“Self-Help” dan “Zelf-Critiek” — sebuah kutipan dan Hatta


2 kata kunci penting membangun masyarakat sejahtera…

Saya coba artikan (menggunakan kata yang saya mengutip dari Rosihan Anwar, dan Rosihan Anwar mengutip dari Mohammad Hatta): “Self-Help” dan “Zelf-Critiek”.

Hatta menggunakan “self-help” atau menolong diri sendiri untuk menyatakan bahwa masalah perekonomian suatu bangsa itu harus diselesaikan oleh dirinya sendiri secara mandiri. Tidak tergantung pada orang lain. Jika pada konteks hari ini, tidak tergantung pada hutang luar negeri.

Hatta menggunakan “zelp-critiek” atau mengintropeksi diri sendiri untuk menyatakan bahwa masalah-masalah politik, keadilan hukum dan ketidakadilan sosial itu harus diatasi dengan melakukan intropeksi dan perbaikan diri.

Ada yang menarik dari penggunakan kata tersebut oleh Hatta yang dipilih dari 2 bahasa yang berbeda.

“Self-Help” itu jelas dalam B. Inggris. Mungkin Hatta pilih itu dalam B. Inggris karena secara Ekonomi orang Anglo-Saxon itu berjiwa wirausaha, berjiwa dagang dan pandai mengoptimalkan sumber-2 Ekonomi untuk kemakmurannya.

“Zelp-Critiek” itu dalam B. Belanda. Sangat mungkin Hatta memilih B. Belanda (Eropa Daratan) dikarenakan jiwa orang Eropa daratan yang rasionalis dingin, kritis dan selalu melihat bahwa persolan keadilan sosial dan kesetaraan hukum (seperti spirit revolusi Perancis) adalah masalah penting yang harus diselesaikan sebagai syarat membentuk masyarakat yang bermartabat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s