Bertemu Anies Baswedan: dari Lembah Kali Code menuju Lembah Sungai Main! (bagian-3)


Dimanakah kita berada?

???????????????????????????????Jam sudah menunjukkan pukul 6.30 pagi. Berarti Singapura Airlines sudah mendarat. KA tiba menurut jadwal jam 7.00 pagi. Kayaknya belum telat. Anies butuh ambil bagasi, plus cek imigrasi. Berdasarkan pengalaman untuk penerbangan internasional itu butuh waktu 1 jam. Apalagi ini Jerman, KA jarang sekali tiba terlambat di tujuan.

Khayalanku kembali melayang ke masa lalu. Teringat kembali pertemuanku dengan Anies terakhir sebelum akhirnya kita terpisah antar benua, antar samudera untuk rentang waktu yang lama. Pertemuanku terakhir dengan Anies di Yogya, saat itu Anies mau ambil Master di Maryland dan aku mau nikah. Sekalian aku perkenalkan calon istriku (si cantik Nanik Dwi Haryani) ke Anies dan mbak Ferry Farhati (istrinya Anies). Ada Rimawan Pradiptyo (sekarang Rimawan adalah satu-2nya Pakar Kejahatan
Ekonomi di Indonesia) kala itu yang barusan pulang dari LSE (London School of Economics), untuk juga lanjut ke York menyeselaikan PhD-nya. Itu terjadi mungkin di tahun 1997-an.

Selain Anies dan Rimawan, aku ingat betul, hampir semua seniorku dan temen-2 seangkatanku di SM UGM tampaknya pada haus ilmu. Mereka tanpa lelah sekolah lagi untuk mengejar ilmu setinggi-tingginya. Ada Psikolog Mas Rachmat Hidayat yang mengajariku bagaimana berpikir strategi visioner yang saat ini menyelesaikan PhD-nya dari Belanda dan mengabdi di almamater.

Ada Dr. Elan Satriawan dan Dr. Poppy Ismalina. Ada Dr. Heru Kurnianto Tjahjono yang konon khabarnya sebentar lagi akan jadi Professor SDM, yang berarti menjadi Professor tercepat diantara temen seangkatan kita. Selain itu yang juga berprestasi menganggumkan adalah Johan Pinarwan,seorang Top Eksekutif, Akuntan Publik di Pusat Keuangan London. Juga yang paling fenomenal untuk diingat adalah Dr. Purwadi, Ahli Filsafat Jawa yang menjadi penulis paling produktif di Indonesia.

Ah sudah lama aku ndak jumpa dengan mereka. Tapi yang kutahu dari Fesbuk (terima kasih buat Mark Zuckenberg) telah memberi tahuku bahwa mereka semua saat ini mengabdi dan berkarir di tempat yang terhormat buat masyarakat. Pernah mengenal mereka semua adalah sebuah pengalaman terindah dalam hidupku.

Terkadang aku ingin mengajukan pertanyaan pada para mahasiswa muda saat ini: „dimanakah 15 tahun dari sekarang anda (para mahasiswa) akan bertemu dengan temen-2 seangkatan anda yang dulu kuliah bersama di kampus?” “Apakah anda tenggelam dengan romantisme kehidupan kampus masa lalu, atau anda bersinar siap bertarung dalam pertarungan frontal
kapitalis global untuk tetap membela kepentingan masyarakat anda?“ Biarlah, para mahasiswa muda yang akan menjawab pertanyaan ini semua…

Frankfurt, Pusat Keuangan Kapitalis Global!

Dari Frankfurt inilah Jerman menguasai dunia. Sadar bahwa Jerman tidak memiliki SDA dan negaranya terlalu kecil jika bersaing dengan Amerika maka Jerman dengan supremasi industri dan keuangannya menyatukan Eropa dalam satu mata uang Euro. Di Frankfurt inilah gagah berdiri Euro-Bank yang menjadi supremasi kedigdayaan ekonomi Eropa. Apa yang membuat Jerman digdaya? Kita semua pasti tahu bahwa orang-orang terdidik mereka lah yang membuat mereka memimpin dunia.

Jam 07.15 pagi, dari Gate C-1, terlihat sosok flamboyan dengan jas rapihnya berjalan menarik baggage-nya. Yah, itulah sang inspirator: Anies Baswedan. ! Segera kami bersalaman erat dan merangkul bersahabat. Lama sekali tidak bertemu. Sangat lama. Hampir 15 tahun, dan tanpa pernah menduga sebelumnya bahwa kami bertemu di Frankfurt, di pusat keuangan Eropa.

Aku bersahabat dengan Anies cukup lama. Cukup kenal Anies, dan Anies yang kutemu saat ini ternyata sama sekali tidak berbeda dengan Anies yang kukenal dulu. Tetap santun, bersahaja dan amat ramah. Tidak terlihat sama sekali sikap yang berjarak. Padahal Anies hari ini adalah Anies yang ketokohannya telah mendapatkan pengakuan internasional, sebagai tokoh yang bersih dan balance dari berbagai tarik-menarik kepentingan politik praktis.

Oleh-oleh apa yang kudapat saat bertemu dengan Anies? Pendidikan! „Pendidikan“ ist der Schlüssel für unsere Nation-Zukunft! The key of our nation future is „Pendidikan!“

Ada sebuah program serius yang sedang Anies kerjakan saat ini untuk memajukan pendidikan. Dia membuat Program “Guru SD yang mengispirasi”. Para lulusan terbaik berbagai Universitas terbaik papan atas di nusantara di-rekruit untuk mengabdikan waktunya 2 tahun menjadi guru SD di berbagai daerah di tanah air. Tentu saja telah disiapkan sistem numerasi yang benar dan
professional sehingga profesionalitas dan kredibilitas para guru SD yang mengabdi tadi dihargai secara layaknya.

Andaikan saja sebuah SD Desa di Pedalaman Kalimantan atau Papua, diajar oleh Guru SD-nya seorang Insinyur Brilyant jebolan ITB atau ITS maka itu akan menjadi inspirasi bagi desa masyarakat tersebut. ITB/ITS yang tadinya hanya sebuah impian akan hadir ditengah-2 mereka. Selain akan ada ide-2 segar dari sang Insinyur guru SD tadi, masyarakat juga akan tertular virus inspirasi. Para orang tua di pedesaan, di pedalaman Nusantara akan punya mimpi agar suatu hari anak-2nya kelak sekolah di ITB atau ITS atau minimal semakin terbangun kesadaran melek pendidikan.

Tentu saja derajat kualitas pendidikkan SD pun menjadi ikut terangkat secara merata. Selain itu akan tumbuh rasa cinta yang memperkaya citra rasa para sarjana brilyant tadi bahwa mereka adalah bagian dari masyarakatnya. Kelak, jika mereka berada di karir yang tinggi mereka akan tahu pada siapa mereka berpihak.

Profesi Guru SD pun juga terangkat derajatnya menjadi terhormat. Guru SD adalah ujung tombak dari Pendidikan. Sang Burung-Burung Manyar YB. Mangunwijaya bahkan menyediakan dirinya menjadi guru SD untuk memberikan makna pada kita betapa pentingnya tanggung jawab dari guru SD ini. Dari pembicara kami dapat kusimpulkan, Anies tampaknya melihat ini adalah sisi penting yang harus dituntaskan agar pendidikan di Indonesia bisa mengentas!

Aku membayangkan, jika program Sarjana Brilyant masuk Desa untuk jadi guru SD ini berjalan selama 5-10 tahun saja, maka dalam 2 dekade ke depan akan lahir sebuah lapis generasi yang siap menjadi front runner bagi Indonesia. Yang akan menjadi kapten-kapten industri masa depan yang memimpi kita menghadapi serangan frontal kapitalis global dari manca negara. Penguasan phisik dalam kaidah perang primitif tidak lagi ada saat ini. Tapi penguasaan kapital, kekayaan alam serta tradisi
berpikir adalah bentuk perang baru dalam kapitalis global.

Tidak cuma itu, sebagai Rektor Universitas Paramadina Mulya, Anies pun membuat program bea-siswa 110 juta per anak. Program bea-siswa ini merupakan program pertama yang dilakukan universitas swasta. Di saat swasta cari uang lewat mahasiswa, Universitas Paramadina malah memberikan bea-siswa yg meng-cover biaya kuliah dan juga hidup. Ini terobosan unik di Indonesia bagaimana swasta mampu secara mandiri mengembangkan jejaringannya sehingga memberi solusi bagi persoalan pendanaan di masyarakat. Program sistem Universitas mendanai mahasiswa ini sekarang ditiru oleh berbagai universitas di Indonesia. ITB jelas-jelas meniru program ini.

Pendidikan adalah kunci untuk memenangkannya. Semua orang tahu itu tapi tidak semua orang aware dan bersedia terlibat dengan penuh dedikasi memajukannya. Tentu saja ada tokoh-2 tulus yang juga menyediakan hidupnya demi mengabdi pada pendidikkan seperti: Dr. Arif Rahman atau Dr. Imam Prasodjo, dll. Hanya tetap harus ada kesadaran kita semua bahwa inilah titik terpenting kita yang harus dituntaskan dan dientaskan.

Bersama tokoh-2 tulus lainnya tampaknya Anies telah memutuskan untuk tenggelam dalam pengabdian memajukan pendidikan. Doaku buatmu sahabatku. Semoga pengorbananmu yang menginspirasi ini bisa bermanfaat buat kita semua dan tetaplah meng-isnpirasi…

Di Keceriaan Musim Semi, Montag 03.05.2010
München, Dari tepian Lembah Sungai Isar

Ferizal Ramli
Yang pernah belajar banyak dari Anies Baswedan, saat ini berprofesi sebagai Konsultan Manajemen dan Praktisi Industri yang tinggal di München, Jerman.

Iklan

6 thoughts on “Bertemu Anies Baswedan: dari Lembah Kali Code menuju Lembah Sungai Main! (bagian-3)

  1. Inspiratif sekali Uda, nanti juga saya tulis di blog saya bahwa saya pernah bertemu temen dekat Anies Baswedan di Stasiun Munich, 🙂

  2. Terima kasih sekali Bang, mengikuti sepak terjang Mas Anies Baswedan (dari seri 1 sampe 3) yang sungguh membanggakan ini memabuat kami optimis, bahwa kita masih punya harapan. Sekali lagi terima kasih telah berbagi pengalaman persahabatan dengan Mas Anies Baswedan…:)

  3. Ingat ide Anies, jadi ingat bagaimana pak Koesnadi (mantan Rektor UGM) menjadi inspirator KKN yang dimulainya dari studinya tentang community service yang dilakukan di 2 atau 3 negara Asia, yang kemudian menjadi disertasi PhD-nya di Belanda. Kalo tidak salah, pak Koesnadi juga pernah terlibat dengan model2 program yang skarang sedang digenjot oleh Anies. Good luck para pahlawan pendidikan!

  4. Pertama dengar nama Pak Anies Baswedan saya merasa asing, maklum 3 tahun saya jarang melihat berita dan membaca koran karena belum punya jaringan internet. Jadi begitu saya dengar nama Pak Anies saya penuh tanda tanya …. jawaban pertama yang saya dapat adalah bahwa beliau Rektor Universitas Paramadina dan sekarang walau hanya beberapa kali melihatnya ditv (karena sekarang sudah pasang internet) dan setelah saya membaca di koran kompa.com tentang program Sarjana masuk desa saya tambah kagum dan bangga sekali kepada Pak Anies Basweden.
    Dan tambah lagi kegembiran saya bahwa Pak Ferizal Ramli teman difacebook adalah sahabat Pak Anies Basweden ….. Saya bangga sekali pada Pak Ferizal dan Pak Anies ….. semoga tanah airku Indonesia segera dipimpin oleh orang-orang seperti anda ….

  5. Pak, saya mau jadi guru sd. walaupun saya bukan sarjana, saya mau menjadi bagian dari pahlawan pendidikan seperti Anda Anda semuanya.
    saya menangis beca cerita yg luar biasa ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s