Diskusi Ekonomi seri-1: das Ende des Kapitalismus sebuah Pengantar


Diskusi Ekonomi: Das Ende des Kapitalismus-1 (Sebuah Pengantar)

Judul diatas terinspirasi dari karya monumental Prof. Elmar Alvater, Guru Besar Ekonomi Sosialis dari Frei Universität Berlin. Bagi Alvater, Kapitalis dalam hal ini direpresentasikan Amrik (baca: Amerika) itu sudah selesai. Sudah mati. Titik! (tidak ada koma lagi)

PENGANTAR:

Saya menulis diskusi ini (secara terstruktur) dikarenakan „tanggapan“ bertubi-tubi atas beberapa tulisan saya tentang kehancuran perekonomian Amrik yang sempat saya publikasi beberapa waktu lalu di Blog saya. Jika sampiyan tertarik mengikuti diskusi ini maka saya ucapkan selamat menikmati. Jika tidak tertarik maka monggo diabaikan saja…

Untuk sekedar Tipps, ada baiknya jika ada waktu dan minat saya persilahkan temen-2 membaca beberapa artikel saya yang akhirnya men-trigger terjadinya diskusi Ekonomi di Kampung UGM dan di Kagamamuda.

CATATAN: Tentu saja karena awalnya diskusi internal maka ada beberapa bagian yang di-edit tanpa mengurangi esensi dari diskusi. Dan tentu saja karena diskusinya adalah tradisi biasa di Kampung kami maka sekeras apapun pilihan kata dalam diskusi ini pada realitanya ini adalah diskusi persahabatan. No hard feeling… 🙂

Selamat menikmati…

Link-nya sebagai berikut:

https://ferizalramli.wordpress.com/2009/01/02/hancurnya-neo-kapitalis-amrik/

https://ferizalramli.wordpress.com/2009/01/02/kedigdayaan-amrik-waham-mitos-dan-r\
\
ealitas%E2%80%A6/

https://ferizalramli.wordpress.com/2009/01/02/hancurnya-neo-kapitalis-amrik-der-b\
\
ankencrash-eine-chance-fur-deutschland/

https://ferizalramli.wordpress.com/2009/01/02/apa-maumu-sby-dengan-buyback-bumn/

https://ferizalramli.wordpress.com/2009/01/02/lupakan-buy-back-perkuat-sektor-rii\
\
l/

https://ferizalramli.wordpress.com/2009/01/02/buyback-bumn-dan-nasionalisme-kesia\
\
ngan/

https://ferizalramli.wordpress.com/2009/01/02/benarkah-semua-negara-hancur-terken\
\
a-dampak-krisis-moneter/

Dimulai dari tulisan saya tentang Prediksi Kehancuran Amrik, Moral Hazard, Perbankan Konservatif, Negara-2 yang sistem ekonominya bisa eksis dan yang hancur lebur, prediksi kehancuran Pounds, serta sikap kita (Indonesia) tentang buyback, investasi ke sektor riil padat
karya, privatisasi, dsb…

Tulisan itu semua sudah saya tulis beberapa bulan yang lalu. Khusus tentang Amrik saya tulis beberapa tahun yang lalu…

Salam hangat,

Dari tepian Lembah Sungai Isar

Ferizal

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

TANGGAPAN: Kibroto

Judulnya: Sindroma Ontorejo…

Ferizal Ramli : Yang begitu bersuka cita melihat Ekonomi Amrik diambang kehancuran…Terimakasi Ya Allah, engkau sudah mengabulkan Tahajjud-ku selama ini

Rabu, 28 Januari 2009 | 15:40 WIB
TEMPO Interaktif, Frankfurt: Pemimpin dunia dalam peranti lunak, perusahaan Jerman SAP, hari Rabu mengatakan pihaknya akan mengurangi lebih dari 3.000 pekerja tahun ini untuk menghemat hingga 350 juta euro (US$ 460 juta) akibat permintaan yang melemah.

Pak Feri, staf SAP software, adalah kasus sindroma Ontorejo. Raðèn Ontorejo atau Hanontorejo adalah tokoh dongeng kejawen anak Bima dan cucu malaikat underground Hyang Ontobôgo.

images

Kesaktian Ontorejo adalah barang siapa dijilat tapak kakinya akan binasa. Sialnya, bisa Hanantorejo kelewat sakti sehingga bisanya menembus telapak kaki sebelumnya yang lewat bagian yang dijilat itu. Akibatnya banyak yang ikut2an binasa. Oleh karenanya Sri Kresna terpaksa membunuh Ontorejo dengan jalan menyuruhnya menjilat tapak kakinya sendiri.

Itu yang dilakukan pak Feri, `bisa’ beliau adalah untuk membunuh USA tetapi tanpa ia sadari telah membinasakan banyak pihak termangsuk bangsanya sendiri dan rekan sekantor 😦

Mudah2an ia tidak senasib dengan Raðèn Hanantorejo, terbunuh karena menjilat telapak kakinya sendiri 😦

Iklan

2 thoughts on “Diskusi Ekonomi seri-1: das Ende des Kapitalismus sebuah Pengantar

  1. Diskusi Ekonomi: Das Ende des Kapitalismus-2 (Berbagai Tanggapan)

    TANGGAPAN: Ferizal

    Kibroto inkang minulya….

    Kritik panjengengan saya trima Ki. Neng Jangan salah paham Ki. Saya
    itu cuma tertarik untuk mencium telapak kaki mungil para blondine
    bermata biru bersuara manja saja. Telapak kaki yang lain, ora sudi aku!!!

    Tapi panjengengan benar Ki, bisa cinta saya akan melangir deras dari
    telapak kaki mungil mereka, memacu jantung hatinya, sehingga berdegup
    keras, dan akhirnya terkulai lemah…

    Itukah yang panjengengan maksudkan racun yang mematikan dariku Ki?, hi…, hi… :p

    XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

    TANGGAPAN: Kibroto

    Sindroma Ontorejo adalah seringkali suatu doa adalah mengharap pihak
    lain celaka.

    Kritik ini lebih ditujukan kepada konsep doa yang sifatnya mustahal.
    Berdoa ibarat seorang diri mengajukan petisi ke BI agar dollah
    didevaluasi menjadi 20,000 sedollah. Jika dikabulkan maka akan banyak
    korban berjatuhan.

    “Pray: to ask that the laws of the universe be annulled in behalf of a
    single petitioner confessedly unworthy.”

    “If you talk to God, you are praying; if God talks to you, you have
    schizophrenia.” — Thomas Szasy.

    “Another philosopher suggests that saying prayers is equivalent to
    believing that the universe is governed by a Being who changes his
    mind if you ask him to.” — Steve Allen.

    “There are none more ignorant and useless, than they that seek answers
    on their knees, with their eyes closed.”

    “When did I realize I was God ? Well, I was praying and I suddenly
    realized I was talking to myself.”

    XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

    TANGGAPAN: Ferizal

    Kibroto,

    Panjenengan terlalu tendensius Ki memaknai bebagai tulisan saya. Bahkan panjenengan gagal memahami logika-2 yang saya tulis tentang Amrik…

    Panjenengan gagal memahami kritikan saya tentang apa itu varible hedonis yang dibuat Amrik. Dengan variable Heddonis-nya, dengan greedy-nya, dengan economic moral hazard-nya Amrik itu harus “hancur”. Itu lah makna sejati dari tulisan saya. Menjadi tidak adil dengan perilaku itu, Amrik tetap eksis dan tidak hancur…

    Baca lagi tulisan-2 saya yang saya refer dari Todd, Klaff dan Alvater.

    (Tambahan…)
    Bahkan klo mau dikontekstualisasikan ke dunia ketiga, maka “semua” logika-2 ekonomi Amrik itu bangkrut saat diimplementasikan.

    Chicago boys menghancurkan Cili. Hampir semua negara Amrik Latin saat menggunakan teori-2 Amrik hancur dalam lubang hutang.

    Mafia Berkeley menghancurkan Indonesia. Berakhir menjadi sebuah Asia Drama yang menjadi nightmare yang pengaruhnya tetap terasa sampai hari ini…

    XXX

    Saya sering sulit memahami logika panjenengan Ki. Lha wong analisis saya itu secara ekonomi akurat kok: tentang Amrik, Pounds, Bay buck, Bakrie, dsb…

    Klo saya menggunakan “cem-ceman” gaya bahasa dari yang “fundamentalis” seperti tahajud, doa, dsb, sampai yang liberal seperti “blondine bermata biru”, itu adalah ekspresi dari nikmatnya nulis di kagamamuda dan kampung UGM.

    Keindahannnya terletak dari “dibolehkannya” kita menggunakan pilihan kata-2 “perselingkuhan intelektual” baik berselingkuh dengan langit (atas nama Tuhan) maupun berselingkuh dengan bumi (atas nama blondine bermata biru, bersuara manja, dan bertelapak kaki mungil)….(senyum mode on)

    Sayangnya panjengan gagal Ki memahami hal ini…Panjenengan hanya terpaku pada kalimat yang panjengan sukai. Kalimat yang lain panjenengan tergagap memahami…

    Atau inikah bukti bahwa memang racun Pak Feri itu secanggih “Ontorejo”? Sehingga dengan sedikit “cupuan ubun-2” membuat logika Kibroto inkang minulya mati? (guyon ki…)

    XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

    TANGGAPAN: Kibroto

    # Terserah sampiyan menilai saya sukses/gagal :-),
    Saya tak sedang bicara tentang ekonomi, oom.
    Saya bicara tentang DOA. Baca lagi

    Yang saya komentari adalah bagian yang dicetak tebal :
    Ferizal Ramli :
    Yang begitu bersuka cita melihat Ekonomi Amrik diambang kehancuran…
    Terimakasi Ya Allah, engkau sudah mengabulkan Tahajjud-ku selama ini …

    Jika sampiyan memiliki cukup pengetahuan ekonomi, sampiyan akan dengan seketika memahami dampak dari kejatuhan USA dan tak akan menulis

    Terimakasi Ya Allah, engkau sudah mengabulkan Tahajjud-ku selama ini …

    Bandingkan dengan tulisan saya sbb :
    Fri Sep 19, 2008 8:19 am
    Saya ndak tahu apakah pak Feri tahu benar what he is talkin about?
    Jika USA memble, maka impor barang2 sederhana (sepatu, garmen, dll)
    dari USA akan memble. Negara2 eksportir, termangsuk rekiblik kita,
    akan terimbas dan ekspor memble. Kalo ekspor memble, maka pendapatan
    negara dari ekspor akan turun, pengangguran merebak, cadangan devisa
    amblas. Kalo USA memble dan negara barat lain ketularan maka investasi
    akan menurun. Pengangguran meruyak. Cadangan devisa dan investasi
    menurun, dollah semangkin mahal.

    Komentar sampiyan menunjukken bahwa sampiyan tak bener2 ngarti ekonomi. Dipikirnya yang jatuh hanya USA. Jika sampiyan tahu yang jatuh bukan hanya USA tetapi menyeret yang lain : kenapa sampiyan mbalah keplok2?

    > Klo saya menggunakan “cem-ceman” gaya bahasa dari yang “fundamentalis”
    seperti tahajud, doa, dsb, sampai yang liberal seperti “blondine
    bermata biru”, itu adalah ekspresi dari nikmatnya nulis di kagamamuda.

    # Apakah sampiyan menikmati melihat banyaknya PHK, termangsuk sodara2 sebangsa dan seperusahaan?

    XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

    TANGGAPAN: Alfred Alinazar

    2009/2/1 kibroto :
    > # Apakah sampiyan menikmati melihat banyaknya PHK, termangsuk sodara2
    > sebangsa dan seperusahaan?

    (Komentar Alfred):
    Ki, jika banyaknya PHK dan segala malapetaka resesi ini akibat kesalahan system, apa salahnya mengutuk system yg salah dan mengganti dengan yg baru? Aku nggak paham teori2 ekonomi. Namun secara global aku menangkap yg dikutuk oleh Ferizal adalah sebuah system ekonomi yg menurutnya “doesn’t work”.

    salam,

    -bank al-

    XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

    TANGGAPAN: Ferizal

    Kibroto inkang minulya,

    Kembali sampeyan menggunakan paradigma “agnostik palsu” saat membuat pisau analisa…(hi…, hi…, ojo serius yo)

    Dengan atau tanpa adanya sebuah doa, Amrik itu PASTI hancur! Jika Amrik tidak HANCUR maka itu menyalahi hukum kebenaran!

    Sebuah kecurangan, suatu ketika harus dibayar. Jika dalam proses membayarnya ternyata ada orang yang tidak bersalah mati karenanya maka empatik dan keterlukaan hati saya bersatu di dalamnya.

    Tapi TIDAK BOLEH, atas dasar empatik, lalu analisa kita terhadap sistem ekonomi menjadi bias…

    Coba klo sampeyan baca semua tulisan saya. Saya ikut aktif menulis agar jangan buy back. Saya menentang privatisasi industri karena Pounds terjun bebas akibat kebodohan Inggris dengan program Jalan Pedang-nya privatisasi-nya.

    Itu semua sudah saya utarakan secara gamblang. Jika Indonesia, ikut Amrik dengan segala prinsip ekonomi moral hazard-nya, maka apakah didoakan atau tidak didoakan, apakah punya empatik atau penuh arogan, yang pasti kita akan hancur!

    Neng klo ngelihatnya pake logika eyel-eyel yo uwes, karepmu dewe Kibroto, ha…, ha…

    Salam hangat selalu

    Ferizal Ramli

    XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

    TANGGAPAN: Kibroto

    > (Alfred Alinazar) Ki, jika banyaknya PHK dan segala malapetaka resesi ini akibat
    kesalahan system, apa salahnya mengutuk system yg salah dan mengganti dengan yg baru?
    Aku nggak paham teori2 ekonomi. Namun secara global aku menangkap yg dikutuk oleh Ferizal adalah sebuah system ekonomi yg menurutnya “doesn’t work”.

    # (Kibroto) Saya ndak tahu apa pendapat pak Feri, tetapi saya meragukan komentar2nya bahwa penyebabnya adalah karena greed, rekayasa akuntansi, economic moral hazard, dll.

    Kapitalisme memang bertumpu pada greed, tanpa greed yang ada adalah `narimo ing pandum’ = tidak perlu mengejar2, santai wae = PGPS = pinter goblog penghasilan sama. Tuduhan rekayasa akuntansi tak terbukti. Demikianpun tuduhan economic moral hazard, sampai saat ini tak seorangpun ditangkap akibat kejahatan ekonomi.

    Tuduhan moral hazard dan rekayasa akuntansi terjadi pada kasus Enron dan konglomerat hitam. Kasus yang sekarang bukan itu.

    Salah satu dugaan kuat adalah economic bubble. Sebagai contoh minyak pernah mencapai hampir 150 dollah segentong sekarang jatuh hingga > (Kibroto) # Apakah sampiyan menikmati melihat banyaknya PHK, termangsuk sodara2
    >> sebangsa dan seperusahaan?

    (RDR) Dalam setiap perubahan selalu ada yang dirugikan dan ada yang diuntungkan.
    Kalau kata mbokde namanya “collateral damage”

    > (Alfred Alinazar) Ki, jika banyaknya PHK dan segala malapetaka resesi ini akibat
    > kesalahan system, apa salahnya mengutuk system yg salah dan mengganti
    > dengan yg baru?

    (RDP) Mengutuk masa lalu atau menyalahkan pendahulu itu sudah jamak
    dimana-mana. Apalagi di negeri ngastinonesia.

    > (Alfred Alinazar) Aku nggak paham teori2 ekonomi. Namun secara global aku menangkap yg
    > dikutuk oleh Ferizal adalah sebuah system ekonomi yg menurutnya
    > “doesn’t work”.

    (RDP) Aku sih melihatnya sebuah perjalanan sejarah saja. Dulu ndak dikenal
    adanya komunisme, trus komunisme hancur. Berita dan analisa yang muncul adalah mengatakan komunisme hancur sejak dilahirkan. Saat ini Kapitalisme juga diambang kehancuran (eh udah mulai ya). Banyak yang mengatakan kapitalisme hancur emang by the
    original design … sudah dari sononya doesn’twork.

    RDP

    XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

    TANGGAPAN: Alfred Alinazar

    > (RDP) Dalam setiap perubahan selalu ada yang dirugikan dan ada yang diuntungkan.
    > Kalau kata mbokde namanya “collateral damage”

    (Alfred) Betul, setiap perubahan akan menimbulkan ketidakstabilan, begitulah yg
    diajarkan di mata kuliah teknik kontrol.

    > (RDP) Mengutuk masa lalu atau menyalahkan pendahulu itu sudah jamak
    > dimana-mana. Apalagi di negeri ngastinonesia.

    (Alfred) Well, Ferizal posisinya meramal keruntuhan ini setahun sebelum systemnya hancur.

    > Aku sih melihatnya sebuah perjalanan sejarah saja. Dulu ndak dikenal
    > adanya komunisme, trus komunisme hancur.
    > Berita dan analisa yang muncul adalah mengatakan komunisme hancur
    > sejak dilahirkan. Saat ini Kapitalisme juga diambang kehancuran (eh
    > udah mulai ya). Banyak yang mengatakan kapitalisme hancur emang by the
    > original design … sudah dari sononya doesn’twork.

    (RDP) Bagaimana maksudnya dengan kapitalisme by original design doesn’t
    work? Kok sepertinya senada dengan pendapatnya Ferizal ya?
    Kibroto sepertinya tidak berpendapat demikian. Menurut Kibroto yg
    salah orang-nya dan bukan kapitalisme-nya yg doesn’t work.

    salam,

    -bank al-

    TANGGAPAN: Kibroto

    > (Ferizal) Dengan atau tanpa adanya sebuah doa, Amrik itu PASTI hancur! Jika Amrik tidak HANCUR maka itu menyalahi hukum kebenaran!

    # (Kibroto) Ya, tetapi apa perlu sampiyan keplok2 bersuka cita?

    > (Ferizal) Itu semua sudah saya utarakan secara gamblang. Jika Indonesia, ikut Amrik dengan segala prinsip ekonomi moral hazard-nya, maka apakah didoakan atau tidak didoakan, apakah punya empatik atau penuh arogan, yang pasti kita akan hancur!

    # (Kibroto) Moral hazard yang bagaimanakah gerangan?
    Siapa yang ditangkap, apa kesalahannya, dihukum apa?
    Ksus Enron memang kisah moral hazard tetapi apakah yang sekarang
    adalah karena moral hazard?

    Bisa jelasken

    XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

    TANGGAPAN: Rovicky Dwi Putrohari

    > (Kibroto) # Saya ndak tahu apa pendapat pak Feri, tetapi saya meragukan
    > komentar2nya bahwa penyebabnya adalah karena greed, rekayasa
    > akuntansi, economic moral hazard, dll.

    (RDP) Sangat mungkin kapitalisme hancur karena sistem greednya.

    > (Kibroto) Kapitalisme memang bertumpu pada greed, tanpa greed yang ada adalah
    > `narimo ing pandum’ = tidak perlu mengejar2, santai wae = PGPS =
    > pinter goblog penghasilan sama. Tuduhan rekayasa akuntansi tak
    > terbukti. Demikianpun tuduhan economic moral hazard, sampai saat ini
    > tak seorangpun ditangkap akibat kejahatan ekonomi.

    (RDP) Kesalahan utama pada kapitalisme mnurut saya justru pada “greed”.
    Greed menurut saya tidak memiliki batasan, dan ini sesuai dengan
    freedom atau kebebasan bahkan liberalisme. Sistem “nrimo ingpandum”
    sajane yo podo wae ancur dari depan. Yang satu bebas tak berhingga,
    yang lain terbatas dengan mengatakan “nrimo ing pandum”. Keduanya
    hanyalah dua kutub ekstrim yang coba dibenturkan.

    > (Kibroto) Tuduhan moral hazard dan rekayasa akuntansi terjadi pada kasus Enron
    > dan konglomerat hitam. Kasus yang sekarang bukan itu.

    (RDP) Terjadinya sebuah kehancuran tidak akan unique. Kalau belajar dari
    second of disaster maka akan tahu bahwa setiap kejadian besar
    merupakan kumpulan atau seri kejadian-kejadian sebelumnya. Hubungan
    satu dengan yang lain seringkali bukan sekedar linier. Menyatakan
    kasus enron sama sekali ngga ada hubungan atau memastikan ada hubungan
    juga sama-sama ngawuor puol !
    Sistem perjalanan sejarah tidak sekedar perjalanan rumus linear. Saya
    lebih bisa menerima seandainya sistem yang ada merupakan sistem
    dinamika fluida.

    > (Kibroto) Salah satu dugaan kuat adalah economic bubble. Sebagai contoh minyak
    > pernah mencapai hampir 150 dollah segentong sekarang jatuh hingga 40. Angka 150 disebut sebagai bubble price. Timbulnya angka itu adalah
    > karena ekspektasi yang terlalu jauh dari nilai sebenar (intrinsic
    > value). Maka, seperti halnya minyak hampir semua harga saham dan
    > komoditas harganya menggelembung.

    (RDP) Bublenya harga minyak, salah satunya mungkin ekspektasi terlalu jauh
    dan mungkin juga karena future trading. Future tradingpun menjadi hal
    yang “wajar” dalam kapitalisme linberal. Tidak ada kontrol inilah yang
    aku pikir disebut “greed”, yang konon kata Pak Ki merupakan ‘nafas’nya
    kapitalisme. Dan aku sepakat dengan Ferizal greeed ini yang akhirnya
    tak terkontrol yang menjadikan dirinya hancur !

    > (Kibroto) Penggelembungan itu bukanlah karena rekayasa akuntansi atau economic
    > moral hazard seperti dituduh pak feri akan tetapi kesalahan dalam
    > spekulasi EKSPEKTASI yang menghasilkan boom baik investasi, konsumsi,
    > maupun kredit ke USA. Ketika bubble nggembos, uang2pun menguap 😦

    (RDP) Inilah yang akupikir karena “greed” … kemaruk yang tak terkontrol
    karena adanya fama bawaanya yang disebut freedom dan berujung di
    liberalisme.

    > (Kibroto) Apakah ini kesalahan sistim kapitalisme? Bisa ya bisa tidak. Jika
    > ekspektasi wajar2 saja, maka sistim akan baik2 saja. Disisi lain,
    > sistim ini membuat orang harus melakukan ekspektasi2 = spekulasi2
    > terus menerus. Karena terus menerus, peluang salah ekepektasi jadi
    > sangat besar.

    (RDP) Kalau ekspektasi wajar, berarti bukan kapitalisme.
    Seperti ucapak Pak Ki awal bahwa kapitalis memerlukan greed.

    > (Kibroto) Pada akirnya apapun yang over, excess, kebangeten, berlebihan, tidak
    > sebatas pada kapitalisme, selalu buruk hasilnya. Over investment, over
    > konsumsi, over kredit, over makan, over saru, over rajin, over
    > beragama (=fanatik), over optimistic, dll, selalu no good. In the end,
    > too good is no good.

    (RDP) Aku pikir yang paragrap diatas itulah yang merupakan awal hancurnya
    kapitalisme yaitu lberalisasi, segalanya serba boleh (free).

    > (Kibroto) Teralu banyak gula no good. Terlalu banyak garam no good. What is
    > good? Sak madyo = secukupnya. Makan secukupnya, kerja secukupnya, saru
    > secukupnya, mikir secukupnya, dst. Ndak perlu kebangeten.

    (RDP) Kalau segalanya secukupnya itu namanya juga istimewa.
    “Serba biasa” itu merupakan hal yang “luar biasa” …
    looh !

    > (Kibroto) Itulah pendapat saya : over liquid dimana2 (RRC, Jepang, Petrodollah,
    > sebagian Eropah, dst) dan semuanya ditimbun di USA. Terjadi over
    > investment, over consumtion, over credit dan buntutnya adalah big
    > crunch 😦
    >
    > Salahkan USA? TIDAK.

    (RDP) Bisa jadi IYA SALAHNYA USA !
    Kenapa? Mungkin karena USA telah menjadikan kapitalisme yang diramu
    dengan freedom dan dibumbui liberal menjadikan perekonomian menjadi
    tidak terkontrol. Bahkan USA yang mengatakan polisi dunia ternyata
    tidakmemiliki kontrol pada ekonomi dunia. Dia menjadi disalahkan
    karena mengataklan dirinya akan mengontrol ternyata lari tunggang
    langgang ketika sistem yg dianutnya dipaksakan ke neegri lain tapi US
    akhirnya tidak bisa mekendalikannya.

    > (Kibroto) Salahkah systemnya? TIDAK sepenuhnya.

    (RDP) Bisa saja bukan sekedar bener dan salah. Tetapi itulah yang memang
    selalu akan terjadi.
    Kepandaian dalam memperkirakan kapan akan hancur, kapan akan numbuh
    dan kapan akan steady merupakan linuwih. Ntah apapun ilmu yang
    dipakai. Klenik, fluid dynamics (spt meramal cuaca), atau hunch,
    instink dsb … bisa saja dipakai dalam meramal apa yang bakal
    terjadi. Walaupun kalau emang terjadi bisa saja bukan karena
    ramalannya tetapi emang sudah sejak awalnya “by wrong design”.

    > (Kibroto) Yang salah adalah `orang2’nya. Itupun bukan tindak kriminal melainkan
    > semata perdata. Salah itung. Opini ini barangkali karena saya adalah
    > bisnisman, yang sering kalah. Saya tidak pernah menyalahkan pihak lain
    > tetapi nyalahkan saya sendiri yang gebleg atau terlalu malas ngurusi
    > bisnis.

    (RDP) Ini karena bisnisman ngga mau dianggep salah kalau opininya salah !

    rdp

    Dongeng anget :
    http://rovicky.wordpress.com/2009/01/27/melihat-evolusi-jalur-gaza-dari-peta/

    XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

    TANGGAPAN: Anung Nurcahya

    > > (RDP) # Saya ndak tahu apa pendapat pak Feri, tetapi saya meragukan
    > > komentar2nya bahwa penyebabnya adalah karena greed, rekayasa
    > > akuntansi, economic moral hazard, dll.
    >
    > Sangat mungkin kapitalisme hancur karena sistem greednya.
    >

    Anung: Lha memang sifat manusia itu adalah greed itu, je. Selalu pengen yang lebih baik lagi. Justru dorongan itu yang membuat kita semakin maju, nggak lagi hidup di gua-gua.

    Menurut saya, kalo memang saat ini ekonomi global mengkerut, ya itu kan proses ke equilibrium baru. Biar ada keseimbangan, kalo nggak gini kan para CEO perusahaan gede itu minta bonus terus, serikat pekerja menuntut terus, dll – karena nilai (harga saham) perusahaan naik terus. Dengan adanya krisis ini, semuanya akan kembali ke harga wajar, nilai monetary akan mendekati nilai riil-nya. Mengkerut sejenak, dan kemudian naik lagi. Sudah siklus kok.

    Jika dibilang sistem X gagal, sistem Y doesn’ work, trus sistem ekonomi mana yang paling baik?

    -Anung-
    XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

    TANGGAPAN: Rovicky Dwi Putrohari

    > Anung: Lha memang sifat manusia itu adalah greed itu, je. Selalu
    > pengen yang lebih baik lagi. Justru dorongan itu yang membuat kita
    > semakin maju, nggak lagi hidup di gua-gua.

    (RDP) Nah betul sekali.
    Sifat manusia yang greed ini perlu “dikontrol”. Apa yang mengontrol,
    ya mbih terserah .. moral kek, agama kek, wisdom kek. Kalau manusia
    justru enggan mengontrol dirinya sendiri itulah awal kehancuran.

    > (Anung) Menurut saya, kalo memang saat ini ekonomi global mengkerut, ya itu
    > kan proses ke equilibrium baru. Biar ada keseimbangan, kalo nggak gini
    > kan para CEO perusahaan gede itu minta bonus terus, serikat pekerja
    > menuntut terus, dll – karena nilai (harga saham) perusahaan naik terus.

    (RDP) terus .. terus … terus … itulah greed !
    Hancurnya sistem yang sekarang ini karena “greed itu tadi yang
    dibumbui dengan “freedom” (US values) dan disajikan dengan liberal (US
    moral) …. yo wis mestine ambyarrr !

    > (Anung) Dengan adanya krisis ini, semuanya akan kembali ke harga wajar, nilai
    > monetary akan mendekati nilai riil-nya. Mengkerut sejenak, dan
    > kemudian naik lagi. Sudah siklus kok.

    (RDP) Lah kalau sudah fatalis gini ya susyah. Semua hanya siklus … semua
    sudah alamiah. Tapi justru tugas manusia itu untuk mampu mengontrol
    dirinya supaya tidak terjerumus pada kerjadian-kejadian alam.
    Manusia justru menggunakan inteligent-nya bisa “beradaptasi” dengan
    siklus alami.

    > (Anung) Jika dibilang sistem X gagal, sistem Y doesn’ work, trus sistem
    > ekonomi mana yang paling baik?

    (RDP) It’s a journey,
    It’s not about right nor wrong

    RDP

    XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

    TANGGAPAN: Kibroto

    > (RDP) Sangat mungkin kapitalisme hancur karena sistem greednya.

    # (Kibroto) Tanpa greed, sistim jugak hancur 🙂

    > (RDP) Kesalahan utama pada kapitalisme mnurut saya justru pada “greed”.
    Greed menurut saya tidak memiliki batasan, dan ini sesuai dengan
    freedom atau kebebasan bahkan liberalisme.

    # (Kibroto) Jelas ada! Kalo mao greed, jual bakso semangkuk sejuta. Siapa mao
    beli? Ada hukum penawaran dan permintaan yang membatasi greed.

    > (RDP) Sistem “nrimo ingpandum” sajane yo podo wae ancur dari depan. Yang
    satu bebas tak berhingga, yang lain terbatas dengan mengatakan “nrimo
    ing pandum”. Keduanya
    hanyalah dua kutub ekstrim yang coba dibenturkan.

    # (Kibroto) Mana ada sistim bebas tak berhingga? Sistem bebas tak berhingga itu
    namanya laizesa faire. Mana ado?

    > (RDP) Menyatakan kasus enron sama sekali ngga ada hubungan atau memastikan
    ada hubungan juga sama-sama ngawuor puol !

    # (Kibroto) Siapa yang mengataken ada atau tak ada hubungan? Mamah Loreng?

    > (RDP) Saya lebih bisa menerima seandainya sistem yang ada merupakan sistem
    dinamika fluida.

    # (Kibroto) Fluida ada dua macam yaitu laminar (linear) ada pula turbulen
    (chaotic). Lebih mudah mengatakan bahwa sistem ikonomi itu ada yang
    determinsitik ada pulak yang chaotic. Sistim selalu menuju ke
    keseimbangan dimana situasi menjadi deterministik (bisa ditebak). Jika
    ada gangguan maka akan terjadi turbulensi (tak bisa ditebak).

    Lihat saja ketika dollah berubah dari 2500 ke 8000. Ada masa
    turbulensi yang chaotic. Kemudian disusul masa deterministik. Dolah
    bisa ditebak. Kemudian berubah dari 9200 ke 11000an, sekarang masa
    turbulensi. Sesudah tenang, bisa ditebak. Demikianpun harga2 saham ada
    masa turbulensi ada masa laminar

    > (RDP) Bublenya harga minyak, salah satunya mungkin ekspektasi terlalu jauh
    dan mungkin juga karena future trading. Future tradingpun menjadi hal
    yang “wajar” dalam kapitalisme linberal. Tidak ada kontrol inilah yang
    aku pikir disebut “greed”, yang konon kata Pak Ki merupakan ‘nafas’nya
    kapitalisme. Dan aku sepakat dengan Ferizal greeed ini yang akhirnya
    tak terkontrol yang menjadikan dirinya hancur !

    # (Kibroto) Siapa bilang tak ada kontrol? Ada! Orang menyebutnya sebagai the
    `invisible hands’ = tangan siluman. Jika terjadi gelembung, tiba2 saja
    seolah ada tangan siluman yang nyoblos plembungan sehingga ….
    bessss, …. ngembozzzz.

    Itulah kapitalisme.

    > (RDP) Inilah yang akupikir karena “greed” … kemaruk yang tak terkontrol
    karena adanya fama bawaanya yang disebut freedom dan berujung di
    liberalisme.

    # (Kibroto) Ya ini `kontrolnya’. Nggembos déwé. Jika tak ada batas akan
    menggelembung sampai tak berhingga!! Itu mustahal, pasti njeblug.

    > (RDP) Kalau ekspektasi wajar, berarti bukan kapitalisme.
    Seperti ucapak Pak Ki awal bahwa kapitalis memerlukan greed.

    # (Kibroto) Yang namanya batas greed adalah `pasar’. Coba sampiyan greed
    mengharap riba deposito 50% setahun di RI. Mana bisa? Yang saya sebut
    greed yang wajar adalah yang `sesuai dengan pasar’. Nah, pasar ini
    ditentukan oleh ekpektasi, yang bisa salah.

    > (RDP) Aku pikir yang paragrap diatas itulah yang merupakan awal hancurnya
    kapitalisme yaitu lberalisasi, segalanya serba boleh (free).

    # (Kibroto) Siapa bilang serba bole?
    Coba sampiyan deposito dengan riba 100% setahun. Mana ada?

    > (RDP) Bisa jadi IYA SALAHNYA USA !

    # (KIbroto) What bisnis have you done?

    > (RDP) Kenapa? Mungkin karena USA telah menjadikan kapitalisme yang diramu
    dengan freedom dan dibumbui liberal menjadikan perekonomian menjadi
    tidak terkontrol.

    # (Kibroto) Siapa bilang tidak terkontrol? Kejatuhan sekarang ini adalah bentuk
    dari kontrol, menurut Adam Smith namanya `tangan siluman’.

    > (RDP) Bahkan USA yang mengatakan polisi dunia ternyata tidakmemiliki
    kontrol pada ekonomi dunia.

    # (Kibroto) Siapa yang bilang USA polisi ekonomi? USA secara ekonomis bukan
    terkaya, bukan GDP terbesar, bukan terbesar pertumbuhannya, bukan
    kreditor terbesasar, dst. USA justru debtor terbesar. USA hanyalah
    pasar saham/uang terbesar.

    > (RDP) Dia menjadi disalahkan karena mengataklan dirinya akan mengontrol
    ternyata lari tunggang langgang ketika sistem yg dianutnya dipaksakan
    ke neegri lain tapi US
    akhirnya tidak bisa mekendalikannya.

    # (Kibroto) Siapa yang bilang USA mengointrol ekonomi dunia? Yang jelas USA
    adalah superpower dalam hal militer. Nobody doubt it. Tetapi anak2
    yang tahu ekonomi sikit2 tahu bahwa USA bukan super power dalam hal
    ekonomi.

    USA terbesar dalam hal
    – import
    – utang
    – pasar modal/uang

    That’s it

    > (RDP) Walaupun kalau emang terjadi bisa saja bukan karena
    ramalannya tetapi emang sudah sejak awalnya “by wrong design”.

    # (Kibroto) What design?
    Who design it?

    > (RDP) Ini karena bisnisman ngga mau dianggep salah kalau opininya salah !

    # (Kibroto) Itu fakta. Saya tidak menyalahkan mitra saya yang menghangusken uang
    saya. Saya tidak menyalahken USA. Yang saya salkahken siapa saja yang
    invest/kredit kesono. Salahe déwé kok gebleg ?

  2. > (RDP) Kenapa? Mungkin karena USA telah menjadikan kapitalisme yang diramu
    dengan freedom dan dibumbui liberal menjadikan perekonomian menjadi
    tidak terkontrol.

    # (Kibroto) Siapa bilang tidak terkontrol? Kejatuhan sekarang ini adalah bentuk
    dari kontrol, menurut Adam Smith namanya `tangan siluman’.

    @@@ (Arif). Jadi, Amerika mengalami begitu karena “tangan Siluman”……dan “tangan Siluman” ini bergerak dan menampar Amerika karena menurut si Siluman, greed is not good.
    Ada dua pilihan, MEMBATASI GREED ITU SENDIRI atau menunggu “tangan Siluman” agar bisa membatas greed.

    Kalau tidak bisa membatasi diri, maka “tangan Siluman” akan membatasi anda……(ngakak mode on)….

    XXX
    Komentar Saya Pribadi:

    Narasi yang excellent Mas Arif. Excellent!

    Salam,
    Ferizal Ramli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s