Sisi Lain dari Rusia


(Artikel ini pertama kali dipublikasikan pada pertengahan 2006 di Harian Jurnal Nasional)

Ferizal Ramli2Mari kita lupakan sejenak indikator-indikator makro Rusia yang mengkilap. Benar, sejak Presiden Putin menduduki Kremlin standar hidup orang Rusia meningkat. Pasar modal booming. Transaksi perdagangan selalu surplus. Ekonomi tumbuh stabil. Semua itu adalah catatan prestasi tersendiri buat Presiden Putin. Popularitas Putin pada pemilihan presiden kedua kalinya berada pada rating 70%, sebagai tanda besarnya kepercayaan rakyat Rusia kepadanya.

Sekarang tengok apa yang terjadi sesungguhnya di Rusia. The Economist (Juli, 2006) secara skeptis melaporkan demokrasi di Rusia telah „balik kanan“. Media Rusia diambil alih oleh pemerintah. LSM dimata-matai. Oposisi terhadap pemerintah dihancurkan. Parlemen dimandulkan. Pemilihan kepala daerah lokal dihentikan. Negara mengontrol sepenuhnya perekonomian. BUMN khususnya industri energi dikuasai oleh pemerintah dan kroninya. Singkatnya tidak cuma menjadi sentralisasi, tetapi negara memonopoli kekuasaan; semuanya di tangan Putin.

Bagaimana rakyat Rusia mensikapi matinya demokrasi di negaranya? Presiden Putin harus berterima kasih kepada mantan Presiden Yeltsin pendahulunya. Yeltsin membawa negaranya menuju demokrasi, tetapi strategi pembangunan yang Yeltsin terapkan salah. Rusia terperosok dalam kegagalan pembangunan ekonomi. Putin bertindak sebaliknya; Rusia dibawa menuju pada otokrasi. Demokrasi dibungkam. Tapi Putin berhasil meningkatkan ekonomi negaranya. Akibatnya, rakyat tidak melihat lagi esensi penting dari demokrasi. Yang rakyat tahu dibawah Putin kesejahteraannya meningkat. Singkatnya, Yeltsin membawa Rusia menuju arah yang benar tetapi dengan cara yang salah. Putin sebaliknya, dia membawa Rusia kearah yang salah tetapi dengan cara yang benar.

Memang tidak bisa disalahkan kalau rakyat Rusia apatis dengan makna demokrasi. Dikarenakan yang memulihkan Rusia dari keterpurukan adalah hasil dari kerja pemerintahan otoriter. Tapi benarkah kesejahteraan rakyat Rusia itu meningkat? Ada beberapa petunjuk penting lain yang bisa digunakan sebagai sudut pandang baru untuk melihat keberhasilan pembangunan Rusia secara komprehensif.

Indikator pemerataan merupakan variabel yang sama pentingnya dengan pertumbuhan. Di Rusia distribusi pendapatannya cenderung semakin dikuasai oleh kelompok kaya. Jurang antara 20% kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dengan kelompok lainnya semakin besar. Tahun 1991, 20% dari golongan penghasilan tinggi menguasai 30,7% dari total pendapatan kemudian tahun 1999 naik menjadi 41,9%. Sedangkan 20% masyarakat yang berpendapatan rendah semakin rendah saja penghasilannya. Dari 11,9% di tahun 1991 turun menjadi 4,7% pada tahun 1999. Dengan kata lain, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Tabel: Distribusi Pendapatan Finansial Per Kelompok Masyarakat

1991

1992

1993

1994

1995

1996

1997

1998

1999

Total Pendapatan Finansial yang terdistribusi kedalam:

20% Kelompok Terbawah

11,9%

6,0%

5,8%

5,3%

5,5%

6,2%

6,0%

6,2%

4,7%

20% Kelompok Bawah

15,8%

11,6%

11,1%

10,2%

10,2%

10,7%

10,2%

10,5%

11,0%

20% Kelompok Tengah

18,8%

17,6%

16,7%

15,2%

15,0%

15,2%

14,8%

14,9%

17,4%

20% Kelompok Atas

22,8%

26,5%

24,8%

23,0%

22,4%

21,5%

21,6%

21,0%

25,0%

20% Kelompok Teratas

30,7%

38,3%

41,6%

46,3%

46,9%

46,4%

47,4%

47,4%

41,9%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

Sumber: State Statistics Committee, World Bank

Ketidakmerataan distribusi kesejahteraan Rusia juga dapat dilihat dari indeks Gini yang semakin memburuk. Prinsipnya indeks Gini itu menjadi indikator pemerataan. Apabila koofisiennya semakin besar maka semakin tidak meratalah distribusi pendapatan masyarakat di suatu negara. Indeks Gini Rusia sebelum tahun 1992 adalah 0,238 tetapi pada tahun 2001 sebesar 0,31. Ini berarti kesejahteraan penduduknya cenderung semakin tidak merata.

Tabel: Perbandingan Indeks Gini Rusia 1992-2001

Sumber. Keane MP, Prasad ES (2000)

Apabila sudut pemerataan dijadikan kajian maka contoh diatas adalah titik-titik kritis dari perekonomian Rusia. Ini menjadi tantangan Rusia kedepan untuk memperbaiki struktur pendapatanya agar merata. Yang menjadi pertanyaan adalah; bagaimana jika pemerintah otoriter yang dibangun Putin dan para penggantinya tidak perduli dengan hal ini. Sementara mekanis untuk check and balance tidak berjalan?

Demokrasi memang tidak serta merta membuat pembangunan ekonomi berhasil. Tapi demokrasi memungkinkan pemerintah dan rakyat berkomunikasi dalam dua arah. Demokrasi memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk melihat suatu masalah dari berbagai perspektif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s