Sarkozy Terpilih, Imigran Prancis Was-was


(Artikel ini pertama kali dipublikasikan pada Harian Jurnal Nasional)

Ferizal Ramli2Paris
Selasa, 8 Mei 2007

PASCAPEMILIHAN Nicholas Sarkozy sebagai Presiden Prancis menjadi
hari-hari yang cukup krusial. Betapa tidak. Pendukung Segolene Royal
masih loyal, sementara sepak terjang Sarkozy selama ini cukup brutal
dan kontroversial. Sarkozy tidak segan-segan mengecam bahwa imigran
adalah pembawa masalah bagi Prancis.

Kebijakan kontroversial Sarkozy pernah memicu kerusuhan besar di
seluruh Prancis dan beberapa negara Eropa pada November 2005 lalu. Ini
membawa trauma bagi rakyat Prancis. Para imigran dan rakyat Prancis
menunggu was-was sikap Sarkozy selanjutnya. Mereka siap melawan
apabila Sarkozy menunjukkan sikap arogan.

Sadar bahwa Prancis bisa terjerumus dalam perpecahan, Sarkozy dalam
pidato kemenangannya berusaha meraih kembali simpati seluruh rakyat.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi pada Madame
Royal serta para pendukungnya. Saya akan menjadi presiden untuk
seluruh rakyat Prancis. Saya berjanji untuk setia pada demokrasi,”
ujarnya.

Sarkozy ingin memberi sinyal kepada para pendukung Royal bahwa dia
ingin memerintah Prancis secara adil, berdiri di atas semua golongan.
Tapi apakah Sarkozy mampu menjadi negarawan, bukan sebagai presiden
untuk para pendukungnya saja? Sementara Sarkozy telah banyak menebar
janji kepada para pemilihnya. Pendukung Royal menunggu dengan berdebar
cemas sikap Sarkozy selanjutnya.

Apalagi dalam pidato kemenangannya, Sarkozy menyinggung arah kebijakan
luar negerinya yang tidak akan mengikuti jejak pendahulunya Jacques
Chirac. Sarkozy ingin memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat yang
tegang akibat perang Irak. Prancis juga ingin meningkatkan kerja sama
dengan AS dalam isu perlindungan lingkungan. Selain itu akan
ditingkatkan pula kerja sama Timur Tengah dan negara-negara Afrika.

Para pengamat memperkirakan Sarkozy akan membuat kebijakan luar negeri
Prancis lebih pro Israel. Sarkozy adalah politikus paling pro Israel
dibandingkan politikus lainnya yang dimiliki Prancis.

Tapi Prof. Jacques-Pierre Gougeun, ahli politik dari Universitas
Paris, memperkirakan Sarkozy tidak akan terburu-buru membentuk
pemerintahan baru. Paling tidak dia akan berlibur dulu sambil
mendinginkan suhu politik yang sangat tegang saat ini. Setelah tanggal
18 Mei barulah Sarkozy mulai berpikir membentuk pemerintahan baru.

Masih menurut Gougeun, beberapa masalah besar siap menghadang Sarkozy
nanti. Pertama, kemiskinan. Diperkirakan 20 persen penduduk Prancis
hidup miskin sehingga tidak mampu membayar pajak. Kedua, tingginya
tingkat pengangguran di Prancis. Ketiga, pertumbuhan ekonomi yang
stagnan selama satu dekade ini. Tentu saja masalah integrasi sosial
merupakan hal krusial lainnya untuk segera ditangani karena bisa
menjurus pada perpecahan masyarakat.

Sesuai janji kampanyenya, Sarkozy akan mengambil perubahan dramatis
untuk mengatasi masalah ekonomi. Ia mungkin akan mengucapkan selamat
tinggal pada konsep negara kesejahteraan. Berbagai kemudahan publik
akan dikurangi untuk meringankan beban negara. Kewajiban jam kerja
bagi karyawan akan ditambah sehingga produktivitas meningkat.
Privatisasi ala Margareth Teacher (mantan PM Inggris) mungkin terjadi
di Prancis.

Di bidang politik, Sarkozy akan konsentrasi pada masalah keamanan
dalam negeri. Isu terorisme, Islam dan imigran akan menjadi fokus
utamanya. Heiko Engelkes, jurnalis senior Televisi ARD Jerman,
mengkhawatirkan Sarkozy akan lebih menggunakan pendekatan represif
daripada pendekatan konsensus dalam menangani persoalan-persoalan
keamanan.

Dalam bidang pemerintahan, Sarkozy akan mengambil alih persoalan dalam
negeri sebagai tanggung jawabnya. Selama ini masalah dalam negeri
menjadi tanggung jawab Perdana Menteri, sementara Presiden lebih fokus
pada isu luar negeri dan pertahanan. Di bawah Sarkozy, tradisi ini
akan diubah. Sarkozy ingin terlibat langsung agar kerja konkretnya
dapat dirasakan masyarakat.

Rakyat Prancis telah menaruh kepercayaan kepada Sarkozy untuk
mengatasi semua persoalan. Ia dikenal sebagai pribadi yang energik dan
tegas dalam bersikap. Sarkozy juga telah berpengalaman dalam
pemerintahan sehingga tahu persis apa yang harus dikerjakan.
Waktu-waktu mendatang adalah saatnya bagi rakyat Prancis menunggu
Sarkozy mewujudkan janjinya membawa Prancis menjadi lebih baik.

(Ferizal Ramli)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s