Reformasi Polri dan Indonesia Makmur, apa SBY mampu?


Dunia Mencatat: ada 2 korps paling MERUSAK tatanan negara & penyebab kemiskinan rakyat: (1) MILITER & (2) POLISI.

Di Indonesia, Militer saat ini relatif BERSIH, JUJUR & ADIL. Indonesia memang telah berhasil secara elegance mengembalikan fungsi militer di barak. Militer Indonesia pun berhasil ber-metaformasi menjadi Profesional tanpa melakukan kecelakaan sejarah: Militer Indonesia TIDAK pernah kudeta. Pada titik ini Indonesia LEBIH berhasil dari pada tentangga kita: Thailland ataupun Philipina. Terima kasih untuk Presiden Gus Dur yang berhasil mendorong Militer agar mau bereformasi dan terima kasih untuk militer yang penuh kesadaran akan pengabdian pada rakyat sehingga mau mereformasi diri secara konsisten.

Tetapi jika kita ingin MAKMUR, membangun tatanan bersih dan benar, masih ada SATU tugas lagi tersisah: PECAH institusi KEPOLISIAN dan Perkuat Institusi Pengawas Kepolisian! Hanya pertanyaan pentingnya: bisakah kita berharap pada SBY untuk mampu mereformasi Polri secara radikal?

PECAH INSTITUSI KEPOLISIAN

Kasus banyak negara yang tenggelam dalam kemiskinan dan Pemerintah sipil gagal menjalankan pemerintahan yang efektif karena institusi kepolisiannya KORUP. Negara yang rakyatnya sejahteran pasti negara yang berhasil membersihkan institusi Kepolisian dari korupsi.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah reformasi radikal institusi Polri. Pecah institusi kepolisian menjadi (1) POLISI: bertanggung jawab untuk Urusan Kriminal Biasa & Pelayan Masyarakat lainnya dan ini HARUS di-BAWAH Depdagri, bukan dibawah Presiden.

(2) Beberapa Komisi atau Biro:
Dibuat beberapa lembaga khusus Otonom untuk menangani: Urusan Kejahatan terorganisir, urusan Korupsi (memberdayakan KPK) & narkoba (Divisi Narkoba di Polri dicabut secara Paksa dan dilepas dari Polri). Kesemuaan Biro/Komisi ini diBAWAH Dephukum.

PERKUAT INSTITUSI PENGAWAS POLISI

Polisi Indonesia ini punya kekuasaan nyaris tanpa batas dan tidak punya pengawas. Polisi dibawah Presiden bahka militer saja dibawah Menhan. Di negara manapun “tidak ada” Polisi punya kekuasaan begitu Powerful dan nyari tanpa ada lembaga pengawas seperti di Indonesia ini. Sementara Polisi mengurusi mafia kayu di Kalimantan, mafia obat bius, mafia pencucian uang dan lainnya yang sangat rentan justru akan berkolaborasi dengan kejahatan itu sendiri.

Kekuasaan intitusi Polri yang nyaris tanpa batas ini harus dikendalikan dengan sistem yang benar sehingga tidak menjadi institusi yang membusukkan tatanan negara. Polri harus dibuat Federasi. Kapolri tidak punya kekuasaan secara langsung ke Kapolda. Sifat kekuasaannya saat berhubungan dengan Kapolda harus Koordinatif.

Dimana setiap Kapolda dipilih oleh Gubernur. Kapolri hanya boleh mengajukan calon Kapolda dan calon tersebut harus diuji kebersihan track record-nya oleh Komisi Kepolisian. Kapolda bekerja dibawah Gubernur dan hubungannya dengan Kapolri hanya koordinatif. Sistem ini akan menghindari seorang Kapolri tidak menjadi Negara dalam Negara.

Kekuasaan Polri pun hanya berhubungan dengan kriminal dan pelayanan masyarakat. Satuan Reserse Polri hanya menangani urusan kriminal biasa. Reserse Polri tidak menangani kejahatan Korupsi, Kejahatan Mafia Pencucian Uang, Kejahatan Mafia Pencurian Kekayaan Alam dan kejahatan terorganisir lainnya. Kasus-kasus besar dan terorganisi harus ditangani oleh Biro yang independen diluar kesatuan Polisi.

Tugas-2 khusus seperti Korupsi, Narkoba atau Kejahatan Besar Mafia (seperti menangani mafia pencurian kayu) ditangani oleh masing-2 lembaga tersendiri yang dibawah departemen terpisah dari Polri.

Disisi lain, semua institusi diatas: (1) Polri, (2) Biro Anti Narkoba, (3) Biro Anti Korupsi, (4) Biro Anti Kejahatan Terorganisir, diawasi secara ketat oleh Komisi Kepolisian Nasional. Komisi ini berhak menentukan promosi seluruh aparat kepolisian dan biro-biro, menyelidiki kejahatan yang dilakukan oleh para aparat dan bahkan bisa menyeret mereka ke pengadilan sipil.

Jika reformasi ini dilakukan, dalam banyak kasus, negara yang sukses mereformasi institusi Polisi bersih dari korup akan menjadi negara yang mampu mensejahterakan rakyatnya.

Hanya pertanyaan pentingnya: apa SBY mampu melakukannya? Sayang sekali track record yang dibaca masyarakat yang terjadi adalah: KPK malah semakin mandul, mafia hukum dan markus dimana-mana serta Pati Polri penuh dengan rekening gemuknya.

Dengan SBY tampaknya kita bisa tidak bisa berharap yang bersangkutan berani melakukan itu. Jangankan untuk mereformasi Polri, untuk menghentikan kebiasaan curhat saja SBY tampaknya belum cukup mampu…

Dari Tepian Lembah Sungai Isar,

Ferizal Ramli

Iklan

One thought on “Reformasi Polri dan Indonesia Makmur, apa SBY mampu?

  1. perlu ada komitmen dari seluruh anak bangsa ini agar aparat negara harus bersih dari tindakan yang tidak terpuji. Polisi harus jadi malaikat, karena mereka daoat mencabut nyawa seseorang dengan kewenangan. makanya polisi wajib diawasi dengan letat pula.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s