WC Umum diantara derajat Pemberi dan Penerima!


15 hari berada di Indonesia adalah 15 hari yang penuh perjalanan dari satu kota ke kota lainnya. Konsekuensinya, saya masuk WC umum berkali2; bandara, mal-mal bahkan pompa bensin. Luar biasa nyaris semua WC umum itu bersih-2. Lebih membanggakan lagi ternyata itu gratis! Petugas berseragam cleaning service sambut senyum dan tidak minta dibayar. Dia tekun membersihkan WC Umum.

Saya sungguh merasa tidak nyaman setelah menggunakan WC umum bersih itu jika harus berlalu berlalu begitu saja. Spontan saya kasih tips ke petugas. Hati ini ragu sebenarnya mau kasih tips apa tidak. Klo saya kasih tips, saya khawatir mendidik yang tidak baik: “bukan kah itu sudah tugasnya?”, kata hati saya.

Tapi hati saya yang lain menimbang-2 bahwa petugas yang bersihkan WC sampai sebersih itu sangat mungkin honornya tidak seberapa. Akhirnya saya putuskan selalu kasih tips setiap saya gunakan WC Umum baik di Bandara, Mal atau Pompa Bensin jika kebetulan ada petugasnya. Salahkah keputusan saya ini?

Masalahnya saya punya pengalaman “ndak enak”.
Ini terjadi di Mall Bandung. Saya kasih tips ternyata sang petugas nolak. Baginya, dia bekerja secara sungguh-2 karena ridho cari rejeki semata, bukan untuk pamrih belas kasihan orang lain. Aduh saya bingung ditolak seperti itu.

Saya agak “tertampar” dan jadi tersadar bahwa ternyata memberi itu derajatnya LEBIH RENDAH dari pada menerima. Memberi itu cuma cukup sisikah sedikit kelebihan kita, sementara menerima itu dibutuhkan sebuah keikhlasan bahwa kita adalah pihak yang pantas dibantu/ditolong. Seorang pemberi merasa lega karena dia merasa mampu menolong tapi seorang penerima dia butuh merendahkan hatinya sebagai orang yang dianggap lemah sehingga perlu ditolong.

Ini menyadarkan saya, jika saya memberi maka secepat itu juga saya harus melupakan semua pemberian saya. Karena memberi itu jauh lebih mudah dari pada menerima!

Refleksi dari Tepian Lembah Sungai Cikapundung,

Ferizal Ramli

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s