Apa salahnya jadi pelacur?


Cerita legendaris Pasutri muda Paijo Ronaldo dan Sutijem Kardashian***.

Konon khabarnya, Paijo sang pengangguran pancen bejo tenan berhasil
mempersunting Sutijem Kembang Dusun. Karena di Desa kecilnya ndak pekerjaan
akhirnya mereka berdua memutuskan merantau ke Ibu Kota Suroboyo untuk mencari
kerja. Apes! Setelah berhari-2 dan bekal mau habis tetap aja si kerjaan ndak
berhasil ditemukan.

Akhirnya mereka terdampar di salah satu sudut di Dolly. Melihat wajah ranum
istrinya dengan belahan dada ginuk-2 maka Paijo punya ide brilyant untuk
berbisnis! Jadi pengusaha ah (mungkin Paijo coba-2 belajar jadi pengusaha biar
sesukses Tommy Winata sang pengusaha Sembilan Naga :d).

“Yu, bekal kita sudah habis. Bagaimana klo sampiyan bisnis melacur aja biar kita
dapat duwit akeh? Gampang dan kepenak maning!”

Awalyan Sutijem menolak tapi setelah diyakinkan Paijo akhirnya dengan tersenyum
terkulum malu-2 Sutijem pun mengangguk mantap bilang: “ho oh!”

Sutijem pun nangkring di pinggir jalan mulai melenggok-lenggok menggoda calon
pelanggan sementara Paijo sembunyi di salah satu sudut mengawasi Sutijem.

Karena ayu ne poll, ndak lama kemudian seorang supir angkot tertarik lalu nepi
dekati Sutijem.

“Yu, biaya servis e piro yo sak ronde?”

(Glagapan Sutijem ndak tahu berapa tarifnya, lalu teriak ke Paijo): “Pakne,
tariff pe piro sak ronde?”

“Seket ewu”, jawab Paijo berdasarkan pengalaman selama ini.

Supir angkot ngeluh: „weleh Yuk, duwitku cuma slawe je Yuk, piye Yu entok ora?”

Teriak lagi Sutijem: „Pakne lha ono ne cuma slawe je, piye Pakne?”

Teriak Paijo: „Slawe iku tarif nanggo tangan!”

Yo uwes lah pikir si Supir angkot; “tidak ada rotan akarpun jadi”.
Toh Sutijem memang ayu tenan bikin konag tujuh keliling.

Lalu Sutijem pun masuk ke angkot, dan Pak Supir mulai potroke jeans belel e.

Blegar!!! Anu, iku lho, meriem Pak Supir lebih gedi dari duwe e Ditaktor Afrika Idi Amin Dada je.
Ora ono opo-2 ne duwek e si Paijo!, rancau si Sutijem. Dia terbelak tidak
percaya sambil menelan ludah dan jakun e bergerak berkali-2 liar tak terkendali.

Lalu dia bilang ke Pak Supir: „Pak Supir sedelok yo, tunggu sebentar, aku tak
nemui bojoku sek sebeeenntar aja…”.

Buru-2 lari tergesa-2 Sutijem ke Paijo: „Pakne, punya slawe ora? Tulung bungaet
dung agar si Pak Sopir itu disileh ke slawe ewu ben cukup untuk bayar tarif full
service!”

***Ditulis kembali dari denger-2 sebelumnya!

Iklan

One thought on “Apa salahnya jadi pelacur?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s