US: Ekonomi meltdown, Nation breakdown? – seperti Jepang, Uni Sovyet atau Serbia?


US ndak berdaya! Klo dulu saya duga US paling stagnan seperti Jepang yang stagnan selama hampir 3 dekade karena bubble-nya pecah. Tapi tetap perkasa di papan atas meskipun bukan super power lagi.

Klo saiki malah dugaanku sangat lebih dalam lagi. USA bisa jadi negara paria selevel Serbia atau Timor Leste. Ups terlalu ekstrim klo se-level Timor Leste yah :))
Se-level negara dunia ke-3 lainnya lah model Brazil, Indonesia raya tercinta atau Rusia saat jatuh dulu!

Hanya itu butuh pemicu: jika negara lain sepakat mengatakan: “enough is enough, tidak ada lagi USD!”

Bisa atau tidak yang lain bilang “persetan” dengan USD tergantung pada bail-outnya US. Sayang saya ndak bisa memprediksi seberapa dalam kerusakan “derivative” termasuk LTMC (Long Term Capital Management) di dunia keuangan USD. Itu sama sekali tidak tercatat dan sama sekali tidak ada data.

Khas US lah data statistik yang tersedia selalu data yang menguntungkan. Data statistik hedonis! Itu tuh kalau tersedia data pasti yang tersaji cuma data parsial yang untungkan US belaka. Jadinya, sulit menganalisis dengan statistik palsu ala US!

Tapi ada satu hal yang menarik. 11 tahun sebelum krisis US ini terjadi, Brooksley Born (Ketua Bursa Berjangka/CFTC) di US sudah bilang. Derivative akan hancurkan US. Itu perdangangan yang non-regulasi, tidak tercatat sama sekali sehingga tidak pernah tahu apakah itu rugi, curang, palsu, dll. Lalu si Born membuat aturan ketat derivative untuk kontrol itu perdangangan derivative.

Born ditentang Greenspan (Bank Sentral/The Fed), Rubin (Menkeu/Secretary of Treasury), Summers (Wamenkeu/Deputy Secretary of Treasury) dan Levitt (SEC/Bapepam-nya Amrikm lah). Berlima inilah yang tentukan navigasi ekonomi US. Born anggap derivatif itu transaksi black box bahaya. Harus diatur klo perlu dihentikan. Greenspan, Rubin, Summers dan Levitt sebaliknya. Transaksi derivatif itulah yang menyebabkan US jaya menguasai ekonomi dunia!

Born akhirnya dalam posisi harus mundur dar jabatannya karena perbedaan ini. Beberapa tahun setalah Born mundur, kanker derivatif (seperti yang ditakutkan Born) menghancurkan segalanya. Greenspan diakhir tahun 2008 mengakui bahwa filosofis-nya tentang ekonomi AS bahwa “pasar harus dibiarkan liberal tanpa regulasi” yang dia pejuangkan selama 40 tahun termasuk 20 tahun sebagai Gubernur The Fed (Bank Sentra AS) adalah salah total. Dia akui di depan SEnat dan Kongres AS bahwa derivatif adalah sebuah kesalahan.

Masalahnya… seberapa kerusakan yang terjadi? Ini tidak ada yang mampu menjawabnya! Sederhana: TIDAK ada data seberapa besar toxic asset drivative itu!

Sekarang lihat yang terjadi di US. Obama & pemerintah banjirkan uang. Tujuannya agar sektor riil-nya bergerak melalui dana segar yang dikucurkan oleh Obama. Masalahnya kan, penyaluran uang itu melalui sektor perbankan dan keuangan. Jelas uang itu sulit segera netes ke sektor riil. Sektor keuangan harus bersihkan asset toxic-nya dulu. Setelah bersih baru uang dari pemerintah akan mengalir ke riil. Belum lagi sektor keuangan US yang sampai saat ini “non regulasi” sepenuhnya. Dana bail out malah menggoda buat spekualsi dagang derivatif baru untuk kepentingan diri sendiri (kepentingan CEO dan share holder belaka) industri perbankan.

Jadi, butuh berapa dana untuk bersihkan asset toxic? Belum lagi jika bocor digunakan oleh para perbankan untuk main kembali di-derivative atau spekulasi lainnya? Sementara US ndak punya uang, ndak punya daya saing ekspor lagi (kecuali industri komputer). Defisit semakin besar dalam perdagangan.

Uang untuk bail out adalah cetak surat hutang dan cetak dollar baru. Sampai kapan itu bisa dipercaya? Sekarang saja yang beli cuma Cina dan Jepang doang. Selama US Dollar jadi mata uang dunia maka metode itu masih bisa dilakukan Obama. Bagaimana jika yang lain muak dan tinggalkan US dollar? Jadi, kejar-2annya di titik ini. Jika Obama berhasil dengan bail out-nya sebelum yang lain rame2 tinggalkan US dollar maka US tidak jadi negara paria. Paling stagnan puluhan tahun seperti Jepang.

Tapi jika bail out-nya terus menerus karena asset toxic-nya terlalu besar maka Dollar akan ditinggal. Tidak bisa lagi US terbitkan surat hutang sendiri dan cetak uang sendiri untuk bayar hutang. Sektor riil makin mati. Pengangguran besar, semua bangkrut. Senjata bebas dimiliki oleh semua keluarga. Maka jadilah perang coboy-coboy-an di masyarakat US seperti di Yugoslavia atau malah Timur Leste? 🙂

München, 20.11.2010
Dari Tepian Lembah Sungai Isar

Ferizal Ramli

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s