operations Jaringan kabel Fiber Optic terhitung 3,5 Tahun. Saya sangat tertarik untuk melanjutkan studi di Jerman sehingga,

    ada beberapa pertanyaan, mohon pencerahan dari bapak :
    1. dengan kondisi IPK saya seperti itu, apakah saya masih ada kesempatan untuk melanjutkan studi di jerman?
    2. Jurusan yg saya mau ambil antara lain Aero Space atau Analyst Audit, Universitas manakah yg bisa bapak sarankan?

    XXX

    Hallo Erza,

    1. Bisa
    2. Saya ndak punya saran Universitas karena di Jerman sekolah dimana pun sama bagusnya. Jadi anda tinggal cari Univ yang tawarkan Program minat anda disini: http://www.hochschulkompass.de

    Semoga sukses.

    Salam

  161. salam pak ramli, saya lulusan s1 pertambangan, saya ingin bertanya adakah s2 untuk jurusan pertambangan di jerman dan adakah syarat – syarat khusus yang harus dipenuhi serta bagaimana dengan biaya pendidikannya?. trima kasih pak, salam.

    XXX

    Hallo Patri,

    Syaratnya yang umum saja tapi sebaiknya langsung lihat ke Univ-nya. Di Jerman kayaknya ada 2 Uni bidangmu yaitu TU Clausthal dan TU BergAkademie. Biaya kuliah di Jerman umumnya gratis.
    Semoga sukses

    Salam

  162. Pak, kalo kuliah di universitas yg international di jerman buat interior design, itu bahasa nya make inggris ato jerman ya?
    Terus biaya kuliah sama sehari hari kira2 berapa pertahun?

    XXX

    Hallo Safirars,

    Jika program internasional maka yang B. Inggris 🙂
    Sukses selalu yah

    Salam

  163. Halo pak/om selamat malam…
    Saya mau tanya,kan kalau mau ke German wajib bayar 8000 euro.itu dibayarkan per tahun atau hanya sekali saja?
    Terimakasih…
    Salam hangat!

    XXX

    Hallo,

    Itu 8.000 bukan bayar tapi untuk jaminan hidup anda selama 1 tahun di Jerman menurut aturan untuk dapat visa. Itu dibutuhkan sebagai bukti di Jerman nanti anda bisa hidup dan tidak terlantar.

    Salam

    FR

  164. Hallo Pak Ferizal, Salam kenal nama saya Ronaldo. Saya ada rencana untuk kuliah di Jerman. Saya sudah menyandang gelar S-1 dari PTN di Indonesia dengan Jurusan Pendidikan Akuntansi. Saya berencana untuk mengambil S-2 di Jerman. Saat ini saya sedang mengambil kursus bahasa Jerman di salah satu lembaga kursus di Indonesa dan rencananya saya mau menyelesaikan sampai level A2 saja dan kemudian ikut Ujian untuk level A2 Di Goethe Institut yang ada di Jakarta. Kursus bahasa Jerman rencananya akan saya lanjutkan di Jerman disalah satu lembaga kursus VHS (di VHS Leipzig) sebagai syarat untuk apply ke Universitas di Jerman khususnya yang ada di Leipzig . Ada beberapa pertanyaan saya:
    1. Untuk melanjutkan kursus bahasa di Jerman (VHS) apakah A2 itu relevan dan apakah saya harus placement test lagi?
    2. Saya berencana untuk ambil S-2 di Leipzig, Berapa universitas negeri di Leipzig? apakah hanya Universitas Leipzig saja.
    3. Apakah ada jurusan yang berhubungan dengan Logistic untuk S-2? Jika ada apakah saya bisa mengambil jurusan itu?
    4. Apakah jurusan Akuntansi di Jerman itu bagus dan bagaimana peluang kerja disana untuk Jurusan Akuntansi, karena saya berencana kuliah sambil bekerja.
    5. Apakah saya bisa mengambil jurusan komputer Akuntansi?
    6. Saya punya teman di Jerman tapi dia bukan orang jerman dan sudah bekerja di Jerman kira-kira 1,5 tahun. Dia punya tempat tinggal dan Residence Permit. Dia bersedia untuk membantu saya dengan membiaya hidup saya seperti tempat tinggal dan makan. Apakah dia bisa menjadi sponsor saya? jika bisa apa syarat yang harus dia lengkapi dan kemana dia harus pergi untuk bertanya seputar informasi ini. Dan apakah saya tetap harus mengisi uang di Bank Deutsch sebesar 8.040€ itu yang merupakan syarat mutlak untuk kuliah di Jerman.

    Terimakasih banyak Pak kiranya bapak dapat memberikan solusi dari problem yang selama ini menjadi pertanyaan bagi diri saya. Dan maaf sebelumnya kalau pertanyaan saya terlalu banyak. Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang masih ada dalam diri saya.

    Salam

    Ronaldo

    XXX

    Hallo Ronaldo,

    1. Jika anda punya sertifikat A2 dari Goethe Indonesia maka anda tidak test lagi. Selain itu biasanya di Replacement Test.
    2. Saya ndak tahu berapa jumlah Univ di Leipzig.
    3. Banyak jurusan bidang logistik S2, banyak sekali! Silahkan serach di http://www.hochschulkopass.de Anda bisa dapat informasi apapun tentang hal ini di link tsb.
    4. IFRS itu yang desai Uni Eropa yang menjadi standard dunia dan Jerman adalah pelopor IFRS. Jurusan Akuntansi saat ini di Jerman dengan IFRS sehingga relevan kerja dimana pun, hanya untuk kerja di Jerman tidak mudah. Jerman lebih butuh lulusan Sains, Teknik dan Informatik.
    5. Bisa.
    6. Bisa dan tidak harus mengisi uang di Bank.

    Semoga sukses

    Salam

  165. Terima kasih…. Artikelnya sangat membantu, Pak Ferizal 🙂 Saya masih SMA kelas 2 dan ingin sekali kuliah di Jerman setelah lulus SMA. Tunggu saya menyusul ke sana ya Pak ^-^) Salam hangat dari Lampung…

    XXX

    Ayo Thita wujudkan dung. Sudah janji harus berani menepati 🙂
    Sukses selalu dan never give up!

    Salam

  166. Salam hangat, terima kasih pak informasinya sangat bermanfaat. saya masih mahasiswa aktif di d3 teknik aeronautika. saya ingin melanjutkan pendidikan ke jerman, tapi saya tidak tahu apakah bisa melanjutkan ekstensi d4 ke jerman. mohon sarannya pak, apakah saya harus d4 di Indonesia atau ada peluang untuk ekstensi d4 ke jerman? lalu apabila bisa, apakah untuk diterima harus ada pengalaman bekerja? terima kasih pak, wassalam

    XXXX

    Halo Kasih,

    Sudah benar anda lanjutkan D4 karena D4 diakui sejajar dengan S1 dengan catatan Jurusan anda terakreditasi minimal B (jika C agak masalah). Saran saya ambil D4. Setelah lulus D4 baru ambil S2 ke Jerman. Jangan dari D3 ke Jerman. D3 itu program yang TIDAK DIAKUI oleh Jerman. Jadi selesaikan sampai D4, lalu ambil S2 di Jerman.

    Sukses selalu buatmu

    Salam

    FR

  167. Pak ferizal, infonya sangat membantu kami.. Apakah Bapak juga bisa memberi info untuk lulusan D3 yang ingin lanjut S1 di jerman? vielen Dank.. 🙂

    XXX

    Jeng Retno,

    Saran saya ambil D4. Setelah lulus D4 baru ambil S2 ke Jerman. Jangan dari D3 ke Jerman. D3 itu program yang TIDAK DIAKUI oleh Jerman. Jadi selesaikan sampai D4, lalu ambil S2 di Jerman.

    Sukses selalu buatmu

    Salam

    FR

  168. Guten Tag Pak Ferizal, saat ini saya dalam proses mendaftar S2 di Jerman melalui Uni Assists, tetapi ada permasalahan terkait ijazah ekstensi S1 saya yang sepertinya tidak dikenali, karena jumlah SKS tidak mencukupi. Walaupun saya sudah menyertakan ijazah dan transkrip D3 saya. Mohon masukannya kira-kira saya harus menjelaskan seperti apa? Terima kasih pak.

    XXXXX

    Saran saya,

    Korespondensi langsung dengan pihak Universitasnya. Beritahu bahwa Program D3 dan S1 berkesinambungan. Jangan lupa lampirkan surat dari Universitas anda yang ditandatangani Dekan atau Wakil Dekan bahwa anda secara total sudah selesaikan lebih dari 140 SKS.

    Semoga saran ini bisa membantu.

    Sukses selalu

    FR

  169. Selamat malam, pak rizal. trimakasih infonya, saya juga berecana untuk kuliah S2 di jerman rencana ambil Ilmu kesehatan masyarakat(public health)..masih bingung untuk jurusanya kira kira dimana saya bisa cari informasi pendaftartannya ..mohon infonya..trimakasih

    XXX

    Infonya banyak kok mas 🙂

    Hanya yang dibutuhkan adalah ketelatenan kita untuk mau riset di link ini: http://www.hochschulkompass.de dan cari menu B. Inggris.

    Salam

    FR

  170. Pak Ferrizal, saya lulusan S1 dari D3 dan ingin melanjutkan S2 ke Jerman, tetapi ijazah S1 saya tidak diterima dan menurut mereka D3 saya tidak di akui Jerman, dan S1 saya tidak mencukupi nilai SKS nya. Mohon saran dari bapak apa yg bisa saya lakukan terkait permasalahan ini? Terima kasih pak

    XXX

    Setahu saya selama anda ijasah S1 dari Jurusan yang akreditasi B maka pasti diakui. Dalam kasus anda yah ambil S2nya di dalam negeri dulu. Ambil S2 di Univ yang bagus seperti UGM, UI, ITB, IPB, Unair, ITS, Undip, Unpad, UNS atau yang selevel itu.

    Baru setelah itu ambil S3 di Jerman.

    Maaf saya tidak punya saran lainnya lagi.

    Salam

    Ferizal Ramli

  171. kalo jurusan peternakan di univ apa saja ya yg di jerman? jangan kasih link yang dari jerman ya mas karna saya tidak mengerti hehehe mau mengubah bahasanya saja saya tidak mengerti (itu juga kalo ada)

    XXX

    Lihat link ini http://www.hochschulkompass.de dan jangan protes tentang link B. Jerman sebelum anda klik dan riset untuk cari menu B. Inggris.

    Salam

    FR

  172. Guten Tag aus Indonesien Herr Rizal,

    Tulisan anda membuat semangat saya makin membara untuk melanjutkan studi di Jerman. Saat ini saya tengah mempersiapkan diri untuk apply beasiswa DAAD dengan kampus tujuan TU Dresden. Pada point “link and match” yang anda sebutkan, mengingatkan saran dosen saya agar mengambil jurusan yang linear jika saya hendak melanjutkan S2 di Jerman. Dan itu pula yang membuat saya banting stir dalam hal pekerjaan, dari bidang geotechnical engineering ke hydro engineering (saya lulusan S1 teknik sipil), karena jurusan yang akan saya ambil adalah Hydro Science and Engineering. Untungnya, ketika saya melihat mata kuliahnya, keahlian saya (geoteknik) masih dapat diperhitungkan karena ada mata kuliah yang serupa. Hanya saja dalam persyaratan mensyaratkan resume skripsi, yang mana skripsi saya tentang geotechnical earthquake, yang sedikit bikin perasaan maju mundur karena tidak ada kaitannya dengan Hydro Science and Engineering. Tapi kata dosen saya, point utama adalah motivation letter, bagaimana cara saya meyakinkan pihak pemberi beasiswa tentang mengapa saya mengambil jurusan tersebut dan apa benefitnya, karena S1 saya masih linear. Walau agak lega, tapi masih dag dig dug juga sebenarnya. Tapi saya akan tetap mencoba, berharap semua perjuangan saya terbayar suatu saat, dan siapa tahu bisa ketemu Bapak di Jerman nanti, Amiiiiinnn…

    Salam hangat dari solo pak FR

    Salam

    Uun

    xxx

    Mbak Uun,

    Salut untuk perjuangan anda. Never give up dan terus berkarya selalu. Doa saya untuk anda.

    Salam Tabik

    Ferizal

  173. Malam, mas Ferizal.
    Maaf ya, ini orang tua mau nanya2. Anak saya lulus sma th ini dan ingin melanjutkan studi di Jerman. Sekarang sdg menyiapkan ujian B1 nya, dan sdh memilih tujuan studinya. Saya ingin tahu, ada tidak komunitas orang tua dari siswa yg studi Jerman. Kalo ada grupnya dimana ?

    Trimakasih

    XXX

    Salam Bu Utik.

    Saran saya bertanya ke Group Facebook PPI Jerman. Pasti akan ada yang memberikan informasi. Semoga anak Ibu sukses.

    -Ferizal-

  174. Selamat Malam, mas Ferizal.
    Saya mahasiswa S1 semester 6 Teknik Elektro di salah satu PTN di Jogja. Saya berniat untuk lulus di semester 7,insyallah febuari nanti sudah wisuda (kalau lancar). Niatnya saya ingin mengambil S2 di bidang manajemen teknik, tetapi hanya menemukan ini (Master in Management (MSc) • Technische Universität München). Sebenarnya ada yang lain namun yang Tuition fees-nya 0 hanya itu. Permasalahan saya kuliah di jerman ada 2 yaitu di dana dan bahasa jerman, orang tua saya kan sudah pensiun jadi untuk membiayai kehidupan 800 euro per-bulan sangat lah berat. Selain itu saya ada waktu sekitar 8 bulan sebelum target lulus, niatnya mau saya gunakan untuk menyicil belajar bahasa jerman.
    Pertanyaan saya :
    1. Bagaimana kondisi waktu kosong saat kuliah S2 disana? saya sudah bertanya ke teman saya yang S1 di jerman katanya untuk pelajar S1 yang sambil part time, full banget (jadi tidak bisa fokus kuliah).
    2. Apakah 8000an euro yang sebagai jaminan tersebut cukup untuk membiayai kita selama kuliah disana dalam setahun? ataukah kita harus mengeluarkan uang tambahan tiap bulannya?
    3. Untuk balik modal dari biaya hidup yang udah dikeluarin selama kuliah di jerman berapa lama ya (khususnya S2)? (untuk menyakinkan orang tua agar saya bisa kuliah disana)
    4. Target saya lulus di semester 7 dengan IPK 3.3, namun sebenarnya kalau lulusnya di semester 8 saya bisa menargetkan lebih besar lagi yaitu 3.5. Menurut mas Ferizal, lebih baik saya fokus menyiapkan kuliah di luar negri pada semester 8 (berarti lulus di semester 7) atau meningkatkan IPK lagi?
    5. Website belajar german gratis dan belajar otodidak dari buku apakah sudah cukup untuk mendapatkan sertifikat B2 dalam setahun? Kan saya ingin menghemat jadi mungkin akan les juga, namun langsung lompat ke tingkat yang tinggi, Sebaiknya mulai les pada tingkat apa?

    Terimakasih, mungkin pertanyaan saya itu dulu.

    XXXXX

    Hallo Aria,

    1. Part Time bisa disini, atau kerja basis (paling banyak dapat 450 Eur) sepanjang tahun juga bisa disini. Cuma umumnya kerja itu butuh bisa B. Jerman minimal bisa komunikasi. Jadi, gampangnya anda bisa lulus B1 maka bisalah untuk komunikasi sehari2. Hanya apakah dengan kerja part time atau basis sambil sekolah anda bisa lulus? Entahlah, saya lebih banyak ketemu yang di DO dari pada yang lulus. Kuliah di PTN terbaik di Indonesia terlalu mudah jika dibandingkan kuliah di Jerman. Jadi, bisa anda bayangkan jika anda kuliah yang sistemnya begitu ketat dan sulit anda sambil kerja? Anda bisa lulus tentu saja, tapi ini butuh tekad yang AMAT SANGAT SERIUS SEKALI BINGITS! 🙂

    Tapi jika anda bisa dapat Praktikum resmi di perusahaan maka ini bagus. Selain anda dapat gaji, ini sejalan dengan studi anda lalu kalau lulus anda bisa bahkan kerja di perusahaan tsb atau perusahaan lain di Jerman karena pengalaman Praktikum anda akan jadi kunci kerja di Jerman. INGAT yah: pengalaman praktikum dan internship bukan pengalaman kerja part time sembarangan nguli.

    Hanya syarat dapat kerja Praktek di Jerman itu biasanya nilainya amat bagus, serta B. Jerman dan Inggrisnya bagus. Baru perusahaan Jerman mau menerimanya.

    2. 8.000 Euro (yang sesuai ketentuan Visa) itu cukup untuk biaya hidup anda selama 1 tahun. Jika di luar München atau kota kecil bisa lebih rendah dari itu meskipun secara aturan visa sama. Saya lupa berapa persyaratan Visanya. Ikuti saja persayaratan visanya maka itu bisa cukup untuk hidup 1 tahun di München.

    3. Tergantung anda diterima dimana? Jika anda bisa kerja di Jerman maka gaji minimal anda itu 38.000 Eur per tahun. Jika pun harus pulang maka anda bisa minta support bantuang uang dari CIM selama 2 tahun. Jadi uang anda yang anda keluarkan itu pasti kembali lagi. DENGAN CATATAN: anda mampu lulus. Ingat kira2 yang saya rasakan 30% lebih mahasiswa Indonesia yang S2 sekolah di Jerman itu di DO! Ini angka yang besar lho. Jika S1 malah bisa angka DO-nya itu 50%. Bukan data statistik resmi tapi amatan saya.

    Hanya jika anda mampu lulus maka uang anda tidak sia2. Silahkan baca ini: https://ferizalramli.wordpress.com/2014/10/16/bea-siswa-study-di-jerman-untuk-semua/

    4. Menurut saya IPK itu cuma secara psikologis dibagi 3 katagori: IPK lulus rendah biasanya klo Indonesia lulus dibawah 2,75. Lalu IPK normal dari 2,75 ke atas. Serta IPK Cum Laude. Diluar itu tidak terlalu ada dampaknya.

    Tapi anda bisa TOEFL B. Inggris minimal 580 baru itu berdampak, atau anda bisa B. Jerman lulus B2 itu baru berdampak hebat, atau anda punya prestasi juara penelitian nasional atau pernah nulis di Jurnal riset baru itu berdampak. Diluar itu IPK pengaruhnya tidak besar selama anda bisa raih diatas 2,75. Angka IPK 3 sudah lebih dari cukup. Yang penting buat B. Inggris anda Excellent! dan klo ingin kerja di Jerman B. Jerman anda juga bagus.

    Saran saya saat ini: USAHAKAN yang pertama B. Inggris anda bisa capai 570 (jangan 550 karena terlalu minimalis meskipun ini sudah bisa daftar ke Jerman), lalu klo sudah 570 maka usahkan belajar B. Jerman sampai dengan level minimal B1.

    5. Selalu bisa jika anda mau serius meraih B2 dengan link yang saya berikan. Tapi jika dalam konteks normal dalam 1 tahun anda super serius dengan link yang saya berikan maka lulus B1 saja sudah amat bagus dan itu modal yang lumayan baik untuk studi di Jerman.

    Hanya jangan lupa yang lebih penting TOEFL B. Inggris anda minimal klo bisa 570.

    Semoga Sukses

    FR

  175. Selamat malam pak ferizal, perkenalkan saya ade prasetyo mahasiswa teknik sipil semester 8. saya mau tanya bapak ,apakah benar beasiswa S2 di Jerman tidak ada buat fresh graduate ? Mohon pencerahannya bapak.

    XXXXX

    Halo Ade,

    Bea siswa S2 di Jerman ada tapi sedikit yang sediakan adalah DAAD. Silahkan lihat langsung websitenya. Semoga sukses.

    Salam Hangat

    Ferizal

  176. Terima kasih bang Ferizal,
    Sy berencana ambil kursus Jerman di Jerman. Apakah bisa bantu untuk nama Universitasnya yg ada service
    kursus bhs Jerman? Bahasa Jerman & bhs Inggris sy tidak untuk sekarang ini tidak baik.
    Pernah ambil kursus di Geothe 2-3 thn lalu tp sudah lupa krn tidak pernah praktek sehari2 krn sy juga
    kerja krn itu ngga pernah belajar.

    Krn itu se memutuskan lbh baik sy ambil bhs jerman di Jerman lsg.
    Stlh itu masuk ke Univ ambil Bisnis Internationa atau Bisnis Adm International & Foreign Trade.
    Bisa tolong dibantu kah? Terima kasih atas bantuannya krn sy pusing jg cari2 sana sini.
    Sy sdh tlp DAAD tp sy hrs mencari sendiri di Univ yg ada kursus Jermannya.

    Trima kasih,
    Riris

    XXXXX

    Hallo Riris,

    Lebih baik ambil B. Jerman di Indonesia sampai klo bisa level B1. Lalu lanjutkannya di Jerman. Jika dari info anda maka B. Jerman anda yang sekarang kembali ke level A11, terlalu rendah.
    Saya sudah beri infomrasi amat banyak tentang sekolah di Jerman malah saya pusing kok anda masih bingung dapat informasi tentang Study di Jerman? 🙂 Lah wong mbludak sekali kok saya tulis amat detail 😀

    Lebih tambah pusing tulisan anda ndak pakai Ejaan Bahasa Yang Benar dengan singkat2an ndak jelas.

    Silahkan baca ini lagi, supaya ndak bingung dan rajin membaca yah. Semua sudah amat detail disini termasuk Website cockpit Univ Jerman terlampir disini. Yang dibutuhkan cuma 1: Rajin membaca sampai tuntas 🙂

    https://ferizalramli.wordpress.com/category/b-iasi-ikatan-ahli-sarjana-indonesia-jerman/b-2-informasi-seputar-studi-di-jerman/

    Salam Hangat dan semoga sukses

    FR

  177. Untuk beasiswa jerman , especially S1, yang memang lebih sulit dicari jika dibandingkan ke negara eropa lain seperti inggris, perancis, atau belanda tapi ada beberapa yang memberikan beasiswa uang saku/biaya hidup, mungkin bisa liat di sini : http://www.scholarshipportal.com/

    XXXXX

    Hallo Ryaz,

    Benar bea siswa S1 di Jerman tidak ada karena mereka sudah GRATISkan uang kuliahnya. Selain itu buat seorang yang lulus dari Jerman jika kembali ke tanah air akan ada bantuan Program sebesar kira2 antara 400 Euro sd 600 Euro per bulan selama 2 tahun. Untuk apply-nya bisa melalui returning expert Program ZAV/CIM. https://www.zav-reintegration.de/en

    Untuk S2 ada bea siswa tapi tidak banyak melalui DAAD. Semnetara untuk S3 bea siswa membludak.

    Hanya secara umum saya TETAP mengatakan sekolah di Jerman itu semua orang dapat bea siswa. Silahkan baca ini penjelasan saya:
    https://ferizalramli.wordpress.com/2014/10/16/bea-siswa-study-di-jerman-untuk-semua/

    Salam Hangat

  178. Pak saya mau tanya, saya lulusan S1 statistika PTS di jogja, apakah untuk melanjutkan ke S2 Statistika Jerman harus dari lulusan PTN? Saya ingin ikut beasiswa LPDP, apakah itu jg saya harus menyiapkan 8000 euro? Mohon informasinya. Terimakasih

    XXXXX

    Hallo Citra,

    1. Tidak ada pembeda lulusan PTN atau PTS selama terakreditasi minimal B dan oleh Jerman ijasahnya sudah diakui. Semua PTN pasti ijasahnya diakui, hanya tidak semua PTS ijasahnya diakui. Untuk mengecek diakui atau tidaknya saya sarankan yah lamar aja. Kalau mereka terima berarti ijasahnya diakui. Hanya, selama jurusan di PTS tersebut terakreditasi minimal B maka saya hampir yakin ijasahnya diakui.

    2. Jika anda sudah dapat jaminan bea siswa maka anda tentu saja tidak perlu siapkan uang jaminan untuk dapatkan visa. Yang menjamin anda kan surat keterangan dari pemberi bea siswa.

    Semoga sukses selalu dan salam,

    Ferizal

  179. Selamat malam, saya baca berbagai sertifikat yang diterima oleh Univ. Jerman dan semuanya menerima TestDaf yang kira2 setara dengan C1 Goethe (dan sertifikat Goethe C1 tidak diakui oleh sebagian besar univ.). TestDaf sendiri hanya ada satu tingkat saja? Padahal rangenya ekivalen dgn B1 sampai C1.

    Mohon konfirmasinya.
    Terima kasih.

    XXXXX

    Hallo Rama,

    TestDaf sendiri ada 3 level yaitu:
    TestDaF-Niveaustufe 3 (TDN 3)
    TestDaF-Niveaustufe 4 (TDN 4)
    TestDaF-Niveaustufe 5 (TDN 5)

    TestDaf yang dibutuhkan untuk bisa kuliah di Universitas yang level TDN 5 atau setara C1.

    Salam Hangat

  180. Salam kenal Pak Ramli
    saya seorang ibu,yang menginginkan putra bungsu saya untuk kuliah di Jerman,dan bungsu saya pun sangat menginginkannya,Mulailah saya mencari -cari informasi untuk hal ini.
    Lalu saya menemukan sebuah website yg bisa mewujudkan hal tsb,sebuah lembaga yg dikelola oleh alumni2 Jerman,setelah saya menjalin komunikasi dan bertanya banyak hal…maka saya diinformasikan biaya yg harus dikeluarkan slama 5 bln untuk putra saya mengikuti kursus,workshop dll sampai pendampingan dan pencarian apartement di Jerman (tdk include tiket pesawat) saya diharuskan membayar Rp 95jt
    Menurut saya terasa besar sekali,dikarenakan ada banyak saya dengar biaya agent tdk semahal itu.
    Yang ingin saya tanyakan adalah:
    1.Dimana saya bisa mendapatkan informasi untuk sekolah di jerman tanpa bantuan agent?
    2.Apa saran bpk kalau saya ingin mengurus sendiri semua keperluan dan keberangkatan untuk putra saya ini.
    mohon informasinya.
    oya putra saya ingin mengambil jurusan Tehnik Industri
    Sebelum dan sesudahnya terima kasih

    XXXXX

    Salam,
    1. informasi di Website saya amat lengkap. Kalau cuma informasi semua yang saya tulis maupun yang saya rekam di Youtube amat sangat lengkap, lebih dari cukup. Darai sana pasti akan tahu bagaimana cara untuk lulusan SMA atau lulusan S1 ke Jerman.
    2. Untuk mengurus hal itu butuh waktu bulan2an dan intensif. Jadi, saran saya jika memang tidak sanggup Ibu lakukan dengan sendiri sementara semua data2 sudah saya share maka pilihanyna klo tidak bayar 95 juta yah tunda dulu keinginan ke Jerman. Toh banyak PTN bagus di Indonesia.

    Salam Tabik dan semoga sukses buat masa depan putra/i Ibu

  181. Semoga membaca ini menjadi afirmasi positif buat saya dan anak saya bisa kuliah di Jerman.
    Semoga Alloh beri kesempatan, dan jika berkesempatan, semoga menjadi pemberat kebaikan di akhirat kelak,..dan ilmunya bisa menjadi manfaat….

    Aamiin.

    Terima Kasih sharingnya Pak Ferizal, semoga Alloh mudahkan segala urusan anda, seperti anda memudahkan urusan orang lain,

    Salam,

    Desti

    XXXXXXX

    Sama-sama Ibu Desti semoga anak Ibu sukses menggapain impian masa depannya.

    Salam Hangat

    Ferizal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s