Strategi Pemenang ala Musashi – Strategi-1: „Kemenangan Citra“


Saya baru kepikir tentang bukunya Miyamoto Musashi “The book of five rings, Go Rin No Sho” saat saya chat online dengan Cak Samad, jagoan Carok di ujung Timur Jawa sana. Katanya, carok itu “jalan suci” menuju sukses, meraih kemenangan. Itu adalah cara ksatria mengalahkan lawan. Sama dengan Para Samurai Jepang menggunakan jalan Pedang untuk meraih kemenangan. Sama juga dengan sampeyan para Konsultan atau Eksekutif yang menggunakan berbagai instumen dan konsep manajemen untuk mengalahkan kompetitor.

Jadinya, jika sampeyan ingin menjadi pemenang dalam kompetitisi maka sampeyan tidak bisa menghindari „Jalan Carok“ untuk mengalahkan lawan. Agar sampeyan bisa menang dalam „carokan“ tersebut maka belajarlah dari kitab silatnya Miyamoto Musashi, begitu cerocosan Cak Samad.

Strategi-1: Kemenangan Citra

Satu titik penting kemenangan yang harus diraih adalah kemenangan citra. Image Building untuk membangun reputasi perusahaan adalah cara untuk meraih kemenangan citra. Begitu banyak promosi, iklan, reklame diblabarkan oleh perusahaan semata-mata untuk 1 tujuan yaitu Kemenangan Citra: menjadikan citra perusahaan terlihat lebih baik diatas para kompetitornya di mata para konsumen.

Citra ini tidak harus selalu berkolerasi lurus paralel dengan kualitas. Citra itu bisa dibangun mengikuti filosofis deret ukur (1, 2, 4, 8, 16, 32, …dst), sedangkan kualitas dibangun mengikuti deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, 6, …dst). Jadi, bisa saja sebuah perusahaan yang citranya sempurna amat sangat cemerlang, ternyata kualitasnya sama saja atau sedikit lebih baik dari kompetitornya. Tetapi saat sebuah perusahaan punya citra dan reputasi cemerlang maka dia akan mendapatkan kepercayaan dari customer. Akibatnya, produk atau jasa apapun yang dijual akan laris manis dibeli orang.

Dalam kitab silat „The Five Ring“ dipaparkan bagaimana teknik komunikasi yang tepat untuk meraih kemenangan citra yang menggetarkan hati lawan.

Pertama: Buatlah klaim yang sempurna
Formulasikan kelebihan-kelebihan perusahaan anda dengan menggunakan pilihan kata relatif bombastis, seakan produk anda sempurna tanpa cacat.

Jangan terlalu khawatir dengan sikap kritis masyarakat atas klaim sempurna anda. Kebanyakan masyarakat lebih terpesona dengan pilihan slogan anda yang sempurna dari pada mengkritisinya. Satu prinsip penting yang perlu dipahami: slogan bisa langsung diingat oleh masyarakat sementara kritik atas slogan butuh waktu dan media untuk mensosialisasikan sehingga masyarakat bisa memahami maksud dari kritik tersebut.

Tetapi perlu dicatat jangan pernah berbohong atas fakta konkrit yang mudah dibuktikan kebenarannya. Sekali terbukti berbohong maka tidak akan ada lagi yang percaya.

Kedua: Gunakan Argumen yang sulit diverifikasi
Jika ada yang bersikap kritis atas klaim perusahaan anda maka gunakan argumen common sense, argumen masuk akal tetapi yang sulit diukur kebenarannya secara obyektif. Yang terpenting secara akal sehat argumen tersebut bisa diterima masyarakat.

Misal jika anda mempromosikan sebuah real estate di daerah tertentu yang rawan macet di Jakarta sebagai lokasi yang sempurna. Lalu calon konsumen anda menyangkal: “lah itukan daerah rawan macet”. Jawablah dengan argumen: “lha di Jakarta ini mana ada yang ndak macet ( = argumen yang common sense)? Apalagi di daerah yang amat strategis ( = sebuah klaim)!”.

Ketiga: Sembunyikan semua kelemahan
Jangan pernah bicara kelemahan, rasa khawatir dan ketidakmenentuan. Setiap orang atau perusahaan punya kelemahan, tidak ada yang tidak sempurna. Tetapi mereka yang mengutarakan kelemahannya adalah mereka yang sudah bisa diukur oleh lawannya. Cak Samad bilang, hanya orang mati yang bisa diukur disaat menentukan berapa luas petak tanah untuk liang lahatnya. Selama anda atau perusahaan mengijinkan bisa diukur lawan maka saat itulah, lawan sudah mengukur sepetak tanah untuk liang kubur anda.

Oallahh rupanya itulah strategi carokan Cak Samad sehingga dia begitu terkenal. Banyak orang yang belum melawannya sudah takut duluan akan kalah. Jadilah, Cak Samad terkenal sebagai jawara Carok legendaris yang tak terkalahkan. Jebule, kunci pentingnya: kemenangan citra!

(berlanjut pada strategi berikutnya: „Kemenangan Pengetahuan“)

Di Pertengahan Musim Semi,
Di Tepian Lembang Sungai Isar,
München 13.05.2011

-Mas Uda Fe-

(Syarat Marantau adalah coretan pengalaman Merantau Penulis. Berisi tulisan tentang Konsep Manajemen, Akuntansi dan Sistem Informasi yang ditulis ala Manajemen Kulakan atau Manajemen Lapak Kaki Lima sebangsa obrolan santai lesehan; menikmati Wedang Jahe dan sego kucing di Warung Koboy Yogyakarta).

Iklan

One thought on “Strategi Pemenang ala Musashi – Strategi-1: „Kemenangan Citra“

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s