Nilai Ekonomis Program Nuklir Iran


(Artikel ini dipublikasikan pertama kali pada Juni 2006 di harian Jurnal Nasional )

Ferizal Ramli3Eropa melalui Javier Solana menawarkan paket kompromi agar Iran mau menghentikan program nuklirnya. Usulan kompromi yang didukung oleh 5 negara pemegang hak veto plus Jerman menawarkan paket transfer teknologi reaktor air untuk memenuhi kebutuhan energi Iran. Melalui implementasi teknologi reaktor air diharapkan Iran mau menghentikan ambisinya untuk menguasai teknologi nuklir.

Memang benar batas antara penggunaan nuklir untuk kepentingan ekonomis dengan untuk kepentingan militer sangat tipis. Sulit untuk dibedakan. Tentu saja kekhawatiran barat atas program nuklir Iran sudah pasti besar. Iran bisa saja mengembangkan teknologi nuklirnya untuk pembuatan senjata pemusnah massal.

Minggu ini, Hamid-Reza Assefi, juru bicara kementerian luar negeri Iran di Teheran menyatakan bahwa Iran masih belum memutuskan menerima tawaran kompromi dari Eropa tadi. Iran memang memberi sinyal bersedia untuk berunding meskipun tidak ada jaminan Iran akan menerima tawaran Eropa.

Dari sudut ekonomi tawaran Eropa tadi merupakan dilema bagi Iran. Sebagai negara yang ingin tetap memiliki pergaulan bebas internasional, pemimpin Iran melihat bahwa menerima tawaran Eropa berarti negaranya berperan besar menurunkan ketegangan internasional tentang ancaman senjata nuklir. Hanya dari sisi sebaliknya, menghentikan program teknologi nuklir sama saja dengan menghilangkan kemungkinan keuntungan ekonomis negara tersebut untuk menghemat pengeluaran biaya energi di masa depan.

Laporan Manfred Thuman seorang pakar energi nuklir dari „Nordostschweizerische Krafftwerke AG (NOK)“, Swiss dalam „Internasional Journal for Nuclear Power, Vol: 51“ memberikan data-data gamblang tentang keuntungan ekonomis suatu negara menerapkan teknologi nuklirnya. Berdasarkan studi kasus di negara Filandia dalam pemakaian energi listrik melebihi kapasitas 8.500 jam per tahun maka pembangkit nuklir menjadi alternatif paling murah dibandingkan energi pembangkit lainnya seperti: batu bara, gas alam dan bio massa.

Besarnya biaya konsumsi listrik yang dikeluarkan pada tingkat operasi 8.500 jam setahun untuk setiap satuan MWh (mega watt per hour) menurut Thuman hanya 22,31 Euro dengan menggunakan pembangkit nuklir. Dibandingkan biaya yang dikeluarkan oleh pembangkit lainnya untuk kebutuhan yang sama sebesar: batu bara 24,43 Euro/MWh, gas alam 26,33 Euro/MWh dan bio massa 31,27 Euro/MWh. Ini berarti konsumsi listrik dari pembangkit nuklir 9,5% lebih murah dari out put yang dihasilkan oleh batu bara, 18% lebih murah dari gas alam dan 40% lebih murah dari bio massa. Biaya per unit tersebut tentu saja akan semakin murah jika pemakaiannya semakin besar.

Tabel: Komposisi Biaya untuk setiap Pembangkit Energi pada tingkat 8500 MWh

Nuklir

Batu Bara

Gas Alam

Bio Massa

Biaya Kapital

12,74 €

7,22 €

5,07 €

9,67 €

Biaya Material

2,86 €

10,26 €

19,88 €

15,49 €

Biaya Tetap per tahun

3,30 €

2,04 €

1,07 €

3,01 €

Biaya Variabel

3,41 €

4,92 €

0,31 €

3,10 €

Total Biaya 8000 MWh

22,31 €

24,43 €

26,33 €

31,27 €

Grafik: Komposisi Biaya untuk setiap Pembangkit Energi pada tingkat 8500 MWh

Berdasarkan laporan IEA (International Energy Agency), konsumsi listrik Iran di tahun 2003 saja mencapai 127,19 TWh (Terra Watt hour). Dimana 1 TWh sama dengan 1 juta MWh. Sebagai ilustrasi sederhana, apabila Iran dalam memenuhi seluruh kebutuhan listriknya menggunakan pembangkit batu bara maka biaya yang dikeluarkan jika mengacu studi kasus Thuman paling tidak: 3,1 Milyar Euro. Jika kurs 1,- = Rp. 11.000,- ini berarti sebesar 34,1 trilyun rupiah. Dibandingkan jika Iran murni menggunakan pembangkit nuklir “hanya” sebesar 31,2 trilyun rupiah. Penghematan minimal 3 trilyun dapat dilakukan oleh negara Iran pada tahun 2003.

Jelas bahwa ilustrasi diatas sangat menyederhanakan persoalan. Mengingat ilustrasi tersebut dihitung dengan angka dasar konsumsi listrik 8.500 MWh dengan harga 22,31 untuk nuklir dan 24,43 untuk batu bara (lihat tabel). Apabila konsumsi listrik mencapai 127,19 juta MWh tentu saja harga per satuan setiap MW untuk pembangkit nuklir jauh lebih murah lagi dari 22,31 Euro per jamnya.

Selain itu trend kecenderungan Iran untuk mengkonsumsi listrik semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kebutuhan listrik Iran akan semakin besar di masa yang akan datang. Artinya, penghematan yang di peroleh Iran dengan menggunakan pembangkit nuklir jauh lebih besar dari ilustrasi diatas.

Keuntungan ekonomis inilah sekaligus keuntungan untuk menguasai teknologi hi-tech bagi kepentingan bangsa menjadikan Iran begitu ngotot untuk meneruskan program nuklirnya. Sekarang tinggal bagaimana Iran harus dapat menyakinkan negara lain bahwa teknologinya bukan untuk kepentingan pembuatan senjata massal seperti yang dikhawatirkan oleh negara barat.

Iklan

One thought on “Nilai Ekonomis Program Nuklir Iran

  1. Hallo Bpak Ferizal,
    nama saya Ovie. Saya sempat membaca blog Bapak tentang nilai ekonomi program nuklir Iran. Kebetulan saat ini saya sedang menyelesaikan skripsi saya tentang penolakan Swiss bergabung dengan sanksi Uni Eropa terhadap Iran. Sanksi yang diberikan terhadap Iran berupa sanksi ekonomi, dan Uni Eropa mengajak dengan sedikit paksaan terhadap Swiss untuk bergabung bersama. Namun Swiss menolak karena mreka termasuk negara netral.
    Tetapi dalam menyusun skripsi ini, saya kesulitanmendapatkan data yang bisa lebih memperkuat judul saya ini pak. Saya mohon kalau Bapak memiliki data terkait dan bersedia membantu saya, Bapak nisa langsung ke alamat email saya: oviemero@yahoo.com
    Saya akan sangat meng-appreciate and I’ll forward for your email. Thankyou.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s