Saya HMI MPO! lantas HMI Dipo itu musuh atau saudara saya?


Saya saat Bahtera (Pelatihan Dasar) HMI-MPO, saya dibimbing langsung oleh Mas Lukman Hakim Hassan (saat ini beliau Dosen FE UNS Surakarta). Disaat mendengarkan Mas Lukman „mendoktrin“ saya itulah, saya begitu tersihir seperti ber-metamorfasa memutuskan diri untuk menjadi aktivis Islam. Saya benar-2 terpesona dengan uraian beliau tentang konsep-2 ekonomi bangsa yang harus mandiri bukan ekonomi yang terjerat hutang asing. Mas Lukman Hakim adalah orang yang men-set paradigma ekonomi saya.

Lalu selama jadi pengurus HMI Komfak FE, saya penggemar tausyiah Mas Awalil. Saya „lahap“ dengan kedua telingan ini. Bahkan bukan cuma itu saja, keputusan Mas Awalil menjadi pengusaha (kala itu beliau tinggal di Candi Gebang CC Yogyakarta), dengan berjibaku dari bawah, beliau berjuang sambil mengendarai Bebek Merah 70 memboncengi sekarung beras dari supplier untuk dibawa ke Toko Kelontong beliau, benar-2 menggugah semangat hidup saya. Saya yang masih mahasiswa saat itu benar-2 tergugah. Jika orang sehebat Mas Awalil saja mau berjibaku dari bawah untuk sukses maka berarti saya harus berjuang dengan kualitas yang sama kerasnya. Mas Awalil adalah teladan bagi perjuangan saya.

Hanya dari kedua tokoh yang saya hormati dan menginspirasi tersebut, saya TIDAK pernah mendengar nada kebencian yang mereka ditujukan pada„saudara-nya“ HMI Dipo. Mereka adalah generasi yang cukup merasakan pahitnya perpecahan HMI. Toh mereka tidak pernah mencaci maki sama sekali HMI Dipo yang saat itu adalah „rival“ dari HMI MPO.

Di tahun 1993-an mungkin, saya diundang hadir dalam forum „internal“ HMI di Bandung, Dago Pakar. Pengundang saat itu Kang Indera (Alm) dari Unpad. Saya ndak tahu beliau Dipo atau MPO. Yang jelas banyak sekali Pimpinan Senat berbagai Universitas di Jawa yang hadir saat itu.

Beberapa yang saat ingat sahabat saya Heru Cahyono, aktivis HMI ITB yang saat ini sama-2 berkarir di Jerman, lalu Fadli Zon yang kita sama-2 tahu ybs atau juga Alun Ketua SM Undip kala itu. Yang saya tahu pesertanya saat itu tidak semua MPO. Yang saya dengar terdapat juga teman-2 Dipo. Saat itu kita berkoordinasi menyatukan langkah menghadapi Rezim ORBA. Tidak ada saling memaki antara Dipo dan MPO.

Jika Mas Awalil atau Mas Lukman Hakim yang masih merasakan dampak perpecahan HMI MPO dan Dipo saja tidak pernah terlontar kebencian dari sikapnya. Jika saat saya jadi aktivis HMI pun seringkali bekerja sama menyatukan gerakan melawan ORBA. Mengapa sekarang adik-adik saya yang lebih dari 1 dekade, lebih muda dari saya, malah masih sibuk saling caci maki menjelekkan satu sama lain?

Saya 10 tahun lebih di Eropa. Saya bekerja jadi konsultan perusahaan multinasional mereka. Tercatat saya pernah bersentuhan dengan T-System Internasional (Anak Perusahaan Telkomnya Jerman), Otto Versandt (Perusahaan Katalog Online terbesar di dunia) ataupun BMW (salah satu Perusahaan Otomotif terbesar di dunia), bukan di Indonesia tapi di Headquarter mereka, di Frankfurt, Hamburg dan München. Saya memang tidak tahu perpolitikan tanah air. Keterlibatan politik saya rendah dan pengetahuan politik tanah air bagi saya sesuatu yang asing.

Tapi 1 hal yang saya TAHU persis yang sebagian besar teman-2 HMI TIDAK TAHU, yaitu mereka (para Kapitalis Global) adalah sebuah kekuatan yang amat terorganisi canggih, rapih dan amat profesional. Saya tahu persis mereka benar-2 para petarung profesional yang bersinergi satu sama lain amat baik. Jika kelompok-2 sehebat merka masuk ke Indonesia maka mereka akan bisa habiskan kita dengan amat mudah bahkan terlalu mudah! Saat ini pun mereka sudah masuk ke Indonesia atas nama penguasaan kontrak minyak, tambang, penebangan hutan, membanjiri produk asing bahkan menjerat kita dengan hutang. Cepat atau lambat jika ini dibiarkan maka habislah semuanya.

Ingatkah anda pada FILM AVATAR yang tersohor itu? Saat suku-2 Navi saling membenci dan bermusuhan. Mereka pikir musuh mereka adalah suku Navi yang lain sehingga mereka saling bunuh. Padahal musuh mereka sesungguhnya adalah Predator atas nama Kapitalis Global yang akan menghisap semua kekayaan alam mereka.

Para HMI MPO berpikir musuh mereka adalah HMI Dipo. Para HMI Dipo berpikir musuh mereka adalah HMI MPO. Mereka berperang untuk sebuah kemenangan palsu yaitu kebanggaan klaim bahwa mereka yang benar yang lain salah. Silahkan nikmati kebanggaan anda semua. Tapi ingat musuh anda itu bukan MPO atau Dipo. Mereka sesungguhnya adalah saudara anda! Musuh anda sejati adalah rejim kapitalis global yang akan menjadikan anda bangsa kuli. Mereka juga muda seperti anda, bedanya mereka sudah siap melahap anda. Mestinya anda juga bersiap menghadapi mereka bukan malah bertempur dengan saudara sendiri untuk sebuah „pepesan kosong“ belaka!

Ditulis disaat jalan-jalan dengan Istri cantikku dan kedua putri-putriku ynan Jelita
Persis di Sepanjang Tepi Sungai Isar dalam Matahari yang Cerah
München, den 05.03.2011 am Samstag um 11.15 Uhr.

Ferizal Ramli

Iklan

10 thoughts on “Saya HMI MPO! lantas HMI Dipo itu musuh atau saudara saya?

  1. Aslam.. Kawanku yang berbahagia.. salam pergerakan.
    yakin usaha sampai…

    kenapa HMI yang notabenenya organisasi mahasiswa tertua dan terbesar dinegeri ini pecah menjadi dua MPO dan DPO ?

    ada usaha penyatuan tau islah, di kongres palembang namun itu tidak mesti serta-merta lantas membuat pola kaderisasi dan pergerakan hmi DPO dan MPO menjadi satu ideologi, justru timbul tanda tanya terbesar dalam benak saya kenapa kawan-kawan dari HMI (didaerah saya) justru sangat “haus” akan kekuasaan baik dikampus atau dilembaga OKP, justru disitu yag tampak hanya ego dan permainan politik kotor yang terlalu pragmatics.. bukankah kita organisasi yang berlabelkan islam?

    • sbtulnya HMI tetap 1 secara klembagaan. tp org-orgx lah yg membuat HMI itu berbeda. sejarahnya knpa ada HMI DIPO dan MPO kan karena berbeda azas. HMI DIPO yg dulux berazaskan islam dan berubah mnjdi azas pancasila krna mncegah pembubaran trhdap Organisasi HMI pada Rezim ORBA, dan HMI MPO tetap pda azas islam. itulah yg membuat HMI terbelah mnjdi 2. itu yg ingin d slmatkan HMI DIPO, supaya HMI tidak d bubarkan oleh pmrintah. krna pmrntah pda saat itu menginginkan HMI berazaskan Pancasila,klo tdk akan d bubarkan. tp skrg HMI DIPO uda kmbli berazaskan islam ko. setahu saya yg saya dapat…!!!

  2. Salam kenal ya. Sy jg pernah aktiv di HMI Komisariat MIPA IKIP Yogya thn 1992-1993. Kmd ktm dg Mas Lukman di PB (msh di Tebet Timur Dalam). Skr malah jd kolega di UNS. Saya skr di Jurusan Fisika UNS.

    wassalam
    Feri – UNS Solo/UiO Oslo

  3. Assalamualaikum
    Salam kenal bang, saya didit kader HMI MPO Komfak FE UII Yogyakarta. Sebuah tulisan lintas sejarah yang mencerahkan. Mudah-mudahan generasi kami skrg bisa membawa perubahan sebagai insan yg ulil albab rahmatan lil alamin.
    Wassalam

    Yakusa!!!

  4. Assalamu’alaikum. salam kenal bang, saya Thamrin Humris pernah aktif sebagai pengurus di Komisariat A3I “LPI” – STIE”TDW Jakarta tahun 94-97. saya pikir jika ada kerendahan hati dari masing2 kepengurusan HMI MPO & HMI DIPO dengan satu tujuan sampai dan ukuwah Islamiyah dan menegakan Dienullah maka sangat tepat segera dilakukan islah, mari sama2 kita cegah saling mencaci dari kader2 HMI saat ini. semoga Allah merahmati kita semua

  5. salam kenal ya bang
    saya juga aktivis hmi smpai skrang jga masih aktif
    menurut saya tdk usah di permasalahkan hal smacam itu, yang penting saat ini bagaimana kita mencetak kader yang unggul kader yg brhasil
    yakusa!!!!!!!!

  6. Bagus kalau akur.
    Saya, yang coba bantu adik-adik HMI Dipo cabang persiapan di sebuah kabupaten, ngisi kajian mereka yang nggak jalan karena tak ada pemateri, ajak kader-kadernya diskusi karena tidak terkonsolidasi.
    malah kemudian dicurigai sebagai penyusup oleh beberapa senior Dipo yang usianya masih jauh di bawah saya, ampun deh.
    Untuk saya tidak ikutan gila sekalian bikin HMI MPO di Kabupaten yang sama. hehehehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s