Valencia: Fiesta, Bonita dan Erotica


(Artikel ini pertama kali dipublikasikan pada Wed Apr 23, 2008 1:01 pm)

Ferizal Ramli1Saya teringat kembali lagu Fariz RM, „Barcelona” yang pernah hit 20
tahun silam. Bercerita tentang kisah eksoktisnya gairah passionate
senorita-2 mediterania.

XXX

Universidad de Valencia, suatu hari dalam sebuah diskusi, dalam suatu
seminar. Saat musim panas. Suhu diatas 37 derajat celcius. Bahkan buat
saya yang terbiasa di khatulistiwa sekalipun tidak bisa menutupi
gerahnya badan saya. Kemeja tipis, khas pakaian pantai santai, basah
bersimbah keringat. Dengan celana pendek hadir dalam sebuah seminar.

Seniorita Profesora masuk ruang kelas. Kedua mata saya terbelalak
tidak percaya. Jika ini di pantai masih anggap biasa. Tapi ini di
ruang kelas. Di universitas yang usia akademiknya hampir seribu tahun.
Di universitas yang mempunyai tradisi akademik salah satu yang terbaik
di Eropa dan kebanggaan negara Matador Mediterania. Dan yang dihadapan
saya adalah seorang Senorita Profesora mengajar International Human
Resources Management.

Dengan tanktop persis dengan warna kulit. Bertali dengan belahan
begitu dalam nyaris tanpa batas. Dan stocking-nya itu, Meine Gute! (my
goodness): fishnet stocking! Dipadu dengan rok coklat lembut yang
panjangnya tidak lebih dari satu jengkal. Plus sepatu tinggi dengan
tumit 10 cm masuk ruangan dengan senyum terkulum. Dan saat membalik
membalakangi kita, maka hanya tali tanktop itu saja „penghalang”
pandangan kita… 🙂

Dengan bahasa Inggris akses Spanyol yang terdengar begitu sexy sang
senorita Profesora memulai teorinya. Sebuah keindahan sempurna yang
memang by planning benar-2 dipersiapkan untuk menggoda,. Dan itu
dilakukan oleh seorang Profesora … 🙂

Tanpa sadar sayapun berguman: Eres hermosa, la pasión senorita
Profesora…(coro jowone: Pajenengan pance uayu menggairahkan tenan
Professor)

Ah jika anda berada dalam ruangan yang sama dengan saya maka saya
jamin sambil menelan ludah jakun anda pasti akan bergerak diluar
kendali sadar =)) Tapi anda ndak usah merasa bersalah jika tergoda
karenanya. Bahkan kolega saya dari Jerman dan Perancis pun, yang
terbiasa dengan pemandangan erotica, tidak mampu terbebas dari godaan
passionate yang ada di depan mata.

Akhirnya, selesai seminar kita sepakat bahwa tema seminar memang
membahas “International Human Resources Management”. Tapi bagi para
peserta pria, kita begitu asyik menikmati “International Woman
Resources Management” :))

XXX

Tapi tidak, saya tidak sedang bicara tentang eksploitasi passionata.
Saya sedang bicara tentang sebuah kultur erotica.

Bagi saya, bangsa Spanyol itu hanya mengenal 3 kata: Fiesta, Bonita
dan Erotica. Pesta, bercinta dan hasrat gelora. Saat saya di Jerman,
saat saya julurkan tangan, si wanita segera paham bahwa saya “menolak”
cipika-cipiki. Ketika bertemu atau berpisah saya cuma ingin bersalaman.

Tapi di Spanyol topan badai. Tiba-2 saja cipika-cipiki, dan belum
sadar apa yang terjadi, bibir mungil sang senorita langsung saja
disentuhkan ke bibir kita. La pasión Senorita…, hmm begitu saya
berguman… 🙂

Spanyol itu tidak mengenal arti kerja keras. Mereka bukan bangsa
pekerja. Mereka adalah bangsa petualang cinta. Tidak ada industri
manufactur raksasa disini. Tidak ada degup bursa saham yang berpacu
cepat memacu perekonomian. Tidak ada laboratorium-2 high-tech untuk
menemukan formula-2 innovasi. Yang ada adalah pesta, pesta dan hasrat
bercinta…Tidak lebih dan tidak kurang…(setidaknya itulah yang terlihat
di kota Valencia).

Tapi Spanyol bukan lah bangsa yang bodoh. Tahu bahwa kultur
indigenous-nya bukanlah bangsa pekerja maka Spanyol men-desain
negaranya sebagai pusat turis Eropa. Mereka begitu professional
membangun attractive tourist destination, didukung infrastruktur
modern dan disenergikan dengan kultur erotica. Sebuah paduan sempurna
buat sorga parawisata (paling tidak dalam kaca mata barat).

Jadilah Barcelona, Valencia dan Malorcca sebagai daya tarik utama
wisatawan dunia. Dan jangan kaget apabila musim panas maka selama
hampir 3 bulan kota Valencia mengadakan pesta tanpa henti. Kita tidak
pernah bisa tidur dibuatnya…

Setiap hari, jam 9 pagi pesta sudah di mulai dan baru berakhir jam 5
shubuh dini hari. Anda ndak usah khawatir bangun tidur telat akibat
semalaman kecapakean pesta. Tepat jam 9 pagi, meriam tanda pesta
dimulai sudah berdentum. Membangunkan mimpi pagi anda secara paksa.
Anda sudah tidak punya kesempatan lagi untuk melanjutkan tidur anda…:

Tahukah anda? Jika anda tidur maka anda tidak akan membelanjakan uang
anda. Tapi jika anda sudah terbangun maka tanpa sadar anda akan lebih
sering menggesek kartu kredit anda. Yah, dengan cara itulah Spanyol
menguras credit card kita…

XXX

Sebuah jalan raya di Pantai Valencia. Maximum kecepatan 5 km/jam.
Andaikata boleh lebihpun, otak anda tidak akan mampu memerintahkan
kaki untuk memicu pedal gas mobil anda. Di jalan para senorita santai
berjalan hanya dengan x-string saja. Tidak lebih.

Jika anda memandang ke pantai maka mata anda betul-2 dimanja. Para
senorita berbaring berjejer tidak pakai bikini bak iwak pindang. Anda
pasti bisakan membedakan antara cuma pakai bikini dengan tidak pakai
bikini saat berjemur di pantai? =))

Tampak pula para Pak Item (orang Indonesia menyebut orang Afrika itu
Pak Item) duduk jelalatan memburu senorita-2 yang butuh jasa
kesenangan. Seperti musang lapar berburu bebek hanyut di tepi pantai…

Eit, tapi anda jangan berprasangka buruk dulu terhadap Pak Item
penyedia jasa kesenangan. Jika anda pria dan anda butuh jasa
kesenangan. Jangan kaget bahwa Senorina-Senorina*** pemberi jasa
kesenangan sebagian besarnya berstatus mahasiswi dan siap melayani anda.
(*** Senorina sebutan bagi wanita yang baru pasca ABG)

Diana Acosta teman saya bilang. Betapa indahnya jadi “business girl”.
Mendapatkan kesenangan ganda. Selain bisa menggesek kartu kredit para
pria dan tentu saja menikmati petualang bonita.

XXX

Di mobil kami menikmati pemandangan pantai. Seorang Senorina sambil
memeluk ikan besar melambaikan tangan ke arah kami. Tiba-2 Carlos
(salah seorang diantara kami, typisch Latin Amerika) meloncat dari
mobil berhambur ke arah sang Senorina. Mungkin pikir si Carlos;
“Ikan-ikanan atau ikan beneran adalah tidak penting lagi, tapi tubuh
indah dibalik sang ikan itulah yang nantinya akan bercerita…=))

Sambil terkekeh-kekeh kami semua tertawa. Tidak lupa dari atas mobil
saya teriak keras sebisanya: „Carlos, please don’t forget. Use safety
jacket! Do not bring AIDS to home..!!!” Hanya itulah pesan terakhir
yang bisa disampaikan. Semoga si Carlos masih sempat mendengarnya,
begitu harapan saya dengan sedikit berdoa.

Doa yang begitu amat sederhana tentu saja. Tapi begitu luxury jika
anda berada di Valencia…

La pasión bonita, Senorita…

Salam,

FR

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s