Jujur…


Jujur…

(Tulisan ini kudedikasikan pada wanita manapun yang berani meletakkan kejujuran diatas segalanya)

Dia terdiam
Kelam atas nama kekhilafan dan keangkuhan
Pedih menyanyat menagih untuk dibayar
Dipandang lelaki yang amat dicintainya
Sang lelaki itu menatap tajam dalam gelisah

Menghela nafas panjang, terasa berat…
Silout kelam masa lalu sekilas menggores kembali hatinya
Dan saatnya dia harus membayar…

Lelaki yang dicintainya bertanya untuk suatu yang sulit
Bertanya untuk sesuatu yang pahit
Bertanya untuk sebuah kesalahan
Bertanya mengapa kesalahan itu harus terjadi

Dia terdiam
Dia tahu, dia harus memilih
Jika kejujuran harus dikatakan
Lelaki tulus yang dicintai pasti akan terluka
Dia tahu, harga diri dari laki-laki itu akan terkoyak

Tapi haruskah dia berdusta?
Untuk berapa lama dia menyimpan dusta, dan untuk apa?
Sah kah berdusta atas nama cinta?

Ataukah kejujuran harus diletakkan diatas semuanya?
Sanggupkah dia membalut luka kekasihnya atas jawab jujurnya?
Sanggupkah dia tetap menggengam erat tangan kekasihnya saat tergoncang atas sebuah realita?

Akhirnya…
Atas nama Tuhannya…
Agar tidak tersandera atas kesalahan masa lalunya
Ditetapkan hatinya,
Ditegarkan batinnya,
Dia memutuskan untuk mengatakan kujujuran diatas segalanya…


Hamburg, 05 Februari 2009
Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ferizal Ramli

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s